SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Kotamobagu kemabali memprogramkan bantuan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) bagi warga kurang mampu kususnya penderita Cacat dan Lanjut usia (Lansia) di Kotamobagu.

Kepala DKP Nurachim Mokoginta melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan pangan Hartono Paputungan mengatakan, program tersebut akan dijalankan di 2019 mendatang.

" Tahun depan kita rencanakan lagi program PDRP itu, sasarannya warga kurang mampu yang mederita cacat dan Lansia, bantuannya berupa Beras, Susu, Kacang Ijo dan Telur," ungkap Hartono, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, PDRP bertujuan membuka kemudahan untuk mendapatkan akses pangan itu sendiri. Program itu kata Dia, sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sudah dua tahun ini kita punya program yang namanya penanganan daerah rawan pangan. Itu bertujuan membuka kemudahan agar mereka gampang memperoleh pangan itu sendiri," jelasnya

Lanjut Hartono, tahun ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan PDRP kepada 100 Kepala Kelurga (KK). "Itu sudah kami salurkan beberapa waktu lalu, jumlahnya 100 KK. Tahun depan kami usahakan  lebih dari 100 KK atau paling minimal 100 KK," pungkasnya(one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, Senin (22/10/2018), kembali menggelar kunjungan kerja, sekaligus Bersilaturahmi ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu.

Kali ini,giliran  Dinas Perhubungan Kotamobagu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Kotamobagu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotamobagu, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kotamobagu, dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kotamobagu.

Dalam kegiatan kunjungan kerja ke sejumlah SKPD tersebut, Wakil Walikota Kotamobagu, juga menyempatkan diri untuk melihat secara langsung pelayanan yang dilaksanakan SKPD kepada masyarakat, seperti pelayanan pembuatan Akta Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotamobagu, serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kota Kotamobagu. “Saya menghimbau kepada seluruh SKPD agar terus meningkatkan kinerja, terutama dalam memberikan pelayanan yang berhubungan langsung dengan kepentingan dari masyarakat,” Imbau Wakil Walikota. (*)

SULUNEWS,KOTAMOBAGU-Nilai-nilai kearifan lokal saat ini menjadi bagian dari meteri pendidikan karakter di sekolah kususnya di Kota Kotamobagu. Hal itu bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya bahasa daerah bagi para siswa-siswa. seiring dengan perkembangan teknoilogi yang semakin pesat  

Sekertaris Dinas Pendidikan Kadri Bangol mengatakan, pihaknya sudah membahas soal kearifan lokal budaya dan bahasa untuk setiap sekolah. Menurutnya itu penting untuk membentuk karakter para pelajar yang ada.

" Bahasa dan budaya lokal adalah  identitas, maka setiap sekolah kami wajibkan untuk menggunakan bahasa daerah mongondow sebangai salah satu pendidikan karakter dan budaya kemongondowan," kata Kadri

Untuk menunjang itu, Kadri mengungkapkan Dinas Pendidikan sudah menyalurkan beberapa buku cetak tetang bahasa mongondow serta kamus bahasa mongondow ke sekolah -sekolah yang ada di Kotamobagu.

" Kita juga, sudah ada kurikulum muatan lokal bahasa mongondow, sudah ada kamus bahasa mongondow,  buku cetak bahasa mongondow dari kelas 1 sampai kelas 6. yang sudah diserahkan ke sekolah- sekolah dari tingkat SD hingga SMA," ungkapnya

Bahkan, kearifan lokal dalam bentuk bahasa daerah tidak hanya diterapkan disetiap sekolah. Namun, semua perkantoran atqu instansi pemerintah diwajibkan menggunakan bahasa mongondow pada setiap Kamis minggu berjalan.

" Untuk menjaga kearifan lokal, maka kita, semua di kantor harus menggunakan bahasa daerah dalam berbicara. Tidak hanya di sekolahan, disini juga wajib setiap hari senin," pungkasnya(one)

SULUTNEWS,KOTAMONAGU-Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Desa Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan, untuk memberikan dukungan secara penuh kepada calon sangadi yang terpilih pada pemilihan Sangadi Desa Poyowa Kecil.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Kotamobagu, saat memberikan sambutan  pada pelaksanaan kegiatan Pemilihan Sangadi Antar Waktu, Desa Poyowa Kecil, Periode 2018 – 2023, Senin (22/10/2018).

" Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Poyowa Kecil untuk mendukung penuh siapapun yang terpilih nanti , demi suksesnya pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di Desa Poyowa Kecil, ini ” ujar Wakil  Walikota.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan olahraga Desa Poyowa Kecil tersebut,  juga dihadiri perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Asisten 1 Pemerintah Daerah Kotamobagu, Drs. Nasrun Gilalom, para pejabat dilingkungan Pemerintah   Daerah Kota Kotamobagu, tokoh – tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Sementara itu, pada pemilihan Sangadi Antar Waktu Desa Poyowa Kecil tersebut, Calon Sangadi Habel Lokiman mendapatkan suara terbanyak dengan jumlah 28 suara, disusul oleh Olii Asiking dengan 15 suara, dan Doly Sugeha dengan 7 suara. (*)




SULUTNEWS,KOTAMOBAGU - Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Herman Aray mengatakan pasokan kebutuhan bahan pokok (Bapok) terkendali dan masih stabil. Bawang Merah 30 per kilogram, bawang putih 30 per kilogram, cabe 40 per kilogram, tomat 5 ribu per kilogram, lemon ikan 35 per kilogram.

"  hingga saat ini,Secara keseluruhan semua harga stabil, baik harga bapok seperti bawang merah, bawang putih, cabe dan tomat. Kita akan terus menjaga agar harga stabil dan pasokan cukup saat memsuki desember nanti, " ujar Aray, Jumat (19/10/2018)


Terpisah, salah satu pedagang Risma Mamonto ,mengaku benar, harga Bapok masih terbilang stabil. Tidak menutup kemungkinan  kedepan pengaruh  cuaca harga Bapok bakal naik.

" Semua tergantung cuaca, seperti ini sudah mendekati musim hujan. Bisa jadi Tomat akan mengalami kenaikan, tapi tidak juga begitu mahal," kata Risman


Dirinya mengaku, biasanya memasuki hari hari  besar seperti  desember mendatang, harga bapok naik. Bukan hanya Bapok dan kebutuhan lainpun demikian.

" Ya, kalau mau dibilang bukan nanti sekarang, sudah dari tahun ke tahun tetap pada hari besar pasti bahan-bahan akan mengalami kenaikan," tandasnya.

Dia menuturkan, harga sembakok saat ini masih terbilang stabil, begitu pun dengan ketersediannya. 

"Kalau sudah dipasar Harga Cabenya itu Rp 40 Ribu /Kg, Bawang merah Rp 30 ribu/Kg, Tomat Rp 5 ribu/Kg, Bawang Putih sama Rp 30 ribu/Kg dan Jeruk naik hingga 30 ribu/kg. Nah, sebagian besar harga dan ketersediaannya normal. Namun juga perlu diantisipasi menjelng Natal dan Tahun baru mendatang," pungkasnya(0ne)