Boltim

Boltim (223)

Boltim, Sulutnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  menggelar rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Boltim ke-12 tahun yang ditetapkan setiap tanggal 21 Juli, pada Selasa (21/07)

Ketua DPRD Boltim, Fuad Landjar, SH membuka acara dengan membacakan profil daerah serta pencapaian Pemerintah Kabupaten Boltim dalam kurun waktu 12 tahun. Termasuk meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 7 kali berturut-turut.

"Hal ini tentunya berdampak baik pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Boltim. Dari beberapa sektor unggul, termasuk di bidang SDM (Sumber Daya Manusia) dan pengentasan kemiskinan," ungkap Fuad.

Lanjutnya juga, kinerja pemerintah yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, sehingga berdampak baik bagi kemajuan Kabupaten Boltim.

"Meningkatnya kualitas kerja mewujudkan Boltim yang maju, sehat, cerdas dan mandiri. Akhir kata, Dirgahayu yang ke-12 tahun Kabupaten Boltim, semoga dapat bersaing dengan daerah lain serta memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Ketua DPRD mengakhiri sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sehan Salim Landjar yang hadir pada Paripurna istimewa itu pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder.

"Tak terasa umur daerah kita tercinta ini sudah menginjak usia 12 tahun. Ini juga tak luput dari peran dan dukungan yang ada baik dari jajaran eksekutif,  legislatif, lembaga-lembaga dan seluruh lapisan masyarakat," terangnya

Bupati juga menambahkan, memperingati HUT Kabupaten dalam kondisi Pandemi, namun bersyukur Boltim masih masuk pada zona Hijau penyebaran wabah Covid-19.

"Berbagai daya dan upaya telah dikerahkan secara terintegrasi yang melibatkan lintas stakeholder, guna mengendalikan penyebaran virus. Hasilnya, Boltim masuk pada 102 daerah di Indonesia yang merupakan zona Hijau, Alhamdulillah hingga kini predikat itu masih tetap dipertahankan," tutupnya

Paripurna istimewa DPRD Boltim bertajuk tema ‘’Maju bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju tatanan baru” itu turut di hadiri Gubernur Sulut yang di wakili Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi, Abdullah Mokoginta, Wakil Bupati Boltim, Rusdi Gumalangit, Sekda Ir. Sonny Warokka, para Asisten dan unsur Forkopimda, Sekretaris DPRD Boltim beserta jajaran, seluruh anggota DPRD Boltim, Kapolres Boltim, Ketua KPU Boltim, Anggota DPRD perwakilan Gorontalo. (Iki)

Bupati: Ulang Tahun Kali Ini “Istimewa”

Boltim, Sulutnews.com - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang ke-12 Tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim menggelar upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Sehan Landjar SH. Upacara yang dimulai pukul 08.00 wita dan Bertempat di halaman kantor Bupati Boltim ini berlangsung khidmat. Selasa (21/07)

Dalam sambutannya, Bupati memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pendahulu, serta semua pihak yang berjasa dalam membangun daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

"Momentum bersejarah ini mengingatkan kita akan perjuangan, rintisan ide, gagasan, tenaga dan buah karya yang telah digoreskan oleh putra-putri terbaik Bolaang Mongondow Timur, sehingga tak terasa umur daerah kita sudah genap 12 tahun," kata Bupati.

Lanjutnya juga, peringatan hari ulang tahun Boltim tahun ini lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Betapa tidak, HUT daerah kali ini dilakukan dalam  suasana keprihatinan akibat wabah covid-19.

"Berbagai daya dan upaya telah dikerahkan secara terintegrasi yang melibatkan lintas stakeholder, guna mengendalikan penyebaran virus. Hasilnya, Boltim masuk pada 102 daerah di Indonesia yang merupakan zona hijau, Alhamdulillah hingga kini predikat itu masih tetap dipertahankan," terang eyang sapaan akrab Bupati Boltim.

Ia juga menambahkan, moment peringatan HUT Boltim tahun ini juga merupakan tahun kelima masa kepemimpinan dirinya dengan Wakil Bupati Boltim.

"Banyak kenangan suka maupun duka yang saya alami bersama saudara Rusdi Gumalangit dalam menjalankan roda pemerintahan sesuai visi-misi pemerintah. Tentunya tidak lepas dari kerjasama dan dukungan dari semua instansi, lembaga vertikal, TNI/Polri, dan seluruh masyarakat serta pihak lainnya, sehingga kita bisa melangkah sejauh ini," tambahnya.

Diakhir sambutanya, Bupati berharap kepada seluruh ASN, Kepala Desa beserta jajarannya, untuk meningkatkan disiplin, semangat kerja, profesionalisme, kerja tuntas, kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas.

"Mari tingkatkan kualitas kerja dan mewujudkan Bolaang Mongondow Timur yang maju, sehat, cerdas dan mandiri. Akhir kata, Dirgahayu yang ke-12 tahun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, semoga Boltim dapat bersaing dengan daerah lain serta memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tutup Bupati mengakhiri sambutannya.

Terinformasi, turut hadir pada upacara tersebut Wakil Bupati Boltim, ketua TP PKK dan Wakil Ketua, Ketua DPRD, Kapolres, unsur Forkopimda dan seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Boltim. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menyelenggarakan penganugrahan gelar adat kepada Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar SH sebagai ‘Tule Molantud’ adalah pemimpin yang Nokodotol, Nokorakup Nokolintak Bo Nokoanga’ Kon Totabuan Pomuka’an (bahasa suku mongondow-re). Acara tersebut, bertempat di rumah kediaman Bupati Boltim, tepat di desa Togid kecamatan Tutuyan, pada Senin (20/07).

Ucapan rasa syukur saya, karena dapat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat dari 4 etnis berkumpul bersama dengan rasa persaudaraan dengan tujuan mulia untuk memelihara, melestarikan, dan mengebangkan budaya serta adat Bolaang Mongondow. Demikian sambutan, Bupati dalam acara tersebut.

Lanjutnya juga, hari ini saya mendapat kehormatan dari masyarakat Bolaang Mongondow umumnya, dan masyarakt Boltim khususnya yang menganugerahkan gelar adat budaya Bolaang Mongondow ‘Tule Molantud’.

"Tentunya gelar adat ini, pada hakekatnya saya persembahkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Bolaang Mongondow dan Boltim," tuturnya.

Ia juga mengatakan, keragaman suku bangsa dengan tradisi dan budaya yang khas dan unik, harus kita jadikan sebagai pilar-pilar keunggulan dalam menghadapi persaingan diera global sekarang ini.

"Dari nilai-nilai keunggulan dan budaya positif dari warisan nenek moyang kita, merupakan kearifan lokal yang memang harus diapresiasi, lestarikan, dan kita pelihara serta kita sumbangkan bagi peradaban dunia. Sangatlah penting pengembangan tradisi budaya, ditengah budaya global yang semakin mengemuka. Kita harus dapat memilih budaya yang tepat, juga sesuai dengan karakter jati diri bangsa dan daerah kita," jelas Bupati.

Lanjutnya juga, masyarakat Bolaang Mongondow memiliki budi pekerti yang luhur, budaya yang mulia, tradisi yang bersendi religi serta terkenal dengan sikap dan pola hidup yang ‘Mo’oaheran Bo Mobobahasa’an (saling santun dan menghormati).

"Kita tidak boleh membiarkan budaya yang kita banggakan ini, tergerus oleh budaya global. Harus memiliki identitas dan jati diri. Selain itu, saya mengajak kepada masyarakat untuk tetap teguh memegang tradisi budaya, yang sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelestarian kebudayaan daerah kita," ungkapnya

Saya kembali sampaikan, ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan seluruh lembaga adat atas anugerah gelar adat yang telah diberikan kepada saya hari ini.

"Atas penganugrahan gelar adat ini, saya ucapkan terima kasih serta apresiasi kepada 4 etnis yang ada di Bolaang Mongondow Raya yakni etnis Mongondow, etnis Bintauna, etnis Kaidipang Besar serta etnis Bulango. Semoga anugerah gelar adat ini, dapat memberi dan mendorong serta memotivasi tekad, semangat serta dharma bakti saya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara tercinta ini," tutupnya. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Perhatian Pemerintah Pusat melalui BMKG Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan melakukan pemasangan alat Warning Receiver System (WRS) untuk pendeteksi bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Bolaang Mongondow TImur (Boltim­) terealisasi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemda Boltim Elvis Siagian mengungkapkan, saat ini perangkat dalam pemasangan dan akan di set pengoprasian.

"Perangkat ini memang telah di usulkan oleh pak Bupati ke Lembaga Pemerintah Non Kementerian BMKG agar di Kabupaten Boltim dapat dipasang alat atau perangkat pendeteksi gempa dan tsunami, mengingat Boltim sebahagian besar adalah wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut Maluku merupakan daerah lintasan lempengan gempah. Berdasarkan usulan pak Bupati ini, kemudian kami dari BPBD Boltim, melakukan follow up dan koordinasi ke BMKG. Alhamdulillah,  alat ini saat ini sedang di pasang dan di seting untuk di operasikan," ungkap Siagian. Kamis (16/07)

Lanjutnya juga, kedepan alat ini akan kami koordinasikan dengan dinas kominfo untuk pemanfaatannya, menginggat. Apabilah terjadi bencana gempa yang berpotensi tsunami, informasi terkait dengan keadaan tersebut, segera dan cepat terinformasi ke masyarakat, ujarnya

Kepala Seksi Data BMKG Provinsi Edwar Hendry Mengko, ST. Menjelaskan, bahwa alat WRS ini adalah perangkat generasi terbaru dari perangkat-perangkat yang sudah ada sebelumnya, dan untuk pemasangan alat tersebut, di Sulut hanya ada lima wilayah.

"Yaitu di kepulawan ada tiga. Kepulauan Talaut, Sangihe, dan Sitaro.  Sementara untuk BMR sendiri hanya ada dua wilayah yaitu Boltim dan Bolsel," jelasnya.

Lanjutnya, perangkat warning receiver system new generation ini adalah perangkat informasi gempa bumi real time yang merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebar luasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yang memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat “Real Time” otomatis dari BMKG.

"Dengan perangkat ini tentunya dapat memastikan stakeholder khusunya pemangku kebencanaan dapat mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana," terangnya

Ia juga mengatakan, adanya pemasangan alat pendeteksi gempa bumi dan tsunami mendapat apresisi dari Bupati Boltim Sehan Landjar. Kata dia, bantuan ini sangat penting untuk wilayah Boltim.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BMKG provinsi terkait pemasangan warning receiver system guna mendeteksi bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Boltim," ucap eyang sapaan akrab Bupati Boltim. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Pekerjaan program Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang sempat tertunda karena adanya pandemi COVID 19, kini pekerjaannya mulai jalan (running) di lima desa. Selasa (14/07)

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR Boltim, Buana Putra Olii mengatakan, pihaknya sempat khawatir program SPALD ini tidak akan berjalan karena pandemi. Harusnya, kata dia, bulan Februari pekerjaan sudah dimulai.

"Kami ragu kegiatan SPALD tidak akan jalan, dan alhamdulilah berjalannya waktu kegiatan tersebut mulai action," ungkap Buana.

Lanjutnya juga, SPALD adalah program dari Kementrian PUPR yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebanyak lima desa mendapatkan program ini, yakni Motongkad Selatan, Sumber Rejo, Candi Rejo, Liberia, dan Purworejo Tengah.

"Dari lima desa mendapatkan program SPALD, empat desa di Kecamatan Modayag dan satu desa di Kecamatan Motongkad Selatan. Untuk anggran per desa Rp460 juta dan total anggaran lima desa sebesar Rp2,3 miliar," ujarnya

Lanjutnya, program tersebut bertujuan untuk mengurangi bahan organik dan mencairkan limbah padat.

"Tujuan program Spal adalah mengurangi bahan organik dan menghancurkan limbah padat menjadi cair," tutupny. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengunjungi 3 Kecamatan untuk memberikan penguatan dalam menghadapi pilkada 2020.Masing-masing, Kecamatan Modayag Barat, Modayag, dan Mooat. Ketiganya, dihadiri lengkap oleh tiap Panwaslu Kelurahan Desa (PKD). Senin (13/07)

Pimpinan Bawaslu Boltim, Kordiv Hubal dan Humas, Soesanto Mamonto mengatakan, saat ini sudah akan masuk pada tahapan pemutakhiran daftar pemilih untuk pilkada 2020.

"Kami bertiga Pimpinan Bawaslu Boltim, turun di tiap kecamatan untuk memberikan penguatan, terhadap pengawasan, sampai pada cara penindakan di tahapan pemutakhiran daftar pemilih," ungkap Susanto

Koordinator Hukum Penindakan Pelanggaran Dan Penyelesaian Sengketa (Kordiv HP3S) Bawaslu Boltim Hariyanto menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan saat akan melakukan pengawasan sampai pada mekanisme penindakan.

"Sifatnya penguatan, agar jika ada indikasi kesalahan ataupun pelanggaran saat melakukan pengawasan pada pemutakhiran pemilih, PKD tidak salah dalam menanganinya," ujar Haryanto.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Boltim, Harmoko Mando mengungkapkan, besok Selasa, 14 Juli 2020, akan dilanjutkan dengan 4 Kecamatan di bagian pesisir.

"Untuk besok, penguatannya di Kecamatan Kotabunan, Tutuyan, Motongkad dan Nuangan. Karena mengingat hari Kamis itu tahapan pemutakhiran daftar pemilih sudah akan dimulai," pungkas Harmoko.

Diketahui, penguatan pengawasan hari pertama diikuti oleh 34 PKD di 3 kecamatan. Untuk hari kedua, juga akan melibatkan 47 PKD di 4 Kecamatan yakni Kotabunan, Tutuyan, Motongkad dan Nuangan. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama PWI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) gelar aksi bagi-bagi masker gratis kepada pengguna jalan. Aksi yang berlangsung di Jalan Zero Poin, Manado itu, di pimpin Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan.

Voucke, di sela-sela aksi mengungkapkan, masker gratis ini kiriman dari PWI Pusat ke PWI Provinsi, yang selanjutnya ke PWI Kabupaten.

"PWI Provinsi telah menyerahkan masker ke PWI Kabupaten untuk dibagikan ke wartawan biro masing-masing daerah dan masyarakat. Pembagian masker ini pun bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 19-red) serta mengajak masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk melawan virus dengan memakai masker apabila beraktifitas di luar rumah. Hari ini, bersama PWI Kabupaten Boltim yang sempat bergabung, kita sama-sama bagikan masker ke pengguna jalan," ungkap Voucke.

Usai bagi-bagi masker, PWI Boltim mendapat apresiasi dari PWI Provinsi.

"Antusias dan loyalitas PWI Boltim yang sudah jauh-jauh datang bergabung dengan PWI Provinsi patut di apresiasi. Terima kasih sudah datang teman-teman," tutur Voucke.

Sementara itu, Ketua PWI Boltim, Faruk Langaru mengatakan, mengapresiasi langkah PWI Pusat dan Provinsi.

"PWI Pusat melalui PWI Provinsi Sulut yang sudah membantu wartawan dan masyarakat. Tentunya, masker ini sangat berguna untuk memutus rantai penyebaran wabah Corona. Semoga kita semua di jauhkan dari virus yang kian meresahkan ini," tutupnya. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com -Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bolaang Mogondow Timur (Boltim) menggelar rapat konsultasi dan koordinasi dengan TP PKK Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Boltim. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman rumah dinas (rudis) Bupati Boltim, pada Kamis (9/07).

Rapat tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Boltim Sehan Landjar. Dalam sambutanya, ia mengungkapkan, saat ini Boltim dalam kondisi ‘New Normal’.

"Mewabahnya Covid-19 ini membuat semua daerah mengambil langkah penanggulangan dan kita patut bersyukur Boltim bisa mempertahankan Zona Hijau. Oleh karena itu rakor hari ini menjadi sarana konsolidasi organisasi sehingga nantinya seluruh pengurus PKK di semua tingkatkan mampu merumuskan program yang strategis. Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini," ungkap eyang sapaan akrab Bupati Boltim.

Ketua TP PKK Boltim, Nursiwin Dunggio mengatakan, rapat tersebut merupakan rapat tahunan yang perlu dilakukan oleh pengurus TP PKK, mulai dari jenjang TP PKK Pusat sampai dengan tingkat kabupaten. Sehingga diperoleh persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program gerakan PKK sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan 10 program pokok PKK, terutama program rutin yang menjadi prioritas PKK, ujar Nursiwin.

"Untuk itu, saya minta kepada pengurus TP PKK kecamatan dan desa, sebagai bagian dari komponen pembangunan daerah harus proaktif, inisiatif, dan mampu menjaga konsistensi, terutama dalam penaganan Covid-19. Dalam kurun waktu 9 tahun 7 bulan saya berkiprah sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Bolaang Mogondow Timur, selalu memberikan kontribusi nyata yang positif dalam setiap pergerakan,” terang Nursiwin yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Rapat konsultasi dan koordinasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah dan jajarannya, Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Titiek Mamonto, TP PKK Kecamatan, Desa, dan seluruh Kepala Desa.(Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar rapid test bagi seluruh personilnya berjumlah 117 orang, termasuk Panwascam dan PKD. Rapid test ini, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim yang juga bagian dari Gugus Tugas Covid-19 Boltim. Selasa (7/07)

Pimpinan Bawaslu Boltim, Kordiv Hubungan antara lembaga dan Humas, Soesanto Mamonto mengugkapkan, rapid test bagi seluruh personil Bawaslu Boltim ini, sesuai dengan surat edaran dari Bawaslu RI. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memastikan kesehatan terutama terkait dengan pemutusan mata rantai Covid-19 di internal Bawaslu Boltim.

"Tahapan Pilkada Boltim, sudah mulai berjalan. Jadi sebelum jajaran Bawaslu Boltim menjalankan tugas terutama pengawasan di lapangan, harus dipastikan kesehatan mereka," ungkap Susanto

Lanjutnya juga, 117 personil Bawaslu Boltim ini, juga di dalamnya Panwascam dan Panwas Desa Kelurahan (PKD). Bahkan tiga pimpinan Bawaslu Boltim, tidak luput dari tes ini.

"Tiga pimpinan, Sekertaris dan staf di Bawaslu Boltim, termasuk 21 personil Panwascam di tujuh kecamatan dan 81 personil PKD yang tersebar di 81 desa di Boltim," terangnya.

Informasi yang dirangkum dari 117 personil Bawaslu Boltim, hasilnya tidak ada yang dinyatakan reaktif.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Eko Marsidi mengatakan, Dinkes mendukung penuh kegiatan rapid Test ini, karena sesuai dengan surat edaran Mendagri kepada seluruh pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan pilkada.

"Kegiatan ini, sebagai bentuk dukungan Pemkab Boltim terhadap penyelengara (Bawaslu Boltim) dan penyelengaraan Pilkada Boltim," ucapnya.

Pentauan Sulutnews agenda rapid test ini, memperhatikan protokol kesehatan, serta petugas dari Dinkes Boltim, mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. (Iki)

Boltim, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Ketahanan Pangan tengah merampungkan data penerima bantuan terdampak Pandemi Covid-19 untuk tahap dua. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kissman Mamonto, ia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat segera menyalurkan bantuan bahan pokok kepada 11.561 Kepala Keluarga se Kabupaten Boltim.

"Data tiap Desa sudah sudah kita verifikasi, selain sangadi datang memberikan data, kita juga turun dan verifikasi langsung di lapangan," ungkap Kissman. Senin (6/07)

Lanjutnya juga, keterlambatan penyaluran disebabkan data yang dimasukkan oleh Desa belum final dan banyak yang double penerima seperti penerima BST, BLT dan JHT yang sudah tak lagi menerima bantuan pokok masih ada dalam data bantuan pokok.

Lanjutnya, pekan ini jika tidak ada hambatan bantuan pokok tahap dua sudah mulai disalurkan dengan standar beras per KK sebanyak 20kg, minyak goreng, gula pasir dan ikan kaleng.

"Saya tidak mau tergesa-gesa dalam urusan data, jadi alhamdulillah kemarin (Sabtu) data sudah rampung, tinggal menunggu jadwal penyaluran pekan ini kita atur," tutupnya. (Iki)