Sulutnews

Sulutnews

Minsel, Sulutnews.com - Relokasi Pasar Amurang yang terletak di Kelurahan Uwuran Kecamatan Amurang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mempersiapkan anggaran lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 sebesar 1,2 Miliar rupiah.

Untuk itu Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama sejumlah dinas terkait langsung melakukan peninjauan Pasar Amurang dan lokasi yang nantikan dibangun pasar tersebut.

Menurutnya, relokasi pasar Amurang ini dikarenakan pusat kota Amurang akan dijadikan ikon wisata serta rencana pembangunan pasar modern.

"Pemkab Minsel telah menyiapkan anggaran 1,2 Miliar untuk pembangunan pasar yang baru. Dan rencananya akan dibangun di Kelurahan Uwuran Dua, dengan luas lahan 1,2 hektar." ujar Bupati Tetty Paruntu.

Ia menambahkan bahwa relokasi pasar Amurang adalah untuk mengangkat pariwisata khususnya di pusat kota Amurang, karena memang daerah tersebut telah dibangun taman wisata yang merupakan ikon Minsel, sehingga bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung di Kabupaten Minahasa Selatan.(Fw)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Minahasa Selatan menggelar operasi rutin dengan melaksanakan kegiatan razia di sejumlah apotik dan toko sembako di wilayah Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (24/1/2018).

“Kegiatan razia ini sebagai bagian dari agenda ops rutin Satresnarkoba dibidang pengawasan makanan, obat-obatan dan bahan kimia yang diperjualbelikan di lokasi perbelanjaan seperti apotik, pasar, serta pertokoan,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Minsel Iptu Erween Tanos, SE.

Dari hasil pelaksanaan razia ini ditemukan sejumlah  toko dan apotik yang melakukan aktivitas penjualan obat keras. “Kita menemukan sejumlah toko dan apotik yang menjual obat keras daftar G tidak sesuai dengan prosedur,” tambah Kasat Resnarkoba.

Polisi pun langsung melakukan upaya penyitaan obat keras serta proses pemeriksaan terhadap pemilik apotik, berkoordinasi dengan pihak apoteker dari Dinas Kesehatan.(Fw)

Minsel, Sulutnews.com - Pengambilan sumpah janji dan pelantikan penjabat Hukum Tua di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2018 di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Selasa (16/1).

Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai dengan SK Bupati, oleh 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Amurang, Ranoyapo dan Maesaan, dengan masing-masing desa adalah Desa Ranoketang Alvi Ulaan, Mopolo Esa Femmy E. Ering, S.Sos dan Tumani Utara Karolina Sondakh.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa Selatan Efert Poluakan mengatakan bahwa penunjukan penjabat Hukum Tua ini sudah sesuai aturan yaitu harus Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan pelantikan dilakukan oleh Camat atas nama Bupati Kabupaten Minahasa Selatan.

"Kerena masa bakti ketiga Hukum Tua tersebut telah usai, maka dilaksanakan penunjukan pejabat Hukum Tua. Dan sesuai aturan harus Aparatur Sipil Negara (ASN). Diharapkan harus sinkronisasi dengan program Pemkab Minsel Bupati dan Wakil Bupati Minsel." tukas Poluakan.

Tambahnya, penjabat Hukum Tua ini, dalam masa baktinya akan mempersiapkan segala sesuatu menyangkut pemilihan Hukum Tua sampai pada penetapan Hukum Tua definitif. Juga meneruskan pembangunan desa, berupa tahapan pencairan dana desa 2018. Dan informasi untuk pemilihan Hukum Tua serentak akan dilaksanakan pada bulan oktober.(FW)

 

 

Minsel, Sulutnews.com - Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH menghadiri Ibadah menyambut Natal Dinas Pendidikan serta Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan di GMIM Syaloom Sentrum Amurang, Selasa, (12/12/2017).

"Dalam menyambut Natal Yesus Kristus, marilah kita semua menjadi pembawa Damai, saling menopang satu dengan yang lain dan jauhkan hati yang penuh kebencian, iri hati dan dendam. Semoga Damai dan Sukacita Natal selalu nenaungi kita semua" ujar Wabup dalam sambutan mewakili Bupati Tetty Paruntu.

Lanjutnya, diharapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan, dalam menyambut Natal dan Tahun Baru, untuk selalu menjaga akan keamanan dan ketertiban, agar memang hari besar tersebut boleh dirasakan dengan damai dan penuh suka cita.

“Atas nama Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengucapkan selamat menyambut Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 01 Januari 2018. Semoga kedepan dunia pendidikan di Minahasa Selatan akan semakin terhebat dan terdepan” pungkasnya.

Hadir dalam ibadah tersebut, Asisten I Pemkab Minsel Drs. Handrie Sondakh, Kepala Dinas Pendidkan Kab. Minahasa Selatan DR. Fietber Raco, S.Pd, M.Si, Camat Amurang Johny Mononimbar, Pdt. Lendy Umboh, M.Th (Khadim) Ketua Jemaat GMIM Syaloom Sentrum Amurang, Ketua Dewan Pendidikan Minsel Drs. Bert Lengkong, Kepala-Kepala Sekolah SMP dan SD, Para Kepala-Kepala UPT, Penilik/Pengawas dan Undangan Lainnya.(Ferrowaney)

Manado, Sulutnews.com -  PersatuanWartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bank BRI siap menggelar Kejuaraan Nasional Musik Kolintang “BRI Kolintang Cup 2017” pada 13 dan 14 Desember 2017 di Manado Town Square (Mantos) 3.

“Event kejuaraan kolintang ini diperkirakan paling heboh atau spektakuler disbanding kejuaraan sebelumnya, ”kata Ketua Umum Panitia Kejuaraan Musik Kolintang “BRI Kolintang Cup 2017” Aswin Lumintang didampingi Sekretaris Umum Panitia Merson Simbolon dan Bendahara Panitia Feybe Lumanauw di Manado, Minggu (10/12).

Total hadiah dalam kejuaraan nasional music kolintang ini adalah Rp. 99.500.000,-untuk kategori Anak, Remaja, dan Umum. “Jumlah peserta yang akan berlomba sebanyak 43 peserta,”kata Aswin.

Dijelaskan, ide untuk mengadakan Kejuaraan atau lomba Alat Musik Kolintang Nasional untuk memperebutkan “BRI Kolintang Cup 2017” muncul dari seorang tokoh Sulawesi Utara yang saat ini adalah Komisaris Bank BRI, Dr.Jeffry Wurangian, SE, M.Sc atau yang kerap disapa JW.

“Ide brilliant Pak JW ini direspons positif oleh PWI, Bank BRI, dan komunitas music kolintang,” kataAswin.

Jeffry Wurangian yang dihubungi terpisah mengatakan, daerah Sulawesi Utara adalah daerah yang kaya budaya. Alat music kolintang adalah salah satu kekayaan daerah ini yang perlu dilestarikan keberadaannya hingga pada generasi muda.

“Saya merasa terpanggi luntuk turut dalam arak-arakan masyarakat pencinta seni khususnya alat music kolintang karena music kolintang merupakan salah satu produk unggulan di bidang seni dan budaya provinsi Sulawesi Utara yang perlu dipromosikan secara berkelanjutan dalam dunia pariwisata baik domestic maupun internasional, dan juga promosi kolintang menuju UNESCO (Kolintang road to UNESCO),”kata Jeffry yang juga mantan Dirut Bank Sulut.

Dikatakan, untuk memainkan alat music kolintang ini perlu bakat, keterampilan, dan latihan secara teratur untuk dapat membawakan berbagai jenis lagu maupun variasi iramanya dengan baik. Dengan kombinasi alunan music serta suara merdu penyanyi, penonton akan terpukau dan sangat menikmati music kolintang ini.

“Musik kolintang adalah suatu produk unggulan seni dan budaya yang harus disentuh dengan tata kelola (governance) yang professional secara utuh mulai dari hulu hingga hilirnya. Harus diciptakan sedemikian rupa melalui inovasi, terobosan dan dikemas dalam satu paket packing entertainment sehingga nilai tambah bisnis yang sangat diminati oleh masyarakat pada era technology digital yang modern sekarang ini.

Apabila dikemas dengan baik, ketika wisatawan datang ke Manado, dengan mudah melihat informasi jadwal pertunjukan music kolintang yang sudah siap pentas di tempat-tempat tertentu. Belajar dari Bali, jika kita akan menonton tari kecak, tari barong, jadwalnya sudah ada setiap hari.

Ditambahkan, untuk mempromosikan music kolintang ini maka perlu dipotret dahulu ada berapa banyak group music kolintang yang aktif mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa di Sulawesi Utara.

“Saya berharap event ini akan berlangsung setiap tahun dan dapat menjadi event untuk menarik wisatawan pada setiap menjelang Natal dan Tahun Baru. Mari jo torang sukseskan acara ini,” kata JW.(*MS)

Minsel, Sulutnews.com - Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH menghadiri Ibadah menyambut Natal Dinas Dikda Provinsi Sulut Cabang Minsel-Mitra, MKKS SMA/SMK di Golden Charity Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Jumat, (7/12).

Dalam Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Jefry Saisab, M.Teol, (Khadim), yang dihadiri Kepala Cabang Dikda Kabupaten Minsel dan Mitra Bpk. Edward Sibuea, Kompol. Roy Rugian, Dewan Pendidikan, Koordinator Pengawas bersama para Pengawas, Kepala Sekolah SMA/SMK Se-Minsel/Mitra, Para Guru, Siswa dan Undangan Lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH mewakili Bupati Chrisriany Eugenia Paruntu, SE mengharapkan kiranya dengan perayaan menyambut Natal, dapat dijadikan momentum pembaharuan diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun berjemaat dan bermasyarakat. 

"Untuk itu, marilah kita semua menjadi suka cita ditengah-tengah masyarakat. Dan tentunya sebagai pembawa damai, jauhkan hati yang penuh kebencian, iri hati, dendam, dengki dan lain sebagainya." ujar Wabup 

Lanjutnya, tentunya sebagai seorang pendidik, harus mampu menjadi teladan dan contoh bagi siswa-siswi, dan ditengah-masyarakat dimasing-masing  wilayah. Karena dunia pendidikan, seorang adalah icon yang utama dalam mengembangkan dunia pendidikan.

"Mengatasnamakan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minsel mengucapkan Selamat Menyambut Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 01 Januari 2018 untuk seluruh pendidik yang ada di Minsel-Mitra." pungkasnya.

Minsel, Sulutnews.com - Kisah asmara memilukan terjadi di Kecamatan Tareran, dua sejoli yang sedang dimabuk cinta nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada seutas tali nylon di bawah tower sutet (saluran udara tegangan tinggi) Desa Koreng, pagi tadi Selasa (5/12) pkl. 07.30 wita.

Gabungan personil dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Minsel serta anggota Polsek Tareran langsung mengamankan TKP, melakukan proses identifikasi serta mengevakuasi kedua remaja yang menjadi korban cinta buta ini.

“TKPnya di bawah tower sutet, peristiwa gantung diri oleh 2 (dua) warga Desa Koreng diidentifikasi berinisial RK (Rino), 20 tahun dan MK (Meifa), 13 tahun,” ungkap Kapolsek Tareran Iptu Petrus Satu.

Kedua korban gantung diri ini pertama kali ditemukan oleh ibu Heis Rumengan. “Berdasarkan keterangan saksi, Pak Fentje, ayah dari korban RK (Rino), bahwa ia sempat melihat anaknya berbicara dengan perempuan MK (Meifa) di dekat tower sutet; saksi kemudian menyuruh istrinya, Heis Rumengan, untuk memanggil anak mereka. Saat tiba di tower sutet, ibu Heis Rumengan mendapati anaknya, RK (Rino), bersama dengan perempuan MK (Meifa) sudah meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Minsel AKP Karel Tangay, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada kedua pihak keluarga almarhum untuk dilakukan proses otopsi namun ditolak. “Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi; untuk motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelas AKP Karel.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Normalisasi Sungai Ranowangka tepatnya di Kecamatan Amurang yang diapit dua Kelurahan yaitu Uwuran Dua dan Kelurahan Lewet menjadi sorotan warga Kota Amurang.

Pasalnya limbah hasil normalisasi yang menurut informasi adalah hasil serapan Anggota DPRD Provinsi Sulut dapail Minsel-Mitra, tersebut dibuang di seputaran jalan trans menuju Tombatu Mitra, tepatnya antara Kelurahan Uwuran Dua dan Desa Kilometer Tiga.

Menurut keterangan Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang, Herman Ulaan mengatakan, normalisasi tersebut telah meresahkan masyarakat yang melitas ditempat tersebut. Karena menimbulkan berbau busuk dan penuh dengan sampah.

"Ini jelas sangat menggangu aktitas warga khususnya kami warga yang sehari-hari melewati jalur tersebut. Karena limbah sampah tersebut berbau busuk dan mengganggu pernapasan. Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah terkait. Apalagi jalan ini menuju area pariwisata." tukas Ulaan.

Sementara itu Lurah Kelurahan Uwuran Dua Brif Kaunang ditemui diruangannya, Rabu (22/11), mengatakan bahwa normalisasi sungai Ranowangko, telah diberitahukan lewat lisan oleh Dinas PU Provinsi Sulut, namun untuk pembuangan hasil normalisasi sungai tersebut tidak pernah disampaikan.

"Jelas sebagai pemerintah Uwuran Dua tidak pernah diberitahukan akan membuang di seputaran jalan antara Kelurahan Uwuran Dua dan Desa Kilometer Tiga. Kami mendapat informasi tersebut dari beberapa masyarakat sekitar yang melintas dijalur tersebut. Padahal Minsel punya tempat pembuangan sampah (TPS)," jelasnya.

Ia menambahkan, kiranya dapat menjadi perhatian bagi dinas terkait, agar supaya pembuangan lumpur dan sampah, dapati dihentikan serta dapat menegur pihak yang melakukan normalisasi di sungai Ranowangko.(Ferrowaney)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 200 orang mengikuti Pelatihan kader pendamping Dana Desa (DD) se Sulut untuk gelombang ke-2.

Mereka yang menikmati pelatihan selama empat hari (21/11) ini akan mendapat banyak pengalaman dari aspek ilmu dan aspek kapasitasnya sebagai pendamping DD, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Dana Desa Pemprof Sulut Drs. Roy Mewoh usai membawa materi seputar kehadiran lembaga pendamping kantor desa, di Lt 6 Hotel Grand Puri Manado, Rabu (22/11)

Para Kader Pendamping DD, kata Roy  dikumpulkan dan dilatih membantu pemerintah desa sejak direncanakan sampai dengan pengevaluasian termasuk dalam meminimalisasi penyelewengan DD Anggaran tahun 2017-2018. Mereka sangat bersemangat mengikuti berbagai materi dari para narasumber untuk menjadi pengawal DD tersebut, yang tesebar di 11 kabupaten dan 1 kota di Sulawesi Utara.

Pelatihan ini melibatkan Kementrian Bangdes RI sebagai penyelengara pelatihan. Tahun 2017 Provinsi Sulut memperoleh dana bantuan desa senilai Rp1 Triliun lebih untuk digunakan sebagai biaya pembangunan infrastruktur jalan  desa kebun dan pemberdayaan masyarakat. DD ditransefer dari pemerintah pusat ke rekening kepala desa. (y/*) 

 

Minsel, Sulutnews.com - Panwaslu Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam rangka pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Ketua Panwas Minsel Eva Keintjem, di dampingi  Franny Sengkey dan Winzi Kuhu, mengatakan Komisioner Panitia Pengawas Pemilu, dalam pelaksanaan sosialisasi ini guna melaksanakan Undang undang Nomor 7 tahun 2017 agar terciptanya pengawasan masyarakat terhadap pemilu yang akan diselenggarakan. 

Dengan sosialisasi ini, pentingnya pegawasan pemilu tersebut diharapkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pengawasan bersama Panwaslu agar suksesnya pelaksanaan pemilu, khususnya di KabupatenMinsahasa Selatan.

"Dalam forum diskusi ini, Pelaksanaan Pemilu bukan hal yang ringan akan tetapi peran masyarakat dan media di harapkan mampu mengawasi penyelenggaraan dalam pemilihan secara langsung, umum, bebas dan rahasia, secara  jujur dan adil, " ujar Keintjem, Selasa (21/11) di Hotel Sutan Raja Amurang.

Sementara itu, Komisioner Panwas Franny Sengkey mengatakan, peran kami tidak memihak, kami tidak melayani intervensi, kami bekerja profesional sesuai Undang undang dan peraturan berlaku. Kami berhak menindak peserta pemilu seperti mendiskualifikasi peserta pemilu.

"Jadi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, Panwas akan bekerja dengan profesional, tidak memihak, dan jika didapati pemilihan nanti tidak sesuai aturan akan ditindaki." pungkas Sengkey.(Ferrowaney)