Kuburan " Bua Kartini Manoppo Istri Presiden Partama Indonesia,Jadi Situs Sejarah

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Satu lagi Peninggalan sejarah Bolaang Mongondow Raya yang belum banyak diketahui oleh warga BMR khususnya Kota Kotamobagu. yakni  makam Bua C Kartini Manoppo, yang merupakan salah satu Istri Presiden Pertama Republik Indinesia Ir Soekarno.

Kartini Manoppo yang lahir pada 1939-1990 adalah istri kedelapan Soekarno yang menikah pada 1959. Mereka dikaruniai anak bernama Totok Suryawan Sukarno, pada tahun 1967. Semasa hidupnya Kartini Manoppo sendiri pernah bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia.

Soekarno dan Kartini Manoppo bertemu saat melihat lukisan karya Basuki Abdullah, dimana Kartini menjadi model dari lukisan tersebut. Sejak saat itu, Kartini Manoppo tak pernah absen tiap kali Soekarno pergi ke luar negeri.

Letak makam Bua Kartini berada di Jln Siliwangi Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur. Makamnya berdampingan dengan makam-makam warga setempat.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata (Diabudpar) Kotamobagu Agung Adaty, Makan Kartini Manoppo merupakan situs sejarah yang ada di Kotamobagu, sehingga perlu adanya perawatan dan pemeliharaan.

" Itu sudah kita rencanakan pemeliharaannya. Ada beberapa makam yang menjadi situs sejarah kotamobagu yang perlu dirawat, salah satunya makam Kartini Manoppo itu," kata Agung, Senin (19/11/2010).

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Telma Ololah menambahkan, pihaknya sudah turun melakukan pendataan situs-situs sejarah termasuk makam yang ada di Kotamobagu.
"sesuai  data yang kami  kunpulkan  masih ada lagi yang terliupakan  termasuk kuburan ibu negara tersebut  usai nya kami buatkan dalam satu data base situs sejarah bolaanf mongondow yang ada di kota kotamobagu ," ujarnya

Ia menjekaskan, situs-situs sejarah yang ada di tiap Desa/Kelurahan harus diusulkan melalui Pemerintah setempat, kemudian dari situ mereka akan memasukan usulan itu ke pihak Dinas.

"2018 ini mereka belum memasukan makam ini sebagai situs sejarah, tapi kami melalui perencanaan yang ada sudah mendata makam tersebut untuk dijadikan sebagai situs sejarah di Kotamobagu," terangnya(one)