SULUTNEWS,KOTAMOBAGU- Agenda  pelaksanaan pemilihan sangadi Antar Waktu Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan dipastikan akan dilaksanakan desember mendatang.

Seperti disamapikan,kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) kota kotamobangu ,  Anas Tungkagi, Rabu (23/10/2019). saat di konfirmasi terkait jadwal pelaksanaan agenda pilsang tersebut.

“Jadi setelah dilakukan penujukan pejabat sangadi yang menggantikan sangadi detinitif yang suda  Almarhum, maka waktunya hanya tiga bulan menunggu pemilihan sangadi antar waktu yang dilaksanakan desember nanti,” ungkap Anas

 

Menurut Anas, pemilihan sangadi antar waktu akan dilaksakan oleh panitia yang dibentuk Badan Permusyarawatan Desa (BPD). Mereka nantinya akan membentuk panitia sembilan orang yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keterwakilan, diantaranya perangkat, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat.

“ Nah sembilan orang ini nantinya akan melaksanakan tahapan-tahapan pilsang, mulai dari sosialisaai pendaftaran bakal calon dan lain-lainyang berkaitan dengan pilsang,” ujarnya

 

Lebih lanjut kata Anas, ada kurang lebih 11 unsur yang melaksanakan pemilihan. Itu terdiri dari dari unsur pemuda, tokoh masyarakat serta lembaga yang ada. Sedangkan setiap unsur hanya akan diambil tiga orang pemilik suara.

“Tiga orang keterwakilan unsur ini nantinya akan dicabut undi pada saat hari pelaksanaan pilsang nanti. Sedangkan, Biaya perasional termasuk honorarium pelaksanaan pilsang itu berkisar Rp 40 Juta, berasal dari APBDes perubahan 2019,” pungkasnya

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kotamobagu menerima bantuan  satu  buku sejarah  tentang sejara  Kerajaan Bolango.

Buku sejarah  Kerajaan Bolango dan 2 buku lainnya itu, diberikan langsung oleh, anggota legislatif  ketua BAPEMPERDA DPRD Kota Kotamobagu Anugerah Beggie Gobel, Selasa kemarin.

Johan Sofian Boulu saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya bahwa pada hasil kunjungan Komisi I DPRD Kotamobagu beberapa waktu lalu, dirinya dijanjikan oleh salah satu anggota legislatif ini untuk memberikan beberapa buku koleksi miliknya.

“ Setelah kunjungan itu, saya sempat berkomunikasi dengan pak Beggie, dan Alhamdulillah beliau menjanjikan untuk memberikan buku-buku koleksi yang ada padanya,” ujarnya.

 Seperti yang beredar dimedia sosial FB beberapa waktu lalu tampak dalam foto yang diunggah, anggota legislatif Anugerah Beggie Gobel menyerahkan secara simbolis 3 buah Buku kepada Kabid Perpustakaan di kantor DPRD Kotamobagu.

Anugerah Beggie Gobel saat dikonfirmasi mengatakan sangat mendukung minat baca bahkan keingintahuan masyarakat tentang Agama, Budaya, dan Sejarah Bolaang Mongondow

 Raya. Melihat dari sisi itu anggota DPRD Kotamobagu ini menyumbangkan 3 buku yang diantaranya adalah buku sejarah yang ditulis Almarhum Ayah tercintanya Deddy Arie Van Gobel, dengan judul “Napak Tilas Raja-raja dan Kerajaan Bolango”.

“Semoga buku yang saya sumbangkan akan bermanfaat bagi kita semua,”  punkas Begi sapan akrabnya

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU,--Dalam rangka mengantisipasi adanya aktifitas pedagang yang kembali berjualan di sepanjang jalan Bogani-Bumbungon Pasar 23 Maret dan Pasar Serasi Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kotamobagu gencar melakukan patroli.

Kepala Satpol PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta melalui Kepala Bidang ketertiban umum daerah, Bambang Dachlan mengatakan, patroli ini rutin dilakukan agar para pedagang tidak kembali membuka lapak atau berjualan di trotoar yang peruntukannya bagi pejalan kaki.

"Ini kita lakukan setiap hari. Kita juga turut mensosialisasikan agar para pedagang tidak berjualan dilokasi yang dilarang," ujar Bambang, Selasa (22/10/2019).

Lanjut, pihak mereka telah melibatkan Polsek Urban Kotamobagu bersama Dinas Perhubungan dalam proses patroli tersebut. "Dua instansi inilah yang membantu kita dalam melakukan patroli," tuturnya.

Dirinya juga menghimbau kepada para pedagang yang berjualan diarea terlarang, agar segera mengosongkan dagangannya sebelum pihak mereka tertibkan.

"Patuhi aturan yang ada. Sudah jelas-jelas bahu jalan dan trotoar ini bukan tempat berdagang. Jika tidak di indahkan, mau tidak mau akan kita tertibkan," pungkasnya

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu, kembali melakukan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV)  di 4 titik lokasi sentral dalam wilayah Kotamobagu.

“Iya, untuk tahun ini kami anggarkan penambahan empat CCTV, masing-masing terpasang di simpang empat kelurahan molinow, pintu masuk kelurahan mongkonai, simpang empat lampu merah kelurahan matali, serta simpang tiga depan kantor satlantas kotamobagu,” ungkap Kepala Bidang Tekhnik Informasi Komunikasi (TIK) Diskominfo Kotamobagu, Syarif Tongkukut saat dikonfirmasi media ini, Selasa (22/10/2019).
Menurut Syarif,  pemasangan 4 CCTV  ini  sebagai penambahan 5 titik yang sudah terpasang sebelumnya. ”Yang sudah terpasang sebelumnya itu ada lima titik, jadi dengan penambahan empat titk ini, maka totalnya keseluruhan ada sembilan CCTV ,” ujarnya.
Lebih lanjut ditambahkan, system CCTV sangat berguna untuk membantu dalam memonitoring atau mengawasi situasi serta kegiatan yang terjadi di lokasi sekitar.
“Keberadaan CCTV bisa dikatakan sangat membantu masyarakat dalam sisi keamanan, dengan CCTV segala aktivitas di lokasi, bisa di kontrol melalui layar monitor. Bahkan secara tidak langsung dapat membantu pihak kepolisian dalam mengungkap modus tindak kejahatan, melalui bukti akurat bila sewaktu-waktu terjadi tindkan kriminal,” pungkasnya.

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Wakil wali kota kotamobagu Nayodo koerniawan SH, diselah selah  melaksankan sidak di lingkungan pemerintah kota kotamobagu yang dilaksankan pada  Senin, (21/10/2019) pagi tadi,Mengatakan ini dilakukan agar kedisiplinan para ASN itu, terus terjaga, dan meningkat. Ini bertujuan agar pelayanan terhadap masyarakat itu bisa dilakukan dengan prima

 “,Juga untuk para pimpinan SKPD agar ,selalu memonitoring kepada  semua bawahanya, terutama disiplin waktu kerja dan tanggung jawab, ” Ujar wawali

Nayodo tegaskan, hasil sidak hari ini, kami menemukan ada di SKPD tertemukan,  disaat jam kerja  ASNnya tidak berada di tempat dan itu tidak ada keterangan

”,Ini kan, di jam kerja sementara mereka tidak berada di tempat, nanti akang di berikan sangsi disiplin yang tegas,” Ucapnya

Wawali pun menjelaskan. “,Kalo ada keperluan dan harus meniggalkan kantor,harus melapor kepada pimpinan. Kemudian ijin dan sakit harus melampirkan bukti surat keterangan,” Tandasnya