Keberadaan Pasar Kuliner Kotamobagu Dampak Besar Pada Pemulihan Ekonomi Warga

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU – Adanya Pasar Kuliner yang terletak di eks RSUD Datoe Binangkang Kotamobagu, rupanya memberikan ‘efek domino ’atau efek berantai putaran ekonomi  daerah ini.

Ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Kotamobagu Sugiarto Yunus kepada awak media, Selasa (12/1/2021).

“ Dampaknya itu banyak, terutama untuk pedagang kuliner yang bisa lebih nyaman dan mendapatkan peluang ekonomi di pasar tersebut. Kalau hanya bantuan stimulant yang kita kucurkan bisa habis begitu saja. Selain itu, Pemkot juga lebih mudah mengontrol ketertiban, dan kebersihan makanan yang dijual dengan tetap mengedepankan prokes, sebab setiap hari ada instansi teknis yang mengawas di tempat itu,” ucap Sugiarto.

Di pihak lain, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kotamobagu Herman J Aray menambahkan kalau, keberadaan pasar kuliner di daerah itu, menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi mereka.  Setidaknya ada 3 pos PAD yang bisa didapat, yakni dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk Dinas Perdagangan sendiri, PAD yang masuk adalah biaya retribusi lapak, sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Dimana, untuk biaya retribusi lapak sebagai Perda adalah Rp5 ribu setiap hari. Untuk PAD Dinas Perhubungan adalah parkiran, serta PAD dari Dinas Lingkungan Hidup sendiri adalah biaya retribusi kebersihan untuk pedagang,” ungkap Aray beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pihak pedagang sendiri dengan keberadaan pasar kuliner tersebut mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Kotamobagu, yang dinilai mereka cukup responsive atas keluhan yang dilayangkan beberapa waktu lalu, ketika awal pandemic covid melanda Kotamobagu.

“ Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Kotamobagu. Sebab kami pedagang telah difasilitasi dengan keberadaan pasar kuliner ini. Membuat kami lebih bersemangat dalam berjualan. Sebab, kami tidak lagi takut untuk diusir karena hanya berjualan di emperan toko seperti sebelumnya,” ucap Amin Santo, salah satu pedagang bakso di Pasar Kuliner tersebut.

Sementara itu, Nardi pedagang lainnya mengatakan kalau ketersediaan fasilitas di pasar kuliner tersebut, mulai dari lapak, lampu, serta air dan juga halaman parkir yang cukup luas, membuat mereka sangat terbantu. “Yang pasti kita sangat bersyukur atas dibangunnya pasar kuliner ini. Terima kasih Ibu Wali Kota Kotamobagu,” imbuh Nardi yang mengaku telah 12 tahun menjajakan dagangannya di Kotamobagu, dan baru saat ini menempati lokasi yang dinilai olehnya benar-benar layak. (*)