SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu mendata ada  2.494 penderita Diare di Kotamobagu hingga  Dua Tahun terkahir ini

 hal ini di sampaikan Kepala Dinkes Kotamobagu Devie Ch Lala ,penyebab kebanyakan datangnya diare karena pengaruh lingkungan dan makanan yang di konsumsi.

“  makanan dan lingkungan menjadi pemicu serta adanya  perubahan cuaca, Faktor  yang dapat menyebabkan datangnya Diare,” kata kadis

lanjunya ,paliing syarat terserang   penyakit diare adalah anak-anak atau usia balita di bawah 4 tahun.

“ Kalu dewasakan itu sudah ada perubahan gaya hidup misalnya, makanan sudah bisa dibatasi, berbeda dengan anak-anak, mereka makan apa saja yang tidak terkontrol apa saja yang dimakan,” tandasnya

Sementara itu, Staf pelaksanan Dinas Kesehatan Yuli Adjami menambahkan, Pada 2017, tercatat sebanyak 1.752 sedangkan hingga Juli 2018 terdapat 746 penderita diare.

“Dari Jumlah pada 2017 tersebut terdiri dari 654 penderita diare usia balita dibawah empat tahun serta pada 2018 terdapat 248 penderita,” ungkap Yuli

Ia menerangkan, sesuai hitungan Kementrian Kesehatan RI, dari seribu penduduk di Kotamobagu pada 2017, ada terdapat 14 jiwa penderita diare.

“Artinya, sesuai data Pusdatin Kemenkes RI, kotamobagu terdapat 123.873 peduduk pada 2017. Nah dari jumlah tersebut terdapat 1.752 penderita diare dimana setiap seribu penduduk terdapat 14 jiwa penderita diare,” terangnya

Lajut Yuli, untuk 2018 data yang ada sesuai jumlah penduduk itu masih 746 penderita.

“Tahun ini kan sementara masih 746 penderita, itu kami hitung per Desember. Sehingga data penderita yang ada belum sepenuhnya,” pungkasnya.(/one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Penghargaan tingkat nasional kembali diraih Pemkot Kotamobagu. Kali ini, dua penghargaan sekaligus yang diraih yakni Kota Layak Anak (KLA) dan Sekolah Layak Anak (SRA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Sitti Rafiqah Bora mengatakan, penghargaan tingkat nasional ini akan diterima pada 23 Juli nanti.

“Alhamdulillah, Kota Kotamobagu berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yaitu KLA dan SRA, yang akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Jokowi pada puncak acara Hari Anak Nasional Tahun 2018 di Surabaya,” ungkap Rafiqah.

Sementara itu Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, ketika dihubungi Mmemberikan apresiasi kepada seluruh jajaran terkait dan terutama masyarakat Kota Kotamobagu atas raihan penghargaan tersebut.

“ Ini merupakan keberhasilan kita semua, dan terutama anak-anak yang ada di Kota Kotamobagu,” ujar Tatong.(*)

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Bertempat di  Hotel Paradise sanur bali ,Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Rabu (18/7/20218)  menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tentang Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi Berbasis Masyarakat dan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3 R (Reduse, Reuse, Recycle).



Perjanjian kerjasama tersebut antara lain berisi tentang dukungan pemerintah Kota Kotamobagu dalam pencapaian Universal Acces, khususnya bidang Sanitasi, termasuk kesiapan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu, untuk menyiapkan pembangunan Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) dalam skala Komunal, yang akan dibangun oleh pemerintah pusat di wilayah Kota Kotamobagu, pada tahun 2018.

Sementara itu, Walikota Kotamobagu usai mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu, siap mendukung secara penuh pembangunan Infratruktur di Bidang Sanitasi Berbasis Masyarakat yang nantinya akan dilaksanakan di Kota Kotamobagu.

“ Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu, bahkan saat ini telah menyiapkan  sejumlah lahan yang rencananya akan menjadi lokasi untuk pembangunan Instalasi Pengelohan Air Limbah berskala Komunal di wilayah Kota Kotamobagu,” ujar Walikota.

Pelaksanaan penandatangan kerjasama yang dilaksanakan pada kegiatan Penyiapan Implementasi Infrastruktur Berbasis Masyarakat pada Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Permukiman , juga dihadiri pihak Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, serta sejumlah Bupati dan Walikota(*/one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-untuk lebih meningkatakan mutu pengelolaan keuangan daerah Badan Keuangan Daerah (BKD)  Kota Kotamobagu bekerja sama dengan Badan Pemeriksa   (BPKP-RI) Perwakilan Sulawesi utara, melaksanakan Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) terkait Implementasi Non Tunai, di Aula Rumah Dinas Walikota Kotamobagu. Rabu (18/7/2018).

Kegiatan Sosialisasi itu  di hadiri dan  buka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Adnan Masinae, serta  pihak BPKP Perwakilan Sulawesi Utara, Koordinator Pengawasan. Yosep Paat, dan Auditor Utama, Abdul Rahim Fahmi, yang keduanya merupakan narasumber.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkot Kotamobagu, Inontat Makalalag, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan, Syarifudin Abas, mengatakan ini adalah sosialisasi terkait dengan adanya transaksi non tunai serta cara  pelaporan pertanggung jawaban didalam pengimputan melalui Simda Keuangan Daerah itu supaya sesuai dengan  ketentuan yang berlaku.

“ sosialisasi ini, penting  cara pengimputan terutama dalam Buku Kas pengeluaran, itu harus singkron agar tidak amburadul didalam pelaporan pertanggung jawaban dan ini merupakan peningkatan pengelolaan keuangan ke arah yang lebih baik.” jelas  Abas.

 sebagai peserta Sosialisasi ini,dihadiri oleh para Bendahara pengeluaran dan pembantu bendahara pengeluaran seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kota Kotamobagu(*)

 SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Desa Poyowa Besar Dua Kecamatan Kotamobagu Selatan menjadi salah Desa sentra produksi telur ayam di Kotamobagu. Disitu, ada sejumlah peternak ayam petelur yang dijadikan sebagai mata pencaharian warga Desa.

Seperti Rafiq Endro Mokodompit  yang suda 25 tahun usaha ayam petelurnya dibagun secara turun temurun. Menurutnya, prospek ternak ayam petelur sangat menjanjikan, sebab sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat.

“Usaha telur ayam ini sudah 25 tahun berdiri, dari orang tua saya kemudian saya yang teruskan. Prospeknya cukup bagus, belum lagi langganannya sudah ada sejak lama, jadi tak perlu repot memasarkannya meski baru dalam skala kotamobagu,” ujar Endro, Rabu (18/07/2018).

Menurutnya, produksi telur yang dihasilkannya per hari bisa mencapai 42 bak yang terdiri dari 30 butir per baknya. “Jumlah ayam ada 1.700 ekor, sehari itu bisa dua kali berproduksi dengan jumlah 42 bak per hari. Harganya relatif yaitu 42 Ribu per bak, sehingga bisa mencapai 1.600 ribu perhari,” bebernya

Meski begitu, modal yang Keluarganya keluarkan dalam merintis usaha tersebut tidaklah sedikit. Mulai dari pembuatan tempat, pembelian ayam sampai perawatannya itu memakan anggaran sebesar 100 juta rupiah.

“ Kebutuhan makanan dan juga tepat ternak ayam ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun, jika penghasilannya bagus, bisa- bisa tertutup dengan hasil penjualannya,” jelasnya.(/one)