Manado, SulutNews.Com - Jenazah Almarhum Jemmy Hengky Lelet mantan Anggota DPRD Sulut periode 2004-2009 disemayamkan di ruang paripurna DPRD Sulut.

Suasana duka yang dirasakan oleh keluarga turut dirasakan oleh keluarga besar Sekertariat DPRD Sulut dimana dalam uoacara pelepasan yang digelar diruang utama Paripurna tersebut bertindak selaku inspektur upacara Ketua Fraksi Golkar Raski Mokodompit, komondan uoacara Kabag Umum Jackson Ruauw dan dihadiri oleh Anggota Fraksi Golkar Meiva Lintang dan Anggota Fraksi FRNK Noldy Lamalo.

Dalam sambutannya Rasky Mokodompit selaku ketua Fraksi Golkar mengatakan keagungan Tuhan diberlskukan dalam keluarga almarhum, sebagai teman dan rekan sangat kenal dekat,begitu banyak jasa dan karya yang dipersembahkan untuk daerah, kiranya apa yang sudah dipersembahkan oleh almarhum akan menjadi catan amal baik bagi generasi sekarang, dan biatlah almarhum mendapatkan trmpat yang layak disisi Tuhan

Rencananya jenasazah almarhum Jemmy Hengky Lelet akan dimakamkan di desa Pinamorongan Minsel yang adalah kampung kelahiran dan ini merupakan amanah.(/Josh tinungki)

Manado, SulutNews.Com -  Anggota DPRD Sulut Felly Runtuwene mengatakan dugaan terhadap pemanfaatan anggaran bantuan sosial yang bersumber dari dana APBD Sulut yang digunakan untuk kepentingan pencitraan calon anggota Legislatif, saat ini marak dilakukan. Menurutnya, ada banyak kegiatan penyaluran Bansos dari pemerintah Provinsi yang justru dihadiri oleh bakal calon.

"Kehadiran calon dalam kegiatan Bansos yang dibiayai oleh anggaran Pemerintah tidak masalah, namun jangan fasilitas pemerintah justru dijadikan komoditas pencitraan yang seakan kegiatan tersebut adalah upaya dari calon bersangkutan, itu tidak boleh," tegas Runtuwene.

Juga politisi Nasdem Sulut ini mengatakan modus menggunakan penyaluran Bansos, dijadikan media untuk mensosialisasikan diri itulah yang jadi masalah. "Harusnya sebagai calon wakil rakyat melakukan pengawasan terhadap penyaluran bansos, bukan malah menjadi pihak yang justru menggunakan kesempatan itu untuk memuluskan kepentingan pribadi," tegas Runtuwene.

Jelang Pemilu Legislatif tahun 2019, ada banyak kegiatan yang berlebel bantuan pemerintah yang disalurkan, namun itu disusupi oleh kegiatan pencitraan caleg dari partai tertentu.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulut, menggelar rapat pembahasan terkait Peraturan Daerah (Perda) Fakir Miskin dan Anak Terlantar. Pembahasan yang digelar Selasa (9/10/2018) digelar untuk menyempurnakan rancangan Perda yang merupakan inisiatif DPRD Sulut tersebut dibuat untuk menjawab persoalan fakir miskin dan anak terlantar di Propinsi Sulawesi Utara yang masih terkendala.

"Semangat penanganan sudah ada, namun masih terkendala pada tata kelolah yang kurang terkoordinasi, antar lembaga," jelas ungkap Ferry Liando, tim pakar pembahas Ranperda.

Sementara itu Ketua Bapemperda DPRD Sulut Boy Tumiwa menjelaskan, kehadiran Perda Fakir Miskin dan Anak Terlantar di Sulut adalah inisiatif DPRD Sulut untuk tujuan mempercepat penurunan angka kemiskinan Penguatan spek sosiologis, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang dilatar belakangi serta mengacu pada UUD 45 yang mengamanatkan fakir miskin ditanggung oleh negara, yang terarah dan terpadu serta terukur, "Berbagai masukan untuk menyempurnakan Perda sangat dibutuhkan, agar penerapannya dapat efektif," jelas Tumiwa

Pada rapat pembahasan rancangan Perda tersebut diundang dari Dinas Sosial, LBH, Kemenkumham dan sejumlah organisasi pekerja sosial, guna melengkapi rancangan Perda. (/Josh Tinungki)

Manado, SulutNes.Com - Analisa pengembangan Usaha Kecil Menengah pemerintah Sulawesi Utara harus serius dengan banyak melakukan upaya untuk membangun jaringan dan bekerja sama dengan pihak Luar Negeri, ini dianggap penting, mengingat prospek dengan nilai tinggi, kerja sama dengan luar negeri juga didukung oleh teknologi pengembangan yang memiliki sumber daya manusia yang harus ditangkap.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu, usai menggelar kunjungan ke Swis bersama pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Sulut dalam kaitan gelar expo komoditi perdagangan.

Menurutnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Utara sangat baik dan bisa bersaing, namun yang menjadi kendala tidak pernah ada upaya dinas terkait untuk melakukan terobosan untuk bagaimana memberdayakan potensi yang dimiliki sehingga dapat berkembng. "Pemerintah melalui dinas teekait harus serius, dengan melakukan terobosan guna meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki, agar pengembangan UKM dapat berkembang," kata SVR.

Juga kata dia, sistim pengembangan UKM di Sulut masih berjalan lambat bahkan terkesan kurang diperhatikan sehingga ada banyak potensi yang seharusnya sudah bisa berkembang, namun tidak maju." Kita harus banyak belajar dari negara berkembang terutama dalam hal pengelolaan sumber daya agar kekayaan alam yang dimiliki benar benar diberdayakan, agar sasaran menuju Sulut Hebat srbagaimana yang dicanangkan bisa dicapai." tegas SVR

Sebagaimana diketahui, sejumlah Pimpinan dan anggota DPRD Sulut pada 27 September 2018 lalu menggelar kunjungan kerja ke Swis guna menghadiri gelar pameran dagang yang dilaksanakan oleh pemerintah swis di mana potensi dagang Sulawesi utara turut dipamerkan.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Komisi III DPRD Sulut mendesak pemerintah Kota Manado, dan Balai Sungai untuk segera menuntaskan proyek refitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melewati 4 kelurahan di Kota Manado. Sebagaimana ditegaskan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo pada gelar rapat dengar pendapat yang digelar Kamis (4/9/2018) siang dikantor DPRD Sulut, percepatan pembangunan harus segera diselesaikan sebab jika tidak akan berdampak pada penghentian dana bantuan proyek yang bersumber dari dari pemerintah Jepang.

"Pemerintah kota Manado harus tegas, agar persoalan yang dihadapi terkait proses pembangunan dapat berjalan sesuai target," tegas Liputo.

Juga ditegaskan Liputo, persoalan ganti rugi lahan, yang sampai saat ini masih terjendala harus segera dituntaskan. "Sikap balai sungai untuk proses ganti rugi paling lama tiga minggu dari Pelaksanaan RDP, dengan catatan bagi mereka yang sudah lengkap berkas," tutur Liputo saat membacakan kesimoulan RDP.

Sebagaimana data yang ads, proyek refitalisasi DAS yang melewati Kelurahan Komo, Kelurahan Karame, Kelurahan Istiglal dan Kelurahan Wonasa Kota Manado tersebut akan jatuh tempo pada bulan Desember 2018 ini, dan masih terdapat ratusan lahan warga yang belum mendapatkan ganti rugi.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan Hotel Roa-Roa akibat gempa bumi dan Tsunami Palu dan Donggala, jenazah Glend Mononutu dan Petra Ratulangi atlet paralayang Sulut rencana akan tiba hari ini di bandara Sam ratulangi manado dengan menumpang pesawat Hercules milik TNI.

Sebagaimana hasil konfirmasi, dua jenazah dapat dibawah pulang oleh keluarga setelsh tim DVI Mabes Polri selesai mengidentifikasi. 'Sudah jenazah Glen akan tiba hari ini (02/09) jam 10 pagi dari Palu, " ungkap sejumlah kerabat dan teman Almarhum.

Sebagaimana diketshui Glend adalah putra dari kepala sekertariat DPRD Sulut Bartholomeus Mononutu sedangkan Petra Mandagi adalah atlit paralayang yang akan ikut serta dalam rombongan atlit paralayang Sulut yang akan mengikuti lomba di Palu Sulteng.

Sementara itu berdasarkan data yang berhasil dihimpun SulutNews.Com masih ada 3 atlit paralayang Sulut yang belum diketahui kabar beritanya pasca peristiwa Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Menyikapi bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda Propinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu dan Donggala yang terjadi pekan lalu, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw menyatakan bela sungkawa yang mendalam. Menurutnya bencana Palu dan Donggala yang menimbulkan duka cita yang dialami oleh saudara - saudara kita juga adalah duka kita sebagai satu Bangsa Indonesia.

"Peristiwa bencana gempa bumi dan Sunami di Palu dan Donggala adalah duka kita sebagai sesama anak bangsa, ' Ujar Ketua DPRD Sulut saat memimpin rapat paripurna PAW., Senin (1/10/2018).

Pada kesempatan tersebut selain mendoakan seluruh korban Angouw juga mendoakan khusus Glend Momonutu salah satu atlit paralayang sulut yang juga adalah anak dari Sekertaris DPRD Sulut yang sampai saat ini belum ada kabar berita. " Kita juga mendoakan khusus saudara Glend Mononutu yang belum ada berita," kata Angouw.

Lembaga DPRD Sulut secara khusus juga memberikan peringatan kepada Pemerintah Sulut untuk terus waspada bencana, karena alasan Sulut masuk salah satu provinsi rawan bencana," Tanggap bencana agar tetap dilakukan termasuk peringatsn dini Tsunami yang bisa setiap saat terjadi," ungkap Angouw.(/Jost Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Komisi Pemilihan Unum (KPU) Propinsi Sulawesi Utara, berharap partai politik peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang agar dapat mengikuti tahapan Pileg sebagaimana yang sudah ditetapkan, termasuk soal batas waktu pemasukan atau melaporkan dana kampanye sesui ketentuan.

"Diharapkan semua parpol peserta Pileg dapat mentaati semua tahapan pelaksanaan Pileg sebagaimana yang sudah ditetapkan, termasuk dalam hal pelaporan dana Pemilu," kata Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh.

Menurutnya untuk penyerahan atau pelaporan dana kampanye sudah disosialisasikan sehingga tidak ada alasan bagi Parpol jika tidak menyampaikan." Aturan dan mekanisme pelaporan sudah jelas, "tegas Mewoh. (Jish Tinungki)

Berikut Pengumuman Penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye LADK Peserta Pemilu 2019 Prov. Sulut

.Silahkan Unduh

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan Pilkada serentak di Sulawesi Utara pada Juni 2018 berjalan sukses dan menghasilkan pemimpin daerah untuk 2018-2023.  Berikut ini 5 pasang yang dilantik, Selasa (25/8) oleh Menteri Dalam Negeri diwakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey bertempat di Ruang Sidang DPRD Sulut Kayuwatu, Manado.

Royke Roring dan Robby Dondokambey Bupati dan Wakil Bupati Minahasa.

Jemes Sumendap dan Joke Legi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara.

Tatong Bara dan Noyodo Kurniawan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu.

Depri Pontoh dan Amin Lasena Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mangondow Utara.

Eva Sasingen dan Jhon Palandung Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Pelantikan dilanjutkan dengan pelantikan Tim Penggerak PKK yang dipimpin Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Tamuntuan.

Sidang dihadiri Ketua DPRD Sulut Gubernur mengucapkan selamat. Dan bersama menaruh harapan besar Walikota dan Bupati yang dilantik ini dapat membangun Sulut bersatu dengan pemerintah daerah untuk semua dan demi kesejahteraan rakyat. (Yy)

Manado, Sulutnews.com - Mencatat Perkembangan Sulawesi Utara di HUT Ke-54 dulu dan kini tentu saja banyak yang diapresiasi dengan pujian karena sudah terjadi serangkaian kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan politik dan roda pemerintahan Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey berjalan baik.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua MPR-RI, EE Mangindaan memuji kepemimpinan duo OD-SK sebagai Gubernur dan wakil gubernur yang melakukan banyak perubahan. "Sudah banyak yang terjadi ya, jika diminta pendapat saya karena pernah memimpin Sulut sebagai Gubernur. Dibandingkan beberapa tahun ini hingga dengan sekarang kebijakan politik  pemerintahan Sulut ini berjalan baik dan ada banyak kemajuan tapi itu biasa," tutur DR EE Mangindaan menanggapi HUT Ke-54 Sulawesi Utara usai menghadiri Sidang Istimewa DPRD Sulut di Kayuwatu, Senin (24/9).

Bidang ekonomi misalnya  sudah lebih maju, kita telah mencatat pertumbuhan hanya beda sedikit dari nasional, yaitu 6,23 persen. EE Mangindaan juga mencatat  iklim usaha UMKM sudah sangat bagus seperti juga di daerah lain di Indonesia dimana saat ini muncul wirausahawan yang memiliki kekuatan dan menguntungkan warga masyarakatnya. Meakipun harga kopra dan cengkih jatuh namun sektor pariwisata mulai maju, ini yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Sulut tetap stabil, katanya.

Selain itu faktor extrnal dan internal lainnya yang menguatkan posisi ekonomi Sulut. Untuk pajak dan retribusi saya pikir tidak mempengaruhi geliat pertumbuhan ekonomi sulut ke depannya. Pemanfaatan APBD juga sudah baik," kata Wakil Ketua MPR-RI itu seraya menambahkan Monentum HUT Sulut ini harus dimanfaatkan untuk melakukan banyak evaluasi lagi agar ke depannya lebih bagus.

Catatan lain saat diwawancarai wartawan EE Mangindaan menghimbau agar pada proses Pemilu 2019 dijalankan dengan baik sesuai aturan KPU. "Warga mestinya tertib datang memilih calonnya pada saat pemilu berlangsung."(/Yy)