SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Harga Bawang Rica Tomat (Barito) di Pasar 23 Maret Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobaagu Barat relatif stabil dan tidak mengalami kelangkahan.

Dari pantauan Jumat (28/9/2018), harga bawang merah dan bawang putih 30 ribu per Kilogram, harga cabe yang biasanya 50 ribu per kilogram turun 45 ribu. Sedangkan tomat mengalami penurunan drastis hingga 2 Ribu per kilogram.

" Stoknya semua ada dan tidak ada langkah, kalau Barito semua harganya masih stabil, semuanya tersedia disini," ujang Deice Kokunsi Pedagang Pasar 23 Maret.

Meski begitu, Deice mengakui pasar tersebut mulai sunyi pengunjung, sehingga pendapatannya menurun bahkan mengalami kerugian. "Pendapatan mengurang pasca semua harga Barito turun. Yah, wajarlah kalau memang seperti itu, belum lagi pasar mulai sunyi pengunjung," ujarnya

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Herman Aray membenarkan harga dan stok Barito yang stabil. Kata Kadis, sejumlah harga bahan pokok di pasar tersebut sudah stabil. Dan harganya rata-rata mengalami penurunan.

" Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan untuk menstabilkan kebutuhan pokok tersebut. Dan sejauh semua stabil baik ketersediaan maupun harga barito itu sendiri," kata Aray(0NE)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah Kota Kotamobagu terus menekan angka kelahiran di Kotamobagu. Salah satu upaya yang dilakukan  dengan menggiatkan program Keluarga Berencana (KB) bagi masyarakat kotamobagu.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Al Jufri Ngandu, angka kelahiran anak di kotamobagu mencapai level 2,6. Hal tersebut dikarenakan Kotamobagu merupakan pusat kegiatan di BMR.

" Di kotamobagu, hampir semua atau lebih banyak masyarakat yang mempunyai lebih dari 2 anak, kami akan genjot lagi bagaimana supaya angka kelahiran di kotamobagu bisa menurun dengan program KB," kata Ngandu, Jumat (28/9/2018).

Hal itu juga diungkapkan Oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Hasriati Assih. Menurutnya, untuk mengurangi angka kelahiran dan perlu adanya sosialisaai sebagai upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk

" Sasaran yang bagi yang  kawin mudah, dalam rangka penekanan laju pentumbuhan penduduk. Jika dibandingkan tahun lalu itu levelnya masih sama dengan tahun ini yaitu di level 2,6," ungkap Hasriati

Dikatakannya, Laju pertumbuhan penduduk dikarenakan kotamobagu merupakan pusat kegiatan dari seluruh Bolaang Mongdow Raya. " Belum lagi kotamobagu adalah kota model jasa, dimana kotamobagu menjadi pusat kegiatan dan pusat lapangan kerja yang memacu laju pertambahan penduduk di dalam maupun yang dari luar kotamobagu," ujarnya

Untuk menekan itu lanjut Dia, pihaknya langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program KB. "Yah itu,  salah satu upaya yang kami  malakukan tentunya pelayanan langsung ke masyarakat terkait program KB.  Disamping itu juga ada beberapa desa mencanangkan tentang kampung KB sebagai upaya untuk menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk," pungkasnya(one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Sebanyak 20 tenaga Program Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) mengikuti sosialisai Bursa Inovasi Desa (BID), kamis (27/9/2018).

kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tedy Makalalag melalui Kepala Bidang PMD Mulyadi Mondo mengatakan, tujuan kegiatan tersebut guna memberikan pemahaman kepada para tenaga P2KTD tentang inovasi-inivasi yang bakal diterapkan di setiap desa di Kotamobagu.

"Jadi ini tahapan untuk pelaksanaan inovasi desa.
Mereka diberikan pemahaman terkait dengan inovasi yang akan di adopsi oleh desa dan diterapkan dalam pembangunan yang ada di desa," kata Mondo

Menurutnya, dua kelompok kerja (Pokja) yang mengikuti program tersebut yaitu, pokja P2KTD dimana pokja ini terkait dengan asosiasi kebidanan,  pendidikan dan Pokja Pelaksanaan Program Pembangunan Desa (PPID).

"Nah, disitu setelah pelaksanaan Bursa Inovaai Desa (BID) ini,  mereka akan dapat memahami inovasi-inovasi apa saja yang bakal diterapkan disetiap desa," jelasnya

Menurutnya inovasi tersebut adalah sesuatu gagasan yang baru, yang nantinya bisa mendongkrat perekonomian yang ada di desa.
"Diharapkan musyawarah desa kita bisa singkronkan program prioritas desa dan daerah.
Bukan hanya infrastruktur namun juga untuk inovasi lain dalam mendongkrat perekonomian desa itu sendiri," pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan (Litbang) Fenty Diasandi Mifta mengatakan, program pembangunan desa terkait inovasi desa harus disingkronkan dengan rencana kerja daerah. "Jadi apa saja yang menjadi program pembangunan desa terkait inovasi desa harus disingkronkan dengan rencana kerja pemerintah, supaya semuanya berjalan dengan sesuai," tambahnya(ONE)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kotamobagu mencatat Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Kotamobagu mencapai 98 orang. Empat diantaranya mengalami gangguan jiwa yang kritis dan bakal di rawat  di Rumah Sakit (RS) Jiwa Ratumbuisang Manado.

Kepala Dinas Kesehatan Devie Ch lala mengatakan, para penderita gangguan jiwa tersebut terus mendapatkan pengawasan dan penanganan kusus dari Dinas kesehatan.

" kami terus melakukan  pengawasan .dari jumlah itu, sudah ada dua orang yang dirujuk ke rumah sakit ratumbuisang manado dan ada dua lagi yang bakal kami antar kesana, sebab mereka sudah mengalami gangguan jiwa yang kritis karena sudah di pasung," kata Devie, Kamis (27/9/2018).

Menurutnya, terjadinya gangguan jiwa dikarena tingkat stres yang tinggi sehingga dapat menyebabkan keterbelakangan mental. " Rata rata Tingkat stres di kotamobagu cukup tinggi karena seiring dengan berkembangnya suatu kota. Ada diantaranya yang ditinggal suami,  adanya ditinggal pacar dan yang paling dominan berusia  diatas 30 tahun," ujarnya

Terpisah, Pengelolah program kesehatan jiwa Dinkes Kotamobagu Harianti Sutarjo menambahkan, dari jumlah tersebut sudah ada Enam orang yang di pasung. Empat akan diantar ke RS Ratumbuisang dan dua lainnya masih bisa dilakukan pengobatan awal di Kotamobagu.

" Yang sudah di pasung ada 6 orang,  dua yang dirawat disini itu kami minta rujukan dari Pukesmas yang ada untuk mengambil resep di RS Ratumbuisang, sedangkan untuk jumlah lainnya hanya mengalami gangguan jiwa ringan," ungkap Harianti

Dia mengatakan,  untuk Kotamobagu sendiri belum mempunya ruangan kusus untuk penanganan penderita gangguan jiwa. Padahal,  jumlah penderita di Kotamobagu cukup tinggi sehingga itu sangat dibutuhkan.

" Selama ini kan penderita gangguan jiwa dirujuk ke Manado, Kami tidak ada dokter spesialis jiwa,  maka dokter disini yang memberikan ujukan pengambilan obat di RS Ratumbuisang. Nah, upaaya pemerintah itu ada untuk mendatangkan dokter spesialis gangguan jiwa, namun untuk ruangan penderita gangguan jiwa itu yang belum ada , tapi kedepan kami akan usulkan untuk ruangan para penderita tersebut," kata Harianti

Meski begitu lanjutnya, dari lima Puskesmas yang ada sudah punya  petugas penanganan awal penderita gangguan jiwa yang dilatih pada 2017 lalu. " Jadi setelah dari RS Ratumbuisang itu akan dirawat lagi di lima puskesmas yang ada di kotamobagu.  Sebab, kami sudah ada perawat yang dilatih untuk penanganan gangguan jiwa awal," pungkasnya(one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Wakil Walikota Nayodo Koerniawan menyambut kedatangan 127 Jamaah Haji asal Kota Kotamobagu, di Mesjid Al-Munawar Kelurahan Molinkw Kecamatan Kotamobagu Barat, Rabu (26/9/2018).

Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara yang diwakili Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan menyampaikan selamat kepada seluruh jamaah haji Kotamobagu yang tiba dengan keadaan sehat Wal Afiat.



"Atas nama pemerintah menyampaikan selamat datang kepada seluruh jemaah haji kotamobagu.  
Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang Mabrur dan syukur dilepas 127 jamaah dan dijemput dengan jumlah yang sama dengan tidak kurang satu apapun," ucap Wawali Nayodo Koerniawan

Sementara itu, dalam laporan Kasubag Tata Usaha Kementrian Agama Kota Kotamobagu Usmanto mengatakan, Jamaah Haji yang berangkat berjumlah 127 jamaah.  Terdiri daei 41 jamaah laki-laki dan 86 jamaah perempuan.



"Pada 11 Agustus 2018, jamaah haji dilepas menuju Manado dan pada hari ini selama 40 hari, para jamaah pulang dengan dengan selamat. Selain itu, ditambah dengan jamaah haji plus sebanyak 4 jamaah sehingga keseluruhan 131 jamaah haji kotamobagu. Jamaah yang tertua laki-laki berusaha 90 tahun berasal dari Desa Pontodon dan jamaah termudah perempuan dengan usia 26 tahun daei Kelurahan Upai," jelas Usmanto

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang turut memfasilitasi mulai dari manasik haji,  pemnerangkatan hingga penjemputan, sehingga berjalan dengan baik.


"Terima kasih juga kami ucapkqn kepada pemerintah kususnya Walikota Kotamobahu yang turut memfasilitasi pelaksanaan haji tahun ini.  Semoga apa yang dilakukan oleh pemerintah menjadi berkah bagi Kota Kotamobagu," pungkasnya(ONE)