Sekda Asripan Nani Membuka Resmi Konfercab NU Ke- III Kabupaten Bolmut

Written by  Gandhi Goma Jan 11, 2020

Bolmut, Sulutnews.com - Bolangitang Barat, Sulutnews.com - Organisasi masyarakat dibidang keagamaan; NU (Nahdlatul Ulama) atau Kebangkitan Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.

Untuk menegaskan prinsip dasar organisasi ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (Prinsip Dasar), kemudian juga merumuskan Kitab I'tiqad Ahlussunah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejahwantakan dalam Khitah NU 1926, dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik. (Sumber; NUonline).

Konferensi Cabang NU Ke-III Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) telah berlangsung di Kantor Aula Kantor Camat Bolangitang Barat. Sabtu (11/01/2020) Jam 09.30 wita.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolmut Supriadi Goma, S.PdI dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam Kegiatan Konferensi Cabang Ketiga PCNU Kab. Bolmut.

"Kegiatan Konferensi cabang PCNU diseluruh wilayah dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, sehingga hasil yang diperoleh dari konferensi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pemerintahan Kabupaten Bolmut guna meningkatkan ketakwaan para kader NU dalam visi dan misi keorganisasian Islam di Kabupaten Bolmut." Ungkap Supriadi Goma

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sulut Drs. Hi. Ulyas Taha, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Kabupaten Bolmut yang telah memperhatikan organisasi NU di Kabupaten Bolmut sebagai salah satu organisasi keagamaan yang mengawal jalannya pemerintahan saat ini, sehingga sistem pemerintahan yang diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah di Provinsi Sulut secara umum dapat berjalan dengan baik.

Organisasi NU sebagai salah satu organisasi keagamaan di Indonesia yang menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan juga memiliki kekuatan moral untuk mengawal jalannya pemerintahan di Indonesia. Hal tersebut dinilai sebagai salah satu poin penting untuk meluruskan kembali nilai-nilai modernisasi pemerintahan saat ini dan di masa depan yang melenceng dari hakikat Pancasila.

Salah satu pernyataan yang melekat dimasyarakat terhadap keberadaan organisasi Islam tersebut yaitu "NU tidak kemana mana tetapi ada dimana". Hal tersebut dapat diartikan bahwa keberadaan NU di dalam sistem pemerintahan Indonesia tidak memiliki keberpihakan terhadap satu partai politik, karena di setiap partai politik  terdapat anggota NU. Dengan demikian, posisi tersebut dinilai mampu membuat NU menjadi lebih dekat dengan pemerintahan melalui pendekatan struktural politik kebangsaan dibanding kultur budaya Islam.

"NU bukan parpol, tapi kita jangan alergi politik. Saya telah diusung bakal calon Wakil Walikota Manado 2020. Jika kita dipercayakan secara moral akan bersama-sama membangun negeri ini penuh kedamaian dan toleransi; NU tidak kemana-mana, tapi NU ada dimana-mana. Hal ini memperkuat NU secara struktur dan secara kultur untuk membangun moral bangsa ini." Ujar Ulyas Taha.

Selanjutnya diungkapkan, ketika kita dalam di dalam struktur kepemerintahan  dan didukung parpol sesungguhnya kita membawah visi dan misi NU, maka disitu kita akan ketemu kepentingan bangsa dan negara yaitu 4 prinsip dasar perjuangan NU sebagai garis Islam Ahlussunah Wal Jamaah, yaitu;

Pertama, pemikiran yang moderat, tidak saling salah-menyalahkan orang lain, tidak mengkafir-kafirkan orang lain; itulah cara berpikir NU.

Kedua, adalah prinsip toleran; toleran dalam kehidupan beragama, toleran dalam kehidupan berbangsa, toleran dalam kehidupan organisasi kemasyarakatan. Jadi kalau ada orang tidak toleran itu bukan orang NU. Jadi perlu ikut Madrasah Kader NU (MKNU).

Ketiga, seimbang; membangun dunia membangun akhirat artinya ketika lagi menjalani profesi kepentingan dunia, jangan lupa dirikan sholat. Jika ada anggota Banser tidak sholat, maka jangan dulu malu kepada Allah, tapi malu pada pandangan manusia.

Keempat, adil; amal maruf nahi mungkar, kita mengajak pada kebaikan, dan mencegah kejahatan.

Sekda Kabupaten Bolmut Dr. Hi. Asripan Nani dalam membacakan sambutan Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh menyampaikan ;

Melalui konferensi cabang NU ke-III tersebut diharapkan seluruh kader NU Kab Bolmut dapat menjadi pelopor kerukunan umat beragama yang telah tertanam sejak lama di dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bolmut. Diharapkan seluruh kader NU Kabupaten Bolmut mampu berperan aktif dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada dan mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara musyawarah dan berdasarkan nilai-nilai Islami.

"Kegiatan NU dalam dakwa dan siar Islam telah membuktikan bahwa Islam sebagai rahmat semesta alam. NU telah memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat religius, bagi kita NU sebagai masyarakat yang sungguh Islami. Demikian juga NU telah memberikan peran penting dalam dunia pendidikan kita berarti NU telah aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. Tercatat dalam sejarah bahwa NU hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Bolmut ikut aktif mensejahterakan umat sesuai amanat konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan perdamaian abadi." Ungkap Asripan Nani.

Ditambahkannya, keluarga besar NU ikut aktif meluruskan ajaran Islam manakala kita menemukan ada kejanggalan. Sebagai pelopor kerukunan antar umat beragama, kita cegah kekerasan atas nama agama, mari kita selesaikan secara damai, secara adil, secara bermartabat. Kemerosotan moral bangsa serta nilai-nilai agama seperti radikalisme, narkoba, pornografi, kriminalitas, kenakalan remaja, pergaulan bebas bahkan perilaku  korupsi dan lain sebagainya, NU telah melakukan pencegahan untuk kebaikan kita semua, untuk kebaikan moral bangsa dan negara serta untuk kebaikan untuk Kabupaten Bolmut yang kita cintai ini...

Sehubungan dengan adanya pembangunan kantor Sekretariat Pengurus Wilayah NU di Sulawesi Utara telah diresmikan berkat bantuan materi dari Pemprov Sulut, Pemkab Bolmut akan mengupayakan pembangunan Kantor Sekretariat PCNU Kabupaten Bolmut pada tahun 2021.

Acara selanjutnya  salah satu mekanisme pemilihan yang dilakukan dalam Konferensi Cabang NU ketiga tersebut yaitu dengan membentuk Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang terdiri dari Ustad Hamlan Pohontu, Syarifuddin, Imaduddin Guhung, Raden Mokoginta dan Liem Antogia.

Terpilihnya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bolmut Supriadi Goma, S.PdI dan Rois Syuriah NU Bolmut Hamlan Pohontu periode 2020-2025 ditetapkan setelah seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) di 6 Kecamatan di Kabupaten Bolmut secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban ketua Tanfidz NU periode 2014-2019.

Acara ini dihadiri Sekretaris PWNU Sulut Masri Suleman, Wakil Ketua PWNU Sulut Midun Loho, Wakil Ketua PWNU Sulut Ridwan Hidayat, Perwira Polres Bolmut, anggota DPRD Bolmut Budi Setiawan Kohongia, Ketua MUI Bolmut Isra Kohongia, Ketua KPU Bolmut Djunaidi Harundja, SH, Kepala Cabang Diknas Sulut Perwakilan Bolmut Patra Kapiso,Ketua dan pimpinan Muslimat NU Bolmut.(/Gandhi Goma)

Bolaang Mongondow Utara

Jembatan Ponton Bakal Ambruk Dihantam Erosi Air Sungai Langi

Jembatan Ponton Bakal Ambruk Dihantam Erosi Air Su...

Bolmut, Sulutnews-.com - Jembatan Ponton dengan panjang 60 meter di lintasan jalan trans Sulawesi ad...

Larangan Dan Sanksi ASN Dalam Pilkada Gubernur Sulut 2020

Larangan Dan Sanksi ASN Dalam Pilkada Gubernur Sul...

Bolmut, Sulutnews.com - Sulutnews- Salah satu dari enam temuan dalam penyelenggaraan Pilkada Serenta...

Bank SulutGo (BSG) Cabang Boroko Menyerahkan Sapi Qurban Idul Adha 1441 H

Bank SulutGo (BSG) Cabang Boroko Menyerahkan Sapi...

Boroko, Sulutnews.com - Kepala Cabang Bank SulutGo (BSG) Boroko Jummy Roboth, SE didampingi beberapa...

Nasib Guru Honorer Bolmut Menunggu Kepres

Nasib Guru Honorer Bolmut Menunggu Kepres

Boroko, Sulutnews.com - Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs H Amin Lasena MAP sangat p...