Nasional

Nasional (27)

Jakarta, Sulutnews.com - Dewan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Dewan Penasehat SMSI Pusat, menghadiri  buka puasa bersama di kediaman Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat,  Chairul Tanjung, JalanTeuku Umar No. 50 Menteng Jakarta Pusat, Minggu 10 Juni 2018.

Hadir dalam kesempatan ini, Dewan Pengurus SMSI Pusat yang terdiri dari, Auri Jaya, Ketua Umum, Firdaus Sekretaris Jenderal dan Abdul Aziz, Ketua Bidang Luar Negeri.

Sementara, Ketua Dewan Penasehat,  Chairul Tanjung, didampingi Mirza Zulhadi Sekretaris Dewan Penasehat dan Atal S Depari dari unsur pendiri.

Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut,  Chairul Tanjung mendapat laporan langsung dari Auri Jaya dan Firdaus, atas rencana Rapat Kerja Nasional SMSI ke tiga yang menurut rencana akan dilaksanakan pada 25 - 27 Juli 2018 di Jakarta.

Mendengar rencana tersebut, selalu Ketua Dewan Penasehat, Chairul Tanjung didampingi Mirza Zulhadi, Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Pusat, menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam Rakernas tersebut.

Tak lupa CEO  CT Corp ini  berpesan, kepada pengurus SMSI, agar  menyiapkan rencana  dengan cermat, sehingga rakernas yang digelar langsung dapat di aplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh  pengurus di tanah air.

Ditempat yang sama, Abdul Aziz sebagai Wakil Ketua  Bidang Luar Negeri dan Wakil Ketua SC, panitia rakernas SMSI, menyatakan akan terus berkordinasi, menyiapkan materi, tempat, waktu, serta narasumber.

"Kita persiapkan semuanya dengan maksimal, agar rakernas SMSI dapat berjalan dengan tertib dan lancar sehingga hasilnya nanti dapat diserap oleh seluruh peserta dengan optimal," ungkap Direktur detik.com ini. (SMSI).

Pati,Sulutnews.com - Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengajak segenap warga Pati untuk berperang melawan paham terorisme.

“Bahwa terorisme merupakan suatu yang sangat memprihatinkan. Dimana posisi para teroris yang ada dalam penjara pun, masih berani melakukan perlawanan, seperti itu. Dan saya yakin bahwa ini sesuatu yang patut dicurigai kenapa sampai terjadi seperti ini. Tidak sekedar masalah yang terkait dengan

ketidakpuasan faktor makanan, tapi saya yakin bahwa ada unsur-unsur kepentingan lainnya,” demikian Anggota DPR RI Firman Soebagyo, usai Pemantapan Wawasan Kebangsaan, dan Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Bernegara, dengan perwakilan masyarakat se Kecamatan Winong, Jumat siang (11/5/2018).

Peristiwa menyedihkan di ruang tahanan Mako Brimob Jakarta, mengundang keprihatinan yang mendalam. Untuk itu, masyarakat perlu terus didorong untuk menguatkan wawasan kebangsaannya, sebagai upaya menangkal radikalisme dan terorisme.

ZAksi brutal nara pidana teroris, yang masih melawan aparat kepolisian di ruang tahanan Mako Brimob dengan merebut senjata, merupakan pembangkangan terhadap negara. Meski sejumlah anggotanya gugur, tindakan aparat kepolisian terhadap nara pidana yang tanpa kompromi maupun negosiasi, dipandang sudah tepat.

Firman Soebagyo juga mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia yang betul-betul secara cermat dalam mengambil tindakan. Karena masalah terorisme ini, senantiasa dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). “HAM ini untuk siapa?.

Kalau kita lihat, peristiwa yang terjadi penganiayaan terhadap aparatur negara. Bagi saya pribadi, sebetulnya tidak ada ampun lagi bagi mereka. Tapi kepolisian, sudah menggunakan soft approach, sangat hati-hati walaupun ada korban yang gugur, dan yang disandera sudah bisa diselamatkan ini merupakan langkah yang sangat positif. Namun tentunya setelah kejadian ini, perlu adanya evaluasi secara menyeluruh dimana letak persoalannya. Sehingga kedepan tidak saling menyalahkan, tapi mencari jalan keluar yang terbaik, lebih hati-hati dan waspada,” ujarnya.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jateng III, asal Kabupaten Pati, Firman Soebagyo berharap, Pemdes dan warganya waspada menyikapi hal ini. Apalagi, sekarang sudah memasuki tahun politik, sehingga kejadian dimungkinkan berkaitan dengan kepentingan-kepentingan politik Pemilu 2019.

Memberikan materi dalam kegiatan itu, Danramil Juwana Kapt Inf Yahudi mewakili Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arif Darmawan, dan turut menghadiri pejabat Forkompincam Winom.(/Sayful)

Pati, Sulutnews.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101 Tahun 2018 Kodim Pati di Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah akan segera berakhir. Sesuai rencana, program TMMD tersebut akan ditutup pada hari ini, Kamis (03/05).

Sejumlah personil baik dari TNI, polri dan warga setempat melakukan berbagai persiapan. Sehingga diharapkan pada saat upacara penutupan TMMD tidak ada kendala yang berarti.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD Reguler ke-101 Lettu Arh Agus Puryono mengatakan, seluruh personil TNI Satgas TMMD secara keseluruhan sudah memaksimalkan persiapan upacara penutupan yang digelar hari ini. Seluruh anggota baik itu dari Kodim 0718/Pati maupun jajaran Koramil jajaran Kodim Pati, saling bahu membahu mengerjakan segala persiapan yang berkaitan dengan penutupan program TMMD.

“Pekerjaan sasaran fisik maupun non fisik semua sudah 100 persen tuntas. Sebagai pengingat bahwa di wilyah ini pernah digelar TMMD Reguler ke-101, yang telah turut membangun desa mereka. Dan juga untuk menjaga tali silahturahmi serta kedekatan TNI dengan rakyat, maka dibuatlah sebuah Tugu Prasasti di dekat Makam keramat Dukuh Selowire Desa Godo Kecamatan Winong. Tugu ini sebagai bukti adanya kemanungalan TNI dengan rakyat dalam membangun demi kemajuan desa Godo,” ujar Agus Puryono, Kamis (03/05) sebelum upacara penutupan dimulai.

Diungkapkan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, menurutnya, kegiatan TMMD sudah akan berakhir hari ini, untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh jajaran personil TNI agar melaksanakan tugas dengan baik agar penutupan TMMD berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan semua sasaran sudah mencapai 100 persen, baik sasaran fisik maupun non fisik serta sasaran tambahan”, kata Arief.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Terkait akan berakhirnya gelaran TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati di Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah, sementara semua sasaran fisik juga sudah rampung. Kepala Desa Godo Suwondo menggelar acara tasyakuran bersama warganya dan Satgas TMMD Kodim Pati, bertempat di titik nol dimulainya pengecoran jalan yang kali ini sudah rampung dikerjakan oleh TNI dan warga. Rabu (02/05/18).

Pada kesempatan tersebut Su'udi Tokoh Masyarakat Desa Godo, selaku ketua panitia acara tasyakuran mewakili warga desa Godo mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota TNI Kodim Pati yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-101 serta seluruh warga Desa Godo, khususnya warga Dukuh Selowire yang selama satu bulan ini selalu bersama-sama dengan TNI, bergotong royong menyumbangkan baik tenaga dan waktu demi kemajuan di Dukuh Selowire.

"Acara tasyakuran digelar dengan sedehana dan tidak berlebihan. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur warga Dukuh Selowire atas apa yang telah TNI Kodim Pati berikan," ungkap Su'udi.

Acara tasyakuran ini juga dihadiri Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Komandan Kodim 0718/Pati selaku Komandan Satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati, tokoh masyararakat Desa Godo Kecamatan Winong.

Tasyakuran diawali dengan do'a bersama dipimpin Sesepuh Desa Godo, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Dandim Pati, diberikan kepada Kepala Desa Godo. Acara dilanjutkan makan bersama warga dan Satgas TMMD yang hadir dalam tasyakuran tersebut.

"Tasyakuran ini sebagai ungkapan rasa syukur Kodim 0718/Pati bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pati serta warga Desa Godo, kepada Allah S.W.T. karena semua sasaran fisik TMMD Reguler ke-101 target sudah tercapai. Tanpa kerja kerjasama yang apik antara TNI dengan semua pihak, mustahil sasaran TMMD tuntas dalam waktu satu bulan," terang Arief.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Sisa waktu menjelang acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 yang dilaksanakan oleh Kodim 0718/Pati yang dijadwalkan pada tanggal 03 Mei 2018 mendatang. Para anggota Satgas TMMD memanfaatkan sisa waktunya untuk membantu pembersihan di dalam maupun diluar Sekolah. Pasalnya, SDN 03 Godo tersebut merupakan sekolah terdekat dari sasaran Fisik berupa pengecoran jalan yang telah rampung 100 persen pengerjaannya beberapa hari yang lalu.

Usai melaksanakan pekerjaan pembuatan/pengecoran badan jalan di sisa waktu para anggota Satgas TMMD melihat kondisi Sarana Pendidikan yang tampak kumuh dan kotor didalam dan luar sekolah, tanpa diminta naluri sosialnya tergerak untuk melakukan pembersihan dilingkungan sekolah tersebut, Rabu [02/05/18]

Terkait pembersihan yang dilakukan Satgas TMMD, Komandan Satgas TMMD ke-101 Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos mengatakan,” pembersihan lingkungan gedung sekolahan SDN 03 bukan merupakan program TMMD, melainkan hanya untuk kebersihan dan kerapian menjelang upacara penutupan TMMD.

“melihat kondisi luar gedung sekolah yang tampak kotor, makanya dilakukan pembersihan agar para guru dan siswa bisa lebih nyaman dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan suasana yang bersih,” Jelas Dandim 0718/Pati.

Di tempat terpisah Sukardi S.Pd, Kepala Sekolah SDN 03 Godo ketika dihubungi mengatakan,” Para Satgas TMMD Reguler ke-101 melakukan pembersihan disekolahanya,"katanya.

“Tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas kepedulian para Satgas TMMD  disaat melihat kondisi sekolah kami tampak kotor, tanpa diminta pun beliau langsung bertindak melakukan permbersihan,” ujar Sekardi.(Wono)

Pati, Sulutnews.com - Warga Desa Gado Kecamatan Winong Pati mengikuti kegiatan Penyuluhan terpadu di kegiatan penyuluhan non fisik TMMD Reguler Ke-101 Kodim Pati, di Balai Desa Godo, Selasa (1/05/18).

Saat menyelenggarakan sosialisasi pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah pada program non fisik TMMD Kodim Pati, di Aula Balai Desa Godo, Winong.

Zaenuri SE MM (Dines Lingkungan Hidup) mengatakan, Hal ini dilakukan sebagai wahana pelatihan bagaimana pengelolaan sampah organik maupun anorganik. Dimana sampah-sampah organik dijadikan kompos dan bagaimana proses pembuatannya kemudian sampah anorganik dibuat sebagai kerajinan tangan.

Dalam acara tersebut juga dipaparkan bagaimana cara dan sistem pembentukan bank sampah supaya kedepan bisa memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah dan merubah mindset masyarakat bahwa sampah bisa mendatangkan rupiah bila kita mau dan bisa mengelolanya dengan baik.

Seperti disampaikan oleh Kasi Pengawasan dan Pengendalian Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pati,

Zaenuri pada pembukaan acara sosialisasi penyuluhan. Dikemukakan, tujuan dari sosialisasi adalah untuk merubah pola pikir masyarakat mengenai sampah agar tidak menilai sampah sebagai sesuatu yang tidak bernilai guna. Melainkan, harus menilai sampah sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan bernilai guna, sehingga bisa mendatangkan rupiah, ujarnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati adalah desa yang letak geografisnya di sepanjang lereng pegunungan Kendeng yang memiliki luas wilayah 951,417 Hektar terdiri dari tanah pertanian seluas 221 Hektar, tegalan 176 Hektar, pekarangan 32 Hektar, hutan 518 Hektar, 27 RT, 3 RW. Desa yang berada di sebelah selatan Kabupaten Pati ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwodadi, sebelah utara berbatasan dengan Desa Kropak, sebelah barat dengan Desa Gunung Panti, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Karang Sumber.

Kehidupan Masyarakat Desa godo mayoritas penduduknya berprofesi sebagai Petani namun banyak juga sebagai perantauan antar pulau dan menjadi TKI di luar Negeri, sedangkan Jumlah Kepala Keluarga (KK) 1.163 dengan jumlah penduduk 3.307 orang pada tahun 2018 sekarang ini.

Ternyata kalau ditelisik lebih dalam, banyak cerita yang sangat menarik yang berhubungan dengan Desa Godo ini yang konon dahulu merupakan cikal bakal Kabupaten Pati, menurut keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat bernama Suwito (65) yang menjabat Sekretaris Desa (Carik) yang kami temui (30/04/2018), menurut cerita para sesepuh Desa dulu Pada sekitar abad ke- XII terdapat pemerintahan Kadipaten yang bernama Paranggarudo yang sekarang menjadi Desa Godo Kecamatan Winong.

Di desa godo ini juga terdapat peninggalan kuno berupa yoni (umpak) serta batu-batu dalam ukuran besar (batu bata kuno), selain itu terdapat pula bekas peninggalan yang dikeramatkan berupa petilasan dan tiga pohon besar, pada tempat tersebut  terdapat pasar desa.

Desa godo ini juga memiliki panorama yang indah diantaranya karena dilintasi oleh sebuah sungai yang bernama sungai “Tambar Godo” yang bermata air sangat jernih dari bukit kendeng utara sebelah selatan desa Godo yang mengalir ke utara bergabung dengan sungai–sungai yang ahirnya bermuara ke arah sungai Juwana.

Namun dibalik semua cerita bersejarah tentang Desa Godo ini, terdapat salah satu Dukuh yang bernama Selowire yang letaknya terpencil dan terisolir dengan kondisi jalan yang sangat buruk sehingga untuk menuju kesana membutuhkan perjuangan yang lumayan karena harum menempuh jarak sekitar 2 KM menembus hutan jati dengan kondisi jalan berlumpur.

Untuk itulah Program TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati hadir di Desa Godo dengan sasaran utama betonisasi sepanjang 1700 meter X 2,5 meter X 12cm  sehingga dapat memberikan solusi dan juga untuk membantu tugas pemerintahan di daerah karena program ini juga merupakan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Pagi ini di Desa Godo tempat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Ta. 2018. TNI bersama Polri dan warga akan melakukan betonisasi jalan di Desa Godo, Kecamatan. Winong, Kabupaten. Pati, Selasa (01/05/18)

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-101 TA 2017 wilayah Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, mengatakan, kegiatan TMMD reguler ke-101 akan dilaksanakan "Sasaran fisik kegiatan adalah pembetonan jalan sepanjang 100 meter  perhari dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 Cm.

TNI bersama Polri dan warga juga akan merenovasi rumah warga yang tidak layak huni " Pembangunan jalan juga bisa mempercantik wajah desa, namun yang paling penting adalah membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk membangun desa dan menjaga persatuan serta keutuhan NKRI, ujarnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Pagi ini di Desa Godo tempat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Ta. 2018. TNI bersama Polri dan warga akan melakukan betonisasi jalan di Desa Godo, Kecamatan. Winong, Kabupaten. Pati, Selasa (01/05/18).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-101 TA 2017 wilayah Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, mengatakan, kegiatan TMMD reguler ke-101 akan dilaksanakan "Sasaran fisik kegiatan adalah pembetonan jalan sepanjang 100 meter  perhari dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 Cm. TNI bersama Polri dan warga juga akan merenovasi rumah warga yang tidak layak huni."

Pembangunan jalan juga bisa mempercantik wajah desa, namun yang paling penting adalah membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk membangun desa dan menjaga persatuan serta keutuhan NKRI, ujarnya.(Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Warga masyarakat Dukuh Seloweri Desa Godo sangat antusias kampungnya menjadi pusat pelaksanaan program TNI Manunggul Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0718/Pati, Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Selasa (01/05/18).

Kades Godo Bpk Suwondo Mengatakan, Antusiasme masyarakat ditunjukkan dengan turun langsung dan selalu memberikan bantuan demi suksesnya program-program TMMD kali ini. Berbagai cara dilakukan warga untuk membantu pekerjaan fisik, seperti misalnya mengangkat tanah timbunan untuk memadatkan jalanan yang sedang dibangun.

 Kapten Kav Sugeng selaku Perwira Pengawas TMMD ke-101, mengatakan, TMMD ke-101 yang dilaksanakan di Dukuh Selowire Desa Godo Kampung Kaliam sudah masuk dalam Pengecoran jalan, Program pembangunan jalan yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD, kini sudah mencapai 5 persen. "Ini semua tidak terlepas dari kebersamaan anggota Satgas TMMD ke-101 dengan warga setempat yang telah tercipta selama pembukaan TMMD," ujarnya.(/Syaiful)