Manado, Sulutnews.com - Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara Wenny Lumentut mengatakan, telah mengajukan 45 caleg DPRD Sulut yang tersebar dari Enam daerah pemilihan dan Partai Gerindra telah memasang target 15 kursi dan ini optimistis dapat diraih di Pileg 2019.

"Partai Gerindra sudah mendaftarkan caleg DPRD Provinsi, semua sudah diteliti dan diterima baik oleh KPU dan dinyatakan lengkap," kata Lumentut.

Syarat aturan yang ditetapkan mulai dari keterwakilan perempuan yang mencapai angka 30 persen, juga caleg yang diajukan tidak hanya memiliki kemampuan finansial tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mewakili masyarakat dilembaga DPRD Sulut. "Partai Gerindra tidak sembarangan menetapkan calon, tetapi memiliki SDM yang cukup," kata Lumentut.

Meski tidak berada diposisi sebagai partai yang merebut kekuasaan, namun pada Pileg 2019, Partai Gerindra akan menjadi partai penyeimbang agar semua kepentingan yang berhubungan dengan rakyat pasti akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.com - Keputusan DPD Partai Golkar Sulut yang tak mengakomodir Careq Naikel Runtu (CNR) dalam pengajuan daftar calon anggota DPRD Sulut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dinilai sengaja mencekal dirinya dari daftar calon. Hal ini dikatakan CNR, saat berada di kantor KPUD Sulut.

Kepada wartawan, CNR mengatakan alasan terlambat memasukan berkas dan tidak pernah ada konfirmasi ke pengurus DPD, hanyala alibi yang sengaja diciptakan dan ini jelas sebuah keputusan yang tidak sesuai dengan mekanisme yang diambil sebagaimana keputusan DPP partai Golkar. "Kami akan melaporkan kejadian ini pada DPP, karena surat keputusan dari DPP terkait persetujuan DCS anggota DPRD sulut yang ditujukan kepada ketua DPD Dolkar sulut dari DPP, nama saya ada di nomor 4 dan sudah ditanda tangani oleh pak Ketua Umum," bebernya.

Juga kata dia, kebijakan yang diambil oleh Ketua DPD Golkar Sulut dianggap melawan keputusan DPP karena tidak melaksanakan apa yang jadi keputusan DPP." Saya sudah menyampaikan soal ini ke DPP Komunikasi terahir DPP minta untuk masukan nama saya sebagai salah satu bakal calon dari Golkar di dapil Minahasa-Tomohon," ungkap CNR.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Golkar Sulut Cristiani Euginia Paruntu (CEP) mengatakan  pihaknya baru terima berkasnya, padahal sudah lebih dulu mendaftar ke KPU." Bagaimana kami harus menunggu kan ada sekertariat, tapi sampai batas waktu berkas tidak disampaikan," jelas CEP. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.com-Stefanus BAN Liouw resmi mendaftar kembali sebagai bakal calon Anggota DPD-RI daerah pemilihan Sulawesi Utara. Saat mendaftar di kantor KPU Sulut, Stefa yang saat ini masih terdaftar sebagai Anggota DPD-RI didampingi istri tercinta Miky Yunita Wenur bersama tim diterima langsung oleh Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh bersama Komisioner Yessy Momongan.

Saat menyampaikan sambutannya Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, menyambut dengan baik atas kesiapan Stefanus BAN Liouw yang sudah mengikuti proses pendaftaran yang dilaksanakan guna memenuhi ketentuan." Proses pendaftaran ini berlangsung terbuka dan dapat disaksikan oleh semua pihak," kata Mewoh.

Sementara itu kepada wartawan Stefanus BAN Liouw menyatakan apresiasi yang tinggi atas penerimaan KPU dan Bawaslu yang telah memerima dirinya bersama tim saat mendaftar, dan hal ini singkron dengan dukungan yang sudah diberikan bagi dirinya untuk maju kembali sebagai calon anggota DPD-RI," Seluruh persyaratan sudah dipenuhi termasuk LHKPN dari KPK juga sudah dimasukan, skarang tinggal mengamankan dukungan yang sudah diberikan termasuk dari Ketua PKB Sinode GMIM, Ketua Kaum Bapa GEMIST dan dukungan dari teman teman Senator yang saat ini masih menjabat namun tidak lagi mencalonkan," ungkap Liouw.

Hingga hari kedua pendaftar sementara calon DPD-RI sebanyak 10 orang masing masing . Pricillya E.  Rondo, Johannis Christianus Salibana, Nouke Paat, Djafar Alkatiri, Philoteus Tuerah, Ramoy Markus Luntungan, Stevanus BAN Liouw, Jul Takaliuwang, Sharial Damopolii dan Wisye Rompis. (josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Nouke Paat pengusaha sukses asal Minut resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Bacalon) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, untuk Daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara di Komisi Pemilihan Umum (KPU)Sulut, Senin (09/07/2018).

Saat mendaftar Nouke yang diantar oleh tarian Kabasaran mengaku jika keinginan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI didasarkan atas niat luhur untuk menjadi wakil rakyat Sulut yang berharap dapat berbicara lantang untuk menyuarahkan aspirasi rakyat dari timur Indonesia khususnya bicara soal budaya.

"Mendaftar sebagai calon DPD tidak hanya  sekedar ingin, tetapi bagaimana aspirasi rakyat Sulut yang selama ini dikekang dan kurang mendapatkan perhatian, dapat disuarahkan," ujar Nouke.  Juga kata dia meski DPD bukan lembaga pembuat Undang-undang seperti DPRD, namun sebenarnya DPD lebih bebas untuk mengeluarkan pendapat." Anggota DPD adalah calon perorangan yang tidak disusupi oleh kepentingan partai politik," ungkap Nouke.

Berkas pendaftaran diterima langsung oleh Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, didampingi Komisioner KPU Sulut Meidy Tinangon dan Salman Saelangi, menerima langsung berkas pendaftaran yang diserahkan oleh Nouke Paat setelah mengisi formulir pendaftaran.

“Nouke Paat merupakan  pendaftar ke tiga dari lima bakal calon DPD-RI Dapil Provinsi Sulut yang memdaftar pada hari pertama,” ujar Komisioner KPU Sulut, Meidy Tinangon.

Sementara itu, terkait proses pendaftaran bakal calon anggota DPD RI, KPU hanya memberikan waktu tiga hari mulai tanggal 9, 10 dan 11 Juli 2018." Tidak ada penambahan hari, KPU hanya memberikan kesempatan tiga hari untuk mendaftar, setelahnya masuk difase ferivikasi data dan jika ada kesalahan maka calon akan diberikan kesempatan untuk melengkapi data," jelas Ardiles.

Untuk diketahui pendaftaran bacalon DPD-RI Dapil Provinsi Sulut, Hari pertama dan kedua mulai Pukul 08.00 Wita – 16.00 Wita dan hari terakhir mulai Pukul 08.00 Wita - 12.00 Wita. (josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Agar pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berlangsung sukses dan sesuai tahapan yang sudah ditetapkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Sulawesi Utara, menggekar rapat koordinasi bersama stakeholder terkait untuk membahas berbagai syarat dan ketentuan untuk calon legislatif.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KPU Sulut, Selasa (03/07/2018), dibahas soal jadwal pengajuan daftar calonan anggota DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten dan Kota serta DPD daerah pemilihan Sulut.

Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh menyampaikan untuk tahapan Pemilu 2019, sebagaimana Peraturan KPU No 5 tahun 2018, pengajuan daftar calon dilaksanakan mulai tanggal 4 - 17 juli 2018." Pengajuan daftar calon disampaikan oleh Pengurus parpol sesuai tingkatan , yakni untuk calon anggota DPRD Sulut dan DPD ke KPU Sulut, DPRD Kabupaten dan Kota ke KPU Kabupaten dan Kota," jelas Mewoh.

Juga kata dia, terkait pendaftaran calon Anggota DPD akan dibuka mulai 9-11 Juli 2018," Diharapkan bagi instansi terkait yang berwenang mengeluarkan dokumen sehubungan pencalonan,  dimohon untuk dapat menbantu menyiapkan dikumen yang dibutuhkan," kata Koordinator Devisi Teknis KPU Sulut Yessi Momongan.

Sebagaimana data yang ada untuk calon Anggota DPD sebanyak 25 orang, sedangkan bagi calon anggota DPRD propinsi sesuai jumlah kursi yang tersedia sebanyak 720 orang, dan jika ditotal secara keseluruhan calon Anggota DPD, DPRD Sulut dan DPRD Kabupaten Kota se Sulawesi Utara berjumlah 2.500 orang.(/Josh Tinungki)

Ratahan, Sulutnews.com - KPU Mitra intens menggelar sosialisasi ke warga untuk mengajak warga pada 27 Juni 2018 mendatang ke TPS, memilih calon pemimpinnya 5 tahun ke depan.

Mulai dari pusat Kota Ratahan,  Mitra,  KPU yang langsung dipimpin Ketua Drs Ascke Benu MSi,  menyisir sampai di pinggiran atau paling sudut Mitra,  seperti di Desa Kalait, Bunag, Lowatag,  Tambelang dan Banga, Kecamatan Touluaan Selatan.

Selain itu,  sampai diwilayah pesisir,  seperti di wilayah Tatengesan,  Pusomaen dan sampai di Ratatotok juga didatangi KPU.

Benu Sendiri, saat bersua dengan harian ini, menyebut, upaya yang dilakukan pihaknya, semata-mata untuk menjadikan Pilkada Mitra menjadi sangat demokratis.

"Target kita seluruh warga yang punya hak untuk memilih,  dan telah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)  dapat memilih. Kami ingin tingkat partisipasi warga sangat tinggi," ujarnya.

Ketua KPU dua periode yang sukses menaikkan tingkat partisipasi Pilgub 2015 lalu hingga menembus 89 persen, mengharapkan, semua warga yang sudah terdata di DPT untuk tak menyia-nyiakan hak berdemokrasi.

"Satu suara kita warga Mitra,  akan menentukan nasib daerah kita.  Maka, mari kita siapkan diri,  dan 27 juni datang memilih sesuai hati nurani kita," ajak Benu, putra Ratahan yang juga dikenal sebagai akademis ternama di Fisip Unsrat Manado ini.

Pantauan harian ini,  Komisioner KPU Mitra lainnya,  seperti Drs Johnly Pangemanan MSi,  Pdt Fanny Wurangian MTh, Fivie Helti Massie SE,  dan Drs Irfan Rabuka MPd,  juga sangat sibuk dengan komitmen bersama untuk mengajak warga memilih. 

Para penyelenggara pesra demokrasi ini semuanya didampingi staf turun lapangan dari pagi hingga malam hari.(/Reagen Pantow)

Minsel, Sulutnews.com - Rapat kerja uji publik penataan dapil dan alokasi kursi untuk Pemilu 2019 Kabupaten Minahasa Selatan, yang di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel, di Hotel Sutan Raja Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Rabu (13/2).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Selatan Fanley Pangemanan mengatakan, bahwa forum rapat uji publik ini, memberikan kontribusi pemikiran dan ide melalui lembaran format yang di siapkan oleh KPU yang berisikan masukan dan  saran, serta perimbangan sebagai respon dari draf penataan Dapil KPU Minsel.

"Rapat uji publik ini, akan memberikan pengarahan kepada Parpol, dimana lewat format tersebut, dapat memberikan respon dan tanggapan, agar supaya benar-benar Pemilihan 2019 dapat berjalan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang berlaku." tukas Pangemanan.

Ia juga mengatakan, forum ini adalah forum yang bukan memutuskan atau memberikan kesimpulan tentang format yang sudah ada, tetapi sebatas menerima masukan untuk kemudian di tindak lanjuti oleh KPU Provinsi dan di tujukan ke KPU RI, sebagai pemberi keputusan akhir perihal tentang penataan dapil di kabupaten kota.

Hadir dalam kegiatan forum tersebut,  forkompimda, Kesbang Pol Minsel, Panwas, pimpinan Parpol, dan stekholder pemilu yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. (ferrowaney)

Kotamobagu, Sulutnews.com-Seleksi tes tertulis 54 orang calon anggota panitia ethok, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Kotamobagu 2018 sukses digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Senin (30/10) sore tadi pukul 16.30wita di gedung aula KPUD KK.

Adapun yang menjadi penyelenggara ujian tes tertulis ini bagi sejumlah calon PPK kota kotamobagu langsung di laksanakan oleh KPU Kotamobagu sendiri, dan juga turut dihadiri oleh para komisioner Panwaslu Kotamobagu.

Monoppo katakan bahwa, “Dari 54 calon yang sudah lolos dalam verifikasi berkas beberapa hari yang lalu, ternyata yang mengikuti tes tertulis untuk hari ini, hanya sebanyak 53 orang. Satu peserta tidak ikut dengan alas an yang belum jelas.

Sementara itu ketua panwaslu dalam hal ini, Dr. Musly Mokoginta, SH MH katakan bahwa, “Kehadirannya untuk menghadiri undangan dari KPU KK dan sekaligus mengawasintahapan perekrutan PPK ini secara Jujur Transparan dan Adil,” Pungkasnya.(*KM)