Usaha Pandai Besi Desa Poyowa Besar Berdiri sejak 40 Tahun Silam

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Pandai besih Muktar Andu  Warga Desa Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan  menekuni kerajinan tersebut sejak 1979. Dengan bahan baku besi baja dan peralatan yang cukup sederhan, Dia mampu membuat peralatan pertanian sebanyak Empat buah dalam sehari.

“ Sudah hampir 40 tahun Usaha ini saya bangun. Yah Syukurlah pendapatannya cukup buat kebutuhan keluarga meski peralatannya masih cukup sederhana,” kata Muktar sambil menepa baja panas dibantu Kedua anaknya, Kamis (9/8/2018).

Dalam proses pembuatan parang atau alat pertanian tersebut, tak memerlukan banyak modal, Muktar hanya cukup membeli arang tempurung dan besi per yang terbuat dari baja. Sedangkan untuk proses pembuatannyapun tidak memerlukan waktu yang panjang.

“ Arang itu saya beli Empat Ribu per Kilogramnya, sehari itu bisa habis sekitar 50 Kilogram untuk pembuatan Empat hingga Lima ujung. Biasa, besi bajanya di potong terbih dahulu, kemudian di bakar lalu ditepa menggunakan palu besar hingga berbentuk parang dan pisau,” jelasnya

Menurutnya, tempat pembuatan parang miliknya tersebut sudah dikenal di Kotamobagu, sehingga orang yang datang memesan tidak hanya dari dalam tetapi ada juga dari luar kotamobagu.

“Harga yang paling murah itu 20 Ribu sedengkan yang paling mahal itu 200 ribu sudah dalam bentuk parang yang di ukir sesuai permintaan pemesan. Sudah cukuplah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehari-hari,” kata Bapak Empat anak ini.

 

Muktar yang juga berprofesi sebagai petani mengaku, pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengembangkan usahanya.

“Waktu itu sekitar tiga tahun lalu pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial dan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Bantuannya dalam bentuk uang senilai Empat Juta Rupiah, itu saya manfaatkan untuk pembuatan bangunannya dan pembelian alat-alat seperti bower dan gurinda,” terangnya

Meski begitu, Ia masih mengeluhkan peralatan yang menurutnya masih kurang baik untuk pengembangan usahanya. Untuk itu, Muktar berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk pengembangan usahanya.

“Kendalanya juga pasti di listrik dan beberapa peralatan yang kurang maksimal. Tentunya untuk mengembangkan usaha ini perlu modal yang tidak sedikit, sehingga saya berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk usaha ini,” tutup Muktar