Rusak Terumbu Karang, Reklamasi Pantai Malalayang Harus Dihentikan

Written by  Josh Tinungki Jan 07, 2019

Manado, SulutNews.Com - Kerusakan terumbu karang disepanjang pantai malalayang Manado, kini sangat memprihatinkan, ini diakibatkan oleh kegiatan Reklamasi Pantai yang dilakukan oleh Investor. Menanggapi hal tersebut Rocky Wowor Sekertaris Komisi II DPRD Sulut yang membidangi Lingkungan Hidup menegaskan izin reklamasi di Pantai Malalayang Manado, perlu ditinjau ulang, sebab jika ini dibiarkan maka biota laut yang ada akan punah.

"Jika merusak ekosistim, yang menyebabkan rusaknya terumbu karang, sebaiknya izin reklamasi di pantai Malalayang harus di batalkan," tegas Wowor.

Politisi PDIP, yang duduk di DPRD Sulut dari Daerah Pemiluhan (Dapil) Bolmong Raya ini, juga meminta agar area pantai Malalayang yang penuh temburu karang itu bebas dari seluruh kegiatan pembangunan yang merusak.

“Imbas dari rusaknya ekosistem dan terumbu karang, selain berdampak buruk bagi keberlangsungan pelestarian alam tetspi juga berdampak kurang baik terhadap masyarakat disekitar pantai,” ungkap Wowor.

Sebagaimana diketahui, maraknya aktivitas rekamasi diareah pantai malalayang telah melanggar  Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau kecil, dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2007 Tentang Konservasi Sumber Daya Ikan dan beberapa peraturan lainnya tegas mengatur ini,” terang politisi muda yang kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019 ini. (/Josh Tinungki)