KPU Mitra

KPU Mitra (2)

Ratahan, Sulutnews.com - Sukses. Kata ini sangat tepat diberikan pada KPU Mitra,  sebab lembaga yang diberikan mandat oleh negara untuk menyelenggarakan kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), secara khusus di Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati Mitra,  sukses melakukannya secara profesional,  akuntabel dan transparan.

Yang menjadi fakta fenomenal,  lembaga yang dipimpin Ketua Drs Ascke Benu MSi, dan komisioner lainnya, seperti Drs Johnly Pangemanan MSi, Drs Irfan Rabuka MPd, Pdt Fanny Wurangian MTh,  serta Fivi Massie SE, berhasil menjaga tingkat partisipasi pemilih dengan hampir menembus 90 persen.

Mengapa dikatakan fenomenal?  Sebab,  di Mitra itu hanya berlangsung satu pasangan calon,  atau Paslon tunggal. Sulit sebetulnya bagi penyelenggara inj untuk melakukan sisialisasi dan mengingatkan masyarajat untuk datang ke TPS untuk memilih,  karena hanya satu pasangan saja yang berkontestasi.

Namun,  asumsi awal dari beberapa kalangan,  jika tingkat partisipasi masyarakat bakal menurun, apalagi tingkat pragmatisme warga akhir-akhir ini makin naik,  harus kandas, dan terjawab berbalik dengan fakta.

Dan kenyataannya,  Benu dan jajaran sangat sukses menjaga tingkat partisipasi Pilkada Mitra dan terbilang sangat tinggi.

Pragmatisme dan merosotnya tingkat partisipasi masyarakat jelas ada dan telah disorot dalam evaluasi dan pelaporan hasil Pilkada Mitra yang digelar KPU Mitra di Peninsula Hotel,  Manado,  baru-baru ini.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Cak Sunanto, misalnya. Dalam materinya menyebut, hasil riset (penelitian) pihaknya, salah satu problem atau masalah secara nasional,  adalah menurunnya tingkat partisipasi,  diakibatkan pragmatisme rakyat.

“Fenomena masyarakat sekarang adalah,  tingkat pragmatisme yang sangat tinggi. Apalagi di daerah yang hanya memiliki satu calon,  memang dikhawatirkan tingkat partisipasinya," ujar Sunanto, sambil mengurai solusi-solusi yang perlu dilakukan,  melalui materinya.

Meski begitu, Ketua KPU Sulut DR Ardiles Mewoh, yang memberikan materi berikutnya, memberikan apresiasi yang besar Pada Ascke Benu Cs. Dia menilai,  KPU Mitra sangat sukses menggelar Pilkada, dengan dibuktikan partisipasi warga Mitra dalam Pilkada lalu yang sangat tinggi.

"Luar biasa kerja dari KPU Mitra hingga partisipasi pemilih menembus 87 persen lebih. Ini membuktikan kerja KPU sangat keras. Maka saya memberikan nilai A untuk kerja ini," ujar Mewoh, yang dikenal Mantan Ketua KPU Minahasa ini.

Sebelumnya, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) DR Afitra Salam,  mengaku KPU Mitra tak ada laporan yang menyatakan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.

"Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK)," ucapnya.

Melihat kesuksesan besar Benu dan kawan-kawan,  sontak mengundang tanggapan dan masukan peserta mewakili jurnalis Franni Tuju. Dia mengatakan, kesuksesan KPU Mitra dalam menjalankan tugas berat ini,  harus ada reward atau penghargaan yang nyata.

"Jadi saya minta KPU Sulut harus ada apresiasi atau penghargaan yang verbal pada KPU Mitra,  bukan sekedar dengan ungkapan saja," pintah wartawan senior Sulut ini.

Demikian juga pintah Ruland Sandag,  peserta yang hadir atas undangan sebagai Ketua KNPI Mitra. Menurutnya, tidaklah berlebihan, jika ada penghargaan KPU Sulut pada Benu Cs.

"Kan yang bekerja dengan baik,  itu sangat layak dapat hadiah. Nanti kita serahkan pada KPU Sulut yang akan menghargai tugas KPU Mitra ini seperti apa," papar Ketua Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT) ini.

Diakhir kegiatan evaluasi secara umum pelaksanaan Pilkada itu, Benu menyampaikan terima kasih pada semua pihak atas dukungan selama ini.

"Kami ucapkan terima kasih pada semua pihak, termasuk media yang sukses mengawal Pilkada. Demikian juga arahan KPU Sulut,  hingga semua berjalan dengan baik," tutup Benu,  yang mengakhiri rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - KPU Mitra intens menggelar sosialisasi ke warga untuk mengajak warga pada 27 Juni 2018 mendatang ke TPS, memilih calon pemimpinnya 5 tahun ke depan.

Mulai dari pusat Kota Ratahan,  Mitra,  KPU yang langsung dipimpin Ketua Drs Ascke Benu MSi,  menyisir sampai di pinggiran atau paling sudut Mitra,  seperti di Desa Kalait, Bunag, Lowatag,  Tambelang dan Banga, Kecamatan Touluaan Selatan.

Selain itu,  sampai diwilayah pesisir,  seperti di wilayah Tatengesan,  Pusomaen dan sampai di Ratatotok juga didatangi KPU.

Benu Sendiri, saat bersua dengan harian ini, menyebut, upaya yang dilakukan pihaknya, semata-mata untuk menjadikan Pilkada Mitra menjadi sangat demokratis.

"Target kita seluruh warga yang punya hak untuk memilih,  dan telah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)  dapat memilih. Kami ingin tingkat partisipasi warga sangat tinggi," ujarnya.

Ketua KPU dua periode yang sukses menaikkan tingkat partisipasi Pilgub 2015 lalu hingga menembus 89 persen, mengharapkan, semua warga yang sudah terdata di DPT untuk tak menyia-nyiakan hak berdemokrasi.

"Satu suara kita warga Mitra,  akan menentukan nasib daerah kita.  Maka, mari kita siapkan diri,  dan 27 juni datang memilih sesuai hati nurani kita," ajak Benu, putra Ratahan yang juga dikenal sebagai akademis ternama di Fisip Unsrat Manado ini.

Pantauan harian ini,  Komisioner KPU Mitra lainnya,  seperti Drs Johnly Pangemanan MSi,  Pdt Fanny Wurangian MTh, Fivie Helti Massie SE,  dan Drs Irfan Rabuka MPd,  juga sangat sibuk dengan komitmen bersama untuk mengajak warga memilih. 

Para penyelenggara pesra demokrasi ini semuanya didampingi staf turun lapangan dari pagi hingga malam hari.(/Reagen Pantow)