SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Persiapan pelaksanaan Pilwako hingga selesai pelaksanaan hajatan demokrasi lima tahunan tersebut, terus dilakukan oleh KPU Kotamobagu. Ini dibuktikan dengan ditanda tanganinya Memorandum Of Undestanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara KPU dan Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Kamis (31/05/2018).

“Untuk persoalan hukum nanti, KPU akan dibantu oleh Kejari Kotamobagu, dalam proses penyelesaian persoalan itu,” ujar Ketua KPU Kotamobagu Nova Tamon.

Nova mengatakan, dengan ditanda tanganinya MoU tersebut, maka kerjasama antara KPU dan Kejari Kotamobagu sudah mulai dilakukan. “Nanti pihak Kejari akan membantu kita juga untuk membuat, merumuskan dan mengkaji produk-produk hokum, serta mendampingi kami jika kedepan nanti ada gugatan,” tambahnya.

Meski demikian, Nova berharap pelaksanaan Pilwako kali ini tidak akan menimbulkan persoalan hokum yang krusial. “Tetap kita berharap ini tidak aka nada gugatan. Kerja sama ini adalah langkah pematangan dan persiapan, dalam rangka menggelar Pilwako yang berintegritas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kotamobagu Dasplin SH MH, meminta pihak KPU Kotamobagu untuk meneliti setiap dokumen dan administrasi yang ada dalam lembaga tersebut.

“Ini penting, sebab salah satu celah hokum yang bisa dijadikan gugatan adalah persoalan administrasi,” imbuh Dasplin.(**)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Keluarga besar Dinas komunikasi dan informasi (Diskominfo) kota kotamobagu bersama komunitas wartawan kotamobagu (kawankota),siang  tadi melakukan ajangsana ke Panti Asuhan Ar Rahman kelurahan mongkonai kecamtan kotamobagu barat.,Kamis (31/5/2018)

Kunjungan yang dimpimpin langsung oleh kadiskominfo Ahmad Yani Umar itu,   meyerahkan  batuan  berupa bahan bangunan untuk perbaikan infrastruktur panti Asuhan tersebut

Menurut Yani Umar  sebelum kami melakukan kegiatan ini,  suda lebih dulu mengecek dipanti asuhan Ar Rahman ini, apa yang menjadi kebutuhan paling mendesak.dan terinformasi dipanti lagi dilakukan renovasi bangunan sanitasi  

“  sekarang ini panti sedang  merenofasi ,kamar madi dan tempat buang air  besar /kecil (WC) sehingga bantuan yang kami berikan berupa bahan bangunan yakni sepuluh bantal  semen dan sejumlah lembar seng untuk menunjang  pekerjaan tersebut “ Ujar Yani

Sementara itu,pengasuh panti asuhan Ar Rahman  mengaku senang  dengan kedatangan rombongan diskominfo dan kawan kota

“ saya selaku pengurus panti asuhan pengucapkan terimah kasih banyak atas kedatangan dan bantuan yang diberikan insyah allah kita semua tetap diberikan kesehatan dan kemurahan rejeki oleh allah tuhan yang maha kuasa “ ucapanya(**)   
 

 

 

 

 

 

 

SULUNEWS,KOTAMOBAGU- Minyak kelapa yang satu ini,sangat  diminati para pencinta kuliner di Kotamobagu. Selain aromanya yang khas, minyak kelapa tradisional ini tidak mengandung kolesterol.

Seperti produksi minyak kelapa tradisional di Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Salah satu warga pembuat minyak ini , Reli Dondo (30), mengaku sudah dua tahun mengolah minyak kelapa secara tradisional.

Meski usahanya masih terbilang kecil, namun menutunya  produk  minyak tradisional ini, sudah menembus pasar luar  Kotamobagu. saat di temui wartawan SN Rabu, (30/5/2018)

“  Biasanya dalam sehari saya bisa menyediakan sebanyak 50 buah kelapa, untuk kemudian diolah dan bisa menjadi 10 botol minyak kelapa tradisional. Pembelinya ada yang dari Kotamobagu sendiri, bahkan ada juga dari Manado. Untuk harganya saya patok Rp25.000 per botol,” ungkap Dondo .

Ia mebeberkan , proses pembuatan minyak tersebut,mulai dari pengupasan kelapa hingga pemarutan, memerlukan waktu kurang lebih 4 hingga 12 jam, hingga menjadi minyak kelapa tradisional.

“ Awalnya kelapa di kupas  , kemudian diparut, diperas, selanjutnya didiamkan selama kurang lebih 12 jam. Sehingga santan kelapa yang sudah menjadi ampas kemudian dimasak menjadi minyak kelapa tradisional,” jelasnya.

Menurutnya, tidak hanya minyak yang diminati para pembeli, tapi ampasnya juga diperebutkan oleh pencinta-pencinta kuliner.

“ Ampasnya atau yang biasa kita sebut tarepak juga bisa menghasilkan uang, dan justru inilah yang terlebih dahulu ditanya oleh konsumen. Tarepak ini bisa dikonsumsi langsung atau bisa juga dicampurkan dengan sambal, pasti akan terasa manis,” ujarnya.

Meki demikan, soal tempat dan alat yang menurutnya masih kurang baik untuk pengembangan usahanya tersebut.

“ Yang masih menjadi kendala adalah mesin peras, sehingga sangat sulit untuk pengembangan minyak ini. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap usaha pembuatan minyak kelapa tradisional ini, karena sangat berpotensi untuk menjadi sumber penghasilan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga,” pungkasnya.(**)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Seluruh perusahaan baik yang  bersakal kecil maupun , sedang dan besar  yang tersebar diwilayah Kota Kotamobagu diwajibkan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Karyawan.

Hal ini,berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016, tentang pekerja/buruh  diperusahaan berhak menerima THR keagamaan.

“ Wajib bagi seluruh perusahaan membayar THR keagamaan kepada karyawannya,

”  tegas Kepala Dinas Peridustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja, Idris Amparado. Kamis 31/5/2018

Ia mengungkapkan, akan membuka posko pengaduan untuk karyawan yang tidak dibayarkan THR-nya oleh perusahaan.

“ Kalau karyawan tidak bekerja sesuai perjanjian kerja, perusahaan bisa saja tidak bayarkan  THRnya . Tapi kalau kewajiban karyawan sudah dilakukan, wajib perusahaan memberi hak karyawan itu,” ujarnya.

Lanjutnya, himbauan ke perusahaan sudah dilakukan secara lisan sambil menunggu surat edaran dari Gubernur Sulut.

“ Saat ini kami masih menunggu surat edaran gubernur untuk perusahaan, agar bayar THR karyawan. Kalau surat sudah ada, langsung kami kirim ke perusahaan,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan informasi dirangkum tercatat di Kota Kotamobagu sebanyak 351 perusahaan

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Untuk menghindari  terjadinya  pecaloaan,pada saat pendaftaran pasar sengol  bagi para pedagang,kepala dinas perindakkop dan Ukm kota kotamobagu Herman. J. Aray. Mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistim pendaftaran,sendiri bagi calon pedangan,tidak bisa diwakilkan,atau satu orang mewakili beberapa pedagang.

 “  cara pendaftranya, para pedangan harus datang langsung ke kantor diperindakkop dan ukm , dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) tidak bisa di wakilkan”  Ujar herman Rabu,(30/5/2018)

Aray pun menjelaskan, untuk satu pedagang  mereka hanya bisa mendapat, maksimal dua lapak  dan pada saat medaftar tidak boleh diwakilkan atau melalui perantara

“  datang sendiri , mebawa KTP serta dikenakan uang pendaftaran sebesar Rp 287,500 ( dua ratus delapan puluh tuju ribu rupia) tidak kurang tidak lebih “ Tandanya