Foto : TP PKK Bitung melakukan bagi masker ke masyarakat Foto : TP PKK Bitung melakukan bagi masker ke masyarakat

RS Budi Mulia Bitung Terbukti Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

Written by  Yayuk Apr 09, 2020

Bitung, Sulutnews.com - Beradasarkan SK Gubernur Sulut, Olly Dondokambey Nomor 102 tahun 2020  menetapkan ada beberapa rumah sakit di Sulut ditunjuk sebagai rujukan pasien corona, sedangkan ada rumah sakit dan puskesmas hanya dijadikan rujukan transport persiapan (RTP).

Di rumah sakit transport persiapan RS Katolik Budi Mulia Bitung segera bergerak cepat mempersiapkan ruang isolasi, terbukti mampu menekan jumlah ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sepanjang masa pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.

Seorang tenaga medis khusus menangani pasien Corona berinisial perawat Ira, dan tak ingin namanya disebutkan, mengatakan dengan berat hati rumah sakit langsung melakukan penyesuaikan standar protap untuk penanganan pasien corona, pada saat ada banyak orang datang dengan keluhan sama seperti batuk dan demam ringan.

Menurutnya, saat itu sudah ada satu  pintu masuk ruang di IGD RS Budi Mulia yang terletak di Jl. Sam Ratulangi No. 9A, Bitung Barat Satu, Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Indonesia, disiapkan khusus bagi pasien yang dicurigai terpapar virus corona. "Semua pasien yang masuk harus melewati pintu IGD dan harus kami siapkan thermo scan, hand sanitizer dan menanyakan keluhan,” katanya melalui  WhatsApp kepada sulutnews.com, Selasa (7/4/2020).

Pasien yang hanya mengeluhkan panas, batuk dan sesak nafas langsung diarahkan ke pintu khusus IGD Covid-19, yang selanjutnya dimintai riwayat perjalanan. Di ruangan khusus ini petugas akan melakukan klasifikasi apakah pasien masuk kategori ODP atau PDP yang harus segera dirujuk ke RSU Prof Kandou Malalayang di ibukota Profinsi Manado.

Untuk klasifikasi ODP kata dia, pasien mengeluh demam, batuk plus ada riwayat yaitu baru saja melakukan perjalanan ke wilayah transmisi lokal, yaitu daerah dengan penjakitan tanpa ke luar daerah.

“Untuk ODP kami langsung melakukan perawatan dan sudah ada ruangan khusus kami siapkan yang mampu menampung puluhan pasien untuk dilakukan isolasi selanjutnya secara isolasi mandiri dengan alat pelindung diri (APD) yang disediakan di rumahsakit, masker, sarung tangan dan pakaian," katanya sambil menambahkan, untuk melakukan pelayanan seperti itu maka tim medis Corona, RS selalu diperlengkapi dengan pakaian ADP 3 kali lapis disertai masker wajah.

Sedangkan yang klasifikasi PDP yakni pasien yang demam, batuk dan sudah disertai sesak nafas plus memiliki riwayat perjalanan ke wilayah transmisi, langsung kami rujuk dan sampai saat ini sudah ada dua pasien yang telah dirujuk ke RSU Prof Kandow Manado karena masuk klasifikasi PDP, untuk menjalani tes, katanya.

Selama ini pasien ODP yang rawat jalan merupakan mereka yang dengan keluhan ringan dan dihimau isolasi mandiri selama 14 hari untuk secara medis dinyatakan sembuh. Setelah diobati pun mereka harus kembali mengecek status apakah ia sembuh 100 persen atau menjadi status PDP. (*/Yuk)

Last modified on Thursday, 09 April 2020 06:24