2401_banner.jpg
3110_banner_dinas_perumahan.jpg

Jeritan Rakyat Huntuk Dihantam Banjir Bandang

Written by  Gandhi Goma Mar 07, 2020

Huntuk, Sulutnews.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Dokter Jusnan Mokoginta, MARS menceriterakan kembali peristiwa menyedihkan musibah banjir bandang bercampur lumpur yang menghantam pemukiman penduduk dari dua arah aliran sungai di Desa Huntuk Kecamatan Bintauna. Sabtu (07/03/2020).

Musibah bencana banjir bandang bercampur lumpur tebal telah terjadi pada hari Rabu (04/03/2020) di empat wilayah kecamatan Bolmut. Curah hujan merata dimulai dari hari Minggu (01/03/2020) turun dari langit tiada henti, berhenti sejenak kemudian diguyur kembali terus menerus sepanjang hari.

Dokter Jusnan Mokoginta pada waktu itu diberitahu para stafnya tentang banjir bandang paling parah telah terjadi di Dusun 1 Desa Huntuk. Puskesmas Pembantu Desa Huntuk serta para medisnya terkurung banjir, batuh bantuan segera, ada warga yang bunuh diri karena stres akibat banjir. Dengan segera meluncur ke lokasi bencana dengan beberapa paramedis.

Ketika akan memasuki Desa Huntuk kita sudah terhalang dengan longsor, mobil kita tinggalkan, berjalan kaki dipinggir bukit terjal sambil membawah peralatan medis. Tiba di suatu rumah ada sepasang suami isteri yang lansia dalam keadaan gemetar kedinginan karena kelaparan sejak semalam. Kita bantu dengan bekal makanan yang ada.

Jarak dari longsor sampai ke puskesmas pembantu ini  kurang lebih dua kilometer, demi tugas kemanusiaan kita lanjutkan perjalanan. Pemandangan dari jauh rumah penduduk sudah nyaris tenggelam, terlihat hanya puncak menara gereja. Kita berhenti sejenak sambil menunggu banjir surut.

Ketika banjir surut, kita melihat suatu peristiwa bencana alam; nyaris 90 persen rumah penduduk rusak total dan sebagian dibawah banjir bandang. Masyarakat kena musibah yang tersisa baju di badan, harta bendanya hanyut terbawah, termasuk ternaknya.

Menurut pengakuan warga Desa Huntuk Rudin Olomia (51 tahun) ketika hujan mulai turun tidak berhenti hanya diselingi jeda waktu yang berbeda, kami mulai kuatir karena melihat ke arah bukit dan gunung terlihat langit menghitam dengan awan gelap, sesekali petir terdengar dari arah selatan areal hutan. Kepercayaan leluhur kita belajar dari alam untuk waspada artinya telah terjadi  curah hujan lokal diatas gunung dan bukit.

Kami semakin kuatir pada hari kedua Selasa (03/03/2020) ketika hujan tidak berhenti, air sungai mulai penuh. Aktifitas bertani disawah terhenti, karena kelelahan kami lebih memilih tidur lebih cepat.

"Saya pada waktu belum bisa tidur karena warung saya menjual sembilan bahan pokok dan satu unit mobil opencup ada parkir diluar pinggir jalan termasuk kendaraan bermotor roda dua. Tepat pukul 02.35 dini hari (red. 04/03/2010) tiba-tiba terdengar gemuruh air dari hulu telah menghantam rumah saya disertai batang pohon dan lumpur." Ungkap Rudin

Lanjutnya, kami sekeluarga berpegang di tiang pintu dalam ketakutan, jangan sampai terbawah arus air. Terdengar teriakan dan jeritan minta tolong dari tetangga. Lampu padam mendadak.

Setelah cahaya pagi mulai terbit, kami tidak menyangka mobil dan puluhan sepeda motor para tetangga yang diparkir dipinggir jalan telah terbawah arus deras ke areal persawahan telah tumpang tindih sejauh lima ratus meter. Ternyata jalan desa kami dusun 1 telah dijadikan sungai alternatif ketika banjir bandang ini mencari jalan keluar.

Kepala Desa Huntuk Erna Eliu mengungkapkan kembali peristiwa bencana alam ini dengan air mata yang sudan mengering. Dulu banjir ini tidak sedasyat ini dampaknya. Banjir terjadi saat ini berasal dari dua arah; pertama dari hulu dengan kecepatan seperti lajunya mobil balap menerjang rumah warga, dan kedua, dari arah bendungan baru yang tidak bisa menahan terjangan air dari hulu sungai, sehingga berbalik arah  menghantam jalan desa ini, menjadi aliran sungai dengan arus kuat menyeret apa saja dipinggir jalan serta rumah penduduk dan berakhir di dusun 3 sebagai pembuangan akhir, mobil dan sepeda motor dibawah  jauh sampai ke areal persawahan.

 

Menurut paramedis Puskesmas Pembantu Huntuk Nasfa Daeng Taleba, jumlah pasien paska banjir bandang ini berjumlah sekitar 90 orang yang tercatat, ada banyak belum sempat dicatat karena didahulukan pertolongan medis, dan bersyukur bangunan baru puskesmas ini tidak terbawah arus seperti rumah permanen sebelah. Kelihatan pondasinya tinggi dan kokoh; bertahan dari terjangan banjir bandang. (Gandhi Goma).

Last modified on Sunday, 08 March 2020 14:44

Bolaang Mongondow Utara

Kapolda Sulut Meninjau Langsung Pos Wilayah Perbatasan Team Satgas Covid-19 Sulut Gorontalo.

Kapolda Sulut Meninjau Langsung Pos Wilayah Perbat...

Pinogaluman, Sulutnews.com - Kunjungan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM di Kabupaten Bola...

Percobaan Perampasan Mobil Di Jalur Dua Kantor Bupati Bolmut.

Percobaan Perampasan Mobil Di Jalur Dua Kantor Bup...

Boroko, Sulutnews.com - Peristiwa percobaan perampasan sebuah mobil Daihasu Terios DB 1740 HB yang d...

Jalan Lintas Trans Sulawesi Perbatasan Sulut dan Gorontalo Resmi Ditutup Sementara.

Jalan Lintas Trans Sulawesi Perbatasan Sulut dan G...

Pinogaluman, Sulutnews-com - Pertemuan resmi antara Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut...

Putra Daerah Bolmut Dari Polda Sulut Meraih Juara 1 MTQ Cabang Qor Qiraatul Qur'an Tingkat Kabupaten Bolmut

Putra Daerah Bolmut Dari Polda Sulut Meraih Juara...

Bolangitang Barat - Sulutnews-com - Brigadir Dua Polisi Rahmat Z Londa, anggota Polda Sulut Direktor...