Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Suatu peristiwa pembunuhan paling sadis terjadi di Desa Sonuo Dusun 1 Kecamatan Bolangitang Barat sekitar Jam 08.20 wita. Terlihat korban Arwin Baguna (72 tahun) terkapar berlumuran darah dibawah pohon kelapa dan lehernya nyaris putus. Pelakunya Wisno Tino diperkirakan berumur tujuh puluhan atau bisa dipanggi My Palna. Jumat (18/09/2020)

Menurut keterangan Sangadi Sonuo Harsono Puasa permasalahan ini hanya mengenai batas tanah yang sudah pernah kita tangani dan telah disepakati bersama. Namun korban pada pagi ini akan menggeser patok batas maka dari arah belakang pelaku menebas dengan parang tajam, tengkuk korban nyaris putus.

Terlihat si pelaku dengan teriakan kemarahan sambil mengacungkan parangnya melakukan perlawanan terhadap  anggota Polsek Bolangitang Barat.

Terjadi dialog antara anggota Polsek dengan si pelaku yang tetap mempertahankan kebenarannya tentang batas tanah ini.

Negosiasi ini hampir menyita waktu kurang lebih dua puluh menit. Ketika Sangadi Sonuo datang ke TKP disertai membujuk untuk menyerahkan diri ke polisi, maka si pelaku menyerahkan parang tajam tersebut, kemudian langsung digelandang dua anggota Polisi di bawah ke ruang tahanan Polsek Bolangitang Barat.

Pihak keluarga korban terlihat menangis histeris disertai kemarahan terhadap pelaku peristiwa pembunuhan sadis ini.

Menurut anggota Polsek Bolangitang Barat Soemartono, korban pembunuhan akan di visum ke RSUD Bolmut untuk melengkapi Berita Acara Perkara. Terlihat korban diangkat ke mobil patroli diiringi tangisan keluarganya. (/Gandhi Goma)

Bolmut, Sulutnews.com - Rapat koordinasi pengawasan DPS (Daftar Pemilih Sementara) berdasarkan hasil analisis pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), berlangsung di Laviesta Cafe. Kamis (17/09/2020)

Ketua Bawaslu Kabupaten Bolmut Irianto Pontoh, S.Pd  mengungkapkan berbagai temuan permasalahan tugas pengawasan DPS di Provinsi Sulut, khususnya di Kabupaten Bolmut.

Bawaslu Bolmut telah melakukan pengawasan melekat oleh seluruh jajaran hingga ke tingkat Pengawas Desa dan Kelurahan (PDK) pada tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih.

Irianto Pontoh menjelaskan, permasalahan dalam Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih berawal dari proses Coklit yang dilakukan oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut yaitu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), ditemukan banyak yang tidak sesuai prosedur.

“Kami (Bawaslu) lihat proses Coklit yang dilakukan oleh jajaran KPU Sulut masih banyak yang tidak sesuai prosedur. Hal ini nantinya akan berimplikasi pada penyusunan daftar pemilih,” jelasnya.

Pembawa materi Supriadi Goma, SPd.Imengungkapkan, sejumlah temuan Bawaslu Sulut, antara lain.

-Ada 314 desa/kelurahan yang pemilihnya tercatat sebagai pemilih di desa/kelurahan lain.

-PPDP yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 134 orang.

-Jumlah rumah yang direncanakan akan dicoklit PPDP harian hasil koordinasi dengan PPS/PPDP sebanyak 492.980 rumah.

-Ditemukan jumlah rumah yang tidak dicoklit oleh PPDP sejumlah 57.195 rumah.

-Jumlah rumah yang dicoklit tapi tidak ditempel stiker dan pemilihnya tidak diberikan tanda bukti sejumlah 223 rumah.

-Ditemukan sejumlah PPDP yang tidak mencoklit dari rumah ke rumah sejumlah 4.071 kasus.

-Ditemukan PPDP yang merupakan anggota/ pengurus Parpol sebanyak 3 kasus.

-Ditemukan PPDP yang melimpahkan tugasnya kepada orang lain sebanyak 5 kasus.

-Jumlah PDK yang mendapat informasi jumlah rumah yang direncanakan akan dicoklit PPDP hasil koordinasi dengan PPS/PPDP sejumlah 7.393 informasi.

-Ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat masuk ke dalam A.KWK sejumlah 61.954 kasus.

-Ditemukan Pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak masuk ke dalam daftar pemilih sebanyak 16.123 pemilih.

-Ditemukan wajib pilih yang belum memiliki e-KTP 19.779 pemilih.

-Terdapat pemilih yang data dalam Formulir A-KWK bermasalah sejumlah 81.106 pemilih.

-Ditemukan Pemilih dalam Formulir A-KWK yang berada jauh dari TPS nya 9.702 Pemilih.

Selain itu, Bawaslu Sulut juga melakukan uji petik terhadap dokumen daftar pemilih model A-KWK.

Apakah dokumen A-KWK disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yaitu menjalankan tahapan sinkronisasi antara daftar pemilih Pemilu 2019 dengan DP4 untuk mendapatkan daftar pemilih Pemilihan Serentak 2020.

Uji petik ini dilakukan di 10 Kabupaten/Kota dengan mengambil sampel 15 Kecamatan sebagai basis pemeriksaan.

Uji petik terhadap Daftar Pemilih Model A-KWK didasarkan pada dua indikator, yaitu:

Indikator Pertama, jumlah pemilih yang dinyatakan TMS yang seharusnya sudah dicoret dari daftar pemilih Pemilu 2019 tetapi terdaftar/tercantum dalam A-KWK.

Indikator Kedua yaitu jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih Pemilu 2019 termasuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 tetapi tidak terdaftar/tercantum dalam A-KWK.

Uji petik dengan dua indikator tersebut menghasilkan, temuan sebanyak 2.599 pemilih yang nyata-nyata telah dicoret dan dinyatakan TMS pada Pemilu 2019, namun faktanya kembali terdaftar dalam Daftar Pemilih Model A-KWK Pemilihan 2020.

Serta ditemukan juga sebanyak 1.629 pemilih yang nyata-nyata telah memiliki hak pilih dengan Memenuhi Syarat (MS) dalam Pemilu 2019 serta terdaftar dalam DPK Pada Pemilu 2019, namun faktanya tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Model A-KWK Pemilihan 2020.

“Jadi berdasarkan hasil uji petik ini dapat ditengarai bahwa Daftar Pemilih Model A- KWK Pemilihan 2020 bukanlah hasil sinkronisasi antara daftar pemilih pemilu terakhir dan DP4. Hal tersebut juga berarti proses sinkronisasi tidak menghasilkan data yang akurat,” ujar Kenly.

Lebih lanjut Supriadi Goma mengharapkan keterbukaan data dan informasi antar- penyelenggara pemilu menjadi hal yang penting, mutlak dibutuhkan dan harus menjadi perhatian bersama.

“Keterbukaan informasi antar-penyelenggara pemilihan menjadi kunci terwujudnya daftar pemilih yang akurat, mutakhir dan komprehensif,” tegasnya.

Ketua KPU Bolmut Djunaidi Harundja, SH dalam penjelasannya menerima koreksi dari hasil pengawasan melekat Bawaslu Provinsi Sulut dalam Pilkada serentak 2020, termasuk koreksi Bawaslu Bolmut terhadap kinerja perangkat personil KPU Bolmut.

"Pelanggaran administrasi pemilu adalah pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Pemilu yang bukan merupakan ketentuan pidana pemilu dan hal terhadap kelalaian dan pelanggaran terhadap ketentuan lain yang diatur dalam peraturan KPU.20 Ketentuan dan persyaratan menurut undang-undang pemilu tentu saja akan kita perbaiki sesuai ketentuan-ketentuan dan persyaratan-persyaratan yang diatur, baik dalam

undang-undang pemilu maupun dalam keputusan-keputusan KPU yang bersifat mengatur sebagai aturan pelaksanaan dari undang-undang pemilu," pungkas Djunaidi Harundja. (/Gandhi Goma).

Kaidipang, Sulutnews.com - Kepala sekolah SMK 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Moh. Ansar Nusa, S.Pd. M.Si menyatakan siap mengikuti lomba bersih & sehat Tingkat Provinsi Sulawesi Utara  Tahun 2020 dalam wawancara singkat diruangannya. Selasa (15/09/2020).

Pemerintah Daerah Provinsi Sulut akan melaksanakan penilaian peninjauan langsung  terhadap dua sekolah  terpilih mewakili Pemda Bolmut yaitu SMK 1 Kaidipang dan SMA 1 Bolangitang yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (17/09/2020).

Menurut Ansar Nusa telah ada panduan untuk mewujudkan sekolah bersih dan  sehat. Ada 10 indikator sekolah sehat, yaitu :

  1. Kepadatan ruang kelas minimal 1,75 m2 / anak, selain untuk kenyamanan dan memberi ruang gerak yang cukup bagi anak, kondisi kelas yang tidak padat juga memudahkan prosedur evakuasi saat keadaan darurat.
  2. Tingkat lingkungan sekolah maksimal 45 desibel (setara dengan suara orang mengobrol dengan suara normal) karena saat ini di atas 45 desibel akan mengganggu konsentrasi belajar.
  3. Memiliki lapangan atau aula untuk olahraga.
  4. Memiliki lingkungan sekolah yang bersih, rindang dan nyaman.
  5. Memiliki sumber air bersih yang memadai dan septic tank dengan jarak minimal 10 meter dari sumber air bersih.
  6. Ventilasi kelas yang memadai.
  7. Pencahayaan kelas yang memadai (harus cukup terang).
  8. Memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan.
  9. Memiliki toilet dan kamar mandi bersih dengan rasio 1:40 untuk siswa laki-laki dan 1:25 untuk siswa perempuan.
  10. Menerapkan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah.

Kesepuluh indikator itu masih harus dilengkapi dengan adanya ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan program UKS yang melaksanakan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Ditambahkannya, SMK 1 Kaidipang sudah memiliki alumni kurang lebih empat ribuan lebih lulusan yang tersebar keberbagai sektor swasta, ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, karena memang kita siapkan mereka sudah siap kerja.

Jumlah siswa tahun ajaran 2020 berjumlah 775 siswa. Jumlah tenaga guru ASN,THL,GTT,PTT ada 72 orang. Kita memiliki 9 Jurusan siap pakai; yaitu, jurusan keperawatan, adminstrasi perkantoran, akuntansi, marketing, teknik komputer jaringan, multimedia, pertanian, rekayasa perangkat lunak, teknik gambar bangunan. (/Gandhi Goma)

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Lomba Sekolah Bersih &  Sehat Tingkat Provinsi Sulawesi (Sulut) 2020 yang tidak lama lagi akan digelar, memberikan tantangan tersendiri bagi setiap sekolah yang terpilih sebagai delegasi terbaik dari masing-masing daerah. Sekolah tersebut harus membuat program dan kinerja guna mewujudkan sekolah sehat sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Menurut Kepala Sekolah SMA 1 Bolangitang Ibu Naria Dalanggo, S.Pd pelaksaan lomba ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (17/09/2020).

"SMA 1 Bolangitang memiliki 720 siswa tahun ajaran 2020, jumlah tenaga guru 28 orang dan Tenaga Lepas Harian (TLH) 9 orang. Sekolah ini telah menghasilkan ribuan alumni sejak tahun 1980. Termasuk Bupati Bolmut Drs. H Depri Pontoh dan banyak anggota legislatif yang masih sering melaksanakan reuni setiap tahunnya", ungkap Naria Dalanggo.

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Diknas Sulut di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Patra Kapiso, S.Pd. Menurutnya, penilaian berdasarkan acuan strata paripurna. Artinya, suasananya hampir sempurna dalam beberapa hal berkaitan dengan kondisi lingkungan belajar yang normal, baik secara jasmani maupun rohani. Hal itu terlihat dari sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejah­teraan lahir dan batin setiap warga sekolah.

“Ruang kelas, kepala sekolah, guru, ruang perpustakaan, toilet, kantin, dan jumlah siswa dengan rasio jumlah toilet sekolah harus sesuai. Semua aspek tersebut turut dinilai,” ujar Patra Kapiso. Senin (14/09/2020).

Kriteria penilaian lebih rinci, lanjutnya, yakni lingkungan sekolah harus bersih, indah, tertib, rindang, dan memiliki penghijauan yang memadai. Kemudian, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah serta air bersih terkontrol. Selain itu, kantin dan petugas kantin harus bersih dan rapi serta menyediakan menu gizi seimbang. Juga ruang kelas yang memenuhi syarat kese­hatan (ventilasi/AC dan pencahayaan cukup), ruang serta peralatan UKS yang ideal.

“Ditambah sarana dan prasarana pembelajaran yang meme­nuhi standar kesehatan, kenyamanan dan keamanan, taman/kebun sekolah yang bisa dimanfaatkan serta kurikulum pembelajaran yang baik bagi tumbuh kembang siswa. Selain itu, menerapkan kehidupan sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, pola hidup bersih, higienis, dan sehat,” paparnya.

Sekolah bersih &  sehat, tambah Patra Kapiso, pada prinsipnya fokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut sehat secara lingkungan dan memperhatikan kesehatan peserta didik. Hal ini membuat sekolah sehat memung­kinkan bagi setiap warga dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, memiliki nilai daya guna, dan berhasil.

“Peran UKS (Unit Kesehatan Sekolah) juga sangat penting. Siswa yang sakit pertama kali dirujuk ke UKS untuk penanganan pertama. Oleh karena itu, UKS menjadi ujung tombak sejauh mana sekolah memerhatikan kesehatan peserta didik,” tuturnya.

Kepsek SMA 1 Bolangitang berharap, dalam lomba sekolah bersih & sehat Tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2020, sekolah kita bisa memenuhi standar penilaian dari panitia lomba ini, terlebih hampir setiap tahun sekolah ini telah melaksanakan standard sekolah bersih dan sehat sesuai kriteria di atas. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi I DPRD Bolmut dengan pihak RSUD Bolmut tentang patut diduga 'penelantaran' pasien melahirkan telah menjadi polemik dan opini berkembang di masyarakat,  dan penting diundang wakil rakyat untuk mencari akar permasalahan serta solusinya untuk memperbaiki standar pelayanan kesehatan dari sisi kepemimpinan dan manajerial RSUD Bolmut kedepan, dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Bolmut Djuldin Bolota, S.IP. Senin (01/09/2020).

Rumah sakit memang menjadi harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pada dasarnya, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu. 

"Ini artinya, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien yang dalam keadaan darurat serta wajib memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa pasien." Ungkap Djuldin Bolota.

Permasalahan ini berawal dari hasil rujukan pasien akan melahirkan dari Puskesmas Buko Kecamatan Pinogaluman ke RSUD Bolmut tertanggal 29 Agustus 2020,  namun ketika tiba di depan UGD terjadi saling adu argumentasi sesama para medis dan dokter yang piket tentang persyaratan yang harus dipenuhi.

Berdasarkan keterangan bidan Ibnutian yang membawa pasien melahirkan dengan ambulance, kronologis peristiwa ini berdasarkan standar surat rujukan harus dibawah dulu ke RSUD  Bolmut, namun ketika melihat keadaan pasien dalam keadaan kesakitan serta histeris, dan belum ada kepastian dari petugas jaga di UGD, maka di bawahlah pasien ke Puskesmas Bolangitang. Dibantu dr. Gusti Bagus maka selamatlah pasien ini melahirkan dengan normal.

Direktur RSUD Bolmut dr. Winny Soewikromo pada saat itu sedang melaksanakan Bintek di Manado. Ketika mendengar permasalahan ini dengan mengendarai mobil sendiri ditemani Sutri Buhang segera balik Bolmut untuk menyelesaikan polemik ini, serta meminta maaf kepada pasien dan keluarganya atas kelalaian serta kesalahan anak buahnya.

Menurut Kepala Bidan Puskesmas Buko Ibu Nining Harmain, komunikasi kita bangun selama ini dalam merujuk pasien antar Puskesmas  hanya melalui group WhatsApp (WA), dan kebetulan nomor handphone saya belum masuk group ini, sehingga permasalahan ini terhambatnya komunikasi antara dia dan pihak dokter piket di UDG Bolmut terlambat koordinasi dan informasi penting tentang pasien melahirkan ini dalam keadaan kritis.

Menurut anggota Komisi I Husen Yahya Soeit Pontoh, penyelenggaran pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks.

"Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuan yang beragam,

berinteraksi satu sama lain. Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang perlu diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu standar, membuat semakin kompleksnya permasalahan di rumah sakit. Sehingga perlu ditinjau kembali penempatan para medis sesuai dengan standar karier profesional sesuai pangkat dan jabatannya," ujar Soeit Pontoh.

Mardan Umar dan  Budi Setiawan Kohongia anggota Komisi I nyaris sama menyampaikan keluhan dan kecewanya para pasien yang pernah ditangani pihak manajemen RSUD Bolmut.

Sangat peduli dengan peristiwa sangat mengiris hati nuraninya karena dia adalah seorang wanita yang pernah melahirkan anak adalah Ibu Sauda Lakoro anggota Komisi I, apapun alasan yang dilakukan para pihak RSUD Bolmut yang bertanggung jawab terhadap kelalaian dan pembiaran pasien yang telah melahirkan bayi dengan selamat di Puskesmas Bolangitang adalah bukti ketidakmampuan analisa medis setiap person kesehatan dan segera minta maaf kepada pasien dan keluarganya, dengan emosi keluar dari ruangan rapat dengan raut wajah penuh kesedihan.

Hal senada dilakukan pimpinan DPRD Bolmut Drs. Salim Bin Abdullah dengan nada tinggi mengecam keras perilaku para medis dan para dokter yang bertanggung jawab dengan peristiwa ini. Prioritas dulu penanganan menyelamatkan nyawa pasien dalam keadaan gawat darurat sesuai regulasi yang ada. Jangan permasalahkan hanya karena alasan selembar kertas, peralatan medis terbatas, atau belum memiliki bank darah.

Kadis Kesehatan dr. Jusnan C Mokoginta, MARS, pada hakekatnya rumah sakit  berfungsi sebagai tempat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Fungsi dimaksud memiliki makna tanggung jawab yang seyogyanya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dari pelayanan kesehatan.

Dengan ekspresi kemarahan mendalam menegur keras terhadap para dokter yang terindentifikasi telah melakukan dianogsa prosedur salah kaprah, kepanikan para medis, ada pembiaran terhadap pasien gawat darurat, serta kelalaian sehingga banyak permasalahan yang datang silih berganti. Ini terakhir kali, perlu koordinasi lintas bidang penanganan pasien.

"Saya atas nama para medis dan para dokter yang berada dalam sistem koordinasi kepemimpinan dan manajerial Dinas Kesehatan Bolmut meminta  maaf kepada masyarakat, dan khususnya kepada pasien yang telah selamat melahirkan dan keluarganya, serta kepada pasien lainnya yang telah kecewa dengan standar pelayanan kesehatan kami, dan ini sudah terakhir kalinya," Tegas dr. Jusnan Mokoginta.

Ditambahkannya, saya memberikan penghargaan khusus kepada dr. Gusti Bagus dan para medis Puskesmas Bolangitang Barat yang menyelamatkan pasien melahirkan dengan selamat. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Depri Pontoh sebagai Inspektur upacara (Irup) pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Senin (17/08/2020)

Bersumber dari Bagian Humas Pemkab Bolmut, bertindak sebagai Perwira Upacara AKP. Syaiful Tamu Kasat Sabara Polres Bolmut dan Komandan Upacara Kapten Inf. Muyassir, S.IP. Sementara itu, Pasukan Pengibar Bendera yang bertugas diantaranya David Ravid (SMKN 1 Kaidipang) sebagai Pengibar Bendera, Arinda Sukma Lamaka (SMAN 1 Bintauna) sebagai Pembawa Bendera, dan Wahyu Putra Datukramat (MA Al Khairaat Bintauna) sebagai Pembentang Bendera.

Upacara yang bertempat di halaman Kantor Bupati Bolmut tersebut berlangsung hikmad dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam Upacara, Bupati Bolmut membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE.

Gubernur Sulut berharap meskipun HUT Kemerdekaan RI diperingati pada situasi pandemi, kiranya momentum Kemerdekaan RI dapat dimaknai dan hayati untuk kembali menata peranan, tugas dan kewajiban kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dalam melanjutkan perjuangan para pendahalu, mengisi Kemerdekaan di tanah air tercinta.

Sambil menjaga harmonisasi dalam penanganan pandemi covid-19, dirinya mengajak untuk terus bersinergi dan saling mendukung dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah, untuk Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya.

Usai Upacara, Bupati Bolmut secara resmi melaunching 4 (empat) Peraturan Daerah, diantaranya Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum, Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu.

Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Franky Chendra, Ketua TP PKK Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, M.AP bersama Wakil Ketua TP PKK Dra. Hj. Siti Safwania Lasena Djenaan, Sekretaris Daerah Dr. Drs. Hi. Asripan Nani, M.Si., Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD, Para Pejabat di Lingkup Pemkab Bolmut serta para Camat dan Sangadi (kepala desa). (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 mengambil Tema Besar “Indonesia Maju" dan disempurnakan dengan penambahan logo “Bangga Buatan Indonesia", dan telah dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bolmut. Senin (17/08/2020)

Menurut Ketua DPRD Bolaang Mongondow Utara Frangky Cendra Tema Besar “Indonesia Maju" merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tema ini disempurnakan dengan penambahan logo “Bangga Buatan Indonesia" sebagai upaya menumbuhkan kecintaan warga negara pada produk dalam negeri

Pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang Penyempurnaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2020.

Dalam upaya menyemarakan Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Rl Tahun 2020 di Kabupaten Bolmut, Frangky Cendra tetap mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Upacara detik-detik pembacaan naskah proklamasi telah mengingatkan kembali dua tokoh proklamator kita Ir Soekarno dan Muhammad Hatta dengan keberanian menyatakan kemerdekaan Indonesia  ke dunia internasional; "Indonesia Telah Merdeka", atas jasa-jasanya  kita hanya memiliki kewajiban  melaksanakan peringatan setiap tahunnya, dan peringatan melalui upacara 17 Agustus 2020 dilaksankan secara sederhana dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Marilah kita bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa serta mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan kemerdekaan, serta masyarakat adat Kabupaten Bolmut yang saya lihat diluar lapangan upacara telah berhenti dari kendaraaan serta meluangkan waktu untuk menghormati penaikan bendera merah-putih serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap sempurna. Mari kita tetap jaga persatuan dan kesatuan untuk membangun negeri Kabupaten Bolmut tercinta", ujar Frangky Cendra. (/Gandhi Goma)

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs H Depri Pontoh meletakan batu pertama pelaksanaan kegiatan pembangunan drainase dan jalan paving program "KOTAKU" di Desa Bolangitang Dua Kecamatan Bolangitang Barat Tahun 2020. Kamis (13/08/2020).

Program "Kota Tanpa Kumuh" (KOTAKU) merupakan salah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh yang dilaksanakan secara nasional di 34 provinsi yang menjadi basis penanganan pemukiman kumuh yangengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, termasuk dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di pemukiman kumuh perkotaan untuk mendukung perwujudan pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan," ujar Depri Pontoh.

Ditambahkannya, tujuan umum ini terkandung 2 maksud yaitu :

Pertama, memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di pemukiman kumuh perkotaan, dan

Kedua, adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan melalui pencegahan dan peningkatan kwalitas pemukiman kumuh berbasis masyarakat dan partisipasi pemerintah daerah.

Terdapat 8 indikator kriteria kumuh yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR yaitu, indikator bangunan gedung, indikator jalan lingkungan, indikator penyediaan air minum, indikator drainase lingkungan, indikator pengelolaan persampahan, indikator pengamanan kebakaran, dan indikator ruang terbuka publik.

 

Mewakili BPPW ( Balai Prasarana Pemukiman Wilayah) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Pemukiman Sulawesi Utara Ognerius Tindoilo, ST mengatakan Desa Bolangitang Dua dipilih sebagai lokasi Program Kotaku di Kabupaten Bolmut setelah melalui tahapan survey Tim Fasilitator Kotaku serta hasil rembug dan kesepakatan dari Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dengan Ketuanya Vicky Kristianto, dengan menetapkan 2 kegiatan pembangunan drainase sepanjang 1.607 meter dan pembangunan jalan paving sepanjang 794 meter dengan total anggaran adalah Rp.1.088.954.000,- (satu milyar, delapan puluh delapan juta, sembilan ratus lima puluh empat ribu rupiah), terdiri dari sumber dana APBN sebesar Rp.995.000.000,- (sembilan ratus sembilan puluh lima juta rupiah), dan sumber dana swadaya  masyarakat sebesar Rp.93.954.000,- (sembilan puluh tiga juta, sembilan ratus lima puluh empat ribu rupiah) dengan waktu pekerjaan selama 90 hari.

"Masih banyak lagi program BPPW Sulut yang akan kita laksanakan di Kabupaten Bolmut, perlu ada pertemuan selanjutnya untuk program tahap berikutnya," ujar Ognerius Tindoilo.

Tim Program Kotaku Bolaang Mongondow, Koordinator Kota Frangky Van Pamelen, SE mengucapkan terima kapada Pemkab Bolmut, dan khususnya kepada Kepala Dinas Kawasan Pemukiman Dan Pertahanan Bolmut Dr. Hidayat Panigoro, M.Si yang terus-menerus melakukan koordinasi dan konfirmasi tentang program ini.

"Semoga program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini berjalan dengan sukses dalam melakukan perbaikan lingkungan kumuh dan tentunya dapat membawa manfaat dan berhasil guna bagi daerah dan masyarakat di Kabupaten Bolmut," harapan Depri Pontoh mengakhiri sambutannya...

Dengan mengucap bahasa adat Kaidipang Besar, Bintauna, Sanger Talaut, dan Minahasa; dalam arti saling ingat-mengingatkan dengan kabaikan yang banyak, saling mengasihi, dan saling mengingatkan...

"Terima kasih, syukuri mohuo-huo. Mopopiana, Mototabiana, Agu Mononandobana. Mototavia, Mososandova, Mopopiana, Mosombokoso momangu lipu. Somahe Kae Kahage, San Siote San Pate-Pate. Pakatiti Tuhema, Pakanandu Mangena, Pakatuan Wo Pakalawiren.

Turut hadir Wakil Bupati Bolmut Drs. H. Drs. Amin Lasena, MAP, Sekda Dr. Drs. H. Asripan Nani, M.Sc, Camat Bolangitang Barat Supriadi Goma, S.Pd, M.Pd, Sangadi (Kepala Desa) Bolangitang Dua Jemy Pangaila, Anggota BPD, dan masyarakat adat. (Advetorial; /Gandhi Goma)

Sangkub, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Depri Pontoh mencanangan penanaman pohon dalam rangka Pelestarian Lingkungan Hidup di Kawasan Gunung Imokima Kecamatan Sangkub. Rabu (12/08/2020).

Dikutip dari Bagian Humas Pemkab Bolmut, dalam sambutannya Bupati Bolmut mengatakan dampak dari Pemanasan Global Merupakan suatu kenyataan yang telah kita rasakan bersama seperti terganggunya ekosistem kondisi cuaca yang ekstrim.

Kegiatan Menanam pohon merupakan upaya yang harus kita dukung dan sukseskan bersama karena penanaman pohon akan memberi kontribusi untuk menurunkan tingkat emisi dalam mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.

Kabupaten Bolmut sampai dengan saat ini telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan terkait dengan kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat Bolmut terhadap tanggungjawab memelihara kelangsungan hidup manusia, yaitu kegiatan penanaman pohon dipesisir pantai, gerakan menanam mangrove, gerakan permpuan menanam dan memelihara pohon, penanaman pohon dipinggir sungai, kegiatan penanaman satu orang satu pohon, dan penanaman satu milyar pohon tinggkat Provinsi Sulawesi Utara.

Dirinya Berharap Dengan Dilaksanakannya Kegiatan Penanaman Pohon ini akan dapat memulihkan kerusakan sumber daya hutan yang rusak karena bencana banjir dan tanah longsor, sekaligus membangun budaya sadar untuk selalu menanam, menjaga dan memelihara yang dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa sehingga lingkungan kehidupan kita tetap berperan sebagai sistem kehidupan alam dan sumber kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat dipedesaan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bolmut.

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2017 memiliki hutan dengan luas 133.300.543 hektare.

Keberadaan hutan memiliki banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan langsung maupun tak langsung oleh makhluk hidup di seluruh dunia.

Meskipun begitu, masih saja ada oknum tidak bertanggungjawab yang mengeksploitasi hutan untuk kepentingan pribadinya tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.

Berdasarkan data dari Global Forest Resources Assesment (FRA), Indonesia berada di posisi kedua yang mengalami kehilangan hutan tertinggi setiap tahunnya setelah Brasil.

Pembalakan liar, kebakaran hutan, perambahan hutan, dan alih fungsi hutan merupakan contoh kegiatan yang menyebabkan Indonesia kehilangan hutan seluas 684.000 hektare setiap tahunnya.

Reboisasi merupakan salah satu solusi dari hilangnya hutan di Indonesia dengan melakukan penanaman hutan yang baru pada wilayah-wilayah yang mengalami kehilangan tutupan lahan hutan.

Turut Hadir Ketua TP PKK Kabupaten Bolmut Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena M.AP, Ketua DPRD Bolmut Franky Chendra, Kapolres Bolmut AKBP. Eko Kurniawan S.IK, Kepala Kejaksaan Negeri Bolmut Moch. Riza Wisnu Wardhana, SH. M.Hum, Kepala Pengadilan Agama Bolmut, Anggota DPRD Bolmut, Para Asisten Sekda, Para staf ahli Bupati, Pimpinan SKPD, Camat Sangkub, Serta Sangadi (Kepala Desa) Se Kecamatan Sangkub. (/Gandhi Goma)

Boroko, Sulutnews.com - Peringatan 17 Agustusan adalah Hari Kemerdekaan yang dirayakan setiap tahun oleh setiap warga masyarakat dengan penuh suka cita. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengenang  jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertaruhkan nyawa merebut kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme Belanda.

Panitia Peringatan 17 Agustusan Karang Taruna Desa Binjeita Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dipimpin Ketuanya Jainudin Pontoh, S.Pd.I bersilaturahmi ke DPRD Kabupaten Bolmut diterima langsung oleh Komisi I Bidang Pemerintahan dan Kesra Husen Yahya Soeit Pontoh, Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan Moh. Sofian Goma, Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Sartono Dotinggulo. Selasa (11/08/2020)

"Kita selaku generasi muda akan mengadakan kegiatan positif peringatan 17 Agustus 2020 yang tujuannya tidak lain adalah menghibur dan menumbuhkan semangat cinta tanah air. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Lapangan Umum Desa Binjeita," ujar Jainudin Pontoh.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT atas anugerah kemerdekaan ini. Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama lapisan masyarakat. Mengenang kembali perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia. Menumbuhkan semangat juang kepada para pemuda dengan karya nyata membangun negeri tercinta Indonesia. Menghibur masyarakat dengan kegiatan lomba olahraga, lomba seni suara lagu-lagu perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan memperat tali silaturahmi warga khususnya para pemuda antar dusun.

Anggota legislatif Husen Yahya Soeit Pontoh berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini dan berpesan guna meningkatkan kesadaran akan besarnya jasa pejuang kemerdekaan dan nasional dalam merebut kemerdekaan kemerdekaan bangsa Indonesia dan kegiatan olahraga ini meningkatkan jiwa sportivitas dalam meraih prestasi, serta mendorong rasa bangga cinta tanah air.

"Jangan lupa dalam setiap kegiatan ini tetap menerapkan standar pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, meskipun Kabupaten Bolmut sudah masuk zona hijau", ungkap Soeit Pontoh.

Moh. Sofian Goma mengingatkan kembali sesuai tema HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020 "Indonesia Maju", pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada jam 10.15 WITA, oleh karena itu akan ada sirine pengingat yang dibunyikan pada pukul 10.00 WITA.

Selanjutnya masyarakat dari tempatnya masing-masing diharapkan menghentikan aktivitas sejenak dan berdiri tegak serta secara khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

Sartono Dotinggulo mengusulkan ada  lomba menulis selain bermanfaat untuk mengajarkan peserta lomba membaca, menulis juga mengajarkan seseorang untuk meluapkan hasil pikirnya.

 

"Alhasil, lomba menulis tak hanya sebagai bentuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia namun juga memberikan manfaat yang banyak untuk semua kalangan," himbau Dotinggulo. (/Gandhi Goma)

Bolaang Mongondow Utara

Sadis ! Hanya Soal Batas Tanah Leher Nyaris Putus

Sadis ! Hanya Soal Batas Tanah Leher Nyaris Putus

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Suatu peristiwa pembunuhan paling sadis terjadi di Desa Sonuo Dus...

DPS Pilkada Pilgub Sulut 2020 Menumpuk Permasalahan

DPS Pilkada Pilgub Sulut 2020 Menumpuk Permasalaha...

Bolmut, Sulutnews.com - Rapat koordinasi pengawasan DPS (Daftar Pemilih Sementara) berdasarkan hasil...

SMK 1 Kaidipang Siap Mengikuti Lomba Bersih & Sehat Tingkat Provinsi Sulut 2020

SMK 1 Kaidipang Siap Mengikuti Lomba Bersih &...

Kaidipang, Sulutnews.com - Kepala sekolah SMK 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)...

SMA 1 Bolangitang Ikut Lomba Sekolah Bersih & Sehat Tingkat Provinsi Sulut

SMA 1 Bolangitang Ikut Lomba Sekolah Bersih &...

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Lomba Sekolah Bersih & Sehat Tingkat Provinsi Sulawesi (Sulut...