SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara pimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke 72 tahin 2018,di Lapangan Boki Hotinimbang, Rabu, (10/7/2018).

Dalam sambutan, Walikota menyampaikan Terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya, atas pengabdian Pimpinan dan seluruh anggota Polri dalam tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah menjadi Pengayom Masyarakat. Selamat Hari Bayangkara ke 71, Dirgahayu Kepolisian Republik Indonesia, Jayalah TNI, Jayalah Polri Jayalah Indonesia,” ucap Walikota membacakan Sambutan Presiden RI Ir Joko Widodo.

Peringatan ini Kata Walikota, diharapakan bukan hanya menjadi perayaan tetapi dapat menjadi momentum untuk refleksi diri untuk meningkatkan optimalisasi pelaksanaan tugas untuk meningkatkan pelayanan kepadq masyarakat.

“Saya harap momentum ini dapat menjadikan momentum untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, menuju indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” katanya

Dengan begitu lanjut Walikota, Lolri dapat melihat keberhasilan yang dicapai juga menyadari kelebihan dan kekurangan selama ini. “Itu juga sebagai tantangan untuk memperbaiki diri, dalam melakukan perubahan yang positif dalam upaya reformasi dan institusi polri secara menyeluruh. Jayalah Polri, Jayalah TNI, Jayalah Indonesia,” Tutup Walikota

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Sidang putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) terhadap laporan pasangan calon Walikota -Wakil Walikota Kotamobagu, Jainudin Damopolii – Suharjo Makalalag, terhadap dugaan money politik Terstruktur, Sistematis, Masif (TSM) di Pilkada Kotamobagu dinyatakan tidak memenuhi unsur.

Setelah dibacakannya putusan oleh ketua majelis Sidang Herwin Malonda didampingi, Mustarin Humagi, Kenly Polua.

Dalam putusannya, Bawaslu Sulut menyampaikan terlapor 1 sampai 19 tidak terbukti secara sah mempengaruhi pemilih secara Terstruktur, Sistematis, Masif (TSM).

Selanjutnya pihak terkait Tatong Bara – Nayodo Kurniawan tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan pernyetaan menjanjikan uang dan materi lainnya secara TSM di Pilkada Kotamobagu 2018 – 2019.

Dalam pantauan awak media, usai mendengarkan putusan sidang, pendukung JADI JO melakukan aksi protes di depan kantor Bawaslu Sulut. Sejumlah pendukung bahkan menyampaikan nada ancaman pada sejumlah anggota Bawaslu Sulut dan Panwaslu Kotamobagu

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dinas Perikanan Pertanian dan Peternakan (Disoertanak) Kota Kotamobagu sekarang ini sudah memiliki dokter hewan untuk  mengawasi kesehatan hewan yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

“  tahun ini kita dapat satu Dokter hewan untuk Kotamobagu, Dia datang sejak Minggu lalu dari Nusa Tenggara Barat (NTB),” ungkap Kepala Dispertanak, Muljadi Suratinodjo melalui Kepala Bidang Peternakan Manap Puduk, Selasa (10/7/2018).

Saat ini Kata Manap, Dokter tersebut sudah di tugaskan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kelurahan Mongkonai Barat Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Jadi nantinya, segala jenis hewan piaraan maupun ternak ataupun hewan sapi yang
bakal dipotong harus diperiksa terlebih dahulu,” jelasnya

Puskeswan lanjut pudul, belum bisa di gunakan sebab, masih kurangnya fasilitas dan peralatan yang siperlukan. “Tahun ini kita adakan dokternya dulu, kemudian peralatannya kita akan lengkapi di tahun depan. Namun, meski begitu, pengawasan terhadap kesehatan heean dilapangan pastu kami selalu kontrol,” pungkasnya.(/one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Setelah  sempat tertunda pemasagan traffic ligth  simpang empat kelurahan kotobangon kecamatan kotamobagu timur,saat ini Dinas Perhubungan Kotamobagu,tengah melakukan perkerjaan tersebut melalui pihak ketiga 

Pelaksanaan pekerjaan tersebut  mendapat apresiasi dari sejumlah warga  di kelurahan tersebut,serta  pengendara yang sempat melitas di simpang empat itu

Seperti yang di sampaikan Nanun Mokodmpit,Mereka bersyukur terkait dengan pemasangan rambu lalulintas tersebut,dengan begitu paling tidak mengurangi angka kecelakaan serta kemacetan

 “ diperempatan ini sering terjadi  kemacetan sampai pada kecelakaan, di sebapkan kendaraan yang melintas di titik ini, klo suda pas ketemu di tengah tidak ada yang mau mengalah bahkan ada juga yang sering melawan arus” kata  Nanun yang sehari hari bekerja sebagi panampal ban yang berada di dekat simpang empat itu,  

Sementara itu ,Sekertaris Dishub Sugiarto Yunus mengatakan  kegiatan ini suda kami anggarkan sejak tahun 2016,dikaranakan kena Evisiensi anggaran sehingga ada beberapa paket pekerjaan tidak bisa terakomodir termasuk pemasangan rambu lalulintas nanti, ditahun ini baru kemudia bisa di realisasikan

 ” kalo tidak karena evisiensi anggaran waktu itu,traffic light di simpang empat kelurahan kotobangon itu suda terpasang” jelas Yunus  selasa (10/7/2018)

Diketahui ,pembanguan Traffic Light disimpang empat kelurahan Kotobangon  menelan anggaran sekira 400 Juta dan  dikerjakan oleh PT Interial Industri Jokjakarta,dengan batas waktu pekerjaan  hingga akhir juli 2018.

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Kades Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan Abdul Rifai Bambela terus ,mengembangkan usaha Toko Bangunan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta menekan angka pengangguran.

Menurutnya hal ini ,mampu mengatasi  dan kekurangan lapangan kerja bagi pemuda yang ada di desa itu selain itu, peningkata pendapat asli desa angat berpengaru.

“ dewasa ini jumlah pemuda yang sudah produktif kerja untuk di desa ini cukup siknifikan sehingga keberadaan usaha ini, paling tidak akan menekan anggka pengruran di desa kami  Selain itu mampu juga menopang PAD di desa ini,” Terang  Rifai, Senin (9/7/2018).

Selain toko, ada beberapa Bumdes di desa itu juga, seperti Depot air minum dan pangkalan gas LPG terus dikembangkan di desa tersebut. “Usaha-usaha itu terus kami kembangkan untuk lebih meningkatkan juga perekonomian di Desa,” ujarnya

Sementara itu, Ketua BUMDes Poyowa Kecil Chandra Alhabsi menambahkan, harga bahan bangunan yang dijual ditoko bangunan Monompia tersebut relatif murah, berbeda dengan harga bahan di toko-toko lainnya.

“Comtohnya semen, biasa di toko-toko itu 63 ribu per sak, kalau disini itu hanya 60 ribu. Itu tentunya dapat memudahkan warga untuk mendapatkan bahan bangunan yang lebih murah,” tambahnya

Dijelaskannya, Usaha yang berdiri sejak 2015 lalu ini, disuntik dengan dana sebesar 253 juta rupiah. Meskipun begitu, Dia mengakuai masih sangat minim untuk lebih mengembangkan usaha ini.

“Pada 2016 itu dana yang masuk dari Dandes untuk pembuatan Bumdes itu ada 70 juta, kemudia di tambag dengan Dandes 2017 sebesar 153 juta. Nah, setrlah kami hitung-hitung, untuk mengembangkan beberapa usaha ini membutuhkan dana sebesar 200 juta. Untuk itu kami berharap, pemerintah desa dapat mengalokasikan sejumlah dana di usaha ini lewat dandes untuk mengembangkan usaha ini juga dapat menambah kuota karyawan yang bisa bekerja disini,” pungkasnya