SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Adanya surat edaran  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai penggunaan pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, angkat bicara.

untuk , ASN di Kotamobagu tidak ada perubahan penggunaan pakaian dinas, meski sudah ada surat edaran.

“ Memang surat edaran dari Kemendagri itu ada, tetapi bagi ASN di Kotamobagu masih tetap menggunakan pakaian Dinas seperti biasanya,” ungkap Sahaya, Selasa (18/6/2019).

Lanjutnya, soal surat edaran yang menyebutkan penggunaan pakaian dinas berwarna hitam hanya diberlakukan di lingkup Kemendagri, sehingga tidak diwajibkan untuk ASN di daerah kabupaten/kota.

“ Kalau pakaian ASN di Kotamobagu kan kita sudah tahu bersama yang sudah di atur itu, mulai hari Senin sampai Rabu menggunakan seragam Kheki, Kamis memakai Sikayu sedangkan Jumat menggunakan Batik,” paparnya.

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Untuk mengantisipasi penyalahgunaan kartu jaminan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  bersama Wakil Walikota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, Selasa (18/6/2019) menggelar pertemuan.

dari  pertemuan tersebut, pihak BPJS menyodorkan beberapa masukan ke Pemkot Kotamobagu terkait peraturan daerah(Perda) terkait  jaminan sosial kesehatan

“ Pihak BPJS memberikan protek menyangkut mengantisipasi penggunaan kartu jaminan kesehatan oleh orang-orang yang tidak berhak. Nah, solusimya  nanti  ada alat yang akan ditempatkan di rumah sakit, yakni fingerprint atau mesin absensi jari tangan sehingga pelayanannya tepat,” ungkap Nayodo

Menurut Nayodo, solusi tersebut merupakan  langkah maju oleh pemerintah di semua pelayanan kesehatan.

“ Selain itu, persoalan yang di bahas yaitu beberapa kegiatan rumah sakit menyangkut penggunaan mobil ambulans yang harus direvisi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Kotamobagu, Suci Wulandari mengatakan, untuk pengadaan alat fringerprint itu sendiri nantinya pihak rumah sakit yang menyediakannya.

“ Alat ini supaya bisa mencegah kecurangan, karena biasanya ada peserta yang sudah meninggal namun kartunya masih digunakan oleh orang yang tidak berhak,” ujar Suci.

Dijelaskannya, dengan alat tersebut bisa mengantisipasi tindakan kecurangan lain.  “Kita juga  akan melakukan evaluasi terlebih dahulu, antara lain jumlah fasilitas kesehatan, jumlah kepesertaan pengguna kartu BPJS, jenis penyakit di seluruh rumah sakit di Kotamobagu,” katanya.

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Jelang penilaian Adipura untuk tingkat kabupaten/kota tahun 2019, yang di laksanakan oleh pemerinta pusat, daerah kota kotamobagu sendiri sekarang ini,sudah mulai berbenah terutama terkait dengan kebersihan  dan keindahan kota ini.Hasil pantauwan wartawan SN.Com beberapa kelurahan dan desa se kota kotamobagu terus melakukan pembersian dan menata   agara nampak indah wilayanya  masing masing, seperti yang dilakukan  kelurahan kotobangon kecamatan kotomobagu Timur, di bawa pimpinan dan arahan luranya semua perangkat kepal lingkungan,RW,RT di kelurahan tersebut  bergerak cepat untuk melakukan hal tersebut,

" Untuk kelurahan kami ada dua titik pantau yang terus kami lakukan pembenahan " Ujar Lurah kotobangon Kori Manoppo SE saat di temui dilokasi titik pantau Senin (17/6/2019)

menurutnya dua titk pantau tersebut meliputi wilaya  patung Bogani  hingga  jalur Ex kantor bupati bolmong  dan sebagian Lorong Osion, lingkungan  Lima, " bahu membahu kami dan perangkat kelurahan untuk menata dua wilaya ini, tambahnya 

diapun berharap samua upaya yang di lakukan ini akan memberikan hasilyang baik  " insaya allah tahun ini,kota kotamobagu tetap dapat mempertahankan perhargaan Adipura Tandanya (one)       

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Cuaca ekstrim kerab terjadi di daerah Kota Kotamobagu dan sekitarnya, tingginya curah hujan yang terjadi  harus benar – benar di antisipasi warga. Sebab selain mendatangkan bencana alam, juga akan membawah segala jenis penyakit berbahaya.

Salah satunya, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegepty, pada saat musim penghujan seperti ini.

untuk mengantisipasi penyebaran virus DBD, Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, mengimbau warganya agar mewaspadai kemungkinan penyakit DBD tersebut.

 Hal ini seperti yang di katakan Kepala dinas kesehatan (Dinkes)   Kota Kotamobagu, Devie CH Lala, . menurutnya , masyarakat Kotamobagu harus memperhatikan lingkungan sekitar, terutama kebersihan,

“ Salah satu tempat berkembang biaknya nyamuk itu digenangan air, warga harus pintar-pintar membersihkan tempat sekitar agar penyebaran penyakit bisa di antisipasi lebih awal. Apalagi saat ini mulai masuk pada musim penghujan,” Ujarnya. Senin (17/6/2019)

diapun menambahkan, daya tahan tubuh harus terus ditingkatkan

“ Makan makanan bergizi dan berserat juga penting menjaga tubuh tetap prima meski di musim penghujan. Kebersihan juga harus diperhatikan, karena banyak kasus DBD yang terjadi dikarenakan pengaruh genangan air dan sampah yang berserakan,” Tandasnya

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-   Di bulan Juli 2019 mendatang Dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga dicairkan.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Kotamobagu, Chandra K Wahid, Jumat (14/6/2019), ada sekitar 3 ribuan Keluarga Penerima Manfaat (PKM) di Kotamobagu.

Dimana kata dia, penerimaanya  melalui Bank BNI dan diteruskan ke rekening masing masing Penerima.

 

Hanya saja menurut, Chandra  kemungkinan untuk tahap 3 ini penerima KPM akan berkurang.

 “  ini  berdasarkan data dari Kemensos, ketika tujuh komponen yang telah ditentukan oleh Kemensos  sudah tidak ada lagi di KPM.namun  pengurangan itu tidak mencapai 100 KPM,” jelasnya

terang candra , Komponen itu diantaranya Ibu Hamil, Anak Usia Dini, SD, SMP, SMA Disabilitas dan Lansia

“ Jadi besaran yang akan diterima bergantung pada komponen yang ada. Paling kecil itu 900 ribu dan yang paling besar 2,4 juta tapi jumlah itu akan dibagi empat,”  tuturnya