Foto: Bupati Sehan Landjar saat meninjau penyaluran hak rakyat Foto: Bupati Sehan Landjar saat meninjau penyaluran hak rakyat

Bupati Sehan Landjar Tinjau Lasung Penyaluran Hak Rakyat

Written by  Rifki Palengkahu May 11, 2020

Boltim, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar, meninjau langsung lokasi gudang sementara penyimpanan bahan pokok (Bapok), yang berada di gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Moonow. Selain itu, Bupati juga memantau langsung penyaluran hak rakyat, akibat dampak pandemi Covid-19, di Kecamtan Modayag khususnya Desa Moonow dan Desa Bongkudai Barat. Senin (11-05)

Saat kunjungan itu, Bupati minta pengamanan penjagaan Sembako yang masuk di gudang sementra agar diperketat. Begitu juga dalam penyaluranya harus tepat sasaran dan adil.

"Menginggat jangan sampai ada oknum-oknum yang menyalahgunakan dan memanfaatkan bahan ini untuk kepentingan sendiri. Maka saya harus memantau jumlah pasokan dan penerimaya. Karena sudah banyak laporan bahwa ada yang tidak dapat dan tidak adil dalam pembagiannya," kata Sehan, Minggu (10/5/2020).

Bupati juga menjelaskan, jika ada kesalahan dalam penyaluran, maka yang akan disalahkan rakyat adalah Bupati, padahal aparat dan bagian penyaluran yang lalai dalam penyaluran.

"Makanya saya harap dan tegaskan, agar dalam penyaluran kebutuhan rakyat perlunya data yang akurat, penjagaan dan pembagian yang tepat sasaran. Jika dua orang per KK dapat beras 15 kilogram ditambah gula pasir, minya dan ikan kaleng. Tapi jika di atas dua orang, sampe 20 kilogram dan lebih sesuai jumlah jiwanya. Harus sesuai data yang di kasih, bukan dikurangi atau dilebihkan agar semua adil," tegasnya.

Ia juga menambahkan, untuk seluruh Indonesia hanya Boltim yang penyaluran hak rakyat akibat pembatasan aktivitas masyarakat dampak Covid-19. Pemda berikan kebutuhan bahan pokok, bergantung pada jumlah jiwanya. Di daerah lain rata semua, jika beras 5 kilogram tambah gula minyak dan ikan kaleng itu merata semuanya.

"Saya ambil kebijakan hitung per jiwa. Saya juga berharap dengan adanya penyaluran bahan pokok ini, masyarakat tetap lakukan anjuran pemerintah yaitu berdiam diri di rumah masing-masing, tidak keluar daerah, jaga kesehatanya, paka masker, sering cuci tangan dan jaga jarak dengan orang lain, agar tidak sia-sia kita memutus penyebaran Covid-19," ujarnya

Sementra itu, Kadis Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kissman Mamonto mengatakan, untuk penyaluran hak rakyat, akibat dampak pandemi Covid-19, sudah masuk di 7 kecamatan.

"Sekarang kita akan selesaikan Kecamatan Modayag, karena masih ada beberapa desa lagi dalam tahap penyaluran. Untuk bahan pokok untuk sementara di tampung di sekolah dan balai desa, menunggu data dan persiapan penyaluaranya. Masih tersisa di beberapa desa yaitu Modayag tiga Tobongon dan Modayag Timur," tutupnya. (Iki)