Pengembangan Pariwisata dan Kesiapan Kebudayaan Bolmut Menyambut Turis Domestik dan Mancanegara

Written by  Gandhi Goma Jun 17, 2019

Boroko, Sulutnews.com - Boki Haja Djuhumira Pontoh sebagai sesepuh keluarga bangsawan dari Kerajaan Kaidipang Besar dan lebih dikenal dalam kalangan masyarakat adat Bolaaang Mongondow Utara biasa disapa Babay Safira. Memiliki rekam jejak karier sebagai mantan wakil rakyat dari Golkar, aktifis perempuan dalam masa perjuangan pemerintahan orde lama, orde baru, dan menjadi penasehat dalam setiap musyawarah adat.

Menjelang usia 80-an Ibu Haja Babay Safira diundang secara adat menghadiri pencanangan festival wisata pantai Batu Pinagut di Boroko Timur yang dihadiri oleh ibu Wakil Gubernur Sulut Nyonya dr. Kartika Devi Kandow Tanpa, MARS. Dibuka resmi oleh Bupati Bolmong Utara Drs. Hi. Depri Pontoh. Senin (17/06/2019).

Dalam perbincangan ringan di lokasi wisata pantai Batu Pinagut setelah acara resmi usai, Babay Safira menceritakan kembali kenangan tempo doeloe sewaktu menjalani jenjang pendidikan sekolah Belanda penuh disiplin, mengedepankan rasional berpikir serta tradisi adat istiadat bersinergi dalam tradisi pendidikan Eropah sehingga membentuk karakter masyarakat kami dalam lingkaran kemajemukan dapat menerima perkembangan peradaban modern.

Haja Babay Safira mengungkapkan kemajuan pembangunan infrastruktur setelah Bolaaang Mongondow Utara menjadi daerah otonomi serta peradaban kebudayaan Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara pada umumnya memiliki 2 bahasa yaitu bahasa Kaidipang Besar dan bahasa Bintauna serta terdapat beberapa suku yang berbeda antara satu dengan lainnya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari.

Disamping itu penduduk Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara sebagian besar mayoritas beragama Islam, lainnya Kristen, Hindu. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong royong yang kuatĀ  merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Pertanyaan kita semua, apakah masyarakat adat Bolaaang Mongondow Utara sudah siap menerima kunjungan dari turis domestik dan turisĀ  mancanegara terutama pariwisata pantai ? Apakah kita membutuhkan suatu peraturan daerah untuk obyek wisata turis mancanegara dengan alokasi khusus untuk mereka?.

"Jika Pemkab Bolaang Mongondow Utara dan masyarakat adat serta wakil rakyat di parlemen sudah sepakat membuat peraturan daerah untuk meningkatkan pendapatan daerahnya dari devisa pariwisata pantai, maka proses sosialisasi dan studi banding harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat ke setiap daerah yang telah sukses menjadikan pariwisata pantai sebagai sumber devisa serta kebudayaan adat istiadat menjadi harmonis dalam kearifan lokal." Harap Haja Babay Safira. (/Gandhi Goma)