SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kota Kotamobagu akan mengawasi pembangunan Infrastruktur di 15 Desa di Kotamobagu.

Kepala Bappelitbangda Sofyan Mokoginta melalui Kepala Bidang Perekonomian Infrastruktur Sumberdaya Alam Ahmad A Abasi mengatakan, Pembangunan infrastruktur di Desa di Kotamobagu harus berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“ Setiap Pembangunan itu baik di Kelurahan maupun di Desa itu harus tertata. Jadi walapun Dana Desa itu di kelolah oleh Desa, namun pembangunannya harus mengacu pada RTRW itu,” Ujarnya, Senin (23/7/2018)

Menurutnya, setiap Desa harus mempunyai dokumen RTRW sebagai acuan agar setiap pembangunan itu terarah sesuai RTRW yang di tetapkan.

“ Harusnya ada Dokumen itu di tiap desa, namun mereka juga harus konsultasikan ke kami terkait ruang pembangunan disitu. Misalnya setiap penyusunan Renacan Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) kami juga terlibat disitu,” terangnya

 lanjutnya, Pihaknya terus mengawasi dan berkoordinasi dengan Desa terkait pembangunan Infrastruktur desa. “ Intinya kami terus mengawasi pembangunan di setiap desa terkait Tata ruang yang ada,” pungkasnya

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Traffic Light(Lampu mera) yang berada di titik simpang emapat  Jln.Ahmad Yani Kelurahan Kotamobagu Kecamatan Kotamobagu Barat mulai di perbaiki. Pasalnya, rambu lalulintas  sudah  hampir Sepekan ini tidak berfungsi.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nasli Paputungan, Pihaknya mulai memperbaiki kerusakan Traffic Light tersebut.

“Hari ini mulai di perbaiki oleh bagian teknisi, mudah-mudahan Besok sudah berfungsi kembali,” ujang Nasli, Senin (23/7/2018).

Sebelumnya, Kondisi Arus lalu lintas di Persimpangan tersebut sempat semraut, tampak sejumlah pengendara yang melewati persimpangan itu mengalami kebingungan. Bahkan beberapa kendaraan terpantau sempat bertemu di tengah persimpangan.

“Syukurlah sudah di perbaiki. Sehingga kami tidak lagi kebingungan apalagi sering datang kekhawatiran saat melewati persimpangan itu,” ujar Hen Paputungan, Supir Roda Tiga (Bentor) Kotamobagu.

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Usah  pengolahan kayu di Kotamobagu menjamur. Hal tersebut menyusul kebutuhan masyarakat akan kayu dalam pembuatan konstruksi perumahan sangat tinggi.

Selain itu, Industri pengolahan kayu tersebut juga mampu memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Sehingga tidak sedikit orang yang terjun di usaha tersebut guna mendapatkan penghasilan yang lebih.

Tidak terkecuali para Pemuda yang ada di Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat. Selain bergerak di sektor pertanian, para Pemuda juga mampu membaca kondisi pasar dengan terjun ke usaha somel atau pengolahan kayu tersebut.

Seperti yang dilakoni Michi Marham, dengan tekun dan kerapiannya dalam mengolah kayu menjadi bentuk konsen perumahan, kini usaha somelnya mulai dikenal.

Pemuda 27 Tahun ini mangaku, sudah bertahun-tahun menekuni kerajinan usaha ini. “ Somel ini berdiri sejak 10 tahun lalu dari Ayah Saya, kemudian saya yang teruskan,” kata Michi, Jumat (20/7/2018).

Dalam sehari, dia mampu mengolah kayu sebanyak Satu Kubit. Bahkan Ia juga sering kewalahan melayani pesanan-penana kayu uang ada.

“Itu biasanya Konstruksi rumah, seperti Konseng Jendela, Pintu hingga papan Lembar seri. Pesanannya cukup banyak tapi dibantu Satu orang pekerja,” ujarnya

Dari prospek Insdustri Somelnya tersebut, Dirinya juga mempu menghasilkan pendapatan lebih dari kebutuhannya sehari-hari.

“Yahh, Syukur dari usaha ini Kami bisa menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Kalau dihitung-hitung itu bisa sampai Belasan Juta per bulannya,” ungkapnya

SULUTNERS,KOTAMOBAGU- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Kotamobagu menyebutkan,  dari 15 Desa di Kotamobagu, sudah ada Empat Desa yang berhasil mengelolah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). sehingga sudah menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala DPMD Tedy Makalalag melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Mulyadi Mondo mengatakan, ke Empat Desa tersebut sudah menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) lewat BUMDes.

“Diantaranya Bilalang I, Bilalang II, Poyowa Besar I dan Poyowa Kecil. Sementara masih 11 desa yang belum menghasilkan PAD melalui BUMDes. Tapi mereka, sudah mempunyai masing-masing BUMDes,” ungkap Mondo, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) harus mampu mengelolah Dandes untuk meningkatkan perekonomian Desa dengan menciptakan aumber pemberdayaan yaitu BUMDes.

“Nah, Ketika Dana Desa itu sudah tidak ada, maka ada BUMDes yang masih bertahan mendongkrak ekonomi pedesaan. Sebab, program Dandes yang ada hanya sampai 2019 sebab itu merupakan programnya Bapak Presiden,” jelasnya

Untuk itu, lewat Bumbes yang ada, Dia berharapa mampu menopang ekonomi desa serta mampu memberdayakan masyarakat Desa.

“Lewat BUMDes ka dia dapat menopang ekonomi desa dan memberdayakan masyarakat desa juga dapat menghasilkan PADes. Untuk itu, Kami berharap terus ditingkatkan guna meningkatkan ekonomi desa terlebih ekonomi masyarakat,” terangnya

Terpisah, Sangadi Poyowa Kecil Abdul Rifai Bambela menambahkan, ada beberapa BUMDes di Desanya yang sudah menghasilkan PADes. Diantaranya, Toko bangunan, Depot Air minum isi ulang dan Pangkalan LPG.

“Nah, itu yang terus kami kembangkan sehingga lebih menambah PADes yang ada. Selain PADes,  juga dapat memberdayakan masyarakat serta menekan angka pengangguran di Desa ini,” jelasnya

Lanjut Rifay, kedepan pihaknya bersama Panitia BUMDes, bakal membuat usaha foto coppy lewat Dana Desa tahap selanjutnya.

“Usaha seperti itu juga sangat bagus, sebab keberadaan tempat foto coppy sangat dibutuhkan, palagi berada di komplex persekolahan. Itu mudah-mudahah Dandes tahap selanjutnya kami akan buat,”

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah kota kotamobagu melalui dinas pertania dan perikanan direncanakan bulan depan,akan menyerahkan bantuan bibit ikan patin untuk sebelas kelompok yang ada di kota kotamobagu, hal ini, di sampaikan oleh kadis pertanian muliyadi surotinojo ST, menurutnya dilipihnya jenis ikan panting untuk  di budidayakan di kota kotamobagu sudah melalui kajian temasuk iklim yang ada di daerah ini, " untuk kotamobagu sendiri ikan patin cocok untuk di budayakan selain syarat perairanya baik juga untuk makanya sendiri ,mudah di dapatakan" kata suratinojo saat ditemuai diruang kerjanya kamis (19/7/2018 )

lanjutnya  suratinojo, untuk kelompok penerimah bantuan ini,suda terbentuk dari bulan januarai  2018 dan mengsyaratkan beberap tahapan termasuk pengurusan bandan hukum kelompok. melelui akta noratis "  semua kelompok yang terdaftar memenui syarat, kita pu sudah beberap kali melakukan bintek untuk para kelompok terkait dengan cara pemeliharaanya

di ketahui untuk pengdaan bibit ikan patin melaui anggaran kemertaia kelautan lewat DAK dinas pertanian dan perikanan kota kotamobagu.(/One)