Manado, Sulutnews. Com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut pembahas Perda Pertambangan memberi apresiasi kepada Pemerintah Propinsi lewat Dinas Pertambangan yang telah merampungkan naskah akademik sehingga draf Perda tinggal menunggu untuk ditetapkan.

Dalam rapat pembahasan antara Pansus, Dinas Pertambangan bersama Biro Hukum Selasa (25/6/2019) dibahas pasal yang mengatur Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar diberijan ijin sehingga tidak ada lagi PETI yang beroprasi di Sulut."Perda ini akan lebih berpihak bagi kepentingan masyarakat khususnya para pelaku pertambangan untuk diatur lewat oemberian ijin," jelas Ketua Pansus Ferdinand Mewengkang.

Juga terkait pemberian Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dalam Perda ini juga diatur tentang kewajiban perusahaan tambang yang harus  memberikan 10 persen dari keuntungan untuk PAD." Pembagian hasil 10 persen tidak lagi lewat pemerintah pusat tetapi langsung kepada daerah, ini bertujuan untuk peningkatan PAD," terang Kepala Dinas Pertambangan Sulut BA Tinungki.

Perda Pertambangan yang nantinya ditetapkan ini, bakal menjadi Perda pertama di Indonesia yang mengacu pada Peraturan Mentri (Permen) terbaru." Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak kementrian dan draf yang kita ajukan mendapatkan apresiasi dan dinilai sangat konfrehensip," ungkap Tinungki sambil menjelaskan jika draf Perda Pertambangan Sulut adalah yang terbaik. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Anggota Komisi II DPRD Sulut Edwin Lontoh mendesak pihak Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Pertanian untuk segera merealisasikan penyaluran bantuan bagi kelompok masyarakat yang sudah masuk dalam alokasi anggaran 2018. Hal ini disampaikan Lontoh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Sulut bersama kedua Dinas yang di gelar Senin (24/6/2019).

Menurutnya ada bantuan untuk kelompok yang materialnya sudah disampaikan kepada pihak penyalur namun karena belum dibayarkan oleh Dinas terkait sehingga bantuan tersebut tidak bisa disalurkan kepada masyarakat lewat kelompok. "Dinas harus menyampaikan secara terbuka apa kendala sehingga bantuan yang seharusnya sudah bisa disalurkan namun tidak bisa direalisasikan." ungkap Lontoh.

Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut Noldy Lamalo yang meminta pihak dinas dalam pengalokasian anggaran bantuan agar diberikan secara merata kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan." Bantuan kepada kelompok masyarakat harus sesuai kebutuhan, jangan karena ada kepentingan maka penyaluran dilakukan, padahal tidak sesuai," kata Lamalo.

Terkait realisasi bantuan kepada kelompok nelayan, Kepala Dinas Perikanan Kelautan Sulut Ronal Sorongan menyatakan harusnya sudah direalisasikan, namun terkendala soal pembayaran, ini diakibatkan pihak penyalur belum memenuhi semua kebutuhan kelompok, sehingga pembayaran belum dilakukan." Kontrak pengadaan barang belum sesuai kontrak sehingga realisasi pembayaran belum dapat dilakukan," jelas Sorongan.

Terkait bantuan Hibah maupun Bansos tahun anggaran 2019 sudah diproses, Surat Keputusan menunggu ditandatangani oleh Gubernur dan direncanakan pertengahan bulan Juli 2019 untuk proses lelang. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Meski perolehan Kursi di DPRD Sulut Hasil Pemilu Legislatif 17 April 2019 lalu berkurang dan hanya berhasil mendapatkan 7 kursi, namun Fraksi Partai Golkar bertekat akan membuat gebrakan dengan lebih kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan mengedepankan kepentingan rakyat. 

"Evaluasi dari hasil Pileg 2019, masyarakat mengharapkan kerja nyata yang hasilnya dapat langsung dirasakan, bukan janji yang hanya diucapkan tapi tidak dilaksanakan," kata Rasky Mokodomoit Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut. Juga menurut politisi muda asal daerah Pemilihan Bolaang Mongondow Raya ini, ada banyak PR yang harus dituntaskan dalam tugas sebagai wakil Rakyat di lembaga DPRD Sulut, untuk itu setelah dilantik maka bagi segenap personil Fraksi Golkar yang akan melaksanakan tugasnya untuk periode 2019-2023 akan ditargetkan untuk merealisasikan aoa yang menjadi harapan masyarakat Sulut. "Tupoksi di DPRD Sulut sudah jelas apa yang akan dilaksanakan, dan semua anggota Fraksi akan bekerja maksimal sesuai tupoksi dan target yang ditetaokan secara bersama," terang Raski yang kembali terpilih untuk periode 2019-2023 di DPRD Sulut.

Sebagaimana hasil pleno KPUD Sulut untuk hasil Pileg 2019 Partai Golkar di bawa komando Christinia Euqinia Paruntu selaku Ketua DPD Golkar Sulut, hanya mendapatkan 7 Kursi dari total 9 kursi hasil Pemilu 2015 lalu. (/Jos Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw Sabtu 15 Juni 2019 di Aula Mapalus Kantor Gubernur lakukan Hahal Bihalal yang dihadiri ASN Tenaga Harian Lepas dan warga muslim.

Acara dihadiri tokoh tokoh agama dan pejabat Pemda Sulut. Dalam sambutannya Gubernur mengajak semua warga Sulut untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengakui daerah ini juga sangat baik toleransi antar umat beragama, aman dan banyak dikunjungi wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri. Dengan banyaknya wisatawan yang masuk maka ekonomi maju karena banyak wisatawan yang berbelanja. Kemudian juga investor banyak yang masuk. Ini sangat menguntungkan daerah ini. Jadi kalau daerah aman maka akan maju ekonomi dan rakyat akan sejahtra.

Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.

Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan ini, Olly menuturkan bahwa Bulan Ramadhan 1440 Hijriah yang telah dilewati umat Muslim menjadi momen spesial untuk senantiasa memperbanyak ibadah. Selain hablum minallah, yaitu mempertebal sikap takwa kepada Allah SWT, dan juga hablum minannas yaitu harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. "Halal bihalal ini memperkuat  hablum minallah dan hablum minannas," ucap Olly.

Lanjut Olly, upaya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera.

Usai sambutan, Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Sekdaprov Edwin Silangen menyapa dan menyalami para ASN, THL dan umat Muslim yang mengikuti halal bihalal.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Stadion Klabat Manado yang sudah lama tidak digunakan mulai direnovasi oleh Pemda Sulut untuk kegiatan sepakbola yakni klub Sulut United yang akan ikut Liga Dua PSSI bulan depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut Marchel Sendoh SH MSi kepada Sulutnews Jumat, 14 Juni mengatakan renovasi Stadion Klabat atas dukungan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang mulai galakkan sepakbola dengan adanya klub Sulut United. Renovasi baik lapangan semua tribun pagar serta air WC dan kamar ganti serta lahan parkir dan lampu "Jadi kita percantik stadion klabat sesuai ketentuan dari PSSI", Kata Kadispora Sendoh.

Renovasi ini melibatkan instansi terkait separti PU Pertanian dan Dinas Perhubungan, pokoknya akan direnovasi agar menjadi cantik.

Kadis Pekerjaan Umum Stive Keppel secara terpisah mengatakan dari hasil perhitungan sekitar Rp 1 miliar angaran renovasi, tidak banyak tapi warga akan puas dengan adanya stadion yang megah nanti.

Pantauan Sulutnews sejak pekan lalu mulai direnovasi Stadion Klabat dan sudah harus rampung awal bulan depan. Sebelumnya Gubernur Olly Dondokambey telah membentuk Klub sepakbola Sulut United. Dan saat ini sudah siap berlaga. Olly mengatakan kepada wartawan sepakbola kita harus kembangkan karena olahraga yang banyak dicintai rakyat dan juga di Sulut banyak hobi. Klub ini tidak pakai dana APBD. Jadi kerinduan warga Sulut kita jawab dan Stadion Klabat menjadi tempat atau markas Sulut United. Dia optimis akan sukses meraih prestasi Klub mlik Sulut ini. Pemain ada dari lokal dan luar daerah. “Kita akan tampilkan yang berkualitas”, tegas Gubernus.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Sulawesi Utara Ardiles Mewoh mengatakan tidak ada keputusan yang memerintahkan akan ada penghitungan suara ulang di Minahasa Selatan. ini ditegaskan Mewoh terkait adanya hasil putusan gugatan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Terkait putusan gugatan sengketa Pilkada khusus untuk caleg DPR-RI dapil Sulut 1, tidak ada penghitungan suara ulang," ungkap Mewoh.

Dari hasil konfirmasi, untuk hasil gugatan sengketa terkait dugaan pelanggaran Pilkada karena terjadi penggelembungan hasil suara sebagaimana yang disangkakan oleh Bawaslu dikabulkan, namun KPU menyatakan tidak ada penghitungan suara ulang." Sampai hari ini belum ada keputusan penghitungan suara ulang di Minahasa Selatan," tegas Mewoh.

Sebagaimana diketahui caleg Anggota DPR-RI dari Partai Golkar Jerry Sambuaga telah melayangkan gugatan ke Bawaslu RI, dan hasil rapat pleno yang dipimpin Ketua Bawaslu RI Abhan diputuskan telah terjadi pelanggaran administrasi hasil rekapitulasi pemilu anggota DPR RI di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan diperintahkan untuk melakukan perbaikan Formulir DA1-DPR RI. (/Josh Tinungki)

Manado Sulutnews.Com - Rencana gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) bagi 45 Anggota DPRD Sulut dimasa akhir periode harusnya tidak perlu dilaksanakan, hal ini menurut pengamat politik Sulut Taufik Tumbelaka tidak lagi memberikan manfaat apalagi bagi anggota DPRD yang tidak lagi terpilih untuk melanjutkan tugas sebagai wakil rakyat.

"Bimtek dilaksanakan untuk membekali anggota DPRD, bagaimana mungkin dilaksanakan sementara yang ikut tidak lagi sebagai anggota Dewan, karena akan segera mengakhiri masa periode," kata Tumbelaka.

Juga kata alumni UGM Jogyakarta ini, bukan persoalan pemborosan tetapi bagaimana asas manfaat dari penggunaan anggaran daerah, karena tidak sedikit yang akan dipakai." Sebaiknya untuk pelaksanaan Bimtek dilaksanakan setelah Anggota DPRD Sulut periode 2019 - 2024." tegas Tumbelaka.

Sebagaimana diketahui, direncanakan Anggota DPRD Sulut yang akan mengakhiri masa jabatan pada bulan September 2019 ini akan mengikuti Bimtek di Jakarta pada 17-20 Juni 2019 ini dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 500 juta Untuk biaya  Perjalanan, Makan Minum serta kontribusi untuk penyelenggara STI Swadaya Jakarta."Ini semua sudah tertata dalam buku APBD pertahunnya.” jelas Sekretaris DPRD Bartholomeus Mononutu. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Pemda Sulut melaksanakan upacara hari lahirnya Pancasila ke 74 Sabtu, 1 Juni 2019 di lapangan Kantor Gubernur, dihadiri Forkopinda dan para pejabat eselon dua dan ratusan ASN dan Siswa serta Ormas.

Menurut Gubernur Olly Dondokamvey Pancasila itu sebagai pemersatu bangsa, kita semua harus menghayati  terus Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk di Sulut sangat jelas penghayatan Pancasila. Kita bersyukur karena  masyarakat Sulut terus menghayati Pancasila.

Sehari sebelumnya Jumat 31 Mei 2019 dikantor Gubernur, dilakukan Diskusi Tentang Pancasila dengan pembicara Dr Ferry Liando MSi, Drs Philip Regar MS,  Drs Karel Nayoan. Dalam diskusi dihadiri 200 peserta Siswa Ormas dan tokoh masyarakat  terungkap bahwa dalam praktek kehidupan bermasyarakat sering nilai nilai Pancasila mulai dilupakan ."Ini masalah yang kita harus gumuli."kata Liando. Kedepan kata Nayoan harus terus diajari disekolah dan masyarakat mengenai Pancasila. Philip Regar menambahkan Pancasila kalau diamalkan sangat baik dalam membangun bangsa dan negara.

Asisten I Pemda Sulut Edison Humiang dalam membuka acara tersebut mengatakan Pemda Sulut berterima kasih kepada Ruben Saerang yang memprakarsai diskusi ini, kita akan terus lakukan karena Pancasila penting kita amalkan dan Praktekkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ruben  Saerang tokoh masyarakat yang menjadi Panitia mengatakan pihaknya lakukan diskusi Pancasila karena belakangan mulai dilupakan.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang hari Raya Idul Fitri 5 -6 Juni 2019,  stok kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) di Sulut cukup bahkan hinga satu bulan kedepan. Sementara harga juga stabil dan terjangkau. Masyarakat tak perlu kuatir dan resah karena stok dan  harga sembako tidak ada masalah.

Hal itu dikatakan Dra Jenny Karouw Msi Kepala Dinas Perindag Sulut didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Drs Wayong Rabu 29 Mei 2019 saat meninjau beberapa pasar tradisional dan pasar swalayan di Kota Manado menjelang hari Raya Idul Fitry.

Hadir juga  Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat serta Rudi Mokoginga SE MSi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sulut dan Dari BPOM dan Bambang dari Kementerian Perdagangan Pusat.

Menurut Jenny Karouw stok cukup karena memang sudah diantisipasi dengan menyiapkan sejak lama. Tetutama bawang putih beras dan kebutuhan lainnya, jadi tidak ada masalah mengenai stok. Harga juga stabil dan terjangkau, kalau ada yang menimbun dan menaikan harga akan ditindak.

Ia menambahkan bersama tim TPID Atau Tim Pengendali Inflasi Daerah terus memantau stok dan harga, cukup baik. Masyarakat tak perlu takut dan kuatir, terkait kemungkinan ada barang kadaluarsa pihaknya bersama Balai POM Sulut tetus pantau juga. Kalau ada kedapatan akan ditindak tegas Kawouw.

Kepala Bank Indonesia Cabang Sulut Arbonas Hutabarat menilai harga barang tidak ada masalah. Ada naik tapi masih wajar. Seperti cabe atau rica yang sebelumbya hinga Rp 100 ribu per kg saat ini turu  menjadi 65.000 per kg. Jadi masih wajar.

Asisten II Rudi Mokoginta menambahkan seluruh 15 Kabupaten dan Kota terus dijangkau dan hasil laporan stabil. Bambang dari Kementrian Perdagangan Pusat mengatakan mereka bersama tim turun ke Sulut dan hasil cukup baik tidak ada gejolak kenaikan harga sembako. Stabil di Sulut. Sulut memang  inflasinya cukup baik selama ini.

Pasar yang ditinjau Bersehati Pinasungkulan dan Multimart Swalayan. Sejumlah pedagang kepada Sulutnews mengatakan mereka menjual barang dengan harga terjangkau. Stok juga dari distributor cukup."Jadi kami tidak brani naikan harga barang karena stok banyak."Kata Ny Hasan pedagang di Pasar Bersehati. Hal yang sama dikatakan Bapak Bowo dari Multimart Manado. Stok barang banyak. Kalau kurabg kami tambah dari gudang di Maumbi.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan selama Pemilu 17 April lalu di daerah ini berjalan aman dan lancar. Ini semua berkat kerja sama yang baik antara TNI Polri serta tokoh tokoh  masyarakat dan seluruh masyarakat."Jadi saya berterima kasih kepada semua pihak yang membantu sehinga tetap aman dan damai daerah inj", Kata Gubernur Sulut saat menghadiri Apel Pengamanan Ketupat menyambut Idul Fitri 2019 Selasa 28 Mei 2019 di Mapolda Sulut.

Hadir Kapolda Sulut Irjen Pol Dr Sigit Tri Haryanto Pangdam XIII Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang dan ratusan aparat TNI dan Polri serta pejabat terkait.

Gubernur mengatakan solidnya TNI dan Polri dan semua elemen masyarakat maka daerah ini aman damai. Dan memasuki bulan puasa hinga Idul Fitri 5 hinga 6 Juni nanti saya harapkan kita tetap rukun dan damai serta tetap bersatu menjaga Kamtibmas secara bersama. Kalau kita aman dan damai maka akan maju daerah ini karena investor dan wisatawan akan masuk.Kepada tokoh tokoh agama saya berharap kita terus mengajak untuk pelihara kerukunan dan kedamaian.

“Ada ribuan Polri dan TNI akan menjaga keamanan selama lebaran Idul Fitri di Sulut”, Tegasnya.(/Fanny)