SulutNews.com,Kotamobagu-TB-NK tepat pukul. 9.14  pagi tadi resmi mendaf tarakan diri sebagai  calon Walikota Kotamobagu 2018 di KPUD Kotamobagu, Senin (08/01/18) kedatangan pasang tersebut di dampingi delapan partai yang berkoalisi. Usai palaksanaan hajatan tersebut , di hadapan para awak media yang meliput pendaftaran tersebut calon walikota petahan itu mengatakan dalam konfesi pers  

“Saya termotivasimencalonkan diri kembali  karena daerah ini harus berbenah,tambah maju, bisa seperti daerah yang lain di Indonesia,” jawab Tatong kepada para awak media terkait niatnya maju kembali dalam Pilkada.

Disinggung semua Partai diborong untuk mendukung dirinya, oleh Tatong mengatakan, itu sudah melalui kajian.

“ Teman-teman di Partai tentunya sudah mengkaji secara berjenjang untuk mengusung saya, dan tentunya proses ini tidak begitu saja terjadi,” jawab dia.

Pun saat menjawab kesiapannya melawan kotak kosong bila itu terjadi, Tatong mengungkapkan itu tantangan.

 “ Lawan kotak kosong tentunya perjuangan berat, karena tantangannya lain. Sementara melawan calon perseorangan tentunya kami akan bekerja lebih baik dengan format yang santun untuk berkompetisi secara sehat,” jelas dia sambil berharap dengan dukungan 8 Partai Politik dirinya yakin bisa terpilih kembali sebagai Walikota periode 2018-2023 nanti.(one)

 

 SulutNews.com,Kotamobagu-TB-NK tepat pukul. 9.14  pagi tadi resmi mendaf tarakan diri sebagai  calon Walikota Kotamobagu 2018 di KPUD Kotamobagu, Senin (08/01/18) kedatangan pasang tersebut di dampingi delapan partai yang berkoalisi. Usai palaksanaan hajatan tersebut , di hadapan para awak media yang meliput pendaftaran tersebut calon walikota petahan itu mengatakan dalam konfesi pers  

“Saya termotivasimencalonkan diri kembali  karena daerah ini harus berbenah,tambah maju, bisa seperti daerah yang lain di Indonesia,” jawab Tatong kepada para awak media terkait niatnya maju kembali dalam Pilkada.

Disinggung semua Partai diborong untuk mendukung dirinya, oleh Tatong mengatakan, itu sudah melalui kajian.

“ Teman-teman di Partai tentunya sudah mengkaji secara berjenjang untuk mengusung saya, dan tentunya proses ini tidak begitu saja terjadi,” jawab dia.

Pun saat menjawab kesiapannya melawan kotak kosong bila itu terjadi, Tatong mengungkapkan itu tantangan.

 “ Lawan kotak kosong tentunya perjuangan berat, karena tantangannya lain. Sementara melawan calon perseorangan tentunya kami akan bekerja lebih baik dengan format yang santun untuk berkompetisi secara sehat,” jelas dia sambil berharap dengan dukungan 8 Partai Politik dirinya yakin bisa terpilih kembali sebagai Walikota periode 2018-2023 nanti.(one)

 

 SulutNews.comTahapan pelaksanaan Verifikasi Faktual berkas Calon Perseorangan pada Pilkada Serentak 2018, yakni Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu, oleh seluruh PPS di 33 Desa/Kelurahan se- Kota Kotamobagu Berjalan lancar.

Hal tersebut, terpantau oleh awak media ini dilapangan, bahwa sejumlah PPS di beberapa Desa/Kelurahan mulai melakukan kunjungan yang didampingi oleh para Lokal Organizer (LO) paslon Perseorangan dan para Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se- Kota Kotamobagu, siang tadi Selasa (12/12/2017).

Terinformasi, pelaksanaan tahapan Verifikasi Faktual ini sampai tanggal 25 Desember 2017. Dari tahapan tersebut, ada tiga tahapan yang akan dilaksanakan oleh seluruh PPS se- Kota Kotamobagu, yakni pelaksanaan Sensus dilapangan, kedua Sensus hasil mediasi LO disatu tempat yang telah ditentukan, dan Penyerahan hasil Sensus ke PPK untuk di Pleno kan(one)

 SulutNews.comKomisi Pemilahan Umum Daerah (KPUD) Kotamobagu, Senin (11/12/2017) sore tadi bertempat di Aula Kantor sekertariat KPU, telah menyerahkan secara simbolis dokumen dukungan perseorangan ke PPS melalui PPK untuk bahan verifikasi faktual yang dimulai pada 12 hingga 25 Desember 2017 depan.

Komisioner KPUD Kotamobagu yang membidangi divisi tekhnis penyelenggaraan Aditya Tegela mengatakan, penyerahan dokumen dukungan secara langsung oleh Ketua Ibu Nova Tamon ini untuk bahan verifikasi. “Dokumen dukungan calon perseorangan pada pemilihan walikota kotamobagu tahun 2018 secara resmi telah kami serahkan ke PPK untuk selanjutnya diberikan ke PPS,” kata Tegela.

Masih menurut adi ,PPS akan melakukan verifikasi factual yang dilakukan atas tiga tahapan, yaitu mengunjungi, mengumpul dan menunggu, lanjut Aditya.

Tujuh hari PPS lakukan sensus, jika ada yang dalam surat dukungan tidak berada ditempat, nantinya diverifikasi kembali, namun jika masih ada yang belum terverifikasi, maka PPS menunggu dikantor dan oleh tim penghubung bakal calon membawanya untuk di verifikasi, jelas Tegela terkait tata cara verifikasi yang dilakukan.

“Jika tenggang waktu yang diberikan, namun mereka yang namanya tercantum dalam surat dukungan yang disertai KTP tidak mendatangi kantor PPS untuk diverifikasi, maka secara otomatis dukungan tersebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau batal,” pungkas Aditya kepada media sejumalah awak media.

Diketahui sebanyak 99 Panitia Pemungutan Suara yang ada di 33 Desa/Kelurahan terhitung Selasa 12 desember 2017 besok akan melakukan verifikasi faktual atas dukungan KTP dan penyataan pada bakal calon perseorangan walikota dan wakil Jainuddin Damopolii – Suharjo Makalalag.(one)

 

 SulutNews.com-Untuk  mengsukseskan pelaksanaan  Pilkada Serentak, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kotamobagu terus melakukan sosialisasi (5 Segment) tentang Peningkatan pengetahuan penyelenggaraan Pilkada kepada Tokoh Masyarakat, Kaum Perempuan, Disabilitas dan Pemilih Pemula dalam rangka pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu tahun 2018-2023 nantinya.

“ KPUD tetap akan penuhi hak politik setiap warga Negara. Yang penting pastikan mereka terdaftar sebagai wajib pilih. Khususnya para Pemilih Pemulah dan penyandang Disabilitas tetap akan diberikan hak politik,” kata  Iwan Himawan Manoppo salah satu komisoner KPU KK,saat membeikan sosialisasi tentang peningkatan pengetahuan penyelenggara PIlkada yang  dimulai  pagi tadi di Aula lantai dua kantor sekretariat KPUD, Kamis (07/12/2017) .

Sosialisasi tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh perempuan, Disabilitas serta pemilih pemula

Manoppo mengatakan, sosialisasi ini juga turut diberikan penjelasan soal kesiapan akses menuju ke TPS. “Termasuk akses saat penyandang Disabilitas berada di TPS. Semua akan diatur agar dapat diberikan kemudahan. Tapi tidak menghilangkan hak politik mereka,” jelasnya

Selain itu, sosialisasi tersebut juga untuk penyandang Disabilitas yakni cara mencoblos yang benar. Manoppo  menjelaskan, persiapan terus dilakukan oleh KPUD, diantaranya adalah pemenuhan alat bantu, template surat suara bagi tuna netra dan juga pendataan.

“KPUD juga terus mensosialisasikan agar menghindari money politik. Pada pilkada serentak diharapkan partisipasi masyarakat untuk mensukseskan dengan mendatangi TPS,” pinta Manoppo.(R1)