SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kotamobagu menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, di ruang Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) dan Informasi Layanan Anak (ILA) DP3A Kota Kotamobagu, Selasa (27/9/2022).

Sosialisasi yang diikuti siswa siswi dari SDN 1, SDN 2 dan SDN 3 Gogagoman berjumlah 50 anak ini digelar sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak di Kotamobagu.

“Dalam kegiatan disosialisasikan secara langsung pengertian dari kekerasan, jenis-jenis kekerasan, menyampaikan upaya yang dapat dilakukan oleh anak untuk menghindari terkena tindak kekerasan,” ucap Virginia Olii, SE., Kepala DP3A Kota Kotamobagu.

Dalam kegiatan dengan pemateri dari DP3A dan UPTD PPA ini juga disosialisasikan upaya-upaya pencegahan terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.

“Termasuk menyampaikan dampak-dampak yang dirasakan korban jika mengalami kekerasan serta menjelaskan sanksi hukum jika melakukan tindak kekerasan,” lanjut Gina.

Selain itu menurut Gina, siswa siswi perlu diberikan sosialisasi untuk lebih mengenal UPTD PPA, pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, maupun bahaya perundungan atau bullying di sekolah.

“Tujuannya agar anak-anak dapat lebih mengenal UPTD PPA dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak agar siswa siswi dan guru lebih mengerti tentang bahaya bullying, dan tidak ada lagi tindak kekerasan apalagi bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya(*)

SN.com,Kotamobagu—Langkah tegas langsung diambil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotamobagu, menyusul adanya informasi tentang pekerja bangunan yang tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat sedang bekerja.

Hal tersebut disampaikan PPK pembangunan Gedung Perpustakaan, Sopian Hatam, S.T, saat dikonfirmasi, terkait adanya informasi tersebut. Senin (26/9).

“Jadi kami sudah turun langsung ke lokasi pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotamobagu dan memberi teguran kepada para pekerja, untuk selalu mengenakan APD saat sedang bekerja. dan sore tadi seluruh pekerja telah mengenakan APD di lokasi pembangunan Gedung,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, para pekerja yang tidak mengenakan APD tersebut, merupakan para pekerja lokal yang baru saja bekerja, sehingga belum mengetahui tentang aturan penggunaan APD saat sedang bekerja.

“Namun meskipun demikian, besok kami tetap akan memberikan teguran secara tertulis kepada pihak penyedia, mengingat aturan penggunaan APD saat bekerja merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak penyedia,” terangnya. (*)



 SULUTNEWS,KOTAMOBAGU-Kebijakan Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Perhubungan, yang meminta pengemudi angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di wilayah Kota Kotamobagu untuk masuk dan menempati Terminal Bonawang Mongkonai, mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Izak R. P. Rey, SE., M.Si., melalui Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ, Yerianto Mesdila menyatakan dukungannya atas kebijakan Pemkot Kotamobagu ini.

“Kami sangat mendukung langkah Pemkot Kotamobagu untuk memindahkan angkutan AKDP ke Terminal Bonawang. Ini langkah yang sangat bagus, dan kami siap mendukung kebijakan tersebut,” ucap Yeri.

Dikatakannya, Terminal Bonawang memang kondisinya seperti saat ini, namun pihak Dishub Provinsi Sulut akan terus melakukan pembenahan agar terminal ini selalu siap ditempati.

“Kami akan terus membenahi kondisi terminal ini, dan saat ini Terminal Bonawang siap menerima dan menampung semua trayek AKDP yang ada di Kotamobagu. 8 trayek AKDP yang ada saat ini, bisa melakukan kegiatan operasionalnya di Terminal Bonawang,” lanjut Yeri.

Terkait keluhan dari para pengemudi AKDP yang mengatakan bahwa izin operasional trayek yang mereka miliki adalah di Terminal Serasi, menurut Yeri  izin trayeknya perlu dicek lagi.

“Kalau khusus AKDP, kewenangan izin trayeknya ada di Dishub Provinsi. Memang disadari saat rapat beberapa waktu lalu di Kotamobagu, ada yang menyampaikan ini, makanya kami meminta izin trayeknya untuk dilihat lagi apakah tertulis Kotamobagu atau Terminal Serasi. Jika seandainya ada izin trayek yang menyebutkan Terminal Serasi, maka akan kami perbaharui lagi izin trayeknya karena kewenangan mengeluarkan izin trayek ada di Dishub Provinsi,” ucapnya.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dalam hal ini Dinas Perhubungan kembali menyampaikan himbauan kepada pada pengemudi dan pemilik angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) untuk masuk dan melakukan kegiatan di Terminal Bonawang yang merupakan terminal tipe B.

“Kami mohon kiranya kita bisa mematuhi aturan yang ada untuk masuk ke dalam Terminal Bonawang. Kalau kita melakukan kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang di luar area terminal, apalagi selama ini dilakukan di depan paris superstore, itu merupakan kesalahan, kalau masih melakukan kegiatan yang keliru pasti akan ditindak oleh petugas yang ada,” kata Yeri.

Para pengemudi angkutan AKDP, menurut Yeri, juga adalah mitra pemerintah yang membantu kegiatan penyediaan angkutan transportasi bagi masyarakat.

“Kami mohon mari kita sama-sama melakukan sesuatu sesuai ketentuan yang berlaku. Mari kita sama-sama patuhi aturan yang ada agar Kotamobagu menjadi lebih tertata dengan baik lagi, mari kita dukung segala upaya yang dilakukan untuk memperbaiki angkutan transportasi ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya(*)


SN,Com KOTAMOBAGU–Sosok Wali Kota Kotamobagu dua periode yang menghadiri konsolidasi Partai Nasdem di Kota Tomohon, yang langsung dikomandani oleh Ketua Umum Surya Paloh, rupanya mencuri perhatian.
Betapa tidak, salah satu srikandi yang ada di Bolaang Mongondow Raya, dengan segudang penghargaan yang berhasil diraih selama memimpin Kotamobagu dalam kurun waktu 8 tahun terakhir ini, rupanya akan ikut memperkuat barisan Partai dengan Tagline ‘Restorasi Indonesia’ tersebut.
Hal ini tercermin dari pernyataan Sekretaris Partai Nasdem Sulawesi Utara, GS Vicky Lumentut, yang menyebut kalau Ir Hj Tatong Bara, telah mendapatkan tugas khusus dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, untuk memperkuat posisi partai tersebut dalam Pemilu tahun 2024 nanti.
“Kakak Tatong Bara ditugaskan untuk memperkuat barisan restorasi di wilayah Bolaang Mongondow Raya, dan bersama 5 Ketua DPD yang ada di wilayah itu, akan bekerja bersama memperkuat konsolidasi struktur,” ungkap Vicky Lumentut, usai konsolidasi Partai Nasdem di Tomohon, Kamis 22 September 2022 lalu.
Vicky menambahkan, nantinya jajaran pengurus DPD Nasdem se Sulut, termasuk di wilayah Bolaang Mongondow Raya, bersama dengan Tatong Bara, akan turun langsung ke masyarakat, melakukan konsolidasi, dengan memaparkan visi, misi serta program partai yang menjadi pemenang kedua di Sulut, tersebut, dalam rangka meraih simpati masyarakat.
“Turun langsung ke masyarakat, dengan sopan santun yang dimiliki, agar mendapatkan simpatik, sehingga partai Nasdem bisa dicintai dan dipilih di Pemilu tahun 2024 nanti,” tambahnya(*)



SULUNEWS,KOTAMOBAGU—Seluruh kendaraan penumpang umum, khususnya Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi di wilayah Kota kotamobagu, wajib menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal Bonawang Kelurahan Mongkonai, sebagaimana yang menjadi fungsi dari terminal tipe B.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu, Drs, Usmar Mamonto, hal tersebut sebagaimana yang menjadi ketentuan Pasal 24 Ayat (4) Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

“Pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 24   Tahun 2021, khususnya pada pasal 24 ayat (4) bahwa terminal penumpang tipe B merupakan terminal yang fungsi utamanya melayani kendaraan umum untuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), dan Terminal Bonawang adalah terminal tipe B,” tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada seluruh kendaraan penumpang AKDP untuk tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di luar area terminal tipe B Bonawang.

“Tidak dibenarkan bagi kendaraan penumpang                  AKDP untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di luar area terminal Bonawang, semua aktivitas kendaraan penumpang umum AKDP harus dilakukan di area terminal, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, fungsi terminal itu adalah pangkalan kendaraan umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan atau barang, serta perpindahan moda angkutan,” ujarnya.

Untuk itu Usmar kembali meminta pemilik dan pengemudi angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) di wilayah Kota Kotamobagu untuk segera masuk dan menempati Terminal Bonawang Mongkonai.

“Manfaatkanlah Terminal Bonawang yang memang diperuntukkan bagi Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Terminal Serasi jelas adalah terminal tipe C yang diperuntukkan bagi angkutan dalam kota. Kami mohon kerjasamanya,” ucap Usmar(*)