Pemetaan Penggunaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2021

Written by  Gandhi Goma Jun 23, 2020

Boroko, Sulutnews.com -  Kepala Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Abdul. Nazarudin Maloho, S.Pd. M. SI sedang melaksanakan pembahasan dan pemetaan  Peraturan Mendagri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah. Selasa (23/06/2020).

Klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah digunakan untuk mendukung Sistem Informasi Pemerintahan Daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bolmut 2021.

Penyusunan dokumen sebagaimana dimaksud dengan menggunakan Klasifikasi, Kodefikasi Dan

Nomenklatur yang digunakan pada tahapan:

Pertama, perencanaan pembangunan daerah;

Kedua, perencanaan anggaran daerah;

Ketiga, pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah;

Keempat, akuntansi dan pelaporan keuangan daerah;

Kelima, pertanggungjawaban keuangan daerah;

Keenam, pengawasan keuangan daerah;

Ketujuh, analisis informasi pemerintahan daerah lainnya.

Untuk itu pada setiap Satuan Perangkat Daerah (SKP) dalam penyusunan neraca, laporan realisasi anggaran, dan laporan operasional tahun anggaran 2021, Pemerintah Daerah melaksanakan pemetaan program dan kegiatan rnenurut Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur sesuai dengan lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Mendagri ini.

Program perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut yang dicanangkan pada tahun anggaran APBD 2019 karena sumber dana dialihkan untuk menanggulangi dampak Covid-19 akan kita evaluasi kembali untuk RAPBD 2021 dan akan diselaraskan dengan visi dan misi RPJMD Bolmut 2019-2023.

"Sektor investasi perkebunan tebu, tambak udang paname akan menjadi prioritas untuk tahun depan. Peningkatan sumber daya manusia melalui kerjasama dengan Universitas Negeri Gorontalo, target kita predikat desertasi doktor minimal 30 orang, sarjana S1 500 orang, sarjana S2 300 orang. Semoga dampak Covid-19 era new normal ini akan menggerakkan kembali aktifitas perekonomian masyarakat." Ungkap Maloho.

Hudia Tonote sebagai petani jagung mengharapkan distribusi pupuk dan bibit jagung menjadi prioritas pemerintah daerah. Kita sudah merasakan manfaat menanam jagung pada pademi Covid-19. Harga jagung tetap stabil dan menopang ekonomi kerakyatan, termasuk memberdayakan permodalan uang tunai untuk Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) di negeri leluhur kami Bolmut tercinta.(/Gandhi Goma)

Bolaang Mongondow Utara

Pasien Positif Covid-19 Bisa Dipulangkan Ke Rumahnya Setelah Masa Inkubasi 30 Hari

Pasien Positif Covid-19 Bisa Dipulangkan Ke Rumahn...

Boroko, Sulutnews.com - Kadis Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dr. Jusnan C Moko...

Legislatif Dan Eksekutif Belum Sinergi Membela Kepentingan Masyarakat Bolmut

Legislatif Dan Eksekutif Belum Sinergi Membela Kep...

Boroko, Sulutnews.com - Juru bicara Fraksi Kebangkitan dan Persatuan Suriansyah Korompot, SH telah m...

AMAN Peduli Terhadap Perlindungan Hukum Peladang Tradisional

AMAN Peduli Terhadap Perlindungan Hukum Peladang T...

Boroko, Sulutnews.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB-AMA...

SIAPP BANG'  Slogan TRC Praja Wibawa SatPol PP Bolmut Bereskan Gangguan Saat Diresmikan

SIAPP BANG' Slogan TRC Praja Wibawa SatPol PP Bolm...

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut...