SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Pemerintah Kota Kotamobagu kembali memberikan penjelasan terkait pemagaran yang akan dilakukan Kamis, 25 Agustus 2022 di lokasi eks Pasar Serasi Kotamobagu.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kotamobagu, Rendra Dilapanga, SH., M.Si., mengatakan pemagaran yang akan dilakukan Tim Kerja Relokasi Pedagang Pemkot Kotamobagu di lokasi eks Pasar Serasi Kotamobagu, mempunyai dasar hukum yang kuat.

“Pemagaran dilakukan karena operasional pengelolaan Pasar Serasi telah dihentikan dan ditutup sementara melakui SK Wali Kota Kotamobagu Nomor 215 Tahun 2022, rujukan kami jelas dan gamblang dalam keputusan ini,” kata Rendra, Selasa (23/8/2022).

Terkait adanya opini berkembang bahwa pemagaran yang akan dilakukan Pemkot Kotamobagu adalah tindakan melawan hukum, menurut Rendra malah yang dilakukan Pemkot adalah sebaliknya.

“Justru pemagaran yang dilakukan Pemkot merupakan komitmen untuk menarik diri dari lahan yang sedang bersengketa. Pertanyaan sekarang apakah yang katanya ahli waris juga bersedia untuk tidak beraktifitas di lokasi tersebut sebelum ada putusan yang incraht?,” tanya Rendra.

Menurut Rendra, SK Nomor 215 Tahun 2022 sama sekali tidak masuk ke permasalahan tanah eks Pasar Serasi yang proses hukumnya sedang berlangsung.

“Pemkot Kotamobagu menghormati proses hukum yang sedang berlangsung saat ini, makanya terkait eks Pasar Serasi sudah sangat jelas kami masuk ke izin operasional pengelolaan pasar yang memang menjadi kewenangan Pemkot, dan juga bangunan eks Pasar Serasi yang adalah milik Pemkot Kotamobagu, saya kira ini sudah sangat jelas,” lanjut Rendra.

Kalau ada pihak lain yang memiliki izin operasional pengelolaan pasar di lokasi eks Pasar Serasi, Pemerintah Kota Kotamobagu akan mempersilahkan tempat ini kembali dijadikan pasar.

“Pagar yang nantinya akan kami pasang segera akan kami bongkar kembali, asalkan pihak lain ini bisa menunjukkan izin operasional pengelolaan pasar sebagaimana ketentuan yang ada. Selama izinnya tidak ada, maka mohon maaf kami punya kewenangan untuk memagari dan menutup tempat ini karena sudah bukan merupakan lokasi pasar untuk tempat jual beli, karena buka lagi berstatus sebagai pasar, otomatis tidak boleh ada aktivitas perdagangan di dalam lokasi ini. Sekali lagi eks Pasar Serasi sudah bukan lagi  pasar,” ucap Rendra.(*)



SULUTNEWS,KOTAMOBAGU—Wali Kota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait pelaksanaan pemilihan sangadi (Pilsang) di Kota Kotamobagu, Selasa (23/8/2022), di Rumah Dinas Wali Kota.

Saat membuka rapat Wali Kota menyampaikan tahapan pelaksanaan Pilsang yang telah dimulai oleh pemerintah Kota Kotamobagu sejak 1 Agustus 2022 lalu di 15 desa yang ada membutuhkan dukungan dari unsur Forkopimda Kotamobagu.

“Pemkot sudah mulai bekerja sesuai tahapannya, saat ini tengah berlangsung pengumuman dan pendaftaran calon, kami memohon dukungan Forkopimda untuk bisa membantu pemerintah daerah terutama dalam hal pengamanan dan pengawalan distribusi kertas suara hingga pengamanan di TPS pada saat hari H,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, di Kota Kotamobagu memang hanya terdapat 15 desa, jumlah yang kecil dibanding daerah lain.

“Tapi minat dan antusias untuk menjadi Sangadi cukup besar, karena hanya terdiri dari 15 desa, dana desanya lumayan besar,” lanjut Wali Kota.

Dalam rapat, seluruh unsur Forkopimda yang hadir, menyambut baik pelaksanaan Pilsang di Kotamobagu dan siap membantu dan mengawal seluruh tahapan pelaksanaannya.

“Alhamdulillah seluruh unsur Forkopimda yang hadir menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mengawal seluruh tahapan pelaksanaannya. Mulai dari Pak Dandim, Pak Kejari, Ibu Ketua Pengadilan Negeri, hingga Pak Wakapolres yang hadir mewakili Pak Kapolres, semuanya mendukung dan siap mengawal. Dalam rapat unsur Forkopimda banyak menberikan saran dan masukan terkait pelaksanaan Pilsang ini,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota pun tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur Forkopimda atas kesiapannya dalam mendukung seluruh proses pelaksanaan Pilsang di Kota Kotamobagu.

“Sekali lagi terima kasih atas dukungan yang kuat dari Forkopimda. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik dan akan terpilih Sangadi melalui proses pemilihan yang baik dan proses demokrasinya juga berjalan dengan baik, serta yang tak kalah penting adalah kondisi yang aman dan kondusif dalam pelaksanaannya,” tutup Wali Kota.

Rapat dihadiri Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Topan Angker, S.Sos, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Elwin Agustian Khahar, SH., MH., Ketus Pengadilan Negeri Kotamobagu Junita Beatrix Ma’i, SH., MH, Wakapolres Kotamobagu Kompol Afrizal Nugroho, SIK., MH., Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, SH., panitia pemilihan sangadi Pemkot Kotamobagu, serta Sangadi se-Kota Kotamobagu

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Tim Kerja Relokasi Pasar bersama jajaran TNI Polri menggelar Apel Pengamanan dalam rangka persiapan pemagaran dan penutupan eks Pasar Serasi Kotamobagu, Senin (22/8/2022) pagi.

Apel yang dilaksanakan di lokasi eks Pasar Serasi ini dipimpin langsung Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., ME.

“Apel pengamanan pagi ini melibatkan Tim Kerja Relokasi Pemkot bersama unsur TNI Polri. Ini dalam rangka persiapan pemagaran lokasi eks Pasar Serasi yang akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Agustus 2022,” kata Sahaya.

Tim Kerja Relokasi lanjut Sahaya, telah memberikan waktu bagi para pedagang yang masih terus bertahan di dalam pasar untuk mengosongkan area ini sebelum tanggal 24 Agustus 2022.

“Batas waktu yang kami berikan hingga Rabu, 24 Agustus 2022. Setelah batas waktu tersebut, kami akan memagari lokasi ini,” ucapnya.

Sahaya juga kembali menghimbau agar pedagang yang masih bertahan di lokasi ini agar tidak lagi melakukan aktivitas jual beli.

“Kami tegaskan kembali lokasi ini bukan lagi merupakan pasar, bukan lagi tempat jual beli, tidak boleh ada yang berjualan di tempat ini,” tegasnya.

Menurut Sahaya, sampai hari ini pihaknya masih mendapati pedagang yang telah mendaftar pindah ke Pasar Genggulang, tapi masih berjualan di area eks Pasar Serasi.

“Masih ada pedagang yang telah mendaftar untuk pindah ke Pasar Genggulang, tapi sampai hari ini belum berjualan di Pasar Genggulang dan masih tetap bertahan berjualan di lokasi eks Pasar Serasi ini. Kami minta mereka agar segera menempati kios dan lapak di Pasar Genggulang dan mulai berjualan di sana,” lanjut Sahaya.

Untuk sisa pedagang lainnya Tim Kerja Relokasi juga akan tetap memfasilitasi kepindahan mereka ke lokasi pasar-pasar yang ada.

“Sebelum batas waktu pengosongan hari Rabu nanti, kami berupaya tetap memberikan solusi dalam proses pindah dan solusi dalam berjualan. Kami juga tetap akan memfasilitasi kepindahan mereka,” tuturnya.

Tampak hadir dalam Apel Pengamanan, Kabag Ops Polres Kotamobagu, Kompol Johan Damopolii, Kapolsek Kotamobagu AKP Luther Tadung,  jajaran Polres Kotamobagu dan unsur Kodim 1303 Bolmong (*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu tentang Sinergi Penyediaan Pemanfaatan dan Pengembangan Data atau Informasi Pembangunan Daerah Satu Data Kota Kotamobagu

Wali Kota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong Bara, dan Pelaksana Harian Kepala Badan Pusat Statsitik (BPS) Kotamobagu Sirly Catharina Worotikan, SE., M.Si., menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu tentang Sinergi Penyediaan Pemanfaatan dan Pengembangan Data atau Informasi Pembangunan Daerah Satu Data Kota Kotamobagu, Selasa (23/8/2022), di sela kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022, di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Ahmad Yani Kotamobagu.

 

Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu atas terlaksananya penandatanganan nota kesepakatan ini.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran pemerintah daerah ingin menyampaikan apresiasi disertai ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu yang pada pagi hari ini telah menandatangani nota kesepakatan tentang sinergi penyediaan pemanfaatan dan pengembangan data atau informasi pembangunan daerah satu data Kota Kotamobagu,” ucap Wali Kota.

Dengan telah ditandatanganinya nota kesepakatan menurut Wali Kota, diharapkan akan dapat meningkatkan komitmen kerjasama dan sinergi antara Pemerintah Kotamobagu dengan BPS Kotamobagu dalam hal penyediaan pemanfaatan dan pengembangan data dan informasi pembangunan daerah.

“Ini dilakukan dalam rangka mewujudkan ketersediaan data dan informasi statistik yang lengkap, akurat, mutakhir, konsisten dan berkesinambungan dalam mendukung satu data Kotamobagu sebagai perencanaan dan evaluasi pembangunan Kota Kotamobagu,” ujar Wali Kota.

Dengan MoU ini juga diharapkan data yang dihasilkan sebentar adalah data riil yang bisa dipetakan bersama.

“Termasuk data stunting, sebaran dan jumlahnya dapat kita ketahui bersama. Insyaallah data yang ada nantinya sudah data yang tidak lagi menjadi perdebatan, tetapi sudah menjadi data yang dapat kita bahas bersama dan tentu bisa menjadi solusi dalam pelaksanaan pembangunan di daerah ini,” ungkap Wali Kota. (*)

SULUTNEWS,KOTAMOBAGU—Tim Kerja Relokasi Pasar Pemkot Kotamobagu memperkecil area pos penyekatan akses ke eks Pasar Serasi, dari 12 pos menjadi 3 pos penyekatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu, Usmar Mamonto, Senin (22/8/2022).

Menurut Usmar, hal ini dilakukan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi Tim Kerja Relokasi Pasar terhadap penyekatan yang dilakukan sejak 4 Agustus lalu.

“Sudah hampir 3 minggu kami melakukan penyekatan di 12 pos, hasil evaluasi Jumat kemarin kami akan memperkecil area penyekatan menjadi 3 pos utama agar lebih efektif dan efisien,” ujar Usmar.

Dikatakannya pengurangan pos penyekatan ini menyusul batas waktu yang diberikan Tim Kerja Relokasi kepada para pedagang yang masih bertahan di eks Pasar Serasi untuk mengosongkan lokasi ini sebelum hari Rabu, 24 Agustus 2022.

“Kami akan lebih fokus untuk penanganan eks Pasar Serasi. Kami memberikan waktu sebelum tanggal 24 Agustus. Kami mohon kerjasama para pedagang yang masih ada didalam dan terus melakukan aktivitas jual beli agar segara keluar dan mengosongkan lokasi ini,” ucapnya.

Selain 3 pos penyekatan yang akan mulai beroperasi Selasa, 23 Agustus, Tim Kerja Relokasi juga akan menambah 1 pos pengamanan tepat di depan pintu masuk eks Pasar Serasi.

“Kami bersama TNI Polri dan Satpol PP akan lebih menambah pengetatan mobiitas barang dan orang untuk masuk ke eks Pasar Serasi, karena jelas lokasi ini bukan lagi pasar,” pungkas Usmar