Foto: Bupati Sehan Landjar Foto: Bupati Sehan Landjar

Bupati Sehan Landjar Apresiasi PT Pos Indonesia Cabang Kotamobagu

Written by  Rifki Palengkahu May 16, 2020

Boltim, Sulutnews.com - Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kementerian sosial (Kemensos) untuk warga terdampak Corona Virus Disease atau COVID-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai disalurkan PT. Pos Indonesia kantor Cabang Kota Kotamobagu.

Penyaluran BST dimulai dari wilayah pegunungan yakni di Kecamatan Modayag Barat.

PT Pos Indonesia Cabang Kotamobagu pun mendapat apresiasi dari Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar, SH atas penyaluran Bantuan Sosial Tunai yang disalurkan di tiap Desa.

Apresiasi tersebut Sehan katakan menyusul penyaluran BLT yang dilakukan pihak PT. Pos Indonesia memenuhi anjuran pemerintah dengan mentaati protocol kesehatan dalam pencegahan COVID-19 dengan tidak berkerumun.

"Atas nama Pemerintah Daerah dan atas nama Pribadi saya ucapkan Terimakasih yang tak terhingga kepada Pihak PT. POS Indonesia Cabang Kotamobagu, petugas Desa dan semua yg telah terlibat dalam penyaluran BST kepada mereka yg berhak, terutama mereka yg sedang sakit. Semoga semua jerih payah kalian akan mendapat balasan Pahala yang besar Dari Allah SWT," ungkap Bupati Sehan Landjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Boltim Slamet Umbola menyampaikan, penyaluran selanjutnya pada hari Sabtu di kecamatan Modayag, minggu di kecamatan Nuangan, senin kecamatan Kotabunan, selasa kecamatan Tutuyan, rabu di kecamatan Motongkad dan kamis penyaluran di kecamatan Mooat.

"PT Pos Indonesia menargetkan untuk penyaluran BST bulan April akan selesai pada tanggal 20 Mei ini," kata Slamet Umbola.

Adapun penyaluran BST dari PT. Pos Indonesia terdapat tiga cara, yakni door to door, pembagian di kantor pos dan di desa/kelurahan.

Namun Bupati Boltim Sehan Landjar menginstruksikan kepada PT. Pos Indonesia Cabang Kotamobagu, untuk mekanisme penyaluran BST di Boltim di lakukan di setiap Desa yang ada di masing-masing kecamatan.

Hal ini untuk menghindari kerumunan masyarakat di kantor pos yang sudah pasti tidak sesuai dengan protokol percepatan penanganan COVID-19, sementara merke yang mengalami sakit dan tidak bisa keluar rumah maka disalurkan secara door to door.(Iki)