Diduga Ada Skenario Soal Penggantian Ketua FRNK DPRD Sulut

Written by  Josh Tinungki Nov 14, 2018

Manado, SulutNews.Com - Kesepakatan  internal fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan (FRNK) DPRD Sulut  yang menyatakan posisi Ketua Fraksi hanya selama 2,5 tahun, dan setelah itu  diganti diduga menjadi celah menjalankan skenario yang dirancang untuk membungkam kekritisan Felly Runtuwene di DPRD Sulut.

Usulan Surat penggantian yang hanya ditandatangani oleh Sekertaris Fraksi Noldy Lamalo, tanpa didukung hasil keputusan rapat semakin mengundang tandatanya keputusan Ketua DPRD Andrei Angouw yang langsung membacakan penggantian dalam rapat paripurna. "Kesepakatan penggantian benar dan itu tidak masalah, namun harus lewat proses jangan hanya berdasarkan surat yang keabsahannya dipertanyakan langsung ditetapkan, ada apa ini, jika lembaga DPRD Sulut menetapkan keputusan tanpa kajian seperti ini patut dipertanyakan ada apa?" tegas Runtuwene yang mempertanyakan keputusan pimpinan DPRD.

Menanggapi pernyataan Runtuwene, Ketua DPRD Andrei Angouw menjelaskan, dirinya hanya menjalankan amanat aturan, dan keputusan yang diambil sudah sesuai mekanisme. "Proses penggantian sudah sesuai, dan itu telah menjadi kesepakatan bersama diinternal Fraksi, dan tidak ada skenario", jelas Angouw.

Sementara itu, Noldi Lamalo, mengatakan apa yang sudah ditetapkan adalah keputusan yang harus ditaati oleh semua, karena telah mengikuti prosedur dan tidak ada yang ilegal ataupun unsur kesenjangan dengan merancang hal-hal yang melanggar ketentuan. "FRNK adalah gabungan dari beberapa parpol yang secara bersama membangun komitmen untuk menjadi penyalur aspirasi rakyat yang diwakili," terang Lamalo.

Felly Runtuwene sendiri adalah Anggota DPR yang dikenal sangat kritis menyikapi setiap kebijakan pemerintah yang dinilai dapat membebani rakyat atau dinilai hanya memberikan keuntungan untuk kelompok tertentu. (Josh Tinungki)