FKPT Harus Indentifikasi Kearifan Lokal Cegah Radikalisme

Written by  Voucke Lontaan Feb 26, 2018

Jakarta, Sulutnews.com-KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Drs Suhadi Alius, MH, menegaskan, pengurus forum koordinasi pencegahan teroris (FKPT) dalam melaksanakan tugas, harus mengidentifikasi kearifan local berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat mengantisipasi pengaruh radikalisme dikalangan masyarakat.

‘’Identifikasi kearifan local suatu daerah sangat penting dalam menyelaraskan program kerja yang disetujui pada rapat kerja nasional yang diikuti 32 FPKT se-Indonesia sebagai wadah koordinasi BNPT,’’ kata Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Drs Suhadi Alius, MH, di Jakarta, pekan lalu.

Dalam rangkaian acara Rakernas yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kepala BNPT yang didampingi Deputi I bidang pencegahan, perlindungan, deradikalisasi, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur pencegahan Brigjen Pol Ir Hamli,ME dan Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT Dr Hj Andi Lintang Dulung, juga melantik 32 pengurus baru FKPT se-Indonesia.

Salah satu di antaranya, pengurus FKPT Sulawesi Utara baru diketuai James Tulangow,SE, Sekretaris Max Togas,SH, bendahara Diana Sondak. dilengkapi lima bidang. Masing-masing, Ketua bidang social budaya dan ekomoni, Winda Mintjelungan, Ketua bidang pemuda dan peemberdayaan perempuan, dr Makmun djafara, Ketua bidang agama, Nasruddin Jusuf, Ketua bidang penelitian Lesza lambok, dan Ketua bidang Humas, Drs Voucke Lontaan.

‘’Pengurus FKPT yang baru dilantik ini bertugas selama dua tahun atau periode 2018-2020. Sesuai hasil Rakernas, kegiatan empat bidang dilaksanakan di wilayah kabupaten/kota. Kecuali Bidang Humas pelaksanaannya dipusatkan di ibukota provinsi,’’ jelas Ketua FKPT JamesTulangow,SE, yang juga Ketua Satgas FKPT Sulut,terpisah, Senin (26/2).

Menurut James, ada sejumlah program kegiatan yang akan dilaksanakan ditahun 2018, yang tentunya berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Misalnya, bidang Humas dan BNPT akan mengelar lomba karya tulis jurnalistik dengan tema ‘’kearifan local sebagai penangkal redikalisme dan terorisme.’’

‘’Pesertanya selain wartawan juga terbuka untuk umum dengan hadiah Juara I mendapat uang tunai Rp 15 juta, juara II Rp 12,5 juta dan Juara III Rp 10 juta. Periode lomba atau pemasukan materi karya tulis mulai 1 April – 1 Oktober 2018, pengumuman pemenang 1 November 2018 oleh BNPT,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut James, bidang Humas juga memprogramkan kegiatan literasi media digital. Dijadwalkan tampil sebagai nara sumber Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, dan Deputi BNPT. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 5-7 Juni 2018 mendatang. (***)

Last modified on Monday, 26 February 2018 11:39