Perempuan Agen Perdamaian Dalam Mencegah Radikalisme

Written by  Aug 28, 2019

Manado, Sulutnews.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bersama Forum Komunikasi Pencegahan Teroris (FKPT) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar  dialog bertajuk ‘’Perempuan sebagai Agen Damai’’. Kegiatan ini merupakan program  Bidang Perempuan dan Anak  diikuti 100 tokoh perempuan utusan dari berbagai elemen masyarakat.

Acara yang berlangsung di Hotel Peninsula Manado, Rabu (28/8), dibuka Kepala sub Direktorat BNPT, DR Hj Andi Intang Dulung, MHI mewakili Direktur Pencegahan BNPT Ir Hamli M.E. Turut hadir pada acara ini Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Drs Meky Onibala, Ketua FKPT Sulut, James Tulangow, SE, Sekretaris FKPT Sulut, Max Togas, SH, Kepala Bidang Perempuan dan Anak FKPT Sulut, Winda Minjtelungan, SPd, serta Kabid Pemuda FKPT Sulut, Dr Makmun Djafara.

Intang  mengatakan, kegiatan ini dibuat untuk memberikan pemahaman kepada kaum perempuan  bagaimana upaya yang harus dilakukan dalam menangkal penyusupan  paham radikalisme, dimasyarakat lebih khusus di lingkungan keluarga.

‘’Perempuan Agen Perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan teroris  digelar BNPT melalui FKPT di 32 provinsi. Kegiatan ini  sebagai bentuk sinergisitas di daerah  melaksanakan program pencegahan teroris, sehingga program ini diharapkan dapat menjadi rangsangan  untuk diteruskan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan didaearah , agar bisa memiliki pemahaman yang sama tentang pencegahan terhadap aksi terorisme, ‘’ ujar Intang yang juga sebagai narasumber.

Sementara itu, Ketua Pokja Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara, DR Preysi Siwi yang juga tampil sebagai narasumber memaparkan, perempuan memiliki peranan penting  melawan aksi teroris, dan menangkal paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat.

‘’Sikap toleransi dalam kehidupan sosial juga sangat penting untuk  lebih memahami dan mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam kerangka  NKRI sebagai upaya menangkal ekstrimis atau paham redikalisme. Dalam posisi ini perempuan mempunyai posisi yang sangat strategis,’’ kata Preysi. (*/MS)

 

Last modified on Wednesday, 28 August 2019 13:15