SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Usaha ternak burung berkicau saat ini masih menjadi trend bagi warga Kota Kotamobagu. Salah satunya Cazuli (36) yang beternak burung berkicau sejak 2016.

Pria yang menetap dikelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan ini
tetap semangat menjual burung meski harus berpindah-pindah lokasi, sebab di Kotamobagu tak punya pasar burung yang representatif.

Aneka burung yang dijual bervariasi mulai Rp 25 ribu sampai Rp 8 Juta sesuai jenis burungnya. Ia menjual sebanyak 15 koleksi burung diantaranya, cuca ijo, Kacer, love bit, kenari, pleci, cucacingot, kapastimba, siple, sirtu, Tengke Buto, cucak Meranti, parkit, jala riu2, Cala kerbau, Cala suren.

“Cukup lumayan hasilnya. Dalam sehari bisa mengkantongi keuntungan rata-rata Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Ada juga yang dikerjakan,” kata Mas, sapaan arabnya, Jumat (21/9/2018).

Mas berkata, burung yang Ia jual kebanyakan dikirim dari pulau Jawa. "Burung dikirim dari Jawa, ada juga dipesan lewat online,  lumayan lama pengikimannya mungkin seminggu," katanya

Meski begitu, Ia mengaku keuntungan berjualan burung memang tak bisa ditebak menyesuaikan pasaran. Sebab, masyarakat Kotamobagu masih kurang peminat terhadap burung berkicau.

 "Yah tergantung hobi lah, kalau disini masyarakatnya mungkin kurang minat atau hobi, sehingga penjualannya kadang banyak yang laku kadang juga tidak ada," ujarnya

Ia berharap Pemkot kotamobagu dapat  membuat lokasi khusus pasar buruh bagi para penjual dan pecinta burung. "Burung-burung ini kan bisa juga menarik para wisatawan, sehingga kami berharap pemerintah dapat mendukung dengan  menyediakan lokasi penjualan burung agar menjadi pusat sentra belanja burung berkicau," harapnya(one/fin)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinkes  Kota Kotamobadu rutin  mengawasi para penderita penyakit HIV/AIDS di Kotamobagu. Kepala Dinkes Devie Ch Lala melalui Kepala Seksi Harianti Sutarjo menyebutkan, terdapat 79 kasus pendetita HIV/AIDS sejak Lima tahun terakhir.

" Dari 2013 hingga sekarang sudah ada 79 penderita HIV/AIDS di Kotamobagu, dua sudah meninggal dunia, dan sisanya terus kami awasi, agar tidak menular," kata  Harianti, Jumat (21/09/2018). siang tadi

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tersebarnya virus tersebut, salah satunya adalah Berhubungan Seksual. " Yang dapat menyebarkan virus tersebut ada tiga faktor, yaitu, hubungan seksual, jarum suntik dan ibu yang terkena virus kemudian dia menyusui, maka anaknya bisa terkenak virus itu,"  jelasnya

Dirinya minta masyarakat agar tidak mendrikriminasi warga yang terindikasi  menderita Virus tersebut. " Jangan mendrikriminasi  agar mereka tadak mengalami stres berat yang akhirnya membuat dia meninggal bukan karena penyakitnya namun karena deperesi," ujar Harianti

Untuk mengantisipasi penyebaran virus itu kata Dia, yaitu dengan melakukan repid  Screening atau alat pendeteksi cepat virus HIV/AIDS. Sebab, ada beberapa kelompok beresiko yang menurutnya perlu dilakukan Screening.

"  ada beberapa kelompok yang beresiko dan perlu dilakukan Screening seperti, Krlompok Waria, Petugas Kesehatan, TNI Polri. Itu jadi sasaran kami untuk di screening. Ini dilakukan Dua tahun sekali dan sampai saat ini tidak titemukan penyebarannnya, intinya kami tetap melakukan penceghanan dengan cara pengawasan yang rutin " pungkasnya(one/fian)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU - Sebanyak 5.068 warga Kota Kotamobagu belum melakukan perekaman E-KTP terkiai dengan hal tersebut  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotamobagu menegaskan agar warga segera melakukan perekaman.

Hal itu menyusul adanya penegasan dari Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) untuk membekukan atau memblokir data warga yang belum melakukan perekaman. Hal ini dikatakan Kepala Disdukcapil Virginia Olii, Kamis (20/09/2018). di saat di temyi di ruang kerjanya

" Warga berusia diatas 23 tahun yang belum melalukan perekaman data e-KTP akan mendapatkan sangsi. Kemendagri akan mengambil tindakan tegas kepada penduduk dewasa yang belum juga melakukan perekaman data KTP elektronik atau e-KTP," ujar  Viginia

menurutnya saat ini , Disdukcapil  memfokuskan perekaman pada usia diatas 23 tahun.

" sesuai edaran kemendagri  yang kami terimah kalo tidak melakukan rekaman bagi usaia yang sudah di tentukan maka  mendapat sangsi blokir data sampai dengan 31 desember nanti ," tegasnya.

Hingga saat ini akunya,  masih sekitar 5.068 yang belum melakukan perekaman e-KTP di Disdukcapil.

" Nah, kalau umur 17 itu kan masih pemula, alangkah baiknya juga yang umur 17 sudah melakukan perekaman. Tapi untuk sekarang kita memeberikan waktu kepada penduduk dewasa.Ini juga mengantisipasi pilpres dan legislatif. Hak menggunakan KTP," paparnya.

Dirinya mengakui, ketersedian blangko e-KTP  hingga saat ini,tidak ada masalah. Pihaknya terus melakukan turun ke tiap desa/kelurahan. Dan melakukan perekaman.

" Mengajak kepada masyarakat 31 Desember itu  alangkah baiknya melakukan perekaman. alangkah baiknya melakukan perekaman. Karena itu identitas penduduk sangatlah penting.Supaya melakukan perekaman karena hak suara itu dalam pemilihan nanti penting," tandasnya.(0ne/fin)



SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- 630 guru se Kota Kotamobagu segera meneriman tunjangan sertifikasi guru (TSG) Triwulan III. Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu Rukmi Simbala Kamis (20/9/2018).


Menurutnya, pencairan sertifikasi guru triwulan III akan dilakukan Oktober mendatang. " kurang lebih  630 guru yang nanti akan  menerima sertifikasi. Rencananya oktober mendatang akan bayarkan ," ungkap simbala

Terpisah, Kepala Seksi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan Ardi Datundugon menerangkan, pencairan sertifikasi guru triwulan ganjil harus melalui beberapa proses. Diantaranya, akan diadakan lagi pemutakhiran data atau validasi data.

" Itu akhir September akan dilakukan pemuktahiran data. Akan divalidasi kembali,jika sudah falid, sudah 24 jam mengajar sesuai sertifikatnya, kemudian  akan diusulkan SK untuk pencairan tunjangan sertifikasi itu " unkap ardi

Dirinyapun  menambahkan, anggaran yang disiapkan Pemkot Kotamobagu, untuk pembayaran TSG triwulan II bagi 630 guru TK, SD, SMP termasuk pengawas sekira Rp 7,4 miliar.


" Dari 630 guru TK 50, SD 361, SMP 208 dan Pengawas 11 yang menerima TSG ini, anggaran yang disiapkan untuk pembayaran TSG ini kurang lebih 7,4 Miliar. Selain itu, perlu adanya motivasi dan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kotamobagu khususnya," ungkapnya.


lanjutnya, guru yang belum bersertifikat atau Non ASN sebanyak 394 orang. " Jadi mereka yang tidak menerima sertifikasi guru. Yang akan menerima dupastikan oktober akan merima Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG)," pungkasnya(0ne/fin)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Usai pengumuman Perekrutan Tim Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) oleh Tim Inovasi Kotamobagu, dalam rangka memperkuat kapasitas masyarakat Desa Dalam melaksanakan Pembangunan, melalui Dana Desa mendapat respon dari berbagai lembaga profesional, termasuk dunia kampus

Dari data yang diperoleh melalui Sekretariat TIK yang bertempat di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Kotamobagu, sampai dengan hari ini 9 september 2018 sudah ada Tujuh (7)Lembaga yang mendaftar termasuk satu diantaranya adalah Lembaga di Universitas Dumoga Kotamobagu, ujar Sekretaris TIK Masri Lantonge,rabu 19/9/2018

Kami berharap lembaga – lembaga yang sudah mendaftar ini  memiliki kualifikasi dan pengalaman, yang siap untuk melayani kebutuhan pembangunan Desa baik infrastruktur, Ekonomi dan Kewirausahan, serta Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Selanjutnya  Masri  berharap dalam kurun waktu satu atau dua minggu kedepan masih ada lagi lembaga yang akan mendaftar