SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerinta kota kotamobagu Menjelang  nanati Hari Raya Idul Adha,bakal melakukan pengawasan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembakok) dan kesehatan Hewan Kurban

“ Kita akan lakukan operasi pasar sebelum hari raya kurban. Terutama pada hewan kurban, pasti  dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan tersebut,” ujar Kepala DisperdagkopUKM Herman Aray, Kamis (9/8/2018).

Pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa instansi, terkait pengawasan tersebut. “  Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Satpol-PP. Untuk melakukan pengawasan hewan kurban, apakah dia sehat dan layak diperjual belikan. Sekaligus pengawasan bahan pokok, ini yang anati akan kita bangun kerja sama ” jelas Aray.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dispertanak Kotamobagu Manap Pudul menambahkan, pihaknya nanti akan  mengawasi kesehatan hewan menjelang lebaran idul Adha mendatang.

“ Kan kami sudah punya Dokter hewan di Kotamobagu, pasti hewan yang akan di perjualbelikan kita akan lakukan oprasi pemeriksaan kesehatan ” kata Pudul

 menurutnya ,pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat hari besar, tetapi rutin dilakukan setiap bulannya.

“Pemeriksaan hewan rutin kami lakukan setiap bulannya, namun karena ini untuk heean kurban pastinya produksi sapinya banyak yang di impor daei luar sehingga pemeriksaannya akan kami ketatkan,” pungkasnya(*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Pandai besih Muktar Andu  Warga Desa Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan  menekuni kerajinan tersebut sejak 1979. Dengan bahan baku besi baja dan peralatan yang cukup sederhan, Dia mampu membuat peralatan pertanian sebanyak Empat buah dalam sehari.

“ Sudah hampir 40 tahun Usaha ini saya bangun. Yah Syukurlah pendapatannya cukup buat kebutuhan keluarga meski peralatannya masih cukup sederhana,” kata Muktar sambil menepa baja panas dibantu Kedua anaknya, Kamis (9/8/2018).

Dalam proses pembuatan parang atau alat pertanian tersebut, tak memerlukan banyak modal, Muktar hanya cukup membeli arang tempurung dan besi per yang terbuat dari baja. Sedangkan untuk proses pembuatannyapun tidak memerlukan waktu yang panjang.

“ Arang itu saya beli Empat Ribu per Kilogramnya, sehari itu bisa habis sekitar 50 Kilogram untuk pembuatan Empat hingga Lima ujung. Biasa, besi bajanya di potong terbih dahulu, kemudian di bakar lalu ditepa menggunakan palu besar hingga berbentuk parang dan pisau,” jelasnya

Menurutnya, tempat pembuatan parang miliknya tersebut sudah dikenal di Kotamobagu, sehingga orang yang datang memesan tidak hanya dari dalam tetapi ada juga dari luar kotamobagu.

“Harga yang paling murah itu 20 Ribu sedengkan yang paling mahal itu 200 ribu sudah dalam bentuk parang yang di ukir sesuai permintaan pemesan. Sudah cukuplah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehari-hari,” kata Bapak Empat anak ini.

 

Muktar yang juga berprofesi sebagai petani mengaku, pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengembangkan usahanya.

“Waktu itu sekitar tiga tahun lalu pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial dan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Bantuannya dalam bentuk uang senilai Empat Juta Rupiah, itu saya manfaatkan untuk pembuatan bangunannya dan pembelian alat-alat seperti bower dan gurinda,” terangnya

Meski begitu, Ia masih mengeluhkan peralatan yang menurutnya masih kurang baik untuk pengembangan usahanya. Untuk itu, Muktar berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk pengembangan usahanya.

“Kendalanya juga pasti di listrik dan beberapa peralatan yang kurang maksimal. Tentunya untuk mengembangkan usaha ini perlu modal yang tidak sedikit, sehingga saya berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk usaha ini,” tutup Muktar

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu menghadiri sosialisasi perkenalan alternatif pendanaan baru yaitu Fintech leanding, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Manado, Rabu (8/8/2018).

Menurut Kepala Diskominfo Ahmad Yani Umar, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan terkait Fintech dan arah serta kebijakan OJK terkait ekonomi digital.

“Jadi semua perusahaan yang bergerak di jasa keuangan akan terkoneksi langsung di Dinas Kominfo, Baik itu Bank, Finance dan perusahaan lainnya,” jelasnya

Kata Yani, ada Delapan Dinas yang bakal mengikuti kegiatan tersebut, tentunya mereka yang berkerak di jasa keuangan atau penghasil PAD.

“Seperti Dinas Pendidikan, Dispora, Dispertanak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Disdukcapil, Dishub, Diskominfo dan Dinas Penanaman Modal Kota Kotamobagu,” paparnya

Masih menurut Yani, hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan ekonomi berbasis elektronik antara lain dengan ditetapkan peraturan presiden No. 74 Tahun 2017 tentang peta jalan sistem perdagangan nasional berbasis teknologi informasih.

“Ini juga dalam rangka membangun ekonomi digital dan menghadapi revolusi industri serta mendukung pertumbuhan lembaga jasa keuangan berbasis teknologi informasih. Selain itu, OJK teleh menetapkan peraturan otoritas jasa keuangan mengenai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasih atau Fintech leanding(*)

SULUNEWS,KOTAMOBAGU- Mesjid Al-Huda yang terletak di Jln. Losik Lobud Desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan , Masjid tertua di Kota Kotamobagu.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotamobagu Agung Adaty, mesjid tersebut dibangun sekitar 1926 dimana pada pemerintahan waktu itu dipimpin oleh Sangadi bernama Losik Lobud yang diabadikan sebagai nama Jalan.

“ Pada Zaman itu mesjid ini adalah pusat tempat pertemuan para ulama se Indonesia timur. Mesjid ini telah direhabilitasi oleh masyarakat setempat namun tidak merubah bentuk aslinya,” kata Agung, Rabu (8/8/2018).

menurutnya , saat ini mesjid tersebut merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kotamobagu. “ Ini sudah menjadi Icon Kotamobagu sebagai objek wisata religi sehingga perlu kita jaga bersama-sama,” ujarnya

Terpisah, Sangadi Desa Kopandakan I Muslim Tungkagi mengatakan, keberadaan mesjid tersebut merupakan bukti sejarah umat muslim dalam menyebarkan agama Islam di Bolaang Mongondow Bersatu kususnya di Kotamobagu.

“ Dari sejarah inilah sehingga kita tahu bahwa perkembangan islam di BMR sejak masa itu sudah sangat kuat. Sehingga ini merupakan bukti sejarah umat islam dalam menyebarkan agama islam di Kotamobagu,” katanya

Di sekitar mesjid juga terbadapat bangunan-bangunan tua yang masih bertahan dan berdiri tegak hingga saat ini.
” Masih ada beberapa peninggalan para Tokoh agama dan pemerintah pada masa itu. Nah, ini tentunya perlu kita jaga bersama sebagai icon wisata religi di Kotamobagu,” tutup Sangadi(*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-  Petani di Kota Kotamobagu akhirnya bisa bernafas lega .ini di kerenakan ditengah anjloknya  harga kopra, justru tanaman kemiri yang saat ini  harganya menguat , Selain harga naik, produksi kemiri juga meningkat menyusul kondisi saat ini sangat mendukung

Menurut salah satu petani, ditengah merosotnya harga komoditi lain seperti kopra, para petani masih bisa mendapatkan keuntungan lebih dari hasil penjualan kemiri.

“ Produksi kemiri mengalami peningkatan. Ini karena sedang musim kemarau, jadi produksi buahnya meningkat, belum lagi harganya yang cukup tinggi,” kata Masita Paputungan  petani kemiri asal Kelurahan Mongkonai.

Selain mempunyai lahan perkebunan kemiri sekitar Dua hektare dengan pohon kemiri kurang lebih 200 pohon, Dia juga bisa membeli hasil kemiri dari para petani lainnya.

“ Sehari itu bisa sampai Satu Ton kemiri yang saya beli darii hasil pengumpulan petani. Itu dihargai Enam hingga Tujuh Ribu Per kilogram yang masih terbungkus dengan kuli kemiri,” ujarnya

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan (Disprtanak) Kotamobagu Muljadi Suratenodjo mengatakan, meningkatnya produksi kemiri di Kotamobagu sebab didukung oleh faktor cuaca yang sedang kemarau.

“Biasanya kalau musim kemarau itu produksi kemiri dari petani meningkat, belum lagi harganya yang cukup baik. Sehingga sangar menguntungkan bagi petani,” jelasnya

Untuk mendorong petani kemiri, Pihaknya juga telah memberikan bantuan bibit kemiri kepada para petani di Kotamobagu.

“Ada sekitar 2000 bibit kemiri kami sudah salurkan kepada kelompok tani di Kotamobagu. Hal itu juga untuk mendorong dan meningkatkan produksi dan perekonomian petani,” pungkasnya(*)