Pemkot kotamobagu, Bahas Lintasan Mega Proyek Ring Road Dengan Pemda Boltim

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Rencana pembangunan Jalan Lingkar (Ringroad) yang nantinya akan  melintas di Tiga Daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR) terus di persiapkan. pagi tadi, betempat di ruang rapat wakil walikota kota kotamobagu , pemkot  Kota Kotamobagu bersama Pemda  Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar pertemuan  untuk pembahasan lahan yang akan di lewati mega proyek tersebut, selaku ruan rumah pertemuan tersebut wakil wlikota kotamobagu Nayodo Koerniawan  mejemput lansung kedatangan delegasi pemda boltim tersebut.  

 

 

dalam kesempatan tersebut , nayodo mengatakan  dirinya menyambut baik kedatangan pemda bolti terkait Mega Proyek tersebut  dan menjelaskan  progres Ring Road saat ini dalam tahap pendataan kepemilikan lahan yang akan dilalui oleh jalur Ring Road itu.

“ ,Yaa yang kita bahas masalah  pembebesaan lahan, namum itu harus di data dulu , termasuk  ukuran lahan yang nati nya akan di gunakan oleh proyek tersebut,"  ujar Nayodo

Diapun menjelaskan kesemuanya itu, tentu akan di lakukan oleh instansi  badan pertanahan nasioanl (BPN ) " , merekahlah yang berhak memberikan data terkait dengan  ukuranya, "  tandasnya  

 saat di konfirmasi  kepada  Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu Imran Amon mengatakan, di tempat yang sama , menurunya  pertemuan kedua perwakilan daerah ini untuk membahas rencana pembangunan Ring Road dimana jalur tersebut akan melewati wilayah Kotamobagu dan Boltim.

“ Pertemuan juga untuk melihat data-data kepemilikan lahan dari jalur yang akan dilewati. Nah, keduanya itu sudah mengantongi data tersebut tinggal menghitung luas lahan kemudian disandingkan,” ucap Amon.

 amon pun menjelaskan Terkait pembebasan lahan  ada ketentuan apabila diatas 5 hektar dan melintasi lebih dari satu Kabupaten atau kota berarti itu kewenangan Provinsi.

“ ini pun akan di  Komunikasi dengan pihak Provinsi tinggal menunggu pengadaan dokumen, sebab masih ada empat tahapan yang harus dilalui untuk pengadaan tanah, yang pertama tahap perencanaan yaitu dari kami di daerah, sementara tiga menjadi menjadi kewenangan provinsi,” tuturnya.

Untuk di ketahui , usai melakukan pembahasan dengan pemda boltim, selanjunya akan di bahas dengan pemda bolmong.