Cegah Stunting Melalui Imam Kampung (Jou)

Written by  Gandhi Goma Oct 28, 2019

Boroko, Sulutnes.com - Prof. Dr. dr. Grace D Kandou, M.Kes sebagai Ketua Tim Pelaksana Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melakukan sosialisasi atau workshop terhadap kalangan tokoh Imam Kampung (Jou) di Kabupaten Bolaangmongondow Utara (Bolmut). Senin (28/10/1019).

Pemberdayaan budaya tradisi upacara adat'monondeaga' dan 'gonsingan' sebagai promosi gizi pada "Penurunan Prevelensi Stunting di Kabupaten Bolmut Provinsi Sulawesi Utara.

Cegah Stunting dalam bahasa daerah Kaidipang Besar "Dio nopia sosumulai taisikito nokurango gizi dioronopia lebe-lebe koki sohihu ini nomulai sinomula 1000 HPK. (Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan).

Narasumber dari pemateri mencegah stunting Dr. Jultje Anneke Rattu, SS. MMKtg (Fakultas Ilmu Budaya Unsrat), Wanda Pascoal, SST (Dinas Kesehatan Provinsi Sulut), dr. Jusnan Mokoginta, MARS (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut).

Acara sosialisasi cegah stunting ini dihadiri oleh anggota DPRD Bolmut Komisi 1 Husen Yahya Sorot Pontoh sebagai mitra legislatif dari Dinas Kesehatan Bolmut. Enam camat Kabupaten Bolmut, para Sangadi (Kepala Desa), para Imam masjid dari 107 desa, serta para Kepala Puskesmas.

dr.Jusnan Mokoginta, MARS dalam memberikan materi menjelaskan tentang presentasi angka stunting di Kabupaten Bolmut pada tahun 2016 sekitar 43 %, pada akhir tahun September 2019 sesuai hasil survei telah turun sekitar 16 %. Prestasi ini telah tercapai secara optimal sehingga dari 15 Kabupaten/Kota Provinsi Sulut; Kabupaten Bolmut dan Kotamadia Bitung telah mendapat predikat "Kabupaten Sehat" dari Kementerian Kesehatan.

"Penurunan angka stunting secara drastis kita laksanakan melalui sosialisasi terus-menerus diseluruh lapisan masyarakat, termasuk para Imam Masjid pada hari ini. Sosialisasi stunting ini kita kerahkan seluruh para medis melalui Puskesmas Kecamatan untuk turun langsung melayani para ibu hamil dari rumah ke rumah dan pertemuan rutin disetiap pusat pelayanan kesehatan di setiap 107 desa melalui ibu hamil makan lebih banyak dari biasanya. Banyak makan buah dan sayur, lengkapi dengan lauk pauk, mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan sampai masa nifas dapat mencegah anemia dan menjaga sistem ketahanan tubuh" ungkap Mokoginta.(/Gandhi Goma)

Bolaang Mongondow Utara

PT Pos Indonesia Unit Bolangitang Menyerahkan Bansos Tunai

PT Pos Indonesia Unit Bolangitang Menyerahkan Bans...

Bolangitang Barat, Sulutnews.com - PT Pos Indonesia (Persero) kembali mendapatkan kepercayaan dari P...

Perdaginkop & UKM Bolmut Menggelar Pasar Murah

Perdaginkop & UKM Bolmut Menggelar Pasar Murah

Boroko, Sulutnews.com - Dra. Leida Pontoh,M.Sc selaku Kadis Perdagangan Industri Koperasi & Usah...

Pasien Dimakamkan Di Desa Ollot  Bukan Dampak Covid 19.

Pasien Dimakamkan Di Desa Ollot Bukan Dampak Covid...

Boroko- Sulutnews.com - Terkait pemberitaan seorang warga Desa Ollot Kecamatan Bolangitang Barat yan...

Pemda Bolmut Meraih Opini WTP Ke 4 Kali Dari BPK RI Atas LKPD 2019

Pemda Bolmut Meraih Opini WTP Ke 4 Kali Dari BPK R...

Boroko, Sulutnews.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dibawah kepemim...