Kain Betik Minahasa Laku Di Pasar Export

Written by  Yayuk Wulur Apr 11, 2018

Manado, Sulutnews.com - Seiring dengan perkembangan iklim usaha yang baik terutama di bidang perbankan, berbagai produk tektil yang kaya akan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia seperti batik telah mampu memikat perhatian dan menghasilkan daya beli masyarakat.

Sebut saja Batik Kaeng Minahasa yang dikenal pencinta batik karena lukisan tangan (catting) para pengrajinnya adalah contoh. 

Menurut Pemimpin Industri tektil Kaeng Manado Ferdy Umbas, sejak berdiri pada tahun 2014 telah diakui masyarakat sebagai salah satu kaeng batik tebaik yang mampu bersaing di tanah air.

"Batiknya menjadi kesukaan penggemar batik di Indonesia, bahkan berkat promosi sejak berdiri tahun 2014 Kaeng Minahasa sudah mampu bersaing di pasar global di Eropa yakni di Italia, Inggris, Belanda dan Amerika, " demikian menurut Ferdy Umbas kepada sulutnews,com, baru-baru ini di Manado.

Debby Mondigir, salah satu pengrajin batik Kaeng Minahasa menambahkan, pasar global Kaeng Minahasa masih didominasi busana seragam di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Sulawesi Utara, Jakarta dan Surabaya. 

Permainan warna sangat menentukan kebaikan sebuah kain batik. Warna merah lebih disukai pasar luar negeri dan dalam negeri, kata Debby Mondigir.

Harga Kaeng Minahasa masih cukup mahal. Satu paket batik panjang kain 2,5 meter dilukis menggunakan tangan dijual dengan harga Rp2 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan produksi batik cetakan dijual dengan harga lebih murah namun tak mengurangi keindahan motif batiknya, hanya Rp300-500/paket. 

Bagi mereka yang ingin mendapatkan Kaeng Minahasa dapat mengunjungi outlet batik di Kompleks MCC Bahu Mall dan di Jalan Sea serta di semua toko sovenir Manado di Jakarta.

Herdy Umbas mengharapkan semoga Kaeng batik Minahasa akan menjadi pemersatu masyarakat dan dilestarikan para generasi muda dengan mencintainya guna mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.(/Yy). 

 

kasdam13_medeka1.jpg