Bolangitang Barat, Sulutnews.com - PT Pos Indonesia (Persero) kembali mendapatkan  kepercayaan dari Pemerintah RI untuk menyalurkan dana pemerintah berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahun 2020 bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Pos Indonesia mengerahkan fasilitas dan sumber daya untuk melaksanakan pembayaran BST Tahun 2020 yaitu 200 Kantor Pos Besar, 689 Kantor Pos Cabang Dalam Kota, 2.961 Kantor Pos Cabang Luar Kota, dan 1.250 Mobile Hub serta didukung oleh 3.900 sumber daya manusia, 395 Komunitas dan 1.000 Kemitraan.

Kepala Pos Bolangitang Kurniawan Bareng menjelaskan program bantuan sosial tunai (Bansos Tunai Tahun 2020) senilai Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) setiap bulan selama tiga bulan dimulai dari bulan April, Mei, Juni 2020 berdasarkan Keputusan Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Acara penyerahan bansos tunai ini dilaksanakan di SDN 1 Bolangitang. Diawasi langsung dari pihak Polsek Bolangitang. Senin (18/05/2020)

Untuk wilayah Kecamatan Bolangitang Barat sejumlah  122 orang KPN (Keluarga Penerima Masyarakat) telah mendapat Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial. Untuk total seluruh Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sejumlah 592 orang.

Pusnawir Razak pendamping bansos tunai Kecamatan Bolangitang Barat menyampaikan mekanisme penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST 2020) kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pemerintah secara umum adalah sebagai berikut:

Prioritas penyerahan BST 2020 melalui loket Kantor Pos dengan didahului penyerahan surat pemberitahuan dilengkapi dengan jadwal dan lokasi pembayaran kepada KPM.

Memperhatikan Protokol Physical Distancing dan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  dengan mengatur antrian dan menyediakan tempat cuci tangan.

Untuk mempercepat proses distribusi, model pembayaran dilakukan dengan pola pengantaran langsung dan kerjasama dengan komunitas setempat.

Kepala bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Masitha Humokor,SE didampingi Kasie Umum Evieta Pahu, SE menyampaikan persyaratan pengambilan atau penerimaan Bantuan Sosial Tunai;

Pertama, menunjukan KTP-E atau Kartu Keluarga Asli,  Kedua memperhatikan ketentuan pencegahan Covid-19 (menggunakan masker).

Ditambahkannya pembayaran bansos tunai secara bertahap melalui PT Pos Indonesia; by name by adress, untuk tahap pembayaran berikutnya tinggal menunggu SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana). (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Dra. Leida Pontoh,M.Sc selaku Kadis Perdagangan Industri Koperasi & Usaha Kecil Menengah (Perdaginkop & UKM) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menyampaikan program kerjanya telah menggelar pasar murah di depan kantornya dalam rangka mengatasi dampak Covid-19 serta  menghadapi Ramadhan 1441 H dan menjelang Hari Raya Idhul Fitri. Rabu (13/05/2020).

"Kita telah menyiapkan 2004 kupon untuk seluruh masyarakat Bolmut. Setiap paket dalam kantong plastik terdiri dari beras 3 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter kemas dan 12 butir telur." ujar Leida Pontoh.

Menurut keterangan Kepala Bagian Perdaginkop dan UKM Lastri Ponongoa pembagian 2004 kupon tersedia disesuaikan dengan pos anggaran yang tersedia, dalam satu paket kantong plastik besar jika dinilai dengan harga pasaran Rp.124.000,- tapi kita menjual murah ke masyarakat Bolmut hanya seharga Rp.60.000,-.

Ditambahkannya, menyangkut kelangkaan distribusi  gas LPG 3 kg di Kecamatan Kaidipang dan Kecamatan Bolangitang Barat kita sudah ingatkan kepada pangkalan tersebar di dua kecamatan ini harus konsisten dengan daftar nama pembeli dari setiap desa yang ada.

"Apabila kita temukan ada penimbunan gas LPG 3 kg, maka konsekuensi resikonya akan kita cabut ijinnya. Kita sudah cek distribusi gas LPG ini ke Manado untuk Bolmut, sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan setiap kepala keluarga. Jika ada kelangkaan patut kita pertanyakan... " Ungkap Lastri Ponongoa. (/Gandhi Goma).

Boroko- Sulutnews.com - Terkait pemberitaan seorang warga Desa Ollot Kecamatan Bolangitang Barat yang dimakamkan dengan Protokol Covid-19 tadi malam; Senin (11/05/2020) membuat pihak Dinkes Bolmut turun tangan melakukan klarifikasi. Selasa (12/05/2020).

Menurut Kadis Kesehatan Bolmut dr Jusnan C Mokoginta MARS sampai dimakamkan tadi malam, belum ada bukti bahwa almarhum adalah pasien Covid 19.

"Iya kami mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan belum ada hasil SWAB TEST yang akan menentukan apakah Covid-19 atau tidak. Sampai meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Aloei Saboe (RSUAS) Gorontalo tanggal 11 Mei 2020 kemarin status pasien adalah PDP (Pasien Dalam Pemantauan). Artinya bukan dampak  Covid-19 seperti yang diduga masyarakat dan kebanyakan orang lainnya." Ungkap Kadis Kesehatan Bolmut.

Mengapa? Karena seseorang dikatakan Covid 19 harus dibuktikan dengan hasil SWAB yg terkonfirmasi Positif. Bagaimana dikatakan Covid kalau hasil Laboratorium PCR belum ada? Tegas Kadis.

Menurutnya, dari data yang ada di RSUAS Gorontalo; pasien meninggal ada gambaran pneumonia atau infeksi di paru-parunya yang  masih perlu dicari tahu lagi jenis kuman penyebab infeksi tersebut. Karena ada gejala dan gambaran tersebut pasien oleh pihak RSUAS Gorontalo masuk kriteria PDP. Jadi PDP bukan Penyakit.

Untuk itu Kadis Bolmut menghimbau kepada media agar memberitakan sesuai fakta yang jelas, agar masyarakat tidak resah dan salah paham. Apalagi pihak keluarga yang tertimpa musibah harus disupport agar tidak panik dan menjadi bingung. Memang banyak yang salah pengertian dalam masalah ini.

Untuk pemakaman secara Protokol Covid 19 juga jangan disalah artikan sebagai sudah positif Covid, tapi hanya prosedur pemakaman saja agar menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Pihak RSUAS Gorontalo memberitahukan pemakaman secara protokol Covid-19, kita disini tindak lanjuti. Tapi bukan berarti almarhum adalah pasien Covid-19.

Untuk itu, Kadis Bolmut menghimbau agar semua tetap tenang dan jangan panik. Berikanlah kepercayaan pada pihak yang berkompeten untuk menangani masalah yang timbul seperti ini.

Akhirnya dr. Jusnan C Mokoginta menghimbau untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan melakukan social & physical distancing agar kita terhindar dari virus korona ini. (/Gandhi Goma).

Boroko, Sulutnews.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dibawah kepemimpinan Drs. Hi. Depri Pontoh dan Drs. Hi. Amin Lasena, MAP meraih Kembali ke Empat kalinya Opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bolmut tahun 2019. Acara resmi  ini dilaksanakan melalui Video Conference, bertempat di ruang kerja Bupati Bolmut Senin (11/05/2020)

Dalam Video Conference ini bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE, Pimpinan DPRD Sulawesi Utara, Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi utara, serta para Bupati dan Walikota se-Sulawesi Utara.

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara Karyadi S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CSFA dalam sambutannya mengatakan bahwa opini WTP yang diterima oleh para Kepala Daerah harus dijadikan motivasi dalam mewujudkan administrasi keuangan yang lebih baik.

Tujuan pemeriksaan atas laporan keuangan adalah untuk memberikan pendapat/opini atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan. Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan.

BPK dapat memberikan empat jenis opini, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP/unqualified Opinion), Wajar Dengan Pengecualian (WDP/Qualified Opinion), Tidak Memberikan Pendapat (TMT/Disclaimer Opinion) dan Tidak Wajar (TW/Adverse Opinion).

Sementara itu WTP merupakan amanat undang-undang yang harus dipenuhi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

WTP adalah kewajiban minimum karena pengelolaan anggaran harus memenuhi tiga unsur yaitu transparansi, bertanggungjawab dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dalam Sambutannya mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah yang mendapatkan hal-hal terbaik.

Kriteria pemberian opini, adalah: (a) kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan; (b) kecukupan pengungkapan (adequate disclosures); (c) kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan; dan (d) efektivitas sistem pengendalian intern (SPI). Keempat jenis opini yang bisa diberikan oleh BPK tersebut dasar pertimbangan utamanya adalah kewajaran penyajian pos-pos laporan keuangan sesuai dengan SAP. Kewajaran disini bukan berarti kebenaran atas suatu transaksi. Opini atas laporan keuangan tidak mendasarkan kepada apakah pada entitas tertentu terdapat korupsi atau tidak.

Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh Mengatakan bahwa Keberhasilan ini menjadi ke empat kalinya secara beruntun oleh Pemerintah Kabupaten Bolmut meraih WTP dari BPK RI ini adalah hasil kerja sama kita semua.

Dirinya mengatakan Laporan keuangan APBD tahun 2019 yang sudah diperiksa oleh BPK RI sudah ada hasilnya pemerintah daerah, bersama DPRD dan masyarakat mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

"Opini WTP diberikan dengan kriteria: sistem pengendalian internal memadai dan tidak ada salah saji yang material atas pos-pos laporan keuangan. Secara keseluruhan laporan keuangan telah menyajikan secara wajar sesuai dengan SAP." Ujar Depri Pontoh.

Bupati Bolmut berharap dengan hasil WTP 2019 berdasarkan hasil audit internal BPK; Kita jangan mudah berpuas diri. Pengelolaan keuangan harus tetap dimaksimalkan dengan mengacu pada prinsip dan asas pengelolaan keuangan pada setiap tahun anggaran yang tertata dalam APBD tahun berjalan.

Turut Hadiri Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena M.AP, Ketua DPRD Bolmut Fangky Chandra, Sekretaris Daerah, Dr. Drs. Hi. Asripan Nani M.SI, para staf ahli bupati, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Hi. Leksi Talibo, Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kehumasan Sekda Bolmut Jacomina H. J. Mamuaja, S.Pd, Asisten Adimistrasi Umum Sekda Bolmut Aang Wardiman, Ak. CA serta Pimpinan  SKPD terkait.(Adv/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com -  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Hi. Leksi Talibo mewakili Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menyampaikan  siaran pers pasien  terkonfirmasi Covid-19 kedua di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara . Minggu (10/05/2020).

Acara ini disampaikan sebagaimana siaran pers yang disampaikan oleh juru bicara Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara pada tanggal 09 Mei 2020 kemarin, Provinsi Sulawesi Utara ketambahan 6 kasus baru pasien positif Covid-19, dimana satu-satunya berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang ditetapkan sebagai pasien nomor (52) di Provinsi Sulawesi Utara.

Untuk itu, pada hari ini secara resmi pemerintah daerah menggelar siaran pers terkait kasus kedua pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bolmut.

Pasien positif Covid-19 nomor urut (2) ini, berjenis kelamin perempuan, umur 51 tahun, berasal dari Desa Sangkub Timur Kecamatan Sangkub. Bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan.

Pada tanggal 26 April 2020 dilakukan Rapid Test memiliki kontak erat resiko tinggi yang diharuskan menjalani isolasi mandiri, dan Rapid Test yang bersangkutan diperoleh hasil "reaktif".

Pada tanggal 27 April 2020 bersangkutan dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab Test di RSUD Kabupaten Bolmut.

Pada hari Sabtu kemarin tanggal 09 Mei 2020 sudah mendapatkan hasil swab Test melalui surat resmi Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Manado Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : SR.01.07/02/1361/2020 yang menerangkan pasien tersebut merupakan salah satu pasien terkonfirmasi positif SARS COV-2 atau lebih dikenal dengan Covid-19.

"Sehingga ini menjadi pasien positif Covid-19 ke dua (2) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan pasien tersebut saat ini sedang dirawat sesuai dengan Protokol  Covid-19 di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Bolmut dalam keadaan baik." Ungkap Leksi Talibo.

Ditambahkannya, Covid-19 bukanlah aib, untuk itu saya berharap tidak ada perlakuan berupa pengucilan atau perundungan terhadap keluarga pasien maupun pasien yang terjangkit Covid-19, melainkan mari kita  berikan suport agar pasien Covid-19 ini dapat meningkatkan sistem imun (kekebalan) untuk melawan virus di tubuhnya sehingga berangsur sembuh dan dapat kembali lagi di lingkungan masyarakat.

Selanjutnya, perlu saya terangkan bahwa sesuai analisa awal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut terhadap kasus Covid-19 yang kedua ini, merupakan "kasus lokal", dikarenakan pasien positif Covid-19 ini tidak memiliki riwayat perjalanan. Maka saya minta kepada pemerintah desa agar segera  membentuk dan mengaktifkan Tim Relawan Desa Covid-19 yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah, mendeteksi dan merespon terhadap penyebaran Covid-19 di desa.

Menurut Kadis Kesehatan Kabupaten Bolmut Dokter Jusnan C Mokoginta, MARS menghimbau kepada masyarakat Bolmut terlebih khusus keluarga pasien Covid-19 untuk tetap tenang, tidak panik dan tingkatkan kewaspadaan  dengan tetap berada di rumah, lakukan social and psysical distancing (pembatasan sososial dan jaga jarak), gunakanlah masker bila terpaksa keluar rumah dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan sejak kemarin telah melakukan contact tracing (penulusuran kontak) dari pasien Covid-19 nomor (2) ini, dan langsung melakukan pengambilan sampel swab kepada 8 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien nomor (2) sebagai langkah antisipasi untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bolmut.

Data Pemetaan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sampai dengan hari ini Minggu, 10 Mei 2020.

  • POSITIF COVID-19 = 2 ORANG
  • PASIEN DALAM PENGAWASAN (PDP) = 1 ORANG
  • PDP PEMANTAUAN DIRUMAH = 3 ORANG
  • PDP MENINGGAL = 1 ORANG
  • ORANG DALAM PEMANTAUAN (ODP) = 28 ORANG
  • ORANG TANPA GEJALA (OTG) = 35 ORANG
  • ORANG RIWAYAT PERJALANAN (ORP) = 1.311 ORANG

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmut Ir. Viktor Nanlessy dalam tanya jawab  dengan wartawan menyampaikan pekabaran tentang bantuan dari APBD Bolmut 2020 sejumlah Rp. 8 miliar lebih  guna menanggulangi dampak Covid-19 maka sekitar empat ribuan lebih kepala keluarga di Kabupaten Bolmut akan dikucurkan bantuan nilai tunai dimulai Minggu depan.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Bolmut Dokter Riri menyampaikan informasi tentang keadaan data medis dari dua pasien yang sedang menjalani rawat inap di Ruang Isolasi berdasarkan hasil swab test dan rountgen paru, tekanan darah, dan seterusnya mulai dalam fase normal kembali.

"Tetap kita monitor setiap waktu proses evaluasi medis kedua pasien Covid-19 ini. Gejala demam tinggi, batuk dan pilek sudah reda. Marilah kita berdoa memohon kesembuhan total kedua pasien ini" ungkap Dokter Riri.

Kadis Kesehatan Dokter Jusnan C Mokoginta memberikan suport terhadap tim dokter penanganan Covid-19. Sudah dua bulan mereka belum pada balik ke rumahnya guna memenuhi standar protokoler penanganan dampak Covid-19. Bersyukur insentif tunjangan profesi sudah disiapkan Pemda Bolmut. (Adv./Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Kristanto Nani, S.STP dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 46 Tahun 2020.

Ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Nasional Nomor : II/SE/IV/2020 sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 untuk mengatur pembatasan kegiatan berpergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik bagi ASN dan memberikan pedoman dalam melakukan penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN yang melanggar. Jumat (08/05/2020).

"Para Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas ASN, dan menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh ASN yang tetap melakukan aktifitas berpergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik." Ungkap Kristanto Nani.

Sekretaris Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Si melalui Surat Edaran Nomor : 800/715/SETDAKAB.BPPKB Tanggal 06 Mei 2020 telah menunjuk Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bolmut segera melakukan entry data hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin atas larangan kegiatan berpergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik ASN pada masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 ke dalam aplikasi SAPK pada alamat web https://sapk.bkn.go.id

Kristanto Nani menghimbau kepada para Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja agar terus mendorong peran serta ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 baik di lingkungan kerja, tempat tinggal, maupun ke masyarakat. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Dokter Jusnan C Mokoginta, MARS sebagai Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) telah memberikan data tentang status ODP (Orang Dalam Pantauan) gejala yang muncul hanya salah satu antara demam atau gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Sedangkan pada PDP, sudah ada gejala demam maupun gangguan pernapasan. Jumat (08/05/2020).

OTG (Orang Tanpa Gejala) merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang positif terinfeksi virus Corona tetapi tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan. OTG tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, dipantau melalui telepon oleh petugas pemantau, dan melakukan kontrol setelah 14 hari isolasi mandiri.

Berikut nama-Nama di bawah ini ;

  1. A umur 51 tahun (berstatus OTG) Alamat Desa Bigo Kecamatan Kaidipang
  2. A umur 47 tahun ( Berstatus OTG) Desa Bigo Kecamatan Kaidipang
  3. A umur 23 tahun (berstatus ODP) Desa Bigo Kecamatan Kaidipang
  4. A umur 13 tahun (berstatus ODP) Desa Bigo Kecamatan Kaidipang
  5. A umur 55 tahun (berstatus ODP) Desa Kuala Kecamatan Kaidipang
  6. H umur 27 tahun (berstatus OTG) Desa Kuala Kecamatan Kaidipang

Berdasarkan hasil Swab Test ke 2 kali  yang dikirim oleh BTKL kepada kami pada tanggal  07 Mei 2020 ke 6 orang tersebut dinyatakan TIDAK TERKONFIRMASI positif dengan Covid 19.

Berdasarkan Keputusan Bersama Tim Medis RSUD Kabupaten Bolmut pada tanggal 06 Mei 2020 telah dipulangkan  dengan fakta sebagai berikut :

  1. Setelah melihat perkembangan analisa medis dari 6 Orang tersebut di atas sudah membaik dan bisa untuk isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat Wilayah Puskesmas dibantu Lintas Sektor.
  2. Ke 6 orang tersebut Hasil Rapid Test pertama Reaktif, Hasil Swab pertama Negatif & hasil Swab Test ke 2 Negatif.

Dengan hasil Swab Test yang ke 2 Negatif, maka Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bolmut & RSUD Bolmut   menegaskan  bahwa 6  orang yang bersangkutan  semuanya berasal dari Kecamatan Kaidipang dan dinyatakan bebas Covid 19 sesuai fakta dan data hasil pemeriksaan selama ini.

Saat ini yang masih dirawat di ruang isolasi RSUD Bolmut satu orang pasien Covid 19. Asal Kecamatan Bintauna. Hasil Swab Test ke 2 masih Positif.

Diharapkan kepada semua pihak yang terkait untuk melaksanakan ‘social distancing’ atau ‘pembatasan sosial’ adalah menghindari tempat umum, menjauhi keramaian, dan menjaga jarak optimal 2 meter dari orang lain. Dengan adanya jarak, penyebaran penyakit ini diharapkan dapat berkurang.

"Berita ini penting untuk mengumumkan pada publik bahwa 6 orang ini sudah bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Dihimbau pada masyarakat yang ada untuk memperlakukan mereka dengan baik." ungkap Dokter Jusnan C Mokoginta. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Dokter Jusnan C Mokoginta, MARS telah menyampaikan laporan tentang 12 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) telah dipulangkan berdasarkan keputusan bersama TIM Medis RSUD Kabupaten Bolmong Utara dengan beberapa pertimbangan yakni ; Rabu (06/05/2020)

  1. Setelah melihat perkembangan medis dari 12 Orang di atas sudah membaik dan bisa untuk isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat Wilayah Puskesmas dibantu Lintas Sektor
  2. Sebagian besar diantara 12 orang tersebut sudah di karantina lebih dari 20 hari.

PDP dan ODP merupakan definisi yang digunakan untuk mengelompokkan individu berdasarkan:

Gejala demam dan/atau gangguan pernapasan

Riwayat perjalanan ke daerah pandemi infeksi virus Corona atau tinggal di daerah tersebut selama 14 hari terakhir sebelum gejala timbul

Riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi COVID-19 dalam 14 hari terakhir sebelum gejala timbul

Sehingga Tim Medis RSUD Bolmut menyimpulkan bahwa mereka bisa di pulangkan  untuk isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat Puskesmas Wilayah Setempat dengan bantuan lintas sektor sambil menunggu hasil swab tes ke-2, sebelumnya mereka membuat pernyataan jika hasil swab ke-2 menyatakan positif bersedia untuk di jemput kembali oleh pihak RSUD

"Hasil pemeriksaan swab yang pertama mereka semua tidak terkonfirmasi Covid 19," ungkap Dokter Jusnan Mokoginta

Secara umum, ODP dan PDP bisa dibedakan dari gejala yang dialami. Pada ODP, gejala yang muncul hanya salah satu antara demam atau gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Sedangkan pada PDP, sudah ada gejala demam maupun gangguan pernapasan.

Ditambahkannya, mulai Pukul 11.00 WITA RSUD Bolmut memulangkan secara bertahap ke-12 orang tersebut menggunakan ambulance dan di kawal oleh petugas medis dari RSUD Kabupaten Bolmong Utara.

Pihak keluarga dari pasien tidak ingin disebut namanya mengucapkan terima kasih kepada Tim Medis RSUD Bolmut karena kebijakan diambil sesuai standar operasional prosedur penanganan dampak Covid-19. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Branch Manager Bank Sulutgo Cabang Boroko Jummy Roboth, SE dalam jumpa pers menyampaikan program kerja Bank Sulutgo dalam rangka membantu meringankan dampak epidemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo, khususnya menyiapkan paket sembako untuk  para pensiunan ketika mereka akan menerima pensiunnya. Senin (04/05/2020).

Jummy Roboth menjelaskan, bahwa jumlah pensiunan tersebut sebanyak 7.623 orang tersebut terbagi di wilayah Sulut sebanyak 5.869 orang dan wilayah gorontalo 1.754 orang,  termasuk para pensiunan dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 231 orang, dan dijadwalkan empat hari mulai dari tanggal 4-8 Mei 2020.

"Nanti penyalurannya bersamaan dengan pembayaran pensiun bulan Mei 2020. Hal ini kami lakukan bertujuan untuk mengindahkan anjuran pemerintah tentang phyisical distancing,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan bahan pokok kepada para pensiunan, BSG juga sudah menjalankan peraturan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Dampak COVID-19 yang memungkinkan adanya restrukturisasi kredit atau pembiayaan.

Para pensiunan yang sedang antri menerima tunjangannya merasa terkejut ketika Kepala Cabang Bank Sulutgo mengundang beberapa pensiunan untuk berkenan menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak Covid-19.

Pensiunan guru Hi.Harun Gumohung mengucapkan puji syukur dan terima kasih kepada tim manajerial Bank Sulutgo yang masih peduli dengan kami para pensiunan.

Maskun Antogia sebagai pensiunan Pemkab Bolmut mengucapkan terima kasih kepada Torang Pe Bank Sulutgo yang masih peduli dengan kami sebagai laskar tidak berguna. Namun bantuan paket sembako sangat bermanfaat ketika semakin langkanya bahan sembako di pasaran.

Branch Manager Ibu Jummy Roboth menyampaikan ke Sulutnews.com untuk program selanjutnya bantuan sembako ini untuk masyarakat umum yang sangat membutuhkannya, termasuk pengendara bentor. (Adv/ Gandhi Goma).

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Depri Pontoh menggelar siaran pers pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Didampingi para pejabat Forkompinda Wakil Bupati Drs. Hi. Amin Lasena, MAP, Kapolres AKBP Eko Kurniawan, SIK, Kejari Moch. Riza Wisnu Wardhana, SH. M.Hum, Sekda Dr. Hi. Asripan Nani, MSi, Kadis Kesehatan dr. Jusnan Mokoginta, MARS, Direktur RSUD Bolmut dr. Winny Soewikromo. Acara ini di pandu Kabag Humas Sri Wahyuni Pontoh, S.Sos di ruang pertemuan  Dinas Kesehatan Bolmut. Jumat (01/05/2020).

Sebagaimana siaran pers yang disampaikan oleh juru bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara kemarin, ada ketambahan satu kasus baru pasien positif Covid-19 yang berasal dari Kabupaten Bolmut. Untuk itu, pada hari ini secara resmi pemerintah daerah menggelar siaran pers.

Pasien positif Covid-19 Nomor (1) ini berjenis kelamin laki-laki, umur 46 tahun. Berasal dari Kelurahan Bintauna Kecamatan Bintauna.

Bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari Bandara Sam Ratulangi Manado tanggal 10 April 2020 menjemput rombongan santri dari Pesantren Tomboro. Dimana salah satu santri merupakan anak kandung yang bersangkutan.

Setibanya di Bolmut  yang bersangkutan serta rombongan langsung di karantina  di ruang Isolasi RSUD Bolmut dan ditetapkan status menjadi ODP ( Orang Dalam Pemantauan). Sejak diisolasi bersangkutan bisa dikatakan belum ada  kontak langsung dengan orang lain, selain rombongan santri ini.

Kemudian pada tanggal 16 April 2020 oleh Tim Medis RSUD Bolmut yang bersangkutan dinaikkan status menjadi PDP Nomor (3) dengan gejala demam 39 derajat Celcius, batuk dan riwayat perjalanan daerah transmisi lokal (Manado).

Selanjutnya, pada tanggal 21 April 2020 Tim Medis RSUD Bolmut melakukan pengambilan Swab Tes menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COVID2 (penyebab Covid-19) di tubuh pasien. Ungkap dr Jusnan Mokoginta

Tanggal 29 April 2020 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan hasil swab tes melalui Surat Balai Laboratorium Kesehatan Makassar Nomor : LB.03.01/LIII.2/888/2020 yang menerangkan bahwa pasien tersebut terkonfirmasi positif SARS-COVID2 atau dikenal dengan Covid-19. Sehingga hal ini menjadi pasien positif Covid-19 pertama di Kabupaten Bolmut.

Saat ini, pasien tersebut sedang dirawat di Ruang Perawatan Covid-19 RSUD Bolmut sesuai dengan standar protokoler Covid-19.

"Mari kita berikan dorongan moril agar pasien segera berangsur sembuh dan jangan pernah mengucilkan pasien Covid-19 maupun keluarganya," himbauan Bupati Bolmut.

Berikut, saya sampaikan Data Pemetaan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bolmut sampai dengan hari ini; Jumat, tanggal 01 Mei 2020.

- Positif Covid-19 = 1 Orang

- Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) meninggal = 1 Orang

- Orang Dalam Pemantauan (ODP) = 33 Orang

- Orang Tanpa Gejala (OTG) = 15 Orang

- Orang Riwayat Perjalanan (ORP) = 1.211 Orang.

"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter, para perawat dan seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah yang sedang bekerja penuh dedikasi dalam melayani dan merawat para pasien Covid-19," ujar Depri Pontoh. (/Advertorial/Gandhi Goma)

Bolaang Mongondow Utara

PT Pos Indonesia Unit Bolangitang Menyerahkan Bansos Tunai

PT Pos Indonesia Unit Bolangitang Menyerahkan Bans...

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - PT Pos Indonesia (Persero) kembali mendapatkan kepercayaan dari P...

Perdaginkop & UKM Bolmut Menggelar Pasar Murah

Perdaginkop & UKM Bolmut Menggelar Pasar Murah

Boroko, Sulutnews.com - Dra. Leida Pontoh,M.Sc selaku Kadis Perdagangan Industri Koperasi & Usah...

Pasien Dimakamkan Di Desa Ollot  Bukan Dampak Covid 19.

Pasien Dimakamkan Di Desa Ollot Bukan Dampak Covid...

Boroko- Sulutnews.com - Terkait pemberitaan seorang warga Desa Ollot Kecamatan Bolangitang Barat yan...

Pemda Bolmut Meraih Opini WTP Ke 4 Kali Dari BPK RI Atas LKPD 2019

Pemda Bolmut Meraih Opini WTP Ke 4 Kali Dari BPK R...

Boroko, Sulutnews.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dibawah kepemim...