SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Hari kedua pelaksanaan festival Tuntul,Tim penilai yang terdiri dari Pemerintah Kota Kotamobagu, dan Panitia Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kotamobagu serta Pihak Kementerian Agama Kota Kotamobagu , dan  beberapa  awak media, malam ini mulai melakukan penjurian Selasa (12/6/2018).

 Samsul Bahri Tulutugon  selaku ketua tim ini,melakukan memantau langsung   secara keseluruhan   sejumlah Desa dan Kelurahan yang melaksankan malam pasang lampu yang ada di Empat Kecamatan Kota Kotamobagu .

Samsul Bahri Tulutugon mengatakan bahwa, Penilaian ini merupakan secara keseluruhan mulai dari Kecamatan Kotamobagu  Timur, Kotamobagu Utara, Kotamobagu Selatan, dan Kota Kotamobagu Barat.

“ Prioritas Yang akan dinilai adalah akurasi penempatan lampu tradisional serta kombinasi dengan lampu hias mengunakan tenaga listrik, serta kreasi .  Namun yang paling utama yang akan dinilai adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam merayakan malam MONUNTUL  . Jelas   Samsul Bahri

 Diketahui MONUNTUL  (Malam pasang lampu) adalah bagian dari tradisi turun temurun warga muslim yang dilaksanakan disaat malam lailatul qadhar di Bulan Suci Ramadhan ,tiga hari jelang Idul Fitri . Dan untuk wilayah Kota Kotamobagu oleh  pemkot diperlombakan  dengan hadia yang  cukup menarik.(**)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Monuntul atau malama pasang lampu jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, dibuka  secara resmi oleh Pjs Walikota Kotamobagu, Muhamad Rudi Mokoginta, yang digelar dilapangan Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (11/6/2018) malam tadi

Saat menjelang pemasangan lampu, Pjs Walikota menyampaikan bahwa festifal monuntul merupakan kegiatan tradisi sejak dahulu kala di Bolaang Mongondow.

“Ini merupakan tradisi turun temurun, sebagai tanda segera masuknya bulan Syawal atau Idul Fitri setelah melakukan puasa selama sebulan penuh,” ujarnya

Sampai dengan saat ini, kata Rudi  setiap tahunnya tradisi tersebut mulai berkembang hingga berkelanjutan.

 “Maka untuk melestarikan tradisi ini, Pemkot Kotamobagu mulai menggulir Festival “ MONUNTUL ”  dimana  kegiatan ini akan dilombakan di setiap Desa dan Kelurahan yang ada di Kotamobagu,” tambahnya.

Dalam lomba tersebut, Rudi mengatakan kalau Pemkot telah menyediakan hadiah, berupa trophy dan sejumlah uang pembinaan untuk pemenang dalam lomba monuntul tersebut.

 “ Lomba ini pemkot akan memberikan hadiah bagi para juara, juga perlu diingatkan kepada kita semua supaya festival ini mari kita sama-sama semarakkan lomba monuntul yang masih dalam suasana ramadhan, karen bukan hadiahnya yang menjadi tujuan utama tetapi semarak dari lomba ini yang kita tuntun sama-sama,” tandasnya (**)

 

 

 

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Bazar ramadhan Pasar senggol yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dimulai. Rabu (6/6/2018), Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta, membuka kegiatan tersebut secara resmi dengan ditandai pengguntingan pita.

dalam sambutan saat peremian tersebutselaku pemerintah kota kotamobagu sekot mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini sejak awal sehingga pasar senggol ini telaksana sesuai dengan harapan

“ Terima kasih kepada semua pihak terkait baik dari Dinas Perdagangan, pihak kepolisian dan semua stakeholder yang terkait dengan kegiatan. Terima kasih juga kepada masyarakat khususnya Desa Poyowa Kecil yang telah memfasilitasi tempat ini. Mudah-mudahan kegiatan berjalan sesuai yang kita harapkan bersama,” kata  Adnan

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, melaporkan  lapak yang disiapkan pada pasar senggol tahun ini sebanyak 404, yang ditempati pedagang lokal dan pedagang yang berasal dari luar daerah. “ Untuk blok I ada 224 lapak, blok II 92, blok III 32 dan blok IV 52,” jelas Aray.

menurutnya ,alasan kenapa dipilihnya Desa Poyowa Kecil sebagai lokasi pasar senggol tahun ini karena berbagai pertimbangan, seperti penyebaran jasa perekonomian agar tak hanya terfokus di pusat kota, mengurai kemacetan serta memperkenalkan pasar tradisional Poyowa Kecil yang berada di sekitar lokasi pasar senggol.

“ Itu adalah alasan pemerinta sehingga pasar senggol tahun ini dilaksanakan di sini. Alhamdulillah, mulai dari awal sampai pembukaan hari ini  berjalan aman dan lancar,” jelasnya.(one)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dengan Modal ketrampilan yang ia miliki,Robaiya kini sukses dengan usaha Keu Bagea.usaha yang ia mulai sejak 5 tahun yang lalu ini,kini laris dan banyak terpampang di beberapa Toko dan Swalayan.baik di Kotamobagu,Manado dan Gorontalo.

 wanita warga  Kelurahan Motaboi Kecil ini, usaha tersebut mulai digelutinya sejak tahun 2013 lalu,sampai sekarang.Ia mengaku usaha bagea miliknya yang dikenal dengan nama Bagea Kenari ini tidak pernah sepi dari pesanan.apaterlebih memasuki hari raya seperti lebaran.

“Kalau usahanya saya rintis sejak 5 tahun yang lalu,dan alhamdullilah langsung bisa diterima di pasaran,bahkan kini untuk mencukupi permintaan konsumen,saya mempekerjakan karyawan hingga 15 orang,” kata dia saat ditemui awak media baru-baru ini.

Dikatakannya untuk harganya sendiri bervariasi sesuai dengan ukuran mulai dari ukuran yang Rp 10.000 hingga Rp 15,000 perpak.

“Kalau untuk omset tidak menentu,sesuai pesanan kalau hari biasanya bisa  sampai Rp 3- 4 Jutaan, namun jika di momen seperti puasa dan lebaran bisa meningkat 2 kali lipat,” ungkapnya

Meskipun begitu Robaiya masih tetap mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat.menurutnya untuk saat ini Ia sangat memerlukan bantuan seperti Plastik Kemasan.” Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan Plastik Kemasan,” harapnya.

(**)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Sanggar budaya dan seni yang ada di Kotamobagu memasuki verifikasi tahap 2. Dua Sanggar Budaya dan Seni itu lolos verifikasi tahap pertama sebagai calon penerima Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Sosial tentang potensi kearifan lokal.

 menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos),Sarida Mokoginta,program bantuan untuk kearifan lokal tersebut merupakan bantuan langsung yang berasal dari Kementerian Sosial.

“ Ini dananya berasal dari kementerian sosial sebagai bentuk perharian pemerintah terhadapa seni budaya terkait dengan kearifan lokal  ,” katanya Selasa (05/06/2018).

masi menurut sarida , beberapa waktu lalu pihaknya mengusulkan tiga sanggar budaya dan seni ke Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan sosial kearifan lokal. Tapi, hanya dua yang memenuhi syarat masuk ke verifikasi tahap selanjutnya.

“ Kemarin yang kita usulkan  tiga sanggar yakni sanggar Mobata Poyowa Besar Dua, Tiara Fitra Mogolaing, dan Tangkudeagan Gogagoman. Nah, yang lolos verifikasi itu hanya dua sanggar. Sanggar Mobata dan sanggar Tiara Fitra,” jelasnya

Ia menambahkan, tim verifikasi dari kementerian sosial sudah dua kali turun ke Kotamobagu untuk memverifikasi sanggar.

“ tim verfak kementerian  sudah turun ke Kotamobagu untuk mengverifikasi sanggar tersebut. Nah, verifikasi ke dua sesuai dengan hasil verifikasi tahap pertama, mereka turun kembali dengan tim yang berbeda untuk mengunjungi langsung ke dua sanggar yang lolos tahap pertama, juga sekaligus mengkroscek kembali kemantapan serta kesiapan sanggar,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada sanggar penerima bansos, untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dana tersebut, pasalnya dalam penggunaan dana tersebut akan ada pertanggungjawabannya.

“Insya Allah menurut dari keterangan tim verifikasi kedua sanggar itu sudah tidak akan berubah. Nah, untuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan itu harus ada sesuai peruntukannya. Karena laporannya akan di sampaikan ke kementerian, agar kedepan kalau ada bantuan seperti itu dari kementerian, Kotamobagu masih bisa bermohon untuk mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

(**)