2207_dicari.jpg
 
 

Pengopersian Rambu Lalu Lintas Sepanjang Jalan A Yani Kotamobagu Mulai di Berlakukan

SULUTNES,KOTAMOBAGUtahun 20-Rambu ranbu lalulintas dipasang  sepanjang  Jalan A Yani kota kotamobagu, sudah mulai dioperasikan. Pengoprasian rambu lalulntas di larang parkir tersebut,dilakukan BPTB wilaya XXII kementerian perhubungan RI,didampingi oleh dinas perhubungan satuan lalulintas polers kotamobagu,satuan Pol PP serta organda kota kotamobagu. pada (2/9/2020) beberpa hari lalu.

Triana Nurria Pawening.ST, Msc selakuk kepala seksi Transportasi  jalan BPTD WIL XXII Sulut kemenhub RI yang meresmikan pengoprasian rambu lalilintas tersebut mengatakan, pemasangan rambu lalulintas ini seuai dengan peraturan perudang undangan terkait dengan jalan yang ada. " sebagai mana yang di terterah dalam pasal 42 UU LLAJ No 22  tahun 2009 bahwa failitas parkir dalam ruang milik jalan hanya dapat di selenggaarakan pada di tempat tertentu pada jalan kabupaten,jalan desa atau jalan kota yang harus dinyatakan dengan rambu lalulintas dan atau marka jalan." ujar Pawening.

lebih lanjut, ia menjelaskan dengan demikian untuk pengelolaan parkir tidk bisa di lakukan di jalan nasional  " Hal ini dapat di artikan parkir di badan jalan (on street parking) tidaak dapat diselenggaran di jalan nasional, oleh karena itu, kegiatan pemasangan dan pemberlakuan pelarangan parkir sepanjang jalan A Yani kotamobagu ini, yang merupakan jalan nasional adalah  langkah tindak lanjut untuk mepertegas ketentuan perudang udangan tersebut " jelasnya

semetara itu kepala dinasperhubungan kota kotamobagu nasli paputungan mengatakan meski telah resmi diaktifkan namun pemberlakuan aturan tersebut masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat serta para pengedara.


“ Selaku instansi berwenang, mereka sudah datang membuka secara resmi rambu-rambu lalulintas dengan demikian itu menjadi pengawasan instansi terkait. Nah tahapannya baru sebatas sosialisasi, disamping itu menghimbau agar tidak ada lagi parkir di area itu, jadi belum serta merta dengan penindakan,” kata Nasly saat dihubungi melalui telepon selularnya.


Dikatakannya,setelah tahap sosialisasi selesai dilakukan tentunya aturan tersebut akan segera diterapkan.

” Paling lama satu bulan kita sosialisasikan dulu agar masyarakat umum sudah mengetahui terkait pemberlakuan hal ini, meski demikian kita lihat juga perkembangan di lapangan kalaupun sudah bisa diterapkan sanksi tentunya akan kita lakukan karena pelaporannya juga ke kementerian melalui balai," Tandasnya (0ne)