Manado, SulutNews.Com - Guna menjalankan amanat undang - undang jika Anggota DPRD wajib melaksanakan kegiatan menyerap aspirasi langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing - masing yang juga disebut Reses, maka sejak tanggal 30 November sampai 7 Desember 2018, pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, mengunjungi konstituen guna menjaring aspirasi.

Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw pada Jumat (07/12/2018) menyerap aspirasi lewat kegiatan Reses III tahun 2018 di dua tempat berbeda yakni  di Gereja KGPM Sidang Petra, Cempaka, Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Manado dan di Gereja GPDI Kemah Daud Perum Sekar Alam Sumompo, Manado. Beberapa aspirasi warga cempaka menyampaikan perbaikan Drainase, bantuan untuk Kelompok Nelayan, penertiban dan pengesahan sertifikat-sertifikat tanah. Yang juga diminta untuk diperjuangkan adalah pengadaan air bersih. Masyarakat juga meminta adanya pemekaran lingkungan sebab Cempaka hanya satu Lingkungan  yakni Lingkungan V dengan jumlah KK seribuan/penduduk tiga ribuan lebih dalam satu lingkungan.

Sementara di Sumompo ikut dikemukakan persoalan Drainase, lampu jalan dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya.

Reses di dua tempat ini sekaligus dikaitkan dengan Ibadah Pohon Terang menyambut Natal Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini, Angouw turut menyampaikan sambutan sekaligus pesan-pesan agar masyarakat tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya konsumtif yakni mempersiapkan segala sesuatu diluar kemampuan. Bagi Angouw, hal yang paling penting menghadapi Natal adalah kesiapan Iman dan hidup sederhana seperti 'kedatangan' Yesus Kristus ke dunia ini yang juga sangat sederhana.

"Hadapi Natal agar bisa menjadi berkat dan terang bagi banyak orang, juga menjadi berguna bagi Bangsa dan Negara," kata Angouw.

Foto Reses Wenny Lumentut

Sementara itu wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut juga menggelar reses di Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Selatan. Selasa (4/12/2018)  warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap bantuan mesin pengering, bantuan,

Foto reses Mangumbahang

Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang juga menggekar reses Rabu (5/12/2018) menggelar Reses di Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Sangihe. Kegiatan yang dilaksanakan guna menjaring aspirasi masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang datang menyampaikan aspirasi.

Sebagaimana aspirasi yang berhasil dijaring, warga Desa Naha mengeluhkan soal turunya harga komoditi pertanian, dukungan Pupuk bagi petani, bantuan modal usaha bagi Nelayan dan pedagang pasar, juga soal pengangguran yang tinggi dan bantuan sosial untuk rumah rumah ibadah.

Foto reses Amir Liputo

Juga Anggota DPRD Sulut Amir Liputo yang menggelar reses pada Sabtu (8/12/2018) di kelurahan Mahawu Lingk IV Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal Bantuan Rumah Layak Huni, bantuan Bea Siswa, BPJS, juga mengeluhkan soal fasilitas Pos Yandu yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Pada reses tersebut Liputo menyerahkan bantuan kursi roda, juga digelar pemeriksaan Kesehatan dan kacamata gratis

Foto Reses James Karinda

Pada Jumat (7/12/2018) Anggota DPRD Sulut James Karinda juga menggelar Reses bersama warga di Kelurahan Dendengan Dalam Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal lapangan pekerjaan terutama untuk para tukang yang mengeluhkan soal banyaknya pekerja dari luar yang dianggap telah mengganggu lahan pekerjaan para tukang yang ada di Sulut, juga soal penanggulangan banjir terutama di wilayah kampung merdeka yang menjadi langganan banjir.

Foto Reses Ingrid Sondakh

Kegiatan reses juga dilaksanakan oleh Anggota DPRD Sulut Ingrid Sondakh pada Kamis (6/12/2018) di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Dalam reses tersebut, Inggrid bekerjasama dengan Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi, juga membagikan sekitar 250 kaca mata gratis dan lima kursi roda untuk masyarakat.

Begitu pula masalah galian C yang materialnya sangat mengganggu lingkungan.

Untuk pelaksanaan reses kali ini merupakan reses terakhir di tahun 2018 dan nantinya akan digelar paripurna untuk menyampaikan hasil reses dari daerah pemilihan. (Josh Tinungki)

Tahuna, SulutNews.Com - Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang ST, pada Rabu (5/12/2018) menggelar Reses di Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Sangihe. Kegiatan yang dilaksanakan guna menjaring aspirasi masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang datang menyampaikan aspirasi.

Sebagaimana asoirasi yang berhasil dijaring, warga Desa Naha mengeluhkan soal turunya harga komoditi pertanian, dukungan Pupuk bagi petani, bantuan modal usaha bagi Nelayan dan pedagang pasar, juga soal pengangguran yang tinggi dan bantuan sosial untuk rumah rumah ibadah. " Warga di wilayah kepulauan kurang mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi, karna ada banyak fasilitas bantuan yang diluncurkan oleh pemerintah yang justru kurang diberdayakan untuk warga di Kabupaten Sangihe," ungkap Tokoh Masyarakat.

Menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan Mangumbahang menyatakan harga kopra turun karena, mekanisme pasar, namun pemerintah propinsi telah dan sedang melobi pengusaha kopra untuk meningkatkan harga." Akan lebih baik ada badan usaha milik daerah atau negara yg diberi kewenangan untuk membeli hasil pertanian masyarakat," jelas Mangumbahang. Juga kata politisi Partai Gerindra ini, menyangkut permohonan bantuan seperti modal Usaha, bantuan Nelayan dan bantuan untuk rumah ibadah bisa diakomodir lewat Proposal." Harus disampaikan lewat proposal agar pertanggungjawabannya jelas," kata Mangumbahang.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di balai oertemuan desa Naha tersebut Mangumbahang didampingi Kepala Bagian Umum sekertariat DPRD Sulut Jekcson Ruauw selaku koordinator tim Monitoring Reses, Pemerintah Kecamatan dan Desa. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews. Com - Jelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru di bulan Desember, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan Empat hal yakni menjaga ketersediaan bahan pokok dan harga Sembako, Transportasi, Pasokan Listrik dan Gas Elpigi, ini ditegaskan liputo, mengingat setiap jelang perayaan hari besar umat kristiani harga bahan pokok, Transportasi, Pasokan Listrik dan Gas sering mengalami kendala.

"Pemerintah lewat dinas terkait agar melakukan pengawasan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menyulitkan masyarakat," tegas Liputo.

Juga kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut ini, soal pasokan Listrik dan Gas juga wajib diawasi mengingat, disaat bulan Desember banyak kegiatan ibadah yang dilaksanakan umat kristiani, juga kebutuhan Gas meningkat karena ada perayaan." Diharapkan agar jangan sampai ada pemadaman Listrik karena akan sangat mengganggu jalannya ibadah," kata Liputo.

Selain Soal ketersediaan bahan pokok, Transportasi, Listrik dan Gas, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan yakni soal keamanan, menurutnya jangan sampai ada pihak yang dengan sengaja memanfaatkan momentum perayaan hari besar keagamaan dengan melakukan sesuatu yang justru memcederai stabilitas yang selama ini sudah terpelihara. "Perlu ada pengawasan melekat, terutama kepada orang yang masuk wilayah Sulut yang hendak mencoba mengganggu stabilitas, itu dapat segera diamankan," pungkas Liputo yang selalu oeduli dengan persoalan rakyat. (/Josh Tinungki)

Rumah Ibadah, Kelompok Tani dan Ormas, Terima Bantuan

Tomohon, SulutNews.Com - Ratusan warga Desa kayawu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon memberi apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, pasalnya saat melaksanakan kegiatan reses guna menjaring aspirasi rakyat, Lumentut, menjanjikan akan memperjuangkan akses jalan Kayawu tembus Koha.

" Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Wakil Metua DPRD Sulut Wenny Lumentut, yang telah mendengarkan apa yang menjadi aspirasi kami, dan kami sangat berharap, bisa segera terealisasi," kata Elias Lasut waga Kayawu.

Juga warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap kiranya ada mesin pengering, karena ini sangat dibutuhkan oleh petani." Saat ini mesin pengering dikelola oleh perorangan dan itu tidak mampu menangani kebutuhan petani, dari hasil olahan di lahan garapan seluas 60 hektar, " ungkap Lasut.

Senada juga disampaikan Jantje Wenas yang berharap agar ada bantuan dari Pemerintah berupa hand tractor bagi petani karena sangat dibutuhkan." Hasil pertanian akan sangat menguntungkan petani jika, pengolahan dapat didukung oleh infrastruktur yang memadai," kata Wenas.

Sementara itu menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat, Wenny Lumentut mengatakan, reses DPRD adalah untuk menjembatani aspirasi rakyat, untuk itu semu program yang sudah disampaikan, hendaknya dapat dituangkan lewat proposal yang ditujukan kepada Pemerintah Propinsi. "Semua aspirasi yang disampaikan dapat dituangkan dalam proposal dan akan saya kawal, hingga ada realisasi, karena secara kelembagaan DPRD bertanggungjawab terhadap semua aspirasi yang disampaikan lewat pelaksanaan reses," kata Lumentut.

Kegiatan masa reses III tahun 2018 ini, digelar pada Selasa (4/12/2018) di Aula Santo Yosep, dan dihadiri ratusan warga, serta unsur yang mewakili Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Kayawu, dimana Lumentut juga memberikan bantuan dengan total sebesar Rp 100 juta. (/Josh Tinungki)

Manado,Sulutnews.com - Mengusung tema “Aku Cinta Sehat, Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”, Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Propinsi Sulut yang dilaksanakan di Ruang Mapalus kantor Gubernur Sulut senin, 3/12/18 sukses di gelar.

Wagub Steven Kandouw saat sambutan mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Sulut untuk selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat.

“Selamat merayakan Hari Kesehatan Nasional. Tingkatkan integritas dalam melayani kesehatan masyarakat demi Sulut Sehat dan Sulut Hebat,” kata Kandouw.

Pemerintah Kota Tomohon diwakili Kadis Kesehatan Kota Tomohon dr. Deestje Liuw, M.Biomed beserta jajaran menghadiri kegiatan tersebut.Di kesempatan itupula, pemerintah kota tomohon menerima penghargaan serta thropy atas prestasi yang diraih yaitu Juara I Puskesmas Berprestasi, pelayanan Juara I KIA dan Juara I  Santun Lansia, serta juara III Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.

Ditambah dengan Juara III Dokter Umum Teladan  Puskesmas  oleh dr.Putu, Dokter Gigi terbaik juara II Drg. Mirsa dari Puskesmas Rurukan.(/Prise)

 Manado, Sulutnews.com - Ibadah Natal Bersama Kepala, Pejabat dan ASN di lingkungan Dinas Ke-PU-an berlangsung hikmat, Senin (3/12) bertempat di Aula Gedung Dinas PUPRD Sulut Manado, Sulawesi Utara.

Ibadah dipimpin Pendeta Iriane Suot,STh dengan didahului puji-pujian pegawai menyambut kedatangan Yesus Kristus yang sejak 2000 tahun lalu menerangi dunia.

Perlu diketahui Perayaan Natal bersama ini merupakan salah satu acara yang digagas oleh Panitia memperingati Hari Bakti PU Ke-73 yang digelar usai Apel KORPRI pukul 7.00 wita 3 Desember. Ibadah ini dihadiri Kadis Prasarana Pemukiman PUPRD Sulut Ir Eddy Kenap, Sekretaris PUPRD Alex Watimena, wakil BPJN Sulut, TP PKK Unit PUPR, Pejabat, ASN dan warakawuri serta undangan.

Pendeta Irene Suot dalam kotbahnya menekankan sikap umat menyambut kedatangan anak domba Allah kedunia melalui Natal. Penting bagi umat yang dipeliharaNya  meningkatkan kewaspadaan dalam pemenuhan akan janji kebahagiaan. Domba sangat lemah di sini Masmur menggambarkan domba binatang yang lemah oleh sebab itu berjaga-jaga karena singa bisa saja datang menerkam. Allah sebagai gembala domba hadir untuk mengembala kawanannya.

"Hendaklah kita selalu meningkatkan kewaspadaan pada kehadiran binatang buas singa dan harimau di malam hari yang dapat memangsa di saat kita bekerja, pemazmur memberikan pemahaman untuk tidak bekerja pada malam hari,"kata Pendeta Suot untuk menggambarkan betapa ngerinya jika kita bekerja bukan sebagai kawanan domba Allah dan diwaktu malam. Namun jika berada di dalam kemanya diwaktu malam kita akan mendapatkan perlindungan dari binatang buas.

Kadis Ir Eddy Kenap dalam sambutannya mengatakan pentingnya segenap pejabat dan pegawai meningkatkan kenireja serta memupuk kebersaamaan menyambut Natal Kristus. Ia berharap pula Hari Bakti PU menjadi momentum semangat etos kerja pegawai dan pejabat dalam melaksanakan tugasnya membangun Indonesia kini. Acara diwarnai pemasangan lilin dan foto bersama.Hut Hari Bakti PU diperingati dalam serangkaian lomba PBB, Lari Karung, Lari Kelereng dan Poco-Poco. (*Yy)

Manado, SulutNews.Com -  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Propinsi Sulawesi Utara memberi apresiasi dinas Pekerjaan Umum (PU) Steve Kepel yang berhasil mengimplementasikan edaran Gubernur Sulut, Olly Dondokambey,SE, nomor 560/2565.1/Sekr-DTKT tentang perlindungan harian lepas, borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu yang bekerja pada sektor konstruksi di Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam surat edaran tersebut semua pekerja konstruksi diwajibkan untuk diikut sertakan dalam BPJS Ketenagakerja, “Resiko pekerjaan mereka sangat tinggi, harus dilindungi dengan BPJS ” ujar Kepel saat menjadi pembicara pada kegiatan evaluasi BPJS yang digelar di Hotel Arya Duta Manado (Rabu (28/11/2018).

Prlindungan terhadap tenaga kerja ini sangat diperhatikan gubernur dengan menatanya lewat Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD).

“Ini merupakan komitmen yang sangat besar dan tinggi dari pak gubernur, terkait perlindungan tenaga kerja yang ada di Sulut,” ujar Kepel

BPJS sendiri berharap agar penerapan Edaran Gubernur ini dapat diimplementasikan oleh semua SKPD sampai ke tingkat kabupaten Kota. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Komisi 2  DPRD Sulut meminta pihak Pertamina agar melakukan pengawasan terkait distribusi tabung gas LPG 3 Kg yang dinilai dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat, pasalnya penjualan gas kepada masyarakat saat ini dilakukan tidak sesuai mekanisme oleh agen yang ditunjuk oleh pertamina.

Saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Pertamina, Biro Perekonomian dan Dinas Perindag Propinsi, Kamis (29/11/2018) Ketua Komisi 2 DPRD Sulut Cindy Wurangian mengatakan, saat ini selain langkah, gas LPG 3 Kg bersubsidi telah terjadi permainan harga jual, dari Rp 18.000,tapi saat ini dijual bervareasi mulai Rp 25.000 sampai Rp 40.000. " Kondisi ini harus ada oenjelasan dari pertamina seperti apa pengawasan yang dilakukan, serta tindakan apa yang diambil jika terbukti melanggar," kata Wurangian.

Senada dengan Wurangian, Audy Wongkar Anggota Komisi 2 yang berharap agar distribusi gas LPG juga memperhatikan wilayah kepulauan, karena sampai saat ini wilayah Sitaro, nasih sangat sulit mendapatkan LPG 3 Kg." Terlalu banyak jaringan distribusi yang legal, sehingga berskibat pada nilai jual melambung tinggi, bahkan harga gas bisa mencapai Rp 60.000 per tabung," ungkap Wongkar.

Terkait banyaknya temuan pelanggaran yang terjadi sehingga berakibat pada langkahnya serta tingginya harga jual gas LPG kepada masyarakat, Pihak Pertamina Addieb Arselan Kepala Pertamina Cabang Manado mengakui jika ada banyak pelanggaran yang dilakukan terutama terkait distribusi serta harga yang dipatok kepada masyarakat." Kami telah mengambil langkah, namun terkait kewenangan, Pertamina hanya sampai pada tingkat pangkalan, diluar itu pertamina tidak berwewenang," jelas Arselan. Bahkan dia membeberkan jumlah quota Gas LPG yang didistribusi di wilayah Sulawesi utara pertahunya  sebanyak  sebanyak 22.182.724  tabung yg melayani  jumlah keluarga 550.000,

Menyikapi persoalan distribusi LPG Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu yang juga selaku koordinator komisi 2 menyarankan agar perlu dibuat pakta integritas antara, Pemerintah, Pertamina dan juga Pangkalan untuk membuat ketentuan yang harus ditepati oleh semua pihak."Semua ketentuan serta sangsi yang diatur, kalau perlu ditempel dipangkalan, supaya jelas, dan untuk semua pangkalan wajib dilengkspi timbangan untuk mengukur berat tabung," tegas SVR.

Hadir juga pada hearing tersebut, Wakil Ketua Komisi Noldy Lamalo, Edwin Lontoh, Biro Perekonomian dan Disperindag. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPTD) Propinsi Sulawesi Utara, menggelar kegiatan pendalaman tugas anggota DPRD Sulut.  Pada kegiatan yang dilaksanakan Selasa (27/11/2018) bertempat di Hotel Grend Puri Manado tersebut menghadirkan dua nara sumber dari Kementrian Otonomi Daerah, Kasubdin Wilayah IV Dir FKDH dan DPRD Hasdiana Kandou, Msi dan Saat Maruli Tua Widyaiswara Dirtjen Otda.

Saat membuka kegiatan yang diikuti oleh Anggota DPRD Sulut tersebut Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan sangat memberi aoresiasi tentang pelaksanaan Bimtek, karena akan semakin membuka wawasan mengenai tugas DPRD sesuai aturan berlaku terutama aturan terbaru agar lebih mengarahkan setiap pelaksanaan tugas DPRD. " Kalau tidak dipandu dengan aturan maka semua yang dikerjakan pasti akan ada kekurangan," kata Angouw.

Juga disampaikan Angouw, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPRD akan lebih menyempurnakan tugas penyusunan Tata tertib DPRD yang digodog DPRD masih kekurangan soal kearifan lokal." Bimtek menjadi wadah agar Anghota DPRD Sulut bisa menyesuaikan. Arah kebijakan PP 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tatib DPRD Propinsi Sulut," papar Angouw.

Dari 45 Anggota DPRD yang hadir mengikuti Bimtek hanya 15 orang diantaranya Novie Mewengkang, Siska Mangindaan, Netty Agnes Pantouw, Ayub Ali, Lucia Tarore, Nory Supit, Ingrid JN Sondakh, Edison Masengi, Jeane Mumek, Amir Liputo, Audy Wongkar, Judy Moniaga, Adriana Dondokambey, James Tuuk" Meiva Lintang dan Rocky Wowor. (Josh Tinungki)

Angouw :Tingkatkan Nilai Tukar Petani

Manado, SulutNews.Com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan, Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sulut, saat ini sementara melakukan langkah  guna memproteksi kopra petani, agar persoalan harga komoditi andalan propinsi Sulut ini tidak menimbulkan polemik.

Menurutnya, yang paling penting dalam menyelesaikan persoalan petani adalah bagaimana melakukan proteksi agar nilai tukar petani meningkat, bukan soal harga kopra, karena jika nilai jual kelapa biji atau minyak kelapa lebih tinggi, kenapa petani harus mengolah kopra, untuk itu DPRD mendorong pemerintah untuk bisa menciptakan peluang pasar agar harga komoditi kelapa sulut bisa naik." Yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan nilai tukar petani, agar komoditi kelapa yang harganya lagi terpuruk bisa teratasi," kata Angouw.

Juga kata dia, upaya mengatasi harga komoditi Kelapa, saat ini Pemerintah propinsi Sulut telah melakukan berbagai terobosan yakni menggelar pertemuan bersama asosiasi pengusaha kelapa yang diikuti oleh seluruh propinsi penghasil kelapa di Indonesia, yang hasilnya sudah ada negosiasi untuk mengekspor santan kelapa dan air kelapa yang tentunya bahan baku akan dibeli dari petani. "Pemprov bersama DPRD Sulut sedang berupaya untuk bagaimana agar komoditi kelapa tetap eksis, termasuk mendukung kebijakan B20 yang mewajibkan sawit menjadi bahan baku solar," ungkap Angouw.

Terobosan lain yang sementara dilakukan yakni pemerintah akan mengkampanyekan  agar masyarakat dapat menggunakan minyak kelapa sebagai minyak goreng dari pada minyak sawit." Perlu ada kampanye bersama agar masyarakat Sulut menggunakan minyak kelapa sebagai minyak goreng," kata Angouw. (*/Josh Tinungki)