Nasib Guru Honorer Bolmut Menunggu Kepres

Written by  Gandhi Goma Jul 29, 2020

Boroko, Sulutnews.com - Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs H Amin Lasena MAP sangat peduli dengan nasib guru honorer di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Rabu (29/07/2020)

Dialog ringan terjadi di ruangannya, dimulai menceritakan awal kariernya sebagai sebagai dosen di Unima (Universitas Manado). Datang mengajar di tanah leluhurnya Bolmut karena pada waktu itu Unima membuka cabang di beberapa wilayah guna memenuhi peningkatan pendidikan status guru harus sarjana strata satu.

Perjuangan bolak balik Manado - Bolmut cukup melelahkan dengan menempuh jarak mengendarai mobil kurang lebih 300 km. Setelah menghasilkan beberapa lulusan sarjana, terjadi lagi kebijakan para menteri, setiap perguruan tinggi tidak boleh membuka cabangnya di setiap daerah.

Dampaknya sudah kita rasakan saat ini. Jumlah guru yang pensiun tidak sebanding dengan pengangkatan guru honorer yang ada karena persyaratan ketat menjadi guru aparatur sipil negara.

"Kita harus pahami bersama pembentukan karakter anak bangsa harus dimulai dari tingkat pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, sistem pendidikan ini diterapkan di Jepang. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak usia dini dan jaminan kesejahteraan guru" ungkap Amin Lasena

Ditambahkannya, di Kabupaten Bolmut jumlah gedung sekolah dasar ada 91 unit dan sekolah menengah pertama 20 unit. Dari hasil evaluasi dengan dinas terkait, kita kekurangan guru sekolah dasar. Regulasi diterapkan untuk mengangkat guru honorer sangat ketat. Banyak yang sudah keluar dari guru kontrak. Kita harus evaluasi kembali jaminan kesejahteraannya.

Data yang disampaikan Kadis Dikbud Kabupaten Bolmut Sulha Mokodompis, SPd.MM tentang kebutuhan mendesak kekurangan tenaga guru di 91 Sekolah Dasar (SD) 813 orang, dan guru yang ada hanya 57 orang, kekurangn 324 orang.

Untuk 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) kebutuhannya 356 orang dan yang ada hanya 278 guru, dan kekurangan gurunya 78 orang.

Khusus untuk guru honor tingkat  SD yang terdata ada 314 orang, dan guru honorer untuk SMP ada 44 orang.

"Di Kecamatan Sangkub ada sebuah sekolah dasar dengan jumlah murid sekitar 300 orang, kepala sekolahnya sudah merangkap guru bantu. Guru honornya sudah pada alih profesi menjadi petani. Namun setelah ditinjau kembali sudah diisi oleh tiga orang guru," kata Kadis Dikbud Bolmut

 

Penyebab semua ini, salah satunya karena kebijakan para menteri menghapus pendidikan yang siap kerja;  kejuruan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), serta persyaratan administrasi sangat memberatkan mereka melanjutkan sarjana strata satu dengan honor daerah per bulan mirip nilai tunai sewa hotel anggota legislatif dan pejabat birokrat. Dampaknya mereka masih berstatus guru honorer sampai saat ini dan banyak sudah alih profesi.

Seorang guru honorer Jamal Daeng alumni SGO Kotamobagu 1999, mulai mengabdi tahun 2000, sampai detik masih berstatus guru honorer abadi. Setiap ganti presiden ganti menteri ganti juga kebijakan terhadap bidang pendidikan.

"Kami ini mengambil jurusan pendidikan guru olahraga berkeinginan menjadi guru SD. Honor guru dimulai Rp.150 ribu, dan sampai detik hanya Rp.300 ribu, itupun tiga bulan sekali, janji kampanye pilpres dan pileg kemarin tinggal Tuhan yang tau... " ujar Jamal Daeng serius

Dengan raut wajah sedih sambil menatap foto resmi Presiden Jokowi di ruang kelasnya, beban saya sebagai kepala keluarga dengan isteri dan tiga orang anak dalam perhitungan upah minuman regional sangat jauh berbeda. Kita guru honorer dianggap bukan bagian dari kehidupan tujuan bernegara ini. Mungkin guru honorer tidak masuk kriteria tenaga kerja sesuai regulasi yang ada.

"Kita mengabdi di sekolah pemerintah, tapi selama ini kita bukan masuk kriteria tenaga kerja dan tidak pantas menerima standar hidup layak upah regional" ujarnya sambil menatap bingkai tulisan Pembukaan UUD 1945.

Diungkapnya... Banyak kebijakan pemerintah setiap ganti presiden selalu tumpang tindih tentang nasib guru honorer. Tidak ada kepedulian wakil rakyat memahami penderitaan kami, malah regulasi harus mengikuti membebani kami wajib mengikuti jenjang pendidikan diploma sampai harus meraih sarjana S1 adalah kebijakan salah kaprah.

"Duitnya dari mana memaksa secara regulasi guru honorer wajib kuliah,"  harapan para guru diterbitkannya surat keputusan presiden (kepres) mengangkat status guru honorer menjadi aparatur sipil negara, sambil melihat jam dinding karena saatnya proses belajar mengajar akan dimulai... (/Gandhi Goma)

Last modified on Wednesday, 29 July 2020 07:32

Bolaang Mongondow Utara

Bank SulutGo (BSG) Cabang Boroko Menyerahkan Sapi Qurban Idul Adha 1441 H

Bank SulutGo (BSG) Cabang Boroko Menyerahkan Sapi...

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Cabang Bank SulutGo (BSG) Boroko Jummy Roboth, SE didampingi beberapa...

Nasib Guru Honorer Bolmut Menunggu Kepres

Nasib Guru Honorer Bolmut Menunggu Kepres

Boroko, Sulutnews.com - Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs H Amin Lasena MAP sangat p...

Wabup Bolmut Amin Lasena Menjadi Mediasi Fasilitator Dua Koperasi TKBM

Wabup Bolmut Amin Lasena Menjadi Mediasi Fasilitat...

Boroko, Sulutnews.com - Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs H Amin Lasena, M...

Kepatuhan Profesi Wartawan Dalam Kode Etik Jurnalistik Dan Kode Perilaku Wartawan

Kepatuhan Profesi Wartawan Dalam Kode Etik Jurnali...

Boroko, Sulutnews.com - Pada saat sesudah pengukuhan PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)...