SULUTNESW,KOTAMOBAGU-Untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran pada perayaan pisah sambut tahun baru tangal 31 desember nanti  yang  di rayakan oleh sebangian warga kota kotamobag, Bidang Damkar kota kotamobagu akan menyiagakan pasukan serta Armadanya di beberapa titik  di kota kotamobagu, yang di anggap memiliki  terjadinya potensi  kebakaran.Hal ini  disampaikan Erwin Sugeha,SE selakun kapala bidang pemadam  kebakaran (Kabid Damkar) kota kotamobagu saat di hubungi lewat telepon terkait dengan kesiapan malam pisah sambut tahun baru nanti, Jum'at ( 28/12/2018) malam tadi 

menurutnya ada beberapa titik yang kami anggap rawan terjadi bencana kebakaran yakni Bundaran Paris dan sepangjang jalan kartini dan simapang tiga Mongkonai

" titk ini yang biasanya di malam pisah sambut tahun,ramai oleh para pejalan kaki,petasan dan kembang api, sementara daerah ini, bangunanya sangat berdekatan, sehingga perlu ada pengawasan ketat untuk wilaya ini, Ujar Sugeh

.

selain itu juga, lanjut Sugeha,untuk empat kecamatan wilaya barat dan selatan  kami tempatkan satu Armada  dan personil di simpamg tiga kelurahan mongkonai untuk mengakses wilya tersebut ketika terjadi darurat call.   " titik  ini, bisa menjangkau beberap kelurahan yang ada di kecamatan kotamobagu barat dan selatan di wilaya itu ketika terjadi kebakaran untuk menjangkaunya cepat," tandasnya

sementara untuk wilaya timur utara kami siapkan di Mako ( Markas komndo ) " kami tetap berusaha untuk mengkafer semua wilaya di malam tahun baru nanti, bahkan seluruh pasukan di tetap kami siagakan kecuali, mereka yang beragama kristen karena sedang merayakan hari besar mereka " imbunya

Diapun menghimbau agar seluruh waraga kota kotamobagu yang akan merayakan malam pisah sambun tahun baru nanti agar tetap berhati hati dan waspada " yaa tentu kita jaga bersama sama terutam saat menyalahkan petsan dan kembang api harus memperhatikan tingkat keselamatan diri sendiri dan orang lain, agar malam tahun baru yang harusnya meriah tidak akan berganti duka "  Pungkasnya(one)  

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Warga Pengguna jalan yang melintasi jalur jalan di Kota Kotamobagu diminta lebih waspada. Hal ini menyusul perubahan cuaca yang menumbulkan intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang yang belakangan melanda  Kota kotamobagu .

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kotamobagu menetapkan  setidaknya ada Empat titik jalan yang harus dihindari oleh pengguna jalan.

" Yakni, Jln Adampe Dolot Kelurahan Molinow, Jln DC Manoppo Kelurahan Matali, jln raya yang menghubungkan Desa Kopandakan dan Desa Bungko serta Jln Mayor Jendral Sutoyo Kelurahan Kotobangon. Nah, 4 titik itu yang paling rawan pohon tumbang, apalagi cuaca  sperti ini . Sehingga warga diimbau  terus waspada apa bila  melewati jalur itu," Kata Kepala Bidang Perumahan Celsie Paputungan.

Menurutnya, upayah pemerintah dalam menata perkotaan termasuk pepohonan yang ada di pinggiran jalan terus dilakukan, salah satunya dengan penebangan pohon yang sudah berpotensi  tumbang.

" Kami hanya menata kembali pohon yang ada.  Nah, untuk hal tersebut,kami lebih utamakan  keselamatan juga, misalnya kalau ada pepohonan yang sudah berbahaya dan mengancam keselamatan maka kami akan lakukan penebangan," ujar Dia

Pihaknya terus melakukan pemantauan daerah rawan bencana pohon tumabang di sejumlah wilayah di Kotamobagu. " Kami pun terus melakukan prmantauan khususnya di 4 titik tersebut Pungkasnya(one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Tiga Kelompok Petani (Poktan) Nanas di Kelurahan Mongkonai Bersatu Kecamatan Kotamobagu Barat kini bisa mengolah hasil perkebunan buah nenas menjadi selei. Pasalanya, Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Bank Indonesia (BI) sudah menyalurkan mesin pengolahan nenas menjadi selei.

Hal ini dikatakan kepala Bidang perkebunan dan Tanaman Pangan Holtikulturan Ramjan Mokoginta, Rabu (19/12/2018).

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bantuan dari Bank Indonesia (BI) berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Indonesia (BI) dengan Wali Kota Kotamobagu dalam peningkatan komoditi Nanas Mas Kotamobagu beberapa waktu lalu.

"Tiga kelompok ini yakni kelompok tani Nenas Nomontang, Amaliotung dan Bunag. Mesin yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan bermutu," ujar Ramjan

Mesin itu kata Ramjan akan diserahkan langsung oleh Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara bersama BI. "Nantinya Walikota yanag akan menyerahkan bantuan itu," katanya

Ia menyebutkan, mesin pengolahan yang akan diserahkan mulai dari mengelola  nenas sampai pada  produk turunannya.

“ Mulai dari pembuatan selei nenas, keripik, jus dan lainnya hingga pada kemasan,” pungkasnya(0ne)


SULUTNEWS,KOTAMOBAGU—Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Rabu (19/12/2018), membuka kegiatan Seminar tentang Air dan Kesehatan, yang dilaksanakan oleh Jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu.


Walikota dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan Seminar tentang Air dan Kesehatan, merupakan kegiatan yang sangat penting, karena Air merupakan kebutuhan sehari – hari yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. “Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu saat ini juga terus melakukan berbagai upaya dalam rangka memenuhi akses Air bersih dan Sanitasi bagi masyarakat, sebagaimana yang  menjadi salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals, atau pembangunan berkelanjutan,” ujar Walikota.


Walikota juga menyampaikan Apresiasi kepada jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu, yang telah melaksanakan Seminar tentang Air dan Kesehatan tersebut.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang menjadi pembicara pada kegiatan Seminar tentang Air dan Kesehatan,” ujar Walikota.


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Walikota Kotamobagu tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta, ST, ME, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kotamobagu,  Ongka Adnan Dibo, serta para pengurus Organisasi Perempuan di Kota Kotamobagu

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Wakil Walikota Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan menyerahkan sekaligus meresmikan bantuan mesin pengolahan nenas yang berikan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulu kepada Tiga Kelompok Petani (Poktan) Kelurahan Mongkonai Bersatu Kecamatan Kotamobagu Barat, Rabu (19/12/2018).


Nayodo dalam sambutannya, berpesan agar para petani dapat memanfaatkan bantuan mesin tersebut  dengan sebaiknya guna lebih menigkatkan produksi 

" Tentu diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh para petani agar dapat meningkatkan produksi nanas dan juga meningkatkan perekomian khususnya para petani," kata Nayodo

Pada kesempata itu, Nayodo juga menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak BI yang telah memberikan bantuan tersebut. Ia juga berharap, bukan hanya petani nanas yang mendapatkan bantuan melainkan petani-petani lainnya.



" Saya atas nama pribadi dan pemerintah serta masyarakat kotamobagu menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi tingginya krpada pihak BI . Pemerintah juga berharap  kedepan atas nama masyarakat untuk bantuan jangan hanya petani nanas juga yang diberikan namun juga petani lainnya," ujarnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut Gunawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU dengan pemerintah Kotamobagu beberapa waktu lalu.

"Kami melihat komiditas nanas ini di Kotamobagu sangat potensial, produknya melimpah kemudian kami melihat kualitasnya itu sangat baik, lebih manis dibandingkan nanas lainnya di daerah lain.
Nah dari potensi ini, sehinga bisa diolah lebih lanjut dengan adanya bantuan pengolahan. Nah, ini menjadi salah satu latar belakang mengapa BI mengembangkan produk nanas di Kotamobagu," ujar Gunawan

Ia juga berharap, bantuan tersebut dapat menjadi pemicu bagi pemerintah Kotamobagu untuk sama-sama bersinergi mengembangkan produk ini di Kotamobagu.

"Alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil nanas dari petani sehingga menjadi produk olahan yang dijual dengan nilai tinggi. Dengan begitu, tentunya diharapkan ini juga dapat menjadi dorongan dan pemicu untuk sama-sama bersinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan komoditas nanas ini," pungkasnya(one)