2305_walikota_wakil.jpg
 

Sinandoi Bebek Warnai Menu Lebaran di Kota Kotamobagu

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Kota Kotamobagu merupakan salah satu daerah di Sulawesi Utara yang penduduk aslinya merupakan suku Mongondow.

Proses pembuatan Sinandoi Bebek.

Menariknya,selain dikenal dengan daerah yang kuat akan adat istiadatnya, daerah Kota Kotamobagu juga dikenal dengan kelezatan makanan tradisionalnya.

Sekadar informasi, Kota Kotamobagu ini merupakan daerah dari Bolaang Mongondow Bersatu yang sudah dimekarkan menjadi satu daerah Kotamadya (Kota Kotamobagu) dan emat Kabupatenn lainnya di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Salah satu makanan khas tradisional yang dikenal di daerah ini yakni bebek yang dimasak mengunakan tatakan  bambu dan dicampur dengan berbagai  rempah- seperti cabai, bawang merah bawang batang, skulaci, kemiri, pondan, kunyit, sereh, jahe, minyak kelapa dan bumbu-bumbu tradisional lainnya.

Setelah semua bumbu ini di racik dalam satu resep, kemudian dimasukan dalam bambu muda lalu dimulailah proses memasak dengan cara dibakar selama kurang lebih empat jam. Masakan tradisional ini biasa disebut orang Mongodow dengan nama Sinandoi Bebek. Khusus daerah Kotamobagu sendiri, masakan ini biasanya paling banyak digemari para kaula muda dan biasanya disajikan saat lebaran Idul Fitri, maupun hajatan keluarga.

Menurut Abraham Potabuga, warga Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, pembuatan masakan tradisional ini cukup memakan waktu hingga berjam-jam, mulai ramuan resepnya hingga proses pembakaran dengan menggunakan bara api. “Saat proses pembakaran bambu yang sudah berisi daging bebek dan rempah-rempah, harus kita awasi dan bambunya selalu di putar agar matangnya bisa merata. Setelah matang barulah dicicipi. Rasanya sangat lezat, bahkan bagi orang yang ingin diet disarankan jangan coba-coba mencicipinya karena bisa dipastikan Anda bakal gagal diet,” terang Abraham.

Untuk diketahui, masakan Sinandoi ala Mongondow ini ada beberapa varian. Ada sinandoi Bebek, Ayam, daging Sapi dan Belut.