Hukum

Hukum (15)

Bengkulu, Sulutnews.com - Pemimpin Redaksi Media Online Garudadaily.com Doni Supardi melaporkan Ketua DPRD Kota Bengkulu Baidari Citra Dewi ke Polda Bengkulu, Senin (22/10/2018). Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.

"Laporan hari ini kita sampaikan ke Polda Bengkulu atas dugaan tindak pidana yang diatur dalam undang-undang pers," kata Doni Supardi, yang juga menjabat Wakil Ketua SMSI Provinsi Bengkulu, di Polda Bengkulu.

Doni menambahkan, laporan ke penegak hukum dilakukan karena upaya penyelesaian yang dilakukan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu dengan meminta Baidari Citra Dewi meminta maaf kepada insan pers tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.

Sebelumnya, terjadi kisruh antara wartawan Garudadaily.com dengan Baidari Citra Dewi terkait pemberitaan tentang rencana pinjaman dana Pemerintah Kota Bengkulu ke BUMN PT SMI. Atas pemberitaan Garudadaily.com, Baidari protes dan diduga mengancam wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi Garudadaily.com.

SMSI Bengkulu sebagai organisasi serikat media siber mendesak Baidari agar meminta maaf secara terbuka, sebab tindakan Baidari dinilai tidak mencerminkan etika sebagai pimpinan DPRD. SMSI memberi tenggat waktu satu minggu kepada Baidari untuk menyatakan permintaan maaf, namun hingga batas waktu yang ditentukan, Baidari tak juga menyampaikan permohonan maaf.

"Atas tidak responnya pimpinan dewan kota, saya melaporkan ke penegak hukum," imbuh Doni.

Sementara Divisi Humas SMSI Bengkulu Riki Susanto mengatakan, SMSI tetap akan mengawal dan memberikan pendampingan terhadap proses sengketa dan laporan antara Garudadaily.com dan Baidari Citra Dewi yang juga Ketua DPRD Kota Bengkulu.

"SMSI tetap akan mengawal sengketa keduanya, kita memberikan advokasi dengan memberikan bantuan hukum dari penasihat hukum SMSI Bengkulu, dua penasihat hukum SMSI akan diperbantukan mengadvokasi Garudadaily.com, sebab ini masalah menyangkut pers," kata Riki.(/SMSI)

Minsel, Sulutnews.com - Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, menyatakan akan menindak tegas oknum anggota yang terlibat kasus perselingkuhan dan tengah viral tersebar melalui video di sejumlah media sosial.
 
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Minsel pada acara ‘Press Release’ bersama seluruh awak media cetak dan elektronik biro Minsel/Mitra, Senin pagi (2/4/2019).
 
“Perbuatan yang bersangkutan merupakan hal yang memalukan dan telah menurunkan citra dan martabat institusi Polri; selaku Kapolres, saya akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.
 
Saat ditanya mengenai sanksi hukum, Kapolres Minsel menyatakan bahwa perbuatan oknum anggotanya ini akan dibawa ke forum kedinasan melalui sidang kode etik. “Sudah masuk ranah kode etik, akan kita lengkapi berkasnya dan sidangkan; sanksi maksimalnya PTDH atau pemberhentian tidak dengan hormat,” tegas Kapolres.
 
Kapolres Minsel juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga masyarakat yang telah terganggu aktivitasnya akibat dengan aksi ini. “Mohon maaf kepada warga masyarakat yang terganggu dengan aksi yang bersangkutan, dimana telah menyebabkan ketidaknyamanan bahkan merusak pemandangan,” tambah Kapolres.
 
Sebagaimana diketahui, salah satu anggota Polres Minsel yang bertugas di Satuan Sabhara, berinisial Aiptu FB, menjadi viral melalui sebuah video amatir yang diunggah ke media sosial tentang aksi nekat menerobos bahkan menabrak hadangan anak dan istrinya yang menggebrek langsung tindakan perselingkuhannya.(/Fw)

Minsel, Sulutnews.com - Polres Minahasa Selatan menggelar kegiatan ‘Press Release’, Senin(26/2/2018), terkait pengungkapan 2 (dua) kasus pembunuhan  yang terjadi di Desa Tawaang Barat Kecamatan Tenga dan di Desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Press Release dilaksanakan di ruang Sat Reskrim, dihadiri langsung Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, Wakapolres Kompol Prevly Tampanguma, SH, Kasat Reskrim Iptu Mochamad Nandar, SIK, dan diikuti oleh puluhan insan pers media online, TV, Radio serta media cetak.

“Tindak pidana pembunuhan di Desa Tawaang Barat terjadi pada Kamis dinihari (22/2//2018) pkl. 01.45 wita, korban Alfa Kumaat, 27 tahun, warga Desa Tawaang barat;  tersangkanya berinisial MK alias Meksiko alias Ungke alias Adit, berhasil kami amankan di Desa Olondano Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu (24/2),” terang Kapolres Minsel.

Korban, Alfa Kumaat, tewas setelah ditikam oleh tersangka menggunakan senjata tajam jenis pisau badik, usai keduanya pesta miras bersama. “Belum ditemukan motif yang spesifik dalam kasus ini, dari hasil penyelidikan disinyalir karena pengaruh minuman keras, namun akan dilakukan pendalaman lanjutan,” ujar Kapolres.

Sementara itu, untuk kasus yang serupa terjadi di Desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang pada Minggu dinihari (25/2/2018) pkl. 00.30 wita yang dilakukan oleh tersangka berinisial AO (Abdul), 17 tahun, terhadap korban Mutha Buluntuh, 19 tahun; keduanya warga Desa Tanamon Utara Kecamatan Sinonsayang.

“Seperti kejadian di Desa Tawaang Barat, pada kasus pembunuhan di Desa Tanamon korban juga dihabisi dengan cara ditikam oleh tersangka dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur,” tambah Kapolres.

Diketahui tersangka AO (Abdul) dan korban Mutha Buluntuh masih terikat dalam hubungan keluarga, sepupu, dan masih berstatus pelajar dalam ikatan satu kelas di Sekolah Alya Tanamon. “Tersangka selama ini tinggal di rumah orang tua korban karena masih terikat hubungan keluarga. Korban ditikam di perutnya menggunakan pisau dapur, dibawa ke RS Kalooran Amurang dan mengalami pendarahan saat dirujuk ke RSUP Kandow Manado, meninggal dalam perjalanan,” ungkap Kapolres.

Saat ini kedua tersangka, MK (Meksiko) dan  AO (Abdul), telah diamankan untuk proses penyidikan terkait dengan tindak pidana pembunuhan.

“Tersangka MK alias Meksiko dijerat pasal 338 sub. 351 ayat 3 KUHP, ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup; sedangkan untuk tersangka AO (Abdul) dijerat pasal 340 sub. 338 sub. 351 ayat 3 KUHP ancaman maksimal hukuman mati,” pungkas Kapolres. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Tawaang Barat Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan, pada Kamis dinihari (22/2/2018), yang menyebabkan korban Alfa Kumaat, 27 tahun, meninggal dunia akibat tikaman senjata tajam.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, yang langsung turun mendatangi TKP bersama Kasat Reskrim AKP Mochamad Nandar, SIK, dan melihat langsung situasi di lokasi kejadian.

Ia mengatakan bahwa sesuai hasil penyelidikan serta keterangan dari beberapa saksi dan keluarga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penganiayaan ini. Untuk itu kami telah melakukan pengejaran, agar secepatnya tersangka ini dapat ditangkap.

“Kami telah melakukan proses identifikasi di tempat kejadian serta mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi, adapun tersangkanya telah kami kantongi, sedang dalam upaya pencarian dan pengejaran petugas,” ungkap Kapolres.

Dari informasi media ini, awal diketahui bahwa kejadian penganiayaan ini berawal dari pesta miras bersama antara tersangka, korban dengan teman-temannya. Usai pesta miras, tersangka kemudian menikam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau. Korban terjatuh ke dalam selokan dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

“Barang bukti pisau, baju pelaku, serta satu unit sepeda motor yang tertinggal di TKP telah kami amankan, selanjutnya untuk tersangka akan terus dilakukan pengejaran,” pungkas Kapolres. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Kejaksaan Negeri Tinggi Kabupaten Minahasa Selatan menetapkan 3 tersangka kasus korupsi Dana Penanggulangan Bencana yang bersumber pada APBN dan APBD dengan dialokasikan pada Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 15 Miliar, saat jumpa pers yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Lambok Sidabutar, SH, MH, diaula kantor Kejaksaan, Kamis (22/2).

Dalam kasus tersebut Ia menjelaskan bahwa penggunaan berupa konstruksi pembuatan darurat tembok pantai di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang, oleh BNPB Daerah Kabupaten Minsel, sesuai dengan penyelidikan tanggal 17 Oktober 2017 dengan alokasi dana 5 Miliar. Juga pekerjaan konstruksi perbaikan darurat pembuatan tebing Desa Suluun Raya pada tahun 2016 dan pembuatan darurat tembok pengaman pantai Desa Ongkaw serta proyek pembuatan tebing di Desa Karimbow.

Juga Dana APBD Kabupaten Minahasa Selatan dengan lokasi yang sama yaitu Kelurahan Ranoyapo sebesar 5 Miliar tanpa ada proses lelang hanya melakukan penunjukan langsung dengan alasan darurat bencana. Untuk itu sesuai dengan hasil temuan serta barang bukti, maka penanganan kasusu penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. 

"Kami telah tingkatkan kasus ini menjadi penyidikan sesuai dengan temuan barang bukti melalui tim ahli yang sudah di turunkan di lokasi. Semua penyelidikan yang sudah dilakukan, sudah berkoordinasi langsung dengan BPK RI di Jakarta dan melakukan supervisi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai dengan laporan yang masuk." ujar Sidabutar.

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan, kusus untuk pengerjaan pembuatan pengaman tembok pantai di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang dengan sumber dana APBN, maka ditetapkan 3 tersangka yaitu inisal HMJK (ASN), SYP (ASN) dan CYAABW merupakan direktur penyedia barang dan jasa.

"Jadi dari hasil penyidikan tim ahli beserta saksi, maka kami telah menetapkan 3 tersangka, dengan sanggahan melanggar pasal 2,3 UU tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001." tukas Sidabutar.

Ia menambahkan bahwa kasus ini akan dikembangkan serta akan mengungkap aktor dibelakangnya, karena telah terjadi pengurangan volume sebesar 45% dari nilai kontrak. Adapun pemeriksaan saksi sebanyak 24 orang dan besar kemungkinan akan ada tersangka yang menyusul. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Sabhara Polres Minahasa Selatan bersama Satuan Pol PP Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan kegiatan operasi rutin dalam bentuk razia dengan sasaran siswa siswi yang bolos saat jam sekolah, Kamis (8/2/2018). 

Kegiatan razia dipimpin langsung Kasat Sabhara Polres Minsel AKP Ronny Rondonuwu didampingi unit trantib dan personil Sat Pol PP. Personil gabungan menyisisr sejumlah tempat yang sering dijadikan tempat mangkal para pelajar yang bolos sekolah seperti lokasi warung, pesisir pantai dan pekuburan.

Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK melalui Kasat Sabhara Polres Minsel AKP Ronny Rondonuwu mengatakan ini adalah proses mengantisipasi tindakan yang tidak terpuji dari para pelajar. Apalagi sudah tersangkut dengan minuman keras, pastilah akan mengarah kearah negatif.

“Tujuan kami untuk memberikan efek jera kepada anak sekolah, siswa dan pelajar yang merupakan generasi muda penerus bangsa agar tidak melakukan hal-hal yang menjurus pada tindakan kontra produktif, yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga, serta berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas,” ungkap Kasat Sabhara.

Dari pantauan media ini, sejumlah anak sekolah terjaring dalam razia ini. Umumnya mereka ditemukan saat sedang nongkrong dan santai di warung makan dekat sekolah serta kios-kios pinggiran Pantai Boulevard Amurang. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Amurang mengamankan 4 (empat) remaja putri yang kedapatan menghirup lem ehabon di salah satu rumah warga di Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (26/1/2018).

Keempat remaja putri yang diamankan polisi yaitu PW (15 tahun), RT (13 tahun), AN (19 tahun) dan YR (15 tahun). “Warga Kelurahan Kawangkoan Bawah, Motoling dan Ranomea, diantaranya ada yang masih berstatus siswi sekolah menengah,” ungkap Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, didampingi Kapolsek Amurang AKP Arie Prakoso, SIK.

Adapun keempat remaja putri ini digerebek warga saat sedang melakukan pesta lem ehabon. “Awalnya kita mendapatkan informasi dari warga tentang ditemukannya keempat remaja ini saat sedang menghirup lem ehabon,” tambah Kapolsek Amurang.

Piket SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek Amurang pun langsung mendatangi TKP dan mengamankan keempat remaja ini. “Kita juga mengamankan barang bukti berupa beberapa bungkus rokok, 3 (tiga) kaleng lem ehabon, pakaian dalam pria dan senjata tajam jenis parang; kasus ini masih akan dilakukan pendalaman,” pungkas Kapolres. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Lalulintas Polres Minahasa Selatan berhasil mengamankan pelaku penyerangan terhadap seorang perwira menengah Polri, AKBP Syamsurizal Mokoagow. “Diamankan pada pagi tadi pkl. 08.00 wita di rumahnya, pelaku merupakan warga Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan,” ungkap Kasat Lantas AKP Ferdinan Runtu, SH, saat dikonfirmasi pagi tadi (Selasa, 23/1/2018).

Sebagaimana diketahui kejadian penyerangan terjadi pada Senin (22/1/2018) dini hari pkl. 00.00 wita di di Jalan Trans Sulawesi Desa Sapa Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, dimana kendaraan R4 jenis Nisan X Trail nomor polisi B 2379 I yang ditumpangi oleh Pak AKBP Syamsurizal Mokoagow, ditabrak dari belakang oleh kendaraan R4 Suzuki Carry pick up nomor polisi DB 8038 EF.

Usai menabrak, pengemudi R4 Carry pick up sempat berhenti dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang, namun karena diketahui korban adalah anggota polisi maka pelaku pun langsung melarikan diri. Kejadian ini pun langsung menjadi atensi khusus segenap jajaran Polres Minahasa Selatan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, mengungkapkan bahwa upaya pengejaran terhadap pelaku berhasil dilaksanakan oleh personil jajarannya melalui kegiatan penyelidikan serta proses identifikasi di lokasi kejadian.

“Pelaku berhasil diidentifikasi berdasarkan alat bukti berupa TNKB serta sajam yang tertinggal di TKP, terimakasih untuk kerja keras segenap personil jajaran dalam upaya pengejaran ini, ntuk kasus ini masih akan dilakukan pendalaman,”ungkap Kapolres.(Fw)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Sinonsayang berhasil mengungkap sindikat judi togel dan mengamankan 4 (empat) orang tersangka, RP (Roy), 50 tahun, warga Desa Ongkaw Dua; WT (Wenly), 32 tahun, warga Desa Motoling Satu; RS (Ros), 32 tahun, warga Desa Boyong Pante Dua; dan DA (Deni), 48 tahun, warga Desa Boyong Pante Dua.

Keempat tersangka diamankan pada kemarin siang, Senin (15/1/2018), setelah sebelumnya tim gabungan Polsek Sinonsayang melakukan upaya penyelidikan berdasarkan informasi intelijen serta hasil pendalaman dan investigasi anggota kepolisian di lapangan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, didampingi Kapolsek Sinonsayang Iptu Alex Karundeng, mengungkapkan bahwa pengungkapan tindak pidana judi togel ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan warga masyarakat yang telah resah dengan adanya kegiatan perjudian ini.

“Kita berhasil mengungkap sindikat judi togel yang disinyalir beroperasi lintas Kecamatan dengan mengamankan 4 (empat) tersangka selaku pengecer dan pengumpul kupon togel; ini juga merupakan tindak lanjut kita akan laporan warga terkait dengan aktivitas perjudian yang telah meresahkan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa kupon togel, kertas rekapan, serta uang tunai taruhan senilai Rp. 404.000,-.(FW)

 

Minsel, Sulutnews.com - Tim unit reaksi cepat (URC) Polsek Tenga berhasil mengungkap sindikat peredaran kupun judi togel dengan mengamankan seorang tersangka, OW (Osah), 43 tahun, seorang ibu rumah tangga warga Desa Tenga Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, siang tadi Kamis (23/11).

Keberhasilan pengungkapan tindak pidana judi togel ini berawal dari adanya informasi warga masyarakat setempat. “Kami langsung menindaklanjuti laporan warga ini dengan melaksanakan kegiatan penyelidikan dan setelah semuanya selesai, langsung dilakukan penggeberekan,” ungkap Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri.

Tersangka OW (Osah) diamankan polisi dalam status tertangkap tangan sedang melakukan penulisan syair togel di rumahnya. “Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti berupa kertas syair, buku shio, serta uang tunai senilai Rp. 135.000,” tambah Kapolsek.

Terpantau tersangka OW (Osah) bersama dengan barang bukti telah diamankan di Polsek Tenga untuk menjalani proses penyidikan kepolisian.(Ferrowaney)