SULUT,NEWS,KOTAMOBAGU-Pjs Walikota Kotamobagu Mohammad Rudi Mokoginta  nonton bareng film Asimetris dan diskusi di kampus Universitas Dumoga Kotamobagu, (UDK),  Jumat (13/4/2018).

Kegiatan Nonton Bareng film Asimetris dan Diskusi ini digagas oleh Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Manado bersama kampus UDK Kotamobagu ini, merupakan film dokumenter kesembilan dari Ekspedisi Indonesia Biru yang dilakukan videografer Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz dan didukung oleh Watchdov. 

Menurut Walikota Kotamobagu,  film dokumeter ini menceritakan tentang keadaan di pulau Kalimatan dan Sumatera yang menanam kelapa sawit, kemudian banyak penolakan dari masyarakat. Karena bagi warga masyarakat,  ini dapat membawa dampak negatif kedepan.

“Tanaman sawit haus hara dan air. Ini menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat Kotamobagu,” Kata  Mokoginta.

Tempat yang sama Fedry Lambekan, mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 2, mengatakan, film ini memotivasi untuk menjaga alam tercinta di Bolaang Mongondow Raya (BMR) dari kerusakan alam.

“Kami selaku mahasiswa senang dengan film dokumenter ini, karena dapat menambah pengetahuan bagi kami sebagai mahasiswa. “ Kata Ferdy.

Sorotan utama Asimetris akan lebih ke industri perkebunan kelapa sawit yang luasnya kini mencapai 11 juta hektare atau hampir sama luas pulau Jawa. Selain Kalimatan, kisah ini diangkat juga di daerah Sumatera hingga Papua

Ekspedisi Indonesia Biru merupakan ekspedisi keliling Indonesia menempuh perjalanan menempuh perjalanan 14 ribu kilometer mengendarai sepeda motor.(**)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Desa kopandakan satu,kecamatan kotamobagu selatan , ternyata memiliki kuliner yang menarik,Yang tidak dimiliki oleh desa dan kelurahan lain yang ada di kota kotamobagu.

Hal ini terungkap dari salah seorang pengerajin UKM yang sudah hampir sepuluh tahun memproduksi Dodol kacang, Hasmiati Tungkagi. Menurutnya,makanan cemilan ini, awalanya hanya diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga saat ada acara resepsi penikahan didesa mereka. Namum belakangan cemilan dodol kacang ini, sudah meyebar sampai desa tetangga bahkan sampai kedaerah lain yang Ada di sulut.

“ Yang awalnya cuman konsumsi pribadi, namum sekang ini,kami suda memebentuk kelompok untuk memproduksi dodol kacang ini,dengan jumlah yang  besar untuk memenuhi pesanan dari luar daerah ” Ujar Tungkagi Sabtu (14/4/2018)

Tungkagi juga menambahkan,sekarang ini kami sedang upayakan untuk bisa menjangkau pasar yang ada di sulut “ kedepan Mall dan supermarket serta  swalayan lainya menjadi sasaran pasar kami” Tandasnya(one)  

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah kota kotamobagu melalui dinas  kesehatan (dinkes) pekan depan,akan melaksanakan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat.Layanan  tersebut, meliputi  pemeriksaan kolesteol, asam urat dan gula dara,serta sunatan masal bagi anak-anak. Kegiatan ini , dalam rangka pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)  kota kotamobagu tahun 2018.

Hal tersebut  disampaikan kepala dinas kesehatan kotamobagu Stevie CH Lala  kepada beberapa awak media Jum’at( 13/4/2018),menurutnya,pihaknya  sekarang sedang melakukan koordinasi dengan SKPD lain terkait dengan pelaksanaan (BBGRM),kerana untuk kegiatan ini, semua instansi pasti akan terlibat, dan untuk dinas kesehatan sendiri  aka ada pelayanan kesehatan.

“  Selain pemeriksaan kesehatan untuk beberapa penyakit, sekarang kami sedang usahakan dibalai  mata  agar  masyaraka penderita katarak  dapat juga  dilayani ”Ujar Lala

Lala pun mengharapakan agar masyarakat dapa memanfaat  kesempatan ini dengan sebaik baiknya” tentu ini kasempatan baik.bagi selurh masyarakat, dan tentu diharapakan untuk datang memriksakan diri”Tandas nya(**)    

 

SULUNEWS,KOTAMOBAGU–Para pelaku usaha kecil menegah  (UKM)disarankan manfaatkan  media sosial(medsos) sebagai cara mudah untuk memasarkan produk-produknya. Karena diyakini dapat membantu pelaku UKM meningkatkan penjualan. 

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Aray melalui Kepala Bidang Koperasi UKM, Moh Yamin Paputungan mengatakan medsos  bisa menjadi sarana promosi yang tepat dan menciptakan jaringan pembeli tersendiri, serta dapat meningkatkan penjualan produk. 

“ Dengan memanfaatkan Medsos, mampu menciptakan jaringan .maka akan lebih mempermudah jarak, ruang dan waktu,”ujarnya, Kamis (12/4/2018) disela-sela kegiatan pameran produk UKM di kegiatan seminar regional oleh Komite I DPD RI di Hotel Sutan Raja

 Menurut Paputungan,melalui medsos, pelaku UKM tidak lagi membutuhkan ruang yang besar untuk memajang produknya. Pelaku UKM bisa menjual produknya dari mana saja tanpa hambatan. 

“ Hanya saja, medsos hanyalah sebagai sarana.Tetapi UKM harus memiliki pengetahuan dasar yang kuat serta strategi managemen dalam berbisnis,” tambahnya.

Menurutnya terdapat beberapa hal yang harus dimiliki UKM ketika menjual produk secara online. Pertama, menjaga sikap dan perilaku dalam ber-medsos.

“Memasarkan produk-produknya secara jelas dan transparan jangan berbohong akan produknya, Misalnya pengiriman barang cepat faktanya 1 minggu, Harus komitmen dengan service yang ditawarkan serta mengontrol ketersediaan barang dalamstok,”imbuhnya.

“Yang tak kalah penting adalah ciptakan brand dan merek produk yang mudah diingat. Setelah itu, UKM harus mampu menjaga kepercayaan konsumennya. Sedikit saja kesalahan, bisa menghancurkan semuanya,” paparnya.

Sementara itu Kadis Disperindagkop UKM Herman Aray mengingatkan pentingnya UKM perlu melindungi produk dengan mengurus hak cipta selain gunakan Medsos untuk promosi. “Sebelum merilis produk ke pasaran, sebaiknya mengurus hak cipta dan mereknya agar tidak dijiplak pihak lain. Terutama bagi UKM dengan produk kreatifnya,”(**)

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, melalui Dinas Kesehatan, Kamis,(12/04/18) menggelar kegiatan Pelatihan Petugas, Dokter Puskesmas Dalam Rangka Intensifikasi Penemuan Kasus Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta.

Kepada Wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, Devie Ch. Lala, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Kelurahan Kobo Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, itu dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dengan mengambil daerah Kotamobagu sebagai Tuan Rumah pada pelaksanaan Pelatihan.

“ Ini kegiatan langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kotamobagu, dipilih sebagai tempat pelaksanaanya,” Ujar,Devie

Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan petugas, dokter puskesmas dalam rangka intensifikasi penemuan kasus penyakit kusta, selaku tuan rumah, Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, mengucap syukur. Karena, menurutnya  selain menerima ilmu kesehatan, hal tersebut memberi manfaat bagi daerah Kotamobagu.

“ Intinya kegiatan pelatihan itu banyak manfaatnya bagi para medis dan medis  yang ada di puskesmas. Dan ini adalah suatu kehormatan, karena mendapat promosi bagaimana keadaan kotamobagu,”  Tandas Devie Ch. Lala.(one)