SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Retribusi perparkiran dan uji kendaraan terus di pacu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu Nasli Paputungan melalui Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Hisam Paputungan mengungkapkan, "Dari target 1,8 miliar, saat ini sudah mendapat 1,2 miliar atau sudah 66,16 persen. Jumlah tersebut di dapat dari retribusi tempat kusus parkir sebesar 1,1 miliar dari target 1,6 miliar dan retribusi pegujian kendaraan bermotor sebesar 100 juta dari target 152 juta rupiah sementara sisanya masih 600 juta" ungkapnya

Hisam menjelaskan, target PAD yang ditetapkan pemerintah di 2018 ini sebesar 2,8 miliar. Namun targetnya turun hingga 1,6 miliar pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) beberapa waktu lalu. Nah, posisi saat ini kan Sudah ada 1,2 miliar sehingga sisanya itu yang akan kami upayakan hingga akhir 2018 ini," jelasnyanya

tambahnya "Kalau 100 persen itu bisa tapi minimal diatas 90 persen capaiannya. Apalagi ini targetnya sudah turun, jadi kami akan upayakan itu mudah-mudahan bisa hingga akhir tahun," tutup Hisam Paputungan.

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Pemerintah Kota Kotamobagu berusaha menekan angka siswa putus Sekolah. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kotamobagu menyebutkan, angka putus sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) mencapai 0,18 atau 20 siswa dari 11.305 ribu siswa. Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 0,72 persen atau sebanyak 56 dari 7.806.

Ketika di temui Media SN Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu Rukmi Simbala mengungkapakan, "Putus sekolah ini ada banyak berbagai macam persoalan, ada yang karena faktor ekonomi dan juga faktor lingkungan. Selain itu karena faktor keluarga juga sangat mempengaruhi, ada yang orang tuanya pindah kesana kemari dan tidak sempat memindahkan anaknya. Nah itu juga faktor-faktor keluarga dan bukan salah anak sebenarnya sehingga didistatuskan Drop Out (DO) karena tidak ada keterangan pasti anak itu pindah kemana," ungkap Rukmi, Senin (8/10/2018).

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Rastono Sumardi menambahkan, angka putus sekolah di  2018 menurun dibandingkan pada 2017 lalu.  Tapi jumlah itu menurut saya masih termasuk angka yang tidak memuaskan. Karena masih ada anak putus sekolah. Sehingga kami akan terus berupaya untuk menekan angka putus sekolah ini," jelasnya

Rastono menambahkan "salah satu upaya Pemerintah dalam menekan angka putus sekolah adalah dengan dengan menyediakan fasilitas dan biaya sekolah yang sudah digratiskan. sekarangkan sudah ada banyak program dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Setidaknya kita mempunyai beberapa catatan dan program dalam mengantisipasi itu, Pertama ada profram Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan juga anak asuh. Nah, sasarannya keluarga kurang mampu, program anak asuh, dan ada program retrifel progam mengembalikan anak yang putus sekolah kembali ke sekolah, sehingga diharapkan angka putus sekolah semakin menurun dan minat sekolah dari anak-anak lebih meningkat," tutupnyanya.

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Sapu ijuk di Desa Sia' Kecamatan Kotamobagu Timur,hingga saat ini, masih digemari. Meski sapu ijuk dibuat secara tradisional, namun tida  tergantikan oleh produk sapu  buatan pabrik saat ini yang tergolong menarik dan bahan tahan lama .

Desa Sia salah satu daerah yang sampai sekarang masih meproduksi  sapu ijuk di Kotamobagu. Selain itu, untuk mendapatkan bahan baku seperti Ijuk, rotan dan bambu juga sangat mudah, yaitu hanya di perkebunan sekitar desa.

Salah satu pengrajin industri rumahan tersebut adalah Keti Mudi ,mengaku sudah 40 tahun menggeluti kerajinan ini. Tidak susah Ia mendapatkan Ilmu menganyam sapu, yaitu Ia dapat dari orang tuanya secara turun temurun.

"Yah, kalau dihitung-hitung sudah hampir 40 tahun jadi pembuat sapu ini. Itu setelah saya menikah kemudian membuat usaha rumahan ini. Ilmunya saya dapat dari orang tua, kemudian ada juga pelatihan-pelatihan cara pembuatan sapu ijuk ini," ujar Keti, saat ditemui dirumahnya, Jumat (05/10/2018).

Dalam seminggu, Keti bersama suaminya Harsono (58) mampu membuat sedikitnya 250 buah sapu ijuk. Mereka terlebih dahulu mengumpulkan bahan bakunya kemudian akan dibuat pada hari-hari tertentu.

"Biasanya kami kumpulkan dulu bahan bakunya, ijuknya kami beli di kebun orang tak jauh dari sini, begitupun rotan dan bambunya. Kalau sudah terkumpul, kemudian dibuat ijuk, itu pada hari Jumat atau Sabtu. Biasanya dalam seminggu itu paling banyak 250 buah sapu yang kami buat, kalau dihitung-hiting perharinya itu 50 buah sapu," katanya

Tak banyak keuntungan yang Ia raup, setidaknya dalam seminggu ada 400 ribu yang Ia dapat dari hasil penjualan sapu ijuk ini. Meski demikian, Diapun sudah merasa cukup dengan keuntungan itu sebab hanya memenuhi kebutuhan Dia dan Suaminya.

"Hargayakan relatif murah, ada yang dijual Rp 3.500 hingga Rp 7.000. Kalau yang murah itu dibeli di tempat, kalau diantar itu sampai 7 Ribu tergantung jauh dekatnya. Yah lumayanlah, 400 ribu per minggu itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami," kata Mana Eti, sapaan akrabnya

Untuk jangkauan pemasaran lanjutnya, sudah menjalar hingga luar Kotamobagu. Bahkan, sapu ijuknya dikenal hingga daerah tetangga. "Biasa langganan kami itu ada di Bolaang Mongondow Selatan, Amurang dan daerah lain. Kalau di kota kan sudah banyak masyarakat yang menggunakan sapu produk pabrik, sehingga kebanyakan kami bawah di luar kotamobagu," ujarnya

Dia juga berharap, Pemerintah dapat menyentuh industri rumahannya tersebut baik dari pemasaran hingga bantuan lain untuk lebih meningkatkan usahanya. "Tentu itu kami harapkan, pemerintah memang sudah pernah memberikan bantuan, tapi kami tidak dapat itu, sehingga kami nerharap pemerintah dapat memperhatikan induatri kecil ini bagaimana ini bisa berkembang," pungkasnya

SULUTNEWS,KOTAMONAGU-Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat retribusi Kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu sudah mencapai 39 Miliar.

Jumlah tersebut diungkapkan oleh Direktur RSUD Kotamobagu Dr. Wahdania Lala, Jumat (5/10/2018). Menurutnya, jumlah tersebut terbagi atas PAD umum sebanyak Emoat miliar dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKS) sebanyak 34 miliar.

" Sejauh ini sudah ada 39 mukar dari dana JKN 34 milar dan umum sebanyak 4 miliar. Sampai akhir tahun ini bakal mengalami kenaikan," ungkap Wahdania

Terpisah, Wakil Wakiloka Kotamobagu Nayodo Koerniawan meminta agar pihak RSUD dapat lebih meningkatkan pelayanan terkait kesehatan kepada masyarakat.

" Yah itu yang paling utama, melayani sebaik mungkin. Karena isu yang berkembang perawat itu ada yang amatir tugasnya. Nah, itu harus ada pengawasan supaya proses pelayanan berjalan dengan baik," kata Wakil

Dia juga menegaskan agar pihak RSUD dapat memberikan sanksi kepala pegawai yang tidak melakukan tugas pelayanannya dengan baik.

"Itu harus ada pengawasan dan ada penekanan dari kepala rumah sakit. Jika ada pegawai yang amatir, tenaga honor di hentikan saja dan pegawai ada sanki yang berlaku," tegasnya(ONE)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinas Sosial Kota Kotamobagu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guna  Peningkatan kapasitas pelaksanaan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT),  bertempat  Hotel Sutan Raja, Rabu (3/10/2018).

Kegiatan  tersebut dibuka langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu Adnan Masinae, saat sambutan sekda  mengatakan, penanganan Kemiskinan dan penanggulangan sosial merupakan program prioritas yang tidak hanya melibatkan pemerintah daerah namun juga keterlibatan masyarakat itu penting.

" SLRT ini bertujuan untuk lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem perlindungan sosial di kotamobagu baik kemiskinan, kerentanan dan kesenjangan sosial," kata Adnan

menurutnya , selain untuk perlindungan sosial, SLRT juga adalah akses untuk meningkatkan rumah tangga keluarga miskin dan rentan miskin terhadap multi program layanan kesejahteraan sosial.
" Ini juga untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam pemutahiran basis dan terpadu dalam program penanggulangan kemiskinan secara dinamis dan berkala, yang pemanfaatannya menunjukan arah di berbagai program tentang kegiatan kebijakan sosial dan penanggulangan kemiskinan di daerah," ujarnya


Untuk itu, Adnan berharap para pelakasana SLRT dapat mengcvoer para warga yang menjadi rujukan terpadu dalam pelaksanaan program yang dimaksud. "Nah, jadi jika ada warga uang kurang mampu itu wajib di data, kemufian diusulkan, ada juga usulan dari masyarakat itu harus diteruskan ke tingkat selanjutnya dalam rangkan penangulangan kemiskinan ini," pungkasnya,(0ne)