10 Kader Yang Membelot Ini Diberhentikan DPP Partai Golkar

Written by  Oct 17, 2020

Sulut, SulutNews.com -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Agustus lalu pernah berkata akan memberikan sanksi tegas kepada kadernya yang membelot dan mendukung pasangan calon (Paslon) lain dalam Pilkada Serentak 2020.

Sanksi ini pun akhirnya menimpa kepada 10 mantan kader Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) yang membelot dan telah mendukung Paslon lain.

Informasi ini dibenarkan Ketua Harian Partai Golkar Sulut James Arthur Kojongian ST, MM, saat dihubungi wartawan SulutNews.com, pada Sabtu (17/10/2020).

"Berdasarkan keputusan Rapat Terbatas Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sulut, maka DPD Partai Golkar Sulut telah memberhentikan 10 kader dari keanggotaan Partai Golkar," ujar Kojongian.

Ia mengatakan penegakan disiplin organisasi ini berdasarkan Peraturan Organisasi DPP Partai Golkar Nomor: PO - 15/DPP/GOLKAR/VII/2017.

"Suratnya sudah dikirim ke DPP Partai Golkar dan DPP sudah memutuskan pemberhentian kader-kader Partai Golkar yang membelot tersebut," katanya.

Ia pun menegaskan, dengan adanya keputusan tersebut di atas, ke-10 mantan kader Golkar tidak bisa lagi mengatasnamakan Partai Golkar dalam kegiatan Politik dan kemasyarakatan.

Berikut ke-10 mantan kader Partai Golkar yang diberhentikan:

1. Stefanus Vreeke Runtu

2. Jimmy Rimba Rogi

3. Marhany. V. P. Pua

4. Syerly Adelin Sompotan

5. Ragie Arther Wuwung

6. Helmut Hontong

7. Maria Hernie Pijoh

8. Rinny Malonda

9. Dolfie Angkouw

10. Ruben Saerang

(TamuraWatung)

Last modified on Saturday, 17 October 2020 11:12