Minahasa Waspada DBD

Written by  Josh Tinungki Jan 04, 2019

Lumentut :Pemerintah Diminta Ambil Langkah pencegahan

Manado, SulutNews.Com - Meningkatnya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat dibeberapa Rumah Sakit yang merupakan warga di Kabupaten Minahasa, menjadi tanda awas bagi pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah pencegahan. Ini harus dilakukan agar penyebaran virus Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang berjangkit lewat gigitan nyamuk segera terdeteksi sehingga tidak menambah banyak warga yang dirawat dirumah sakit akibat terserang DBD.

Menyikapi kondisi ini Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut meminta agar pemerintah kabupaten lewat dinas terkait untuk segera melakukan upaya pencegahan guna meminimalisasi penyebaran virus DBD yang disebarkan lewat nyamuk.

"Perlu tindakan nyata dari Pemerintah, jangan hanya menghimbau, karna penyebaran virus sangat cepat dan jika tidak segera ditangani, maka akan sangat membahayakan." tegas Lumentut.

Juga kata politisi Partai Gerindra yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Sulut pada Pileg 2019 ini mengatakan, Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga jika penanganannya terlambat virus ini bisa mematikan. "Upaya pencegahan dengan melakukan cara 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur tidak bisa mematikan nyamuk, sehingga ada langkah yang lebih dari pemerintah kewat dinas terkait," ungkap Lumentut.

Sebagaimana data yang berhasil dihimpun oleh tim SulutNews. Com, sejak November 2018 sampai 5 Januari 2019 sudah ada 40 warga Minahasa yang terjangkit virus Aedes aegypti, belum termasuk 1warga di Kecamatan Sonder yang baru dirujuk ke RSUD Prof Kandouw Malalyang akibat DBD. (/Josh Tinungki)