Foto: Ketua KNPI Boltim /  Amalia Ramadhan Landjar Foto: Ketua KNPI Boltim / Amalia Ramadhan Landjar

Ketua KNPI Boltim Seriusi Boltim Tanggap Darurat Covid-19

Written by  Mar 24, 2020

Boltim, Sulutnews.com - Ketua Komite Nasional Pemudah Indonesia (KNPI) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Amalia Ramadhan Landjar, SKM menanggapi serius pandemik Covid-19 secara Nasional yang dikhawatirkan berdampak hingga di Kabupaten Boltim. Selasa (24/03)

Beberapa pandangan umum diutarakan Amalia, melihat pentingnya penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten setempat. Menurut Amalia sendir, penularan Covid-19 tidak asing lagi sangat membahayakan masyarakat Boltim.

Adapun poin – poin yang menjadi aspirasi kaum milenial tersebut diantaranya;

  1. Bahwa Virus Covid-19 merupakan masalah global yang harus diseriusi penanggulangan maupun pencegahannya oleh pemerintah baik itu dari pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah, yang melakukan sosialisasi menyeluruh kepada pemerintah desa agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat dan efektif.
  2. Pemerintah dan pihak berwenang yang lebih berkompeten terkait masalah kesehatan, wajib menyampaikan informasi yang benar dan kredibel, terkait warga yang terinfeksi virus Covid-19, baik itu kategori ODP maupun PDP. Masyarakat wajib mendapatkan informasi walaupun bukan identitas secara resmi demi menjaga privasi dan mental penderita, namun minimal wilayah tinggal pasien harus bisa diketahui masyarakat. Hal ini guna mencegah kontak langsung dengan pasien, dan agar supaya masyarakat di sekitar bisa lebih waspada mencegah penyebarannya.
  3. Mendesak pemerintah daerah kabupaten Boltim, untuk segera merumahkan para siswa SD, SMP dan SMA sekabupaten Boltim, agar mencegah penularan Covid-19. Para siswa nanti bukan berarti diliburkan, namun tetap mendapatkan program studi dengan metode belajar di rumah, agar pendidikan kita di daerah tetap berjalan semestinya.
  4. Mengimbau pemerintah daerah, dalam hal ini pemkab Boltim untuk merumahkan para pegawai, baik ASN atau pegawai tidak tetap lainnya. Namun tetap melaksanakan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat, dengan menerapkan metode yang dinilai efektif agar birokrasi pemerintahan tetap berjalan.
  5. KNPI berharap agar tetap dicarikan solusi untuk menjaga kestabilan harga, baik itu bahan pokok di pasaran, juga harga obat2an dan peralatan medis lainnya. Agar tidak terjadi ketimpangan sosial di masyarakat, hingga menimbulkan efek negatif yang menimbulkan ketidakstabilan keamanan dan ketertiban masyarakat.
  6. KNPI Boltim meminta pemerintah daerah beserta aparat keamanan, untuk melakukan penjagaan ketat serta pengawasan di wilayah perbatasan Boltim dan daerah lain. Khusus di wilayah perbatasan Boltim dan Mitra di desa Buyat, perlu ekstra pengawasan karena informasi dari masyarakat, ada banyak aktifitas di wilayah pertambangan antara Ratatotok dan Buyat, yang ternyata melibatkan tenaga kerja asing dari Tiongkok. Warga Tiongkok ini dipekerjakan oleh perusahaan tambang terkait, dan sering bolak balik masuk di wilayah Boltim lewat akses perbatasan.
  7. Meminta pemerintah dari kabupaten hingga desa, untuk menutup sementara seluruh tempat wisata di Boltim, untuk mencegah kontak langsung serta penyebaran wabah yang lebih besar lagi.

Menambahkan sejumlah poin tersebut, Amalia berharap juga, Masyarakat bisa menerapkan sistem Lockdown atau menahan diri untuk tidak melakulan aktivitas di luar rumah.

"Mari kita perduli bersama, menjaga dampak penularan Covid, dengan mengutamakan kesehatan dengan mengutamakan kebersihan dan pencegahan yang diinstruksikan Pemerintah Boltim," tutupnya. (Iki)