Manado, sulutnews.Com - Kampanye umum PDIP yang digelar Sabtu (13/4/2019) di Lapangan KONI Sario Manado menggoncang Kota Manado. Puluhan ribu kader dan simpatisan banteng moncong putih tumpah ruah sehingga menjadikan lapangan KONI Sario Manado yang terletak dibilangan sario tersebut menjadi merah total.

Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam orasi politiknya menggelorakan puluhan ribu kader banteng moncong putih agar pada pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu Presiden dan Pemilu Legiaslatif 17 April 2019 agar dapat memenangkan pasabgan no urut 1 Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil presiden Maaruf Amin dan PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.

"Pemerintahan Jokowi telah terbukti dan sudah dirasakan hasilnya oleh masyarakat Indonesia khususnya di Sulut. Mengingat masih banyak origran oembangunan yang akan dilaksanakan termasuk Tol Manado - Amurang dan sejumlah Infrastruktur di Kabuoaten Kota yang lain, maka itu bisa terjadi jika segenao masyarakat Sulut sepakat memilih pasangan nomor urut 1"Jokowi - Amin, "tegas Dondokambey.

Juga kata Gubernur Sulut ini, warga Sulut patut berterima kasih karena ada  seorang Negarawan seperti Jokowi, pembangunan di Sulut betul untuj rajyat bujan untuj keoentingan para penguasa, karena PDIP berkomitmen menjakankan pemerintahan yang tidak haus kekuasaan tetapi adalah pemerintahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. "Kader PDIP jangan mau terbujuk rayu oleh pihak yang hanya menjadikan masyarakat untuk tujuan pencitraan mereka, karena program kesejahtraan Jokowi sudah terbukti dan itu untuk kesejahtraan masyarakar."tegas Dondikambey.

Juga disampaikan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Adriana Dondokambey yang mengajak para kader dan segenap simpatisan untuk bersatu memenangkan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam pemilihan nanti.

“Mari torang sama-sama menyambut pesta demokrasi pada bulan April dengan riang gembira dan gotong royong. Mari kita menangkan paslon nomor urut 01 Jokowi untuk menjadi Presiden kembali,” ajak Adriana.

Selanjutnya, dirinya mengajak segenap kader dan simpatisan untuk ikut memenangkan PDI-Perjuangan di Pemilu 2019 ini. “Mari kita yakinkan semua dalam rangka memenangkan PDI-Perjuangan dan kita dapat memberikan kesan kepada keluarga dan masyarakat bahwa PDI-Perjuangan pilihan terbaik. Dan lebih jauh dari itu rapatkan barisan dalam PDI-Pejuangan, walaupun berbeda-beda tetap satu,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut juga secara bergantian Bupati Mitra James Sumendap, juga Djenri A Kentjem, Vanda Sarundajang dan Jantje Wowiling Sajouw caleg DPR-RI menyampaikan orasi mengajak puluhan ribu pendukung bergandengan tangan bersatu memenangkan pasangan Jokowi Maaruf Amin dan PDIP pada Pemilu 17 April 2019. (/Josh Tinungki)

CIMAHI, Sulutnews.com - Hutomo Mandala Putra (HMP), ketua umum Partai Berkarya, berjanji secepatnya mewujudkan program gerobak sembako secara nasional. Program tersebut merupakan program Partai Berkarya  bekerja sama dengan Toko GORO sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan usaha kecil dan menengah.

"Gerobak seharusnya tidak sekadar jual gorengan, tapi sembako," kata putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang akrab dipanggil Tommy Soeharto saat penyerahan seratus gerobak kepada pedagang sembako di Cimahi, Jawa Barat, Senin 1 April 2019.

Tommy Soeharto berharap gerobak bermanfaat banyak bagi peningkatan pendapatan pedagang. Gerobak tidak lagi digunakan menjual gorengan, tapi sembako yang dipasok PT Goro.

Pemberian gerobak adalah bagian dari komitmen Partai Berkarya membantu usaha kecil dan menengah. Program lain Partai Berkarya adalah membangun ekonomi rakyat dengan kearifan lokal dan membangun ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal di desa-desa.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke desa-desa di Jawa Barat, Tommy Soeharto bersama masyarakat menggelar panen raya di petak sawah yang diberi bantuan pupuk bregandium teknologi hypernano. Hasil panen di petak sawah percontohan memperlihatkan produksi padi meningkat 30 sampai persen.

Berbicara di depan kader, calon legislatif (caleg), simpatisan, dan relawan Partai Berkarya di Cihami, Tommy Soeharto meminta masyarakat menempatkan caleg partai yang dikomandaninya di DPR RI periode lima tahun ke depan. Caranya, pilih caleg Partai Berkarya.

"Kami mohon doa dan dukungan agar Partai Berkarya bisa lebih maju. Cimahi menjadi kota lebih maju, dengan rakyat lebih makmur," ujar Tommy Soeharto, yang disambut antusias massa di kota Cimahi.(/SMSI)

JAKARTA, Sulutnews.com – Hafiz Nuraldin Benjamin, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Bangka Belitung, mengatakan program transmigrasi harus kembali digalakkan agar pemerataan pembangunan berkelanjutan.

“Di era almarhum Presiden Soeharto, transmigrasi membuat pembangunan tidak terpusat di Pulau Jawa dan kota-kota besar,” kata caleg milenial Partai Berkarya ini.

Transmigrasi, masih menurut Hafiz, sangat penting karena banyak sumber daya alam di daerah terpencil tak tergarap. Situasi itu, lanjutnya, terlihat di kampung halaman orang tuanya di Bangka Belitung.

“Sumber daya alam Bangka Belitung luar biasa tapi lambat berkembang, salah satu potensi yang lambat berkembang adalah pariwisata,” Ujarnya

Hafiz — yang akan bertarung di Bangka Induk, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Kota Pangkal Pinang — memutuskan bergabung dengan Partai Berkarya karena visi dan misi partai besutan Tommy Soeharto itu sesuai dengan dirinya.

“Partai Berkarya mengusung cita-cita luhur almarhum Presiden Soeharto yaitu membangun Indonesia sebagai negara mandiri dan dihormati,” ujar pria kelahiran 1987 itu.

Menurut Hafiz, Pak Harto — telah berjuang untuk negara indonesia dan hal itu yang menhadi semangat Partai Berkarya dengan meneruskan cita-cita Pak Harto membangun Indonesia lewat ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal.

“Perhatian Partai Berkarya terhadap petani juga patut diapresiasi,” kata Hafiz.

Sedangkan kritiknya terhadap pemerintahan saat ini, Hafiz melihat pembangunan dalam lima tahun terakhir tanpa perencanaan matang. Di era Soeharto, pembangunan lima tahun terencana dengan baik dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Menjawab pertanyaan wartawan soal politik uang, Hafiz berjanji akan membuktikan bahwa politik tidak selalu uang. Ia yakin akan terpilih tanpa harus menebar uang ke masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk kritis melihat program yang ditawarkan partai, sebelum menentukan pilihan.(/SMSI)

JAKARTA, Sulutnews.com - Mardiana Indraswati, calon legislatif Partai Berkarya daerah pemilihan Jawa Timur VII nomor urut satu, mengatakan masyarakat berharap program-program kerakyatan Pak Harto kembali dimunculkan.

"Saat sosialisasi ke masyarakat Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, saya merasakan hal itu," kata perempuan berusia 58 tahun ini saat ditemui di markas Partai Berkarya di Jalan H Agus Salim 98, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

Sebelum bergabung dengan Partai Berkarya, Mardiana adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan dua periode duduk di Komisi VI DPR RI. Di dua Pemilu sebelumnya, Mardiana mengoleksi 76.618 suara.

"Masyarakat Trenggalek, Magetan, Pacitan, dan Ponorogo, telah mengenal saya," kata Dosen Universitas Islam Bandung (Unisba) yang aktif membina usaha kecil dan menengah (UKM).

Mardiana punya alasan kuat untuk bergabung dengan Partai Berkarya. Tahun 1997 ia diundang Presiden Soeharto ke Istana Bogor untuk menerima penghargaan sebagai Penggerak UKM Teladan. Menurutnya, Presiden Soeharto sangat peduli terhadap pengembangan UKM dan pertanian.

Kini, lanjutnya, Partai Berkarya menawarkan konsep baru pengembangan UKM. "Ada bukti nyata yang diperlihatkan, yaitu dengan membuka usaha Goro Dayung," ujarnya. "Sudah lama saya menginginkan pengembangan usaha seperti ini."

Nama Goro Dayung terinspirasi dari usaha pemenuhan kebutuhan sembako di rumahnya Jl. Dayung,  Kecamatan Arcamanik, Bandung. Usaha ini dirintis Mardiana sejak tahun 1990-an. Ia berencana mengembangkan Goro Dayung di berbagai daerah termasuk dua di Jawa Timur.

"Usaha retail Goro Dayung ini 75 persen merupakan posko UKM yang di dalamnya menyajikan sembako dengan melibatkan puluhan pemasok di tingkat petani, dan peternak di level ekonomi mikro," kata Mardiana.

Melalui Goro Dayung, Mardiana juga rutin mengikuti pameran ke Eropa. Dia membawa sejumlah pengusaha UKM yang di Dapilnya, tanpa membebani pemerintah daerah. 

Salah satunya adalah makanan sehat alami Cincao Hitam Powder yang berasal dari daun cincao atau Janggelan (Messona Palustris)

"Saya akan bikin pabrik cincao sama mbak Mamiek dan menciptakan peluang lapangan kerja  di daerah pemilihan saya," Mardiana mengakhiri.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Hence Carlos Kaparang, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I, mengatakan caleg partai bentukan Tommy Soeharto harus bisa membuat dan menjalankan program untuk membantu masyarakat, dan tidak hanya saat kampanye. Ia juga mengkampanyekan hukuman mati untuk para koruptor.

“Bikin saja program sederhana, tapi dijalankan,” ujar pria Manado kelahiran Banda Aceh, 5 Desember 1975, saat ditemui di kediamannya di Jl Rasamala, tidak jauh dari rumah Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut.

Carlos, panggilan akrab orang dekat Keluarga Pak Harto ini, menawarkan program sederhana kepada calon pemilihnya di Jakarta Timur. Yaitu, bantuan bergulir untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti modal usaha kecil, biaya rumah sakit, bayar uang sekolah, biaya nikah, dan khitanan.

“Saya akan jalankan program ini jika saya terpilih nanti, dananya berasal dari 50 persen gaji saya setiap bulan,” ujar lelaki yang pernah tergabung dalam Partai Pemuda Indonesia (PPI) dan menjadi partisipan Partai Karya Republik (Pakar) besutan Arie Sigit.

Sejak masuk Partai Berkarya dan menjadi caleg untuk Dapil DKI Jakarta I, Carlos mendirikan Rumah Aspirasi di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Carlos selalu hadir di sini, untuk berbincang dan menyerap aspirasi masyarakat.

Kebiasaan yang dimulai jauh hari sebelum kampanye membuatnya mantap melangkah bersama Partai Berkaya untuk melayani masyarakat. Terlebih, dia tahu tidak seluruh masyarakat terlayani oleh pemerintah.

“Jika saya terpilih dan pemerintahan mendatang tidak berpihak ke masyarakat, saya siap menjadi oposisi,” tegas Carlos

Carlos, yang notabene anak tentara yang memilih menjadi pengusaha bengkel mobil dan terjun kedunia politik.

Carlos menambahkan yang sangat penting bagi pembangunan bangsa adalah penegakan hukum dan perlunya hukuman maksimal bagi para koruptor. Ia akan mengkampanyekan perlunya hukuman mati bagi para koruptor.

“Jika masyarakat tidak setuju dengan hukuman mati untuk para koruptor, jangan pilih saya,” Tukas ayah tiga anak dari perkawinannya dengan Louise Sari Herianty.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com – Nurfitria Farhana, calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Berkarya, berharap ada wakil majelis taklim di parlemen hasil Pemilu 2019.

“Saya melihat majelis taklim dirangkul oleh partai-partai politik hanya saat event politik saja, tidak ada jaminan dari partai-partai, terutama yang merangkul, mengangkat aspirasi majelis taklim,” ujar perempuan Betawi putri almarhum Prof. Hj. Tutty Alawiyah ini

Nurfitria, demikian perempuan kelahiran Jakarta 18 Januari 1968 dipanggil rekan-rekan dekatnya, tercatat sebagai caleg daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri. Ia akan bertarung dengan politisi senior Hidayat Nur Wahid, Biem Benjamin — putra seniman Betawi Benjamin S, dan sejumlah nama dari partai lain.

Sehari-hari, Nurfitria bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial Ia aktif sebagai ketua di organisasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI Jakarta. Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) didirikan Hj. Tutty Alawiyah tahun 1981. Tahun 2016, BKMT memiliki 15 juta anggota se Indonesia, yang 90 persen wanita.

“Majelis taklim, dan kelompok-kelompok pengajian, terkadang dianggap sebelah mata,” kata ibu tiga anak yang belum pernah terjun ke politik ini.

Lebih lanjut Nurfitria mengatakan bahwa Majelis Taklim adalah kelompok masyarakat akar rumput, kelompok inilah yang ada di hampir semua permukiman di kota maupun desa. Namun selama ini majelis taklim tak punya sosok yang memperjuangan aspirasinya di parlemen.

“Saya akan buktikan majelis taklim dan kelompok pengajian adalah kekuatan politik yang patut untuk diperhitungkan,” tegas Nurfitria

Keinginan lain Nurfitria adalah memperjuangkan peningkatan porsi perempuan di parlemen. Menurutnya, yang bisa memperjuangkan kepentingan perempuan, ya perempuan.

Selama empat kali Pemilu di era reformasi, jumlah perempuan di parlemen tidak pernah menyentuh angka 30 persen. Tahun 1999, usai pemilu pertama era reformasi, jumlah perempuan di parleman hanya 8,80 persen dari 560 anggota DPR RI. Tahun 2004 meningkat jadi 11,82 persen. Tahun 2009 menjadi 17,86 persen, dan turun sedikit ke angka 17,32 persen pada Pemilu 2014.

Sebagai wajah baru di pertarungan memperebutkan kursi DPR RI dari ibu kota, Nurfitria memiliki modal sosial yang luar biasa besar. Ia dikenal seluruh anggota BKMT DKI, dan mengasuh 300 anak yatim. Ia aktif di sekolah dan universitas yang diwariskan orang tuanya, dan mengenal banyak mahasiswanya.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi sederhana; berjuang bersama Partai Berkarya menyejahterakan generasi bangsa saat ini dan masa depan.

“Saya hanya ingin kehidupan anak cucu dan cicit kita lebih baik, makmur, dan sejahtera,” ujar Sultan Djorghi dalam pembicaraan telepon, Jumat (22/3/2019).

Aktor Love in Bombay ini tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI, partai yang dikomandani Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII. Sejak ditetapkan sebagai caleg, Sultan Djorgi aktif menyambangi desa-desa di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, untuk berbicara dengan pemilihnya.

"Setiap kali bertemu calon pemilih, saya tidak berjanji," ujar suami Annisa Trihapsari ini. "Saya khawatir tidak bisa memenuhi janji, dan mengecewakan mereka. Saya hanya menyerap aspirasi mereka."

Sultan Djorghi punya alasan di balik keputusannya bergabung dengan Partai Berkarya. Menurutnya, program Partai Berkarya sederhana, yaitu meneruskan dan menjalankan Trilogi Pembangunan warisan Presiden Soeharto. Trilogi Pembangunan adalah stabilitas pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

"Tidak ada salahnya yang bagus di era kepemimpinan Pak Harto kita angkat kembali," ucap Sultan Djorghi. "Kita harus mengakui kepemimpinan Pak Harto, yang mengubah Indonesia menjadi negara swasembada pangan."

Sejauh ini, Partai Berkarya memperlihatkan komitmen menyejahterakan petani. Jumat 22 Maret 2019 lalu di Banyumas, misalnya, Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto berdialog dengan petani binaan, memberikan bantuan mesin-mesin pertanian, melihat hasil uji coba pupuk bregadium teknologi hypernano.

Kepada masyarakat di dapil Jabar VIII, Sultan Djorghi mengiformasikan semua yang dilakukan Partai Berkarya untuk masyarakat. Visi yang ditawarkan kepada masyarakat juga sederhana; Mau Maju, Mau Berubah, Mari Berkarya Bersama.

"Saya juga siap memperjuangkan hak-hak rakyat," tuturya. "Partai Berkarya ingin bersama masyarakat berkarya agar anak cucu kita memiliki kehidupan lebih baik.

#IndonesiaBerkarya
#PartaiBerkarya
#Berkarya
#SaungBerkarya
#EkonomiKerakyatan
#HutomoMandalaPutra

Tasikmalaya, Sulutnews.com - Sarimaya, calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat XI, memberikan bukti bahwa Partai Berkarya tidak sekadar janji membangun ekonomi kerakyatan dengan Koperasi Mustika Galunggung.

“Ini wujud nyata ekonomi kerakyatan,” kata caleg yang akan bertarung di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.

Mengutip ketua umum Partai Berkarya Tommy Soeharto, Sarimaya mengatakan ekonomi kerakyatan adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ekonomi kerakyatan harus dibangun dengan kearifan lokal.

Koperasi, masih menurut Sarimaya, adalah bentuk ekonomi kerakyatan. Di era Presiden Soeharto, koperasi di bangun sampai ke tingkat desa, dan menggerakan perekonomian rakyat.

“Koperasi Mustika Galunggung didirikan tahun 2017, tapi mulai berjalan Agustus 2018 dengan jumlah anggota seratus ribu orang,” kata Sarimaya dalam wawancara telepon, Sabtu 23 Maret 2019.

Koperasi bekerjasama dengan petani, memberi petani sarana produksi, benih, pupuk pestisida dan ongkos keraja. Saat panen tiba, koperasi dan para petani berbagi hasil.

“Enam puluh persen hasil panen dimiliki petani, 40 persen untuk koperasi,” kata wanita kelahiran 19 Januari 1959 itu.

Lainnya, masih menurut Sarimaya, petani mendapatkan asuranti. Jika gagal panen, asuransi akan membayar nilai pertanggungan. Sarimaya mengatakan asuransi ini merupakan bentuk perlindungan kepada petani.

Sejak Januari 2018, Koperasi Mustika Galunggung bekerjasama dengan GORO untuk membangun usaha penjualan sembako. GORO menyediakan sembako, yang dijual ke masyarakat di bawah harga mini market.

Masyarakat pemilik toko eceran kecil akan dimanja oleh Koperasi Mustika Galunggung, karena bisa mengambil semua komoditas dengan pembayaran belakangan.

“Kami meringankan masyarakat dan usaha kecil dan menengah (UKM),” kata Sarimaya.

Mengenai keputusan berkarier di politik bersama Partai Berkarya, Sarimaya mengatakan; “Saya ingin berperan serta membangun bangsa, menyejahterakan rakyat, dan terlibat dalam pembuatan undang-undang untuk kepentingan rakyat.”

Sejak mengenakan rompi Partai Berkarya, Sarimaya aktif menyambangi masyarakat desa di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasik, serta berdialog dengan warga Kota Tasikmalaya. Ia menyampaikan visi Partai Berkarya; membangun ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal.

“Saya katakan kepada setiap orang betapa Partai Berkarya menawarkan solusi bagi masa depan bangsa,” katanya. “Partai Berkarya peduli terhadai kaum lemah, dan menawarkan program yang menyentuh semua lapisan.”

Sebagai penutup, Sarimaya mengatakan pembangunan ekonomi kerakyatan adalah segalanya. Ekonomi yang kuat dan merata, lanjutnya, menciptakan stabilitas sosial. (/SMSI))

 

Banyumas, Sulutnews.com – Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  Hal itu menjadi salah satu alasan mendasar Partai Berkarya tampil berkiprah dan memberikan solusi. Salah satunya pupuk organic cair hipernano Bregadium.

“Kami merasa 20 tahun lebih reformasi ini sector pertanian menjadi terabaikan. Kesejahteraan masyarakat, utamanya petani relative turun. Sementara produk pertanian kita tak berdaya menjadi produk kelas dua di tengah serbuan produk pertanian negara lain,” kata Bambang, di sela panen raya petani binaan Partai Berkarya di Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat, 22 Maret. Panen raya itu selain dihadiri ratusan warga, juga sejumlah kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Kebumen.

Kesejahteraan rakyat, terutama petani, nelayan, buruh dan kalangan masyarakat kecil lainnya, menurut Bambang menjadi fokus partai yang mengusung tagline Indonesia Berkarya tersebut. Kepedulian akan warga kelas bawah itu menjadi nilai-nilai yang diwariskan sang ayah, Presiden Soeharto. “Banyak fakta yang kami lihat di kehidupan sehari-hari dan kesempatan bertemu untuk bersambung rasa dengan para petani, nelayan, buruh, dan kalangan masyarakat lainnya, membuat kepedulian kami bangkit. Kami merasa sudah saatnya Partai Berkarya bangkit dan memberi solusi kepada negeri,” kata pimpinan kelompok bisnis Bimantara itu.

Sebagaimana juga pernah dinyatakan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra, Bambang menegaskan bahwa partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji. Salah satu kepedulian itu adalah meningkatkan produksi pangan nasional dan kesejahteraan para petani. Pada sisi itulah pupuk organic cair hypernano yang diberi nama Bregadium, menjadi sumbangan Partai Berkarya.

Pada panen raya yang digelar di Desa Jambudesa, terbukti hasil produksi per hectare lahan garapan para petani binaan Partai Berkarya jauh di atas rata-rata produksi tanaman padi per hektare umumnya. Jika umumnya per hectare tanaman padi menghasilkan rata-rata 7 ton, rata-rata hasil produksi petani binaan Berkarya mencapai 10,8 ton gabah per hektarenya.

“Apalagi pupuk ini pun organic, jadi para petani pun sebenarnya bisa menjual hasil panennya sebagai beras organic yang tentu memiliki harga jauh lebih tinggi,” kata Bambang.

Yang paling membuat para petani gembira hingga tak mampu menahan sorak sorai, adalah saat Bambang mengumumkan tawaran yang bernilai kepada mereka. “Para petani boleh mengambil pupuk ini,” kata Bambang. “Bayarnya nanti, saat panen!”

Keunggulan-keunggulan lain pupuk cair Bregadium, menurut Bambang, adalah praktis dan hemat. Petani tidak perlu menggunakan alat transportasi, atau bersusah payah menggotong pupuk dalam jumlah banyak, ke persawahan. Dua belas botol pupuk tersebut bisa menggantikan 500 kg hingga 700 kg pupuk biasa.
“Keunggulan lain pupuk ini adalah ramah lingkungan, menjaga bahkan memperbaiki kesuburan tanah, serta menghemat pengeluaran petani sampai 35 persen,”kata Bambang.

Pada kesempatan itu, sebelum berdialog dengan petani, Bambang Tri, Tommy Soeharto dan Mbak Tutut memberi bantuan mesin pembajak sawah, perontok padi, dan mesin pompa air untuk membasahi tanah pertanian.(/SMSI)

Boroko, Sulutnews.com - Kampanye monologis Partai Perindo (Persatuan Indonesia)  di Desa Dalapuli Kecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah menjadi perhatian masyarakat atas orasi politik dari beberapa caleg daerah pemilihan 1 (Kecamatan Kaidipang dan Kecamatan Pinogaluman) antara lain Burhan Bausat, Muhammad Kalonta, serta Suriansyah Korompot. Jumat (12/04/2019).

Memilih dan memilah calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota adalah proses berjenjang dimulai dari pengenalan siapa sesungguhnya calon wakil rakyatnya yang dapat mewakili aspirasinya dimulai dari musyawarah rencana pembangunan desa, musyawarah pembangunan kecamatan sampai tingkat kabupaten; apakah memiliki kapasitas yang sudah teruji kualitasnya menyampaikan aspirasi rakyatnya ? Apakah mampu mengkomunikasikan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD ?

Pertanyaan mendasar tentang memilih dan memilah calon wakil rakyatnya diajukan Suriansyah Korompot dalam kapasitas sebagai ketua pemenangan pemilu 2019, wakil bupati Bolmut periode 2013-2018, dan sebelumnya adala Ketua Komisi III DPRD Bolmut dua periode.

"Saya mendengar dan menyimak ada calon anggota legislatif menyatakan telah berjasa menyiapkan alat mekanisasi pertanian, pupuk, asuransi kesehatan, hal itu telah membohongi rakyatnya, jika kita bertanya dimana perannya dia dalam fungsi pengawasan terhadap dinas-dinas terkait; itupun jika mengusulkan pembangunan infrastruktur dari daerah pemilihannya dimusyawarahkan dengan pemerintah daerah untuk mufakat tentang ranperda anggaran pembangunan daerah," ungkap Korompot.

Hal ini ditambahkan Muhammad Kalonta; proses politik adalah dipengaruhi dan mempengaruhi sampai di Tempat Pemungutan Suara, namun masyarakat harus menyadari keberadaan caleg berasal dari desanya sendiri, dan saya dengan nomor urut 5 Perindo berasal dari Desa Dalapuli mewakili Kecamatan Pinogaluman.

Ditambahkan Suriansyah Korompot jika ada para caleg yang menjanjikan politik uang sejumlah Rp.300 ribu, maka saya tanya harga pasaran kambing saat ini, katanya Rp.3 juta; maka harga diri bapak ibu selali lebih mahal dari harganya kambing... Masyarakat tersenyum dan ada yang tertawa lepas mendengar cerita sindiran terhadap calon legislatif menebar politik uang.

"Saya sarankan kepada masyarakat jika ada para caleg yang menebar uang, ambil uangnya namun jangan dipilih," kata Suriansyah Korompot. (/Gandhi Goma)