Advertorial

Advertorial (13)

Manado, Sulutnews.Com - DPRD Sulut selasa, 23 April 2019 menggelar Rapat Paripurna DPRD Sulut dengan agenda Penutupan Masa sidang pertama tahun 2019,  Laporan Kinerja Alat Kelengkapan Dewan, Pembukaan Masa Persidangan kedua  tahun 2019, Laporan Hasil  Reses Pertama tahun 2019,  Penyampaian  penjelasan Gubernur  terhadap laporan keterangan  Pertanggungjawaban Gubernur Sulut tahun 2018.

Foto : Gubernur Olly Dondokambey saat memberikan laporan LKPJ dihadapan rapat paripurna DPRD Sulut

Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, dan 3 Wakil Ketua masing masing, Drs.Vreke Runtu, Wenny Lumentut dan Marthen Manoppo.

Juga dihadiri oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandow. Dalam pengantarnya Ketua Dewan Andrei Angouw menjelaskan paripurna ini didasarkan pada Rapat Badan Musyawarah yang sejalan dengan UU Pemerintahan Daerah .

Untuk laporan AKD baik Pimpinan dewan dan Komisi serta Reses, disampaikan secara tertulis kepada Pemerintah Daerah.

Untuk Dapil Manado, Amir Liputo selaku juru bicara menyatakan harapan besar warga Kota Manado, agar ada sinergitas antara Pemkot Manado dan Pemerintah Sulut.

Agar pembagunan di Sulut dan Kota Manado terkoneksi baik, termasuk dengan aspirasi soal pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.

Foto :  Suasana Ruang Sidang Paripurna DPRD Sulut

Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw yang memimpin jalannya rapat paripurna menyampaikan bahwa agenda yang dilakukan seluruh kelengkapan dewan wajib disampaikan ke pimpinan untuk dipertanggungjawabkan.

Demikian dengan LKPJ Gubernur, jelasnya Laporan Pertanggungjawaban Gubenur, sesuai amanat UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah, dimana menyebutkan kepala daerah menyampaikan pertanggungjawaban DPRD paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam  penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan agenda Pilkada 2020, yang akan menyerap anggaran cukup fantastis dengan nominal Rp900 miliar.

Dengan anggaran yang cukup signifikan tersebut, Olly berharap jangan sampai menggerus dan berdampak terhadap kelangsungan pembangunan. Mengingat sejak semula, pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

Terkait dengan realisasi APBD 2018 yang diplot sebesar Rp2,5 triliun, lanjutnya sudah direalisasi sesuai dengan peruntukannya diantaranya program pro rakyat seperti kemiskinan, pendidikan,  pembangunan kesehatan, reformasi birokrasi, infrastruktur dan pengembangan wilayah, kedaulatan pangan, peningkatan daya saing, investasi serta penanggulangan bencana.

Turut hadir, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekda Sulut Edwin Silangen SE, Sekretaris DPRD Drs Bartolomeus Mononutu, Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Wenny Lumentut, anggota DPRD, Wakil BPKP, BNN, perwakilan perbankan dan jajaran SKPD. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw terus memberikan dukungan agar pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, bisa berlangsung dengan baik. Terbukti pada Selasa (2/4/2019) bersama Gubernur menghadiri Rapat Koordinasi Terpadu yang dilaksanakan oleh KPUD Sulut bertemoat di Manado Convention Centre (MCC) Manado.

Foto 2 : Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey  dan Komisioner KPU RI Viryan

Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw , turut hadir dan terlibat diskusi yang dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Anggota KPU RI, Ryaas Rasyid, Dr Ardiles Mewoh, Sekretaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen SE, jajaran Forkompinda dan Bawaslu se.kabupaten/kota.

Foto 3 : Gelar dialog soal kesiapan pemilu 2019 di Sulut

Angouw berharap melalui rapat koordinasi dan diskusi terpadu tersebut, berbagai persiapan untuk mengatur penyelenggaraan Pemilu serentak dapat berjalan lancar, damai, terutama tidak ada yang  golput. “Pemilu ini sangat berharga. Karena one man one vote one value, satu orang satu pilihan satu nilai. Karena itu mari kita sukseskan Pemilu serentak tahun 2019,” kata Angouw.

Foto 4 : Ketua DPRD Sulut Bersama petinggi Kepolisian Daerah

Pada kesempatan diskusi itu, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar seluruh masyarakat ikut menyukseskan Pemilu 2019. Sebab, tidak sedikit dana yang dianggarkan pemerintah.

"Pak Presiden mengajak seluruh masyarakat dapat terlibat secara langsung di dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilu, karena lewat pemilu arah dan kebijakan pemerintahan 5 tahun kedepan ditentukan," kata Dondokambey. Juga dengan sukses penyelenggaraan Pemilu 2019 akan menstabilkan perekonomian didaerah khususnya Sulut." Ekonomi stabil juga mendorong pengembangan sektor lain seperti pariwisata yang saat ini telah mendirong pertumbuhan ekonomi di Sulut," jelas Dondokambey.

Foto 5: Peserta Rapat Koordinasi Terpadu Pemilu di Sulut

Angouw juga berharap agar masyarakat dapat memilih sesuai dengan hati nurani dan tidak Golput, sebab kita masing-masing memiliki pilihan.”Pemilu adalah untuk menjalankan amanat undang-undang untuk menentukan pemimpin Nasional lima tahun kedepan, "pungkas Angouw. (/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Pimpinan dan Anggota DPRD Sulawesi Utara, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dalam rangka pendalaman tugas, Senin (11/2/2019)

Saat membuka kegiatan Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang, mengatakan, pelaksanaan Bimtek pendalaman tugas kali ini memiliki nilai tambah dan sangat positif, apalagi untuk pelaksanaan tugas Pimpinan dan Anggota DPRD, karena dapat langsung memahami implementasi Permendagri 86 tahun 2017 dalam pengimputan pelaksanaan tugas pokok dan pikiran DPRD melalui E-planning.

"E-planning penting untuk dipahami, agar berbagai pokok pikiran Anggota Dewan yang didasari pada aspirasi masyarakat bisa langsung di masukan lewat E-planning," jelas Mewengkang.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw saat menyampaikan sambutannya mengatakan, sistim E-planning adalah jawaban untuk membantu DPRD dalam menyampaikan pokok pikiran sebagai implementasi dari aspisrasi masyarakat."E-planning adalah perubahan paradigma menyerap aspirasi dari masyarakat, sehingga pokok pikiran bisa disampaikan bersinergi dengan kebijakan eksekutif," jelas Angouw.

Sementara itu Kwinthatmaka, SE, MM Kepala BPKP Sulut mengatakan, E-planning hadir untuk mendukung akuntabilitas pelaksanaan kinerja Anggota DPRD dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, sehingga peningkatan kwalitas pelayanan publik dapat dicapai."Sistem e-planning membantu Anggota DPRD agar pokok pikiran bisa langsung dimasukan lewat E-planning," ungkap Kwhintatmaka.

Sejumlah Anggota DPRD Sulut yang hadir diantaranya, Edison Masengi, Netty Pantouw, Ainun Talibo, Syenny Kalangi, Rita Lamusu, Ayub Ali, Noldy Lamalo, Cindy Wurangian, Audy Wongjar, Hanafi Sako, Teddy Kumaat, Norry Supit, Rasky Mokodomoit, Dirk Makagansa dan Khristopirus Decky Palinggi. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, menggelar sidang Paripurna terkait capaian hasil kinerja sepanjang Tahun 2018, pada rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw Rabu (16/1/2019) juga disampaikan laporan hasil masa reses 3, dan penutupan masa persidangan ke 3 tahun 2018 serta pembukaan masa persidangan pertama tahun 2019.

Pada paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Steven O E Kandouw tersebut juga disampaikan laporan kinerja Pimpinan DPRD, Laporan kinerja Komisi Komisi, Laporan Kinerja Badan Pembuat Peraturan Daerah (Baoemoerda) dan laporan Badan Kehormatan.

"Laporan disampaikan untuk mengevaluasi kinerja, dan ini biasa dilaksanakan berdasarkan amanat undang undang," kata Angouw.

Sementara itu, wakil Gubernur Steven OE Kandouw saat menyampaikan sambutannya menegaskan, apa yang telah disampaikan oleh masyarakat lewat anggota DPRD akan segera ditindak lanjuti. Menurutnya hasil reses tidak akan lewat, tapi akan dibahas lebih lanjut oleh Gubernur bersama SKPD dan apa yang menjadi kewenangan pemerintah propinsi pasti akan ditindak lanjuti, juga yang kewenangan pemerintah Kabupaten kota " Sekecil apapun aspirasi yang berhasil dijaring pasti akan langsung ditindak lanjuti," tegas Kandouw.

Sejumlah aspirasi yang berhasil dijaring yakni untuk Kota Manado, yakni terkait penyaluran KIS dan dana BOS diharapkan tepat manfaat, juga di Dapil Nusa Utara, Soal harga BBM dan Gas LPG yang dijual diatas harga HET, juga anjloknya harga Pala yang menjadi komoditi unggulan masyarakat, dan Dapil Minsel Mitra terkait pelebaran jalan, serta pelestarian lingkungan hidup menjadi harapan rakyat yang disampaikan saat Reses Anggota DPRD Sulut.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Memaknai peringatan kelahiran Yesus Kristus yang nanti jatuh pada 25 Desember 2018, Keluarga Besar DPRD Sulut menggelar ibadah menyambut natal.

Pada perayaan yang digelar di ruang rapat paripurna kantor DPRD Sulut Selasa (11/12/2018) Pdt Hany Awuy dalam khotbahnya yang diambil lewat pembacaan Lukas 2:10 menyampaikan berita sukacita natal tidak hanya sekedar perayaan dengan memasang ornamen natal, bukan hanya berbicara kegiatan liturgi, tetapi ada hal penting yakni berita sukacita tentang kelahiran Yesus untuk membawa perubahan dan menjadikan semua orang percaya agar dapat menjadi terang bagi orang lain dan dapat menyinari semua yang ada disekitar kita  menuju keselamatan kekal yang dirancangkan Allah bagi kita.

Sementara itu dalam acara perayaan yang bertemakan “Menjadi Terang dan Damai dalam Perbedaan”, ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dalam sambutan Natal menyampaikan, bagaimana anggota DPRD dapat menjadi terang dan juga berkat bagi masyarakat lewat tugas dan pekerjaan,  setiap keputusan politik DPRD diharapkan dapat menjadi terang bagi nasyarakat Sulut. Program yang ditetapkan oleh DPRD bertujuan dapat menerangi masyarakat agar masyarakat sulut dapat menikmati kemakmuran maka DPRD dalam setiap keputusannya menjaga inflasi agar tidak tinggi, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat dapat dipertahankan." Anggota DPRD dalam setiap pelaksanaan tugas kiranya dapat menjadi terang dan berkat bagi masyarakat," kata Angouw

Juga Angouw mengharapkan semua perangkat yang membantu tugas kesekretariatan dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan secara profesional." Masih terdapat hal-hal yang justru mengganggu setiap pelaksanaan kegiatan dari Anggota DPRD, yang dilakukan oleh staf dan kedepannya diharapkan untuk diperbaik untuk peningkatan kinerja," ungkap Angouw.

Juga dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilu 2019, Angouw juga mengajak segenap komponen masyarakat turut mensukseskan pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Sulut dan DPRD Kabupaten Kota." Politik sangat penting namun jangan jadikan politik menjadi kotor." kata Angouw

Pada perayaan natal tahun 2018 yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu, Anggota Meiva Lintang, Noldy Lamalo, Novie Mewengkang. Edwin Lontoh, Edison Masengi, Adriana Dondokambey, Jane Mumek, James Tuuk, dan Forkopimda, Ketua Panitia Jeane Mumek tersebut juga mengacarakan penyerahan diakonia Natal oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD DAN Anggota DPRD bagi sejumlah panti Asuhan yang ada di Kota Manado. (*/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Guna menjalankan amanat undang - undang jika Anggota DPRD wajib melaksanakan kegiatan menyerap aspirasi langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing - masing yang juga disebut Reses, maka sejak tanggal 30 November sampai 7 Desember 2018, pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, mengunjungi konstituen guna menjaring aspirasi.

Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw pada Jumat (07/12/2018) menyerap aspirasi lewat kegiatan Reses III tahun 2018 di dua tempat berbeda yakni  di Gereja KGPM Sidang Petra, Cempaka, Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Manado dan di Gereja GPDI Kemah Daud Perum Sekar Alam Sumompo, Manado. Beberapa aspirasi warga cempaka menyampaikan perbaikan Drainase, bantuan untuk Kelompok Nelayan, penertiban dan pengesahan sertifikat-sertifikat tanah. Yang juga diminta untuk diperjuangkan adalah pengadaan air bersih. Masyarakat juga meminta adanya pemekaran lingkungan sebab Cempaka hanya satu Lingkungan  yakni Lingkungan V dengan jumlah KK seribuan/penduduk tiga ribuan lebih dalam satu lingkungan.

Sementara di Sumompo ikut dikemukakan persoalan Drainase, lampu jalan dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya.

Reses di dua tempat ini sekaligus dikaitkan dengan Ibadah Pohon Terang menyambut Natal Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini, Angouw turut menyampaikan sambutan sekaligus pesan-pesan agar masyarakat tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya konsumtif yakni mempersiapkan segala sesuatu diluar kemampuan. Bagi Angouw, hal yang paling penting menghadapi Natal adalah kesiapan Iman dan hidup sederhana seperti 'kedatangan' Yesus Kristus ke dunia ini yang juga sangat sederhana.

"Hadapi Natal agar bisa menjadi berkat dan terang bagi banyak orang, juga menjadi berguna bagi Bangsa dan Negara," kata Angouw.

Foto Reses Wenny Lumentut

Sementara itu wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut juga menggelar reses di Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Selatan. Selasa (4/12/2018)  warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap bantuan mesin pengering, bantuan,

Foto reses Mangumbahang

Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang juga menggekar reses Rabu (5/12/2018) menggelar Reses di Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Sangihe. Kegiatan yang dilaksanakan guna menjaring aspirasi masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang datang menyampaikan aspirasi.

Sebagaimana aspirasi yang berhasil dijaring, warga Desa Naha mengeluhkan soal turunya harga komoditi pertanian, dukungan Pupuk bagi petani, bantuan modal usaha bagi Nelayan dan pedagang pasar, juga soal pengangguran yang tinggi dan bantuan sosial untuk rumah rumah ibadah.

Foto reses Amir Liputo

Juga Anggota DPRD Sulut Amir Liputo yang menggelar reses pada Sabtu (8/12/2018) di kelurahan Mahawu Lingk IV Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal Bantuan Rumah Layak Huni, bantuan Bea Siswa, BPJS, juga mengeluhkan soal fasilitas Pos Yandu yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Pada reses tersebut Liputo menyerahkan bantuan kursi roda, juga digelar pemeriksaan Kesehatan dan kacamata gratis

Foto Reses James Karinda

Pada Jumat (7/12/2018) Anggota DPRD Sulut James Karinda juga menggelar Reses bersama warga di Kelurahan Dendengan Dalam Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal lapangan pekerjaan terutama untuk para tukang yang mengeluhkan soal banyaknya pekerja dari luar yang dianggap telah mengganggu lahan pekerjaan para tukang yang ada di Sulut, juga soal penanggulangan banjir terutama di wilayah kampung merdeka yang menjadi langganan banjir.

Foto Reses Ingrid Sondakh

Kegiatan reses juga dilaksanakan oleh Anggota DPRD Sulut Ingrid Sondakh pada Kamis (6/12/2018) di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Dalam reses tersebut, Inggrid bekerjasama dengan Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi, juga membagikan sekitar 250 kaca mata gratis dan lima kursi roda untuk masyarakat.

Begitu pula masalah galian C yang materialnya sangat mengganggu lingkungan.

Untuk pelaksanaan reses kali ini merupakan reses terakhir di tahun 2018 dan nantinya akan digelar paripurna untuk menyampaikan hasil reses dari daerah pemilihan. (Josh Tinungki)

Rumah Ibadah, Kelompok Tani dan Ormas, Terima Bantuan

Tomohon, SulutNews.Com - Ratusan warga Desa kayawu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon memberi apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, pasalnya saat melaksanakan kegiatan reses guna menjaring aspirasi rakyat, Lumentut, menjanjikan akan memperjuangkan akses jalan Kayawu tembus Koha.

" Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Wakil Metua DPRD Sulut Wenny Lumentut, yang telah mendengarkan apa yang menjadi aspirasi kami, dan kami sangat berharap, bisa segera terealisasi," kata Elias Lasut waga Kayawu.

Juga warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap kiranya ada mesin pengering, karena ini sangat dibutuhkan oleh petani." Saat ini mesin pengering dikelola oleh perorangan dan itu tidak mampu menangani kebutuhan petani, dari hasil olahan di lahan garapan seluas 60 hektar, " ungkap Lasut.

Senada juga disampaikan Jantje Wenas yang berharap agar ada bantuan dari Pemerintah berupa hand tractor bagi petani karena sangat dibutuhkan." Hasil pertanian akan sangat menguntungkan petani jika, pengolahan dapat didukung oleh infrastruktur yang memadai," kata Wenas.

Sementara itu menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat, Wenny Lumentut mengatakan, reses DPRD adalah untuk menjembatani aspirasi rakyat, untuk itu semu program yang sudah disampaikan, hendaknya dapat dituangkan lewat proposal yang ditujukan kepada Pemerintah Propinsi. "Semua aspirasi yang disampaikan dapat dituangkan dalam proposal dan akan saya kawal, hingga ada realisasi, karena secara kelembagaan DPRD bertanggungjawab terhadap semua aspirasi yang disampaikan lewat pelaksanaan reses," kata Lumentut.

Kegiatan masa reses III tahun 2018 ini, digelar pada Selasa (4/12/2018) di Aula Santo Yosep, dan dihadiri ratusan warga, serta unsur yang mewakili Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Kayawu, dimana Lumentut juga memberikan bantuan dengan total sebesar Rp 100 juta. (/Josh Tinungki)

Gubernur Pastikan 90 Persen Aspirasi Rakyat Terserap

Manado, SulutNews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Sulut menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan  terhadap APBD Propinsi Sulut tahun anggaran 2019.

Pada rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw Senin (19/11/2018) tersebut ditandatangani rancangan perda APBD 2019 menjadi APBD, dimana anggaran pembagunan ditetapkan sebesar Rp. 4.986.577.970, dengan pembiayaan daerah  ditetapkan sebesar Rp 20 Miliar serta  Dana Perimbangan ditetapkan sebesar Rp 2.702.560.309  dan belanja daerah sebesar Rp 4,5 triliun.

Dalam sambutannya Gubernur Oly Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada DPRD yang menyetujui APBD, yang menegaskan jika aspirasi rakyat lewat anggota DPRD dipastikan sebesar 90 persen masuk dalam APBD 2019 dimana guna mempercepat kemandirian ekonomi kita tetapkan melalui 10 program pembangunan dengan memprioritaskan pada peningkatan sektor Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur untuk tujuan peningkatan kesejahtraan masyarakat. " Penandatanganan Perda APBD sebagai landasan pijak berbagai program kerja pemerintah untuk kesejahtraan bersama," kata Olly, Juga kata dia, APBD tahun 2019 akan menjadi tahap selanjutnya dalam merealisasikan tujuan untuk membangun Sulawesi Utara menuju Sulut Hebat yang berdikari dalam ekonomi," tegasnya.

Sementara itu seluruh Fraksi- fraksi di DPRD Sulut, sebagaimana disampaikan juru bicara Badan Anggaran Ingrid JN Sondak saat membacakan laporan, menyatakan setuju pengesahan APBD Sulut 2019 dengam memberi 22 catatan yang menitik beratkan agar Pemerintah Provinsi mengefektifkan pelatihan tenaga pengajar untuk peningkatan kwalitas siswa, bantuan sarana dan prasarana untuk laboratorium, juga perhatian untuk anak Autis, membangun sekolah SMK Unggulan disetiap kabupaten Kota, mengatasi kendala pembayaran gaji guru honor SMA, SMK.

Juga mengusulkan dinas kesehatan membangunan Puskesmas di desa terpencil, juga untuk pasien BPJS kebih ditingkatkan agar tidak merugikan masyarakat, Memperbaiki ruas jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak juga membangun penerangan jalan dititik rawan terjadi kecelakaan dan potensi terjadi kriminalitas, pemerintah provinsi dapat memperhatikan saran peningkatan kebudayaan daerah, bidang pariwisata perlu menggunakan media one line untuk promosi, juga fasilitas olahrga perlu dibangun dan ditingkatkan untuk prestasi, peningkatan kegiatan penyuluhan pertanian di kabupaten dan kota, dan langkah pengembangan untuk menaikan harga kopra.

Pendapat akhir fraksi terhadap Panperda APBD 2019 menerima dan menyetujui ditetapkan menjadi Perda agar dokumen menjadi perencanaan untuk menjadi alat pelayanan sehingga anggaran tidak bisa diselewengkan untuk kepentingan pribadi. (*/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ProVinsi Sulawesi Utara menandai peringatan HUT ProVinsi Sulawesi Utara ke 54 tanggal 23 September 2018, dengan menggelar rapat Paripurna Istimewa, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw yang memimpin sidang  mengawali dengan membacakan historis penetapan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulut serta lembaran sejarah perjalanan Provinsi Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut dimulai dari permulaan kemerdekaan RI. Dari perjalanan sejarah daerah ini, maka pada saat kepemimpinan Gubernur Frits Johannes Tumbelaka, Tanggal 23 September 1964 Daerah Tingkat I Sulawesi Utara menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964.

Dalam paripurna ini juga diperkenalkan para teladan yang berprestasi yang telah mengharumkan nama Sulut di Tingkat Nasional dan Internasional tahun 2018. Setelah selingan seni tari Budaya, sambutan Menteri Dalam Negeri RI yang diwakili oleh Dirjen Otonomi Daerah Bapak DR. Sonni Sumarsono, MDM. Selesai sambutan diselingi pemutaran Video Teaser yang menampilkan giat pertanian yang dilakukan oleh Gubernur Sulut disela kegiatan kesehariannya sebagai Gubernur.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan berbagai program-program pembangunan Sulawesi Utara yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Gubernur dalam sambutannya banyak menyampaikan berbagai keberhasilan serta tantangan yang dihadapi untuk membangun daerah ini.

Hadir dalam Rapat Paripurna ini; Wakil Ketua MPR-RI yang juga mantan Gubernur Sulut Bapak E.E. Mangindaan bersama ibu, Anggota DPR-RI dan DPD-RI Dapil Sulut, Mewakili Mendagri Dirjen Otda DR. Sonni Sumarsono, Angt. DPR RI, Djenri Keintjem SH, MH, Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wagub Sulut Steven Kandouw bersama Ibu Kartika Devi Kandouw-Tanos, Para Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakikota, Konsul Jenderal Filipina dan Albania, Para Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut/yang mewakili, Para Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, Pejabat Forkompimda Sulut, Para Rektor PT, Sekprov dan Pejabat Eselon, Pimpinan BUMN dan BUMD, Para Pemuka Agama/Adat dan Tokoh Masyarakat, Generasi Muda, LSM dan Ormas, Pejabat TNI-Polri, Para Wartawan Cetak dan Elektronik serta undangan lainnya.(Advetorial)

Manado, SulutNews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (14/8/2018) menggelar Rapat Paripurna terkait enam agenda, yakni, penutupan masa persidangan kedua tahun 2018, penyampaian hasil laporan kinerja alat kelengkapan DPRD, pembukaan masa sidang ketiga  tahun 2018, penyampaian laporan pelaksanaan reses II tahun 2018, penyampaian/penjelasan Gubernur Sulut terhadap ranperda perubahan APBD Provinsi Sulut tahun anggaran 2018  dan Pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap ranperda perubahan APBD Provinsi Sulut tahun anggaran 2018.

Paripruna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, didampingi pimpinan DPRD Sult, Stevanus Vreeke Runtu, Wenny Lumentut dan Marthen Manoppo juga turut dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama SKPD dan Anggota DPRD Sulut lainnya, Forkopimda dan tamu udangan.

Dalam penyampaian hasil reses kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dimana Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw berharap kiranya hasil reses yang di serap seluruh anggota DPRD Sulut bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Hasil reses agar bisa ditindaklanjuti oleh Pemprov Sulut, bisa dianggarkan pada APBD Perubahan 2018, APBD Induk 2019, juga pada APBD di Kabupaten/Kota, juga melalui Gubernur Sulut Olly Dondokambey bisa diperjuangkan pada APBN 2019,” pungkas Angouw.(*Advetorial)