Foto : Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Sekjen Kemendikbud RI Didiek Supandi,Ph.D, Kadis Dikda Dr Grace Punuh, 4 Dirjen, Forkopindo dan sejumlah undangan, acara OSN XVIII di Manado Foto : Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Sekjen Kemendikbud RI Didiek Supandi,Ph.D, Kadis Dikda Dr Grace Punuh, 4 Dirjen, Forkopindo dan sejumlah undangan, acara OSN XVIII di Manado

Ribuan Pelajar Berlomba Rebut Juara Di Olimpiade Sains Nasional XVIII Di Kota Manado

Written by  Yayuk Wulur Jul 01, 2019

Manado, Sulutnews.com - Ribuan pelajar utusan 34 Provinsi di Indonesia mulai berlomba rebut juara di Olimpiade Sains Nasional XVIII yang berlangsung di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara  pada tanggal 1 sampai dengan 6 juli 2019.

Olimpiade Sains Nasional XVIII itu dibuka oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI diwakili Sekjen Pendidikan Dan Kebudayaan Didiek Soehardi,Ph.D di Grand Kawanua Convention Centre Manado di Kayuwatu, Senin siang (1/7).

Hadir Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Dirjen Pembinaan SMA Kemendikbud Supardi,Ph.D, Dirjen Kurikulum Kemendikbud, Kadis Dikda Sulut Dr Grace Punuh dan segenap jajaran dan pegawai, Forkopindo Sulut, Para Kadis Dikda, Diknas Se-Sulut dan undangan.

Menurut Sekjen Didiek Soehardi ajang tahunan OSN XVIII ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencetak calon ilmuwan berkelas dunia yang akan membawa Indonesia pada kesejahteraan. Diyakini sains dan teknologi sangat membantu manusia dalam meningkatkan taraf kehidupan dan menyelesaikan permasalahan yang ada secara cepat dan akurat. Ajang OSN adalah juga sarana untuk mendapatkan siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di Kompetisi sains tingkat Internasional, kata Sekjen Didiek.

Ia menambahkan, untuk menjamin terselengaranya upaya itu Kemendikbud senantiasa berupaya memfasilitasi siswa siswi di Indonesia agar bisa belajar seperti para ilmuwan dunia melalui perlengkapan fasilitas laboratorium, alat peraga pembelajaran, dan produk teknologi terbaru. Sebagai negara terbesar ke-4 dunia menurut Didiek Indonesia harus mampu menguasai sains dan teknologi di seluruh bidang kehidupan. Namun tak dipungkiri hadirnya dampak positif dari pembangunan SDM sebut saja pencemaran lingkungan dan pergeseran budaya. Hal ini perlu diantisipasi agar teknologi  dapat memberikan pengaruh yang positif diperlukan kolaborasi rasionalitas, nilai impiris dan nilai moral yang berakar pada budaya bangsa nilai religius, sehingga pemanfaata berjalan penuh dengan tanggungjawab.

Sementara itu Gubernur Sulut Olly Dodokambey dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh pelajar peserta OSN XVIII  di Kota Manado. "Selamat datang dan selamat bertanding," kata Olly. Ia mengharapkan di ajang OSN ini terbangun rasa persatuan antar pelajar, rasa persahabatan tanpa melupakan nilai-nilai spirit dan nasionalisme, katanya.

Kadis Dikda Dr Grace Punuh selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan OSN XVIII menembuh berbagai upaya agar terselenggara dengan baik

di Manado. Tahun ini diikuti kurang lebih 1078 pelajar SMA/MA berlaga di Bidang Fisika, Kimia, Biologi, Astronpmi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, Geografi dan Informatika.

Gubernur Olly menutup acara dengan melakukan vidio converence bersama jajaran pejabat penyelenggara OSN tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang digelar bersamaan di Kota Jogjajarta.

Dalam konferensi pers dengan wartawn Dirjen Pembinaan SMA Soepardi mengatakan pelajar terbaik di OSN XVIII akan mendapatkan hadiah berupa Medali emas, tabungan, piagam. Sedangkan Provinsi yang mendapatkan medali terbanyak akan menjadi Juara Umum, mendapatkan Piala Bergilir Mendikbud dan juga menjadi peserta wisata edukasi di sejumlah tempat wisata menarik. Tahun lalu Juara Umum adalah DKI.

"Tahun lalu juara umum adalah DKI Jakarta," kata Supardi.  Yang pada kesempatan Kompetisi sains di tingkat Internasional akan bersaing dengan Vietnam dan Singapura. Vitnam satu-satunya negara saingan berat Indonesia, ujar Supardi tanpa menerangkan lebih jauh soal persaingan yang nanti akan dijalani Indonedia itu, di saat mengakhiri wawancara. (*/Yuk)