SULUTNEWS,KOTAMOBAGU—Wali Kota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong Bara, menghadiri pelantikan Dr. Evra Willya, M.Ag, sebagai Rektor Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Kotamobagu,Sabtu (6/8).
Wali Kota Kotamobagu dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Rektor IAI Muhammadiyah Kotamobagu

.“Saya atas nama pribadi dan jajaran pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dr. Evra Willya, M.Ag sebagai Rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah Kotamobagu periode 2022 – 2026, dan selamat bertugas,” ujar Wali Kota.


Wali Kota juga berharap agar kiranya Institut Agama Islam (IAI) Kota Kotamobagu dapat terus memajukan dan meningkatkan dunia Pendidikan di Kota Kotamobagu.


Pelantikan Rektor IAI Muhammadiyah Kotamobagu yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja Kotamobagu tersebut, juga diihadiri Pengurus Pusat Muhammadiyah, perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara, Pengurus Muhammadiyah Kota Kotamobagu, serta para dosen, staf dan mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah Kotamobagu. (*)

SULUNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah Kota Kotamobagu mengajak masyarakat Kotamobagu untuk belanja  di Pasar Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Menurut Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH., tahapan relokasi yang dilaklsanakan Pemerintah Kota Kotamobagu yang dimulai sejak kemarin, kondisi Pasar Genggulang mulai ramai dan sudah ditempati para pedagang. “Sejak kepindahan para pedagang di Pasar Serasi dan Pasar Ikan Kamis kemarin, Pasar Genggulang sudah mulai beroperasi. Para pedagang yang dipindahkan sudah mulai menempati kios dan lapak yang ada, aktivitas pasar mulai ramai,” kata Sofyan, Jumat 5 Aguatus 2022.

 

Melihat kondisi Pasar Genggulang yang sudah beroperasi dan mulai ramai oleh para pedagang ini, Pemerintah Kota Kotamobagu menghimbau sekaligus mengajak masyarakat Kota Kotamobagu untuk dapat berbelanja di pasar ini.n“Karena pedagangnya sudah banyak, jenis dagangannya pun sudah cukup lengkap, mulai dari kebutuhan sembako, barito dan berbagai bumbu dapur lainnya, ikan mentah, ikan kering, daging dan kebutuhan lainnya sudah tersedia, kami mengajak masyarakat Kota Kotamobagu untuk berbelanja di pasar ini, terlebih khusus masyarakat yang ada di Kecamatan Kotamobagu Utara, mari torang sama-sama belanja di Pasar Genggulang,” ucap Sofyan.

 

Tahapan relokasi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Kotamobagu sejak Kamis (4/8/2022) kemarin, sampai dengan saat ini berjalan lancar dan kondusif. Terpantau para pedagang Pasar Serasi dan Pasar Ikan dengan dibantu Tim Kerja Relokasi Pemerintah Kota Kotamobagu bersama unsur TNI dan Polri, mulai pindah dan menempati Kios dan Lapak di Pasar Genggulang.(*)

SN.C0M,KOTAMOBAGU-Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu akan melaksanakan pembatasan akses mobil dan barang ke Pasar Serasi dan Pasar Ikan Kotamobagu, terhitung mulai 3 Agustus 2022, untuk mendukung upaya relokasi pedagang pasar Serasi dan Pasar Ikan ke Pasar Genggulang.  

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu, Drs. Usmar Mamonto, membenarkan hal ini. Menurutnya pembatasan akan mulai dilaksanakan pada Rabu  3 Agustus 2022.  

“Ada 12 titik yang akan kami batasi aksesnya. Di setiap titik akan ada petugas gabungan dari Dishub, TNI dan Polri yang akan berjaga 1 x 24 jam. Aktivitas serta akses mobil dan barang akan kami batasi, terutama yang akan mengakses Pasar Serasi dan Pasar Ikan, termasuk masyarakat yang akan berbelanja dan pedagangnya. Ini dilakukan sebagai upaya pelaksanaan relokasi pedagang dari Pasar Serasi dan Pasar Ikan ke Pasar Rakyat Genggulang,” kata Usmar, Selasa (2/8/2022).

 

Untuk masyarakat yang akan berbelanja, lanjut Usmar, akan diarahkan ke Pasar Genggulang, Pasar 23 Maret dan Pasar Poyowa Kecil.

“Masyarakat yang akan melakukan aktivitas belanja sementara waktu kami arahkan ke Pasar Genggulang, Pasar 23 Maret dan Pasar Poyowa Kecil,” ucapnya.

Terkait pembatasan ini, Usmar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Kotamobagu yang akan sedikit terganggu kenyamanannya dalam berkendara dan beraktifitas.  

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kotamobagu, terutama pengguna kendaraan yang akan sedikit terganggu kenyamanannya selama proses pembatasan ini,” pungkas Usmar.(*)

 

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah Kota Kotamobagu gelar apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Walikota Kotamobagu Ir Tatong Bara, terkait relokasi pasar Serasi dan pasar Ikan ke Pasar Rakyat Genggulang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Kotamobagu, Jln Ahmad Yani No 2, Kotamobagu, (3/8/2022).

Wali Kota Kotamobaagu Ir Tatong Bara, dalam sambutannya menjelaskan, relokasi dan penertiban pasar serasi dan pasar Ikan mulai dilaksanakan.

“Prinsip dari pemindahan pasar dan gelar pasukan ini adalah pelaksana untuk membantu kelancaran pemindahan pedagang,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut Tatong menekankan relokasi pasar ini bertujuan untuk memberi kenyamanan bagi para pedagang.

“Kenapa harus dilakukan relokasi, karena pasar yang saat ini sudah dibangun dari tahun 1982, kemudian ada pembenahan di tahun 1990an, dan sudah mengalami beberapa kali musibah kebakaran,” pungkas Tatong.

Diketahui dalam pelaksanaan apel gelar pasukan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kotamobagu, Kapolres Kotamobagu dan jajaran, Dandim 1303 Bolaang Mongondow dan jajaran, serta ASN dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.(*)

SN.COM,KOTAMOBAGU—Pasar Serasi dan Pasar Ikan Kotamobagu yang saat ini tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), rawan menjadi sarang penyakit dan membahayakan kesehatan masyarakat.

 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu, Hamka Dilapanga, ST., Selasa 2 Agustus 2022. “Pasar Serasi dan Pasar Ikan tidak memiliki fasilitas IPAL, sehingga jika terdapat genangan air, dapat menimbulkan bau terutama pada musim kemarau, dimana genangan air tersebut dapat menjadi sarang jentik nyamuk dan serangga yang dapat membawa penyakit,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan tidak memiliki fasilitas IPAL juga akan berakibat pada penurunan kualitas air sumur dangkal milik warga yang berada di sekitar lokasi Pasar Serasi dan Pasar Ikan. “Air sumur warga sekitar juga dapat tercemar dan menjadi berbau, sehingga sangat tidak baik untuk kesehatan masyarakat,” terangnya.

Kondisi pasar yang sehat dan bersih juga wajib dimiliki sebuah pasar, dimana hal tersebut sebagaimana diamanahkan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat, yang menyebutkan bahwa, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota wajib mendorong terwujudnya penyelenggaraan Pasar Sehat, “Demikian juga pada pasal 4 ayat (1) dan (2), yang menyebutkan bahwa, dalam rangka penyelenggaraan pasar sehat, setiap pengelola pasar rakyat wajib memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan untuk menjamin kualitas lingkungan pasar rakyat, dimana standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan sebagaimana dimaksud meliputi air, udara, tanah, pangan, sarana dan bangunan, dan vektor dan binatang pembawa penyakit,” terangnya.(*)