SULUTNESWKOTAMOBAGU- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Kotamobagu mendapat kunjungan dari tim Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pendidikan RI. Kunjungan itu guna melakukan penilaian dimana sekolah tersebut ditunjuk mewakili Sulut dalam penilaian Sekolah Sehat.

Sekertaris Kota Kotamobagu Adnan Massinae mengatakan, ada beberapa kriterian penilaian yang dilakukan oleh Kemenkes.

“Mereka memeriksa secara normal, yang jelas itu pemeriksaannya masalah kebersihan, keindahan dan bentuk sekolah, estetika, penataan, yang dinilai,” ujar Adnan, Selasa (31/7/2018).

Dikatakannya, dari semua Sekolah di Sulut, SMA 1 Kotamobagu yang tunjuk langsung mewakili sulut dalam penilaian Sekolah Sehat.

“Kotamobagu kususnya SMA 1 Kotamobagu mewakili Sulut untuk Sekolah Sehat ini, dan yang datang menilai itu dari pusat yaitu kementrian kesehatan, pendidikan dan kementrian Agama,” jelasnya

Dirinya berharap serta Optimis Sekolah tersebut dapat meraih predikat sekolah sehat. “Kita harapkan apa yang ada di SMA 1 akan memberikan yang terbaik, sebelumnya kan kotamobagu dapat Kota sehat maka untuk sekolah kita harapkan sekolah ini dapat meraih Sekolah Sehat,” tutup Sekot

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dinsos  Kota Kotamobagu, akhirnya selesai melakukan verifikasi 90 Proposal usulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Untuk melakukan verifikasi itu, 3 tim dibentuk oleh Dinsos yang tersebar di 4 Kecamatan di Kota Kotamobagu sesuai dengan proposal yang masuk lewat usulan Desa/Kelurahan.

“ 90 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bantuan RTLH hari ini sudah selesai di verifikasi,” ujar Rudi Mokoagow, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Penyaluran Bantuan Stimulan dan Penataan Lingkungan, Senin (30/7/2018).

Dari 90 proposal yang diverifikasi kata Mokoagow, akan di seleksi lagi dan akan diambil 50 proposal untuk diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“ Setelah dilakukan verifikasi ini, kami akan peringkat dan ambil 50 proposal skala priorutas yang diusulkan untuk di masukkan pada pra RKA untuk APBN induk 2019. Sisahnya akan  diusulkan ke Provinsi,” imbuhnya.

Menurut Mokoagow, yang menjadi penilaian adalah kondisi rumah yang tidak layak tinggal juga usia penghuni yang sudah lanjut usia tidak produktif lagi.

“ tim akan memverikasi secara objektif agar kena sasaran bagi mereka yang benar benar harus menrima" tandasnya 

sampai denga sekarang hasil kerja tim yang di bemtu olek dinsos kotamobagu sudah selesai melaksnakan tugas berikut  jumlah KPM di masing-masing Kecamatan:

Kotamobagu Barat 26 KPM

Kotamobagu Selatan 35 KPM

Kotamobagu Timur 15 KPM

Kotamobagu Utara 14 KPM

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU – Usaha kerajinan tangan berbentuk pot bunga ternyata bisa menjadi tantangan dalam dunia bisnis, sekaligus bentuk kreatifitas yang akan melahirkan untuk meningkatkan ekonomi. Tamrin Lahati, warga Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, adalah pemilik usaha pot bunga ciptaannya sendiri. Dari hasil wawancara, ia mengatakan usaha tersebut didirikan sejak 4 tahun yang dibantu oleh satu orang karyawannya.

“Saya membantu satu orang kariawan dan saya beri upah harian, setiap harinya saya bilang Rp 150 ribu untuk diberikan ke karyawan saya sebagai jasa harian, tetapi semua pot bunga yang saya jual adalah hasil saya sendiri,” ujarnya,

Dengan begitu kata Tamrin, ia bisa menciptakan 15 pot ukuran kecil dan sedang dan 4 pot ukuran besar dalam sehari, karena dibantu oleh karyawannya. Menurutnya, harga sangat besar, ukuran kecil, “Kalau yang paling kecil, Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu, sementara ukuran sedang Rp 150 ribu sampai Rp 375 ribu, dan omset hasil jual dalam bulan saya dapat untung bersih Rp 4 juta, Tapi hasil penjualan tidak selalu stabil, sering banyak pembeli sering dan juga kurang, ”jelasnya.

Lebih dari 4 juta per bulan jika ada pesanan. “Seperti pesanan dari sekolah, karena pesanan banyak yang akan dibeli oleh pelanggan, pungkasnya

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu terus menambah pundi pundi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Ini terbukti denga,pengelolaan bank sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat, siap berkontribusi sebagai salah satu penyumbang PAD.

“  Sebagai pengelola bank sampah yang ditunjuk oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Kotamobagu. Saya siap memberikan restribusi guna menambah PAD kepada Pemerintah,”ujar Suhartono pengelola Bank Sampah di TPA Mongkona

Dikatakan, dirinya baru dua bulan mengelola Bank sampah di TPA Mongkonai. Oleh karena itu, apa yang menjadi kewajiban sebagai pengelola bank sampah, akan saya dipenuhi.

“  Pihak DLH sudah menyampaikan ada restribusi dalam pengelolaan bank sampah. Namun, belum diketahui berapa jumlah restribusi yang diwajibkan setiap bulannya, guna menambah PAD Pemkot ,”ungkap Suhartono.

Plt Kepala DLH Nasrun Gilalom mengatakan, pihaknya telah berkoodrinasi dengan pengelola bank sampah, jika ada restribusi untuk pengelolaan bank sampah, yang nantinya masuk sebagai PAD Pemkot. Selain itu, pihak DLH telah menyiapkan konsep yang akan diajukan untk mendapatkan PAD, sebab harus ada regulasinya. “  Penanggung jawab bank sampah baru beberapa bulan mengelola bank sampah. Untuk itu, sebagai pengelola bank sampah dirinya wajib berkontribusi untuk PAD,”Ujarnya.(*)

 
SULUTNEWS,KOTAMOBAGU - Pemkot Kotamobagu tidak main-main terhadap penggunaan Kendaraan dinas (Kendis) yang sering disalah gunakan.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Adnan Masinae  jumat (27/7/2018) siang tadi.
 

" Itu merupakan pelanggaran Dinas, melanggar aturan penggunaan kendaran dinas dan untuk penggantian plat nomor jelas melanggar peraturan lalulintas," ungkap Adnan.

 
Dia menegaskan, dirinya sudah memerintahkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) untuk melakukan penyelidikan penyalahgunaan Kendis di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).
 
"Saya minta BKPP dan BPKD Bidang Aset untuk melakukan penyelidikan jika terbukti, akan segera diambil langkah- langkah tindakan penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara," tegas Adnan