KPU Sulut

KPU Sulut (30)

Manado, Sulutnews. Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara menggelar Coffee Morning bersama media massa dalam rangka mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2020.

Pada kegiatan yang digelar di Kumpul Coffee & eat Bahu Mall Manado tersebut Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan keberhasilan pelaksanaan Pemilu Pilpres 2018 lalu dan menghadapi Pilkada serentak 2020 tidak lepas dari peran media massa. "Ini adalah awak media yang konsen membantu KPU dalam sukses pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Sulut," ungkap Mewoh

Sementara itu, Komisioner KPU-RI Ilham Saputra dalam pernyataannya juga mengatakan, penyelenggaraan pesta demokrasi (Pilkada) di Sulut, media diminta mensuport bahkan memantau KPU atas pelanggaran yang misalnya dilakukan, amanat Undang-undang adalah kewajiban KPU untuk menyelenggarakan Pilkada."Berharap penyelenggaraan pilkada di Sulut dapat berjalan aman itu semua tidak lepas berkat peran media massa," kata Ilham

Juga Ilham menyampaikan jika di Sulawesi Utara terdapat beberapa daerah yang memiliki potensi index kerawanan Pilkada, dimana pihak kepolisian telah merekomendasikan Kota Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon adalah daerah rawan terjadi konflik pilkada." Soal seperti apa tindakan selanjutnya ini adalah tanggungjawab aparat keamanan KPU hanya sifatnya koordinasi," jelas Ilham. 

Hadir pada kegiatan tersebut Komisioner KPU Sulut Salman Sahelangi, Yessy Momongan, Lanny Ointu serta sejumlah pimpinan dan wartawan media massa mitra kerja KPU Sulut. (josh tinungki) 

 

Manado, Sulutnews. Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara menggelar Coffee Morning bersama media massa dalam rangka mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2020.

Pada kegiatan yang digelar di Kumpul Coffee & eat Bahu Mall Manado tersebut Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan keberhasilan pelaksanaan Pemilu Pilpres 2018 lalu dan menghadapi Pilkada serentak 2020 tidak lepas dari peran media massa. "Ini adalah awak media yang konsen membantu KPU dalam sukses pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Sulut," ungkap Mewoh

Sementara itu, Komisioner KPU-RI Ilham Saputra dalam pernyataannya juga mengatakan, penyelenggaraan pesta demokrasi (Pilkada) di Sulut, media diminta mensuport bahkan memantau KPU atas pelanggaran yang misalnya dilakukan, amanat Undang-undang adalah kewajiban KPU untuk menyelenggarakan Pilkada."Berharap penyelenggaraan pilkada di Sulut dapat berjalan aman itu semua tidak lepas berkat peran media massa," kata Ilham

Juga Ilham menyampaikan jika di Sulawesi Utara terdapat beberapa daerah yang memiliki potensi index kerawanan Pilkada, dimana pihak kepolisian telah merekomendasikan Kota Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon adalah daerah rawan terjadi konflik pilkada." Soal seperti apa tindakan selanjutnya ini adalah tanggungjawab aparat keamanan KPU hanya sifatnya koordinasi," jelas Ilham. 

Hadir pada kegiatan tersebut Komisioner KPU Sulut Salman Sahelangi, Yessy Momongan, Lanny Ointu serta sejumlah pimpinan dan wartawan media massa mitra kerja KPU Sulut. (josh tinungki) 

 

Manado, Sulutnews. Com Sekertaris KPU Sulut Pujiastuti Selasa (18/02/2020) melantik masing-masing Rifton Tulagow sebagai Sekertaris KPU Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel) dan Stella Sompe sebagai Sekertaris KPU Kota Tomohon.  

Saat menyampaikan sambutan Pujiastuti berharap pejabat yang baru dilantik agar dapat bekerja dengan baik agar dalam pelaksanaan tugas dapat dijalankan sesuai tupoksi dan ketentuan yang ada."Tugas yang diemban adalah amanah untuk itu kiranya dapat dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab." kata Pujiastuti. 

Sementara itu, Komisioner KPU RI Ilham SAPUTRA dalam sambutannya juga berharap pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan baik dan dapat melaksanakan tugas sesuai tupoksinya,"Pelaksanaan tugas dilingkup KPU membutuhkan ketelitian yang tentunya harus dilakukan dengan baik, sehingga tidak berdampak hukum, apalagi KPU adalah lembaga yang menyelenggarakan pesta demokrasi," kata Saputra.

Pelantikan kedua pejabat ini dilaksanakan disela acara Rakor Pembentukan PPS yang dilaksanakan di Hotel Paninsula Manado. (josh tinungki) 

Manado, Sulutnews. Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Propinsi Sulawesi Utara, menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi tahapan penyerahan dukungan bakal calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020. 

Pada kegiatan yang digelar Jumat, (14/2/2020) di kantor KPUD Sulut tersebut Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh dalam sambutannya menyampaikan sosialisasi dilaksankan sesuai PKPU No 16 tahun 2019 program terkait jadwal pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. "KPU mulai menerima dokumen dukungan calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur mulai 15-20 februari 2020, dengan memasukan syarat dukungan untuk calon minimal 190 415 dukungan KTP yang tersebar di 15 Kabupaten Kota se Sulit ," kata Mewoh. 

Pada kegiatan yang dihadiri Bawaslu Sulut, KPU Kabupaten Kota se Sulut, utusan Kepolisian,Kejaksaan, Dukcapil ini, juga digelar simulasi pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur perseorangab yang berlangsung meriah yang melibatkan kalangan pers. (josh tinungki) 

Manado, Sulutnews.Com - Memperhatikan Peraturan KPU, No.8 Tahun 2017 terkait sosialisaai Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Rabu (29/01 2020) KPU Sulut menggelar Media Gathering yang menghadirkan semua media baik cetak, elektornik maupun Online di Wilayah Sulut.

Ketua KPU Sulut, DR Ardiles Mewoh, saat membuka kegiatan Media Gathering di Hotel Arya Duta Manado berharap, agar media berperan penting dalam melakukan edukasi dan sosialiasi sekaligus pengawasan terhadap suksesnya Pilkada serentak yang akan di gelar di 7 Kabupaten/Kota dan Propinsi."Dukungan media sangat membantu sukses pelaksanaan Pilkada dan ini kiranya dapat dilaksanakan secara berkesinambungan," kata Mewoh saat membuka kegiatan yang dihadiri Pimpinan Media dan Wartawan di Manado.

Foto : Narasumber Agus Sudibyo saat memaparkan materi Media Gathering

Juga dikatakan Mewoh,  Sulut telah mencatat prestasi yang baik saat Pileg 2019 lalu, dan dirinya berharap agar sukses yang sama terulang dalam Pilkada serentak 2020."Pilkada berjalan aman, dan lancar, serta kwalitas yang baik.

Kegiatan Media Gathering ini menurut Mewoh akan dilaksnakan secara berkesinambungan." tegas Mewoh.

Sementara itu Agus Sudibyo,  Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers selaku nara sumber. Menggingatkan media terkait dengan Indepedensi Media dalam pelaksanaan Pilkada." Jurnalis bukan jurkam, tapi membuat berita berdasarkan kaidah jurnalis. Jurnalis jangan menjadi tim sukses yang tidak langsung karena berita berita yang disampaikan mengandung iklan politik terselubung. Tapi tambahnya kedepan media yang masih hidup yakni media yang profesional dan menjaga kwalitas beritanya.

Media juga tambahnya  harus menjaga pagar Api, yakni mampu memisahkan antara kepentingan Berita dan Kepentingan Iklan. Jurnalis tegasnya harus fokus untuk berita."jelas Sudibyo.

Kegiatan media Gathering ini mendapat sambutan positif dari jurnalis, yang merespon dengan berbagai tanggapan kritis kepada nara sumber.(josh tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan sosialisasi stakeholder pembentukan badan adhoc pemilihan serentak tahun 2029.

Pada kegiatan yang digelar Jumat (27/12/2019) bertempat di Hotel Four Points Manado tersebut, saat membuka kegiatan dalam sambutannya Ketua KPU Sulut DR Ardiles Mewoh, menyampaikan tiga point penting terkait

Pembentukan badan adhoc yakni akan dilakukan kesemua tingkatan agar dapat diketahui oleh semua pihak secara menyeluruh, "Banyak yang ingin mengetahui tapi kurang mendapatkan informasih, sehingga kehadiran badan adhoc dapat melaksanakan tugasnya Secar baik," kata Mewoh.

Foto : Komisioner KPU Sulut Salhan Sahelangi dan Meidy Tinangon saat membawakan materi sosialisasi

Juga kata dia perekrutan badan adhoc adalah pekerjaan yang perlu mendapatkan dukungan semua pihak, agar perekrutan badan adhoc dapat berjalan sesuai mekanisme." Pelibatan generasi muda dimungkinkan oleh aturan sehingga perekrutan badan adhoc pada gelar Pemilukada Sulut 2020 lebih memberi kesempatan untuk kaum Milenial," tegas Ardiles.

Untuk kebutuhan badan adhoc KPU akan merekrut sebanyak 72. 478 orang yang bertugas sebagai PPDP, PPK, PPS, KPPS,.dan untuk waktu penerimaan berkas dimulai 15 Januari-14 Februari 2020. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Sulawesi Utara terkait pendaftar Bakal Calon akan dimulai bulan Juni 2020. Hal ini dikatakan Ketua KPUD Sulut DR Ardiles Mewoh guna menjawab banyaknya pertanyaan terkait waktu pendaftaran bakal calon Kepala Daerah.

Menurut Mewoh, saat ini mekanisme pendaftaran ditingkat partai politik dengan melakukan verifikasi berdasarkan ketentuan yang berlaku diinternal Parpol. "KPU nanti akan membuka pendaftaran bakal calon yang diusung Parpol pada bulan Juni 2020"kata Mewoh.

Dalam kaitan calon peserta Pemilukada di Sulawesi Utara, menurut Mewoh, KPU selaku penyelenggara juga membuka pendaftaran bagi calon perseorangan dimana KPU telah menyediakan informasih lewat sistim data KPU bagi siapa saja yang ingin mendaftar sebagai bakal calon Kepala Daerah." bakal calon perseorangan sudah bisa berkonsultasi termasuk meminta user name paswort untuk mengakses aplikasi Silon KPU, dengan syarat menugaskan LO,"jelas Mewoh sambil menghimbau para bakal calon perseorangan sudah bisa datang ke KPU.(/Josh Tinungki)

Syarat Dukungan Suara 190.812 Tersebar di 8 Kabupaten Kota

Manado, Sulutnews. Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara menggelar sosialisasi tahapan-tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) calon perseorangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020.

Saat membuka kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Manado tersebut Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh menyampaikan syarat untuk lolos Paslon minimal memiliki dukungn suara sebanyak 190.812 yang tersebar di 8 Kabupaten Kota dan  untuk tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur serentak akan digelar 23 September 2020 dan saat ini ada pada tahap sosialisasi calon." Kegiatan sosialisasi digelar agar seluruh elemen masyarakat memahami terkait regulasi penyelenggaraan pemilihan, bukan hanya orang tertentu tetapi semua elemen masyarakat agar tahapan dapat diketahui" jelas Mewoh.

Juga kata dia, dalam kaitan sukses pelaksanaan Pemilukada Gubernur KPU sebagai pelaksanan akan membentuk badan edhok petugas PPK dan PPS kemudian masuk pada tahap pemutahiran data pemilih. "Sukses penyelenggaraan Pemilukada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ditentukan oleh petugas pelaksanan yang profesional sehingga target yang diharapkan dapat terlaksana tepat waktu dan sesuai ketentuan," jelas Mewoh.

Sebagaimana tahapan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur tahapan sosialisasi 23 September, kemudian Pendaftaran  pantau Pemilu  1 November 2019 -23 Agustus 2020, kemudian  pemutahiran data pemilih 23 Maret - 22 September 2020, kemudian Pendaftaran yakni penetapan dan pencabutan nomor urut Paslon 8 Juni - 8 Juli 2020, dilanjutkan Kampanye pasangan calon 11 Juli - 22 September 2020, dan 23 September 2020 Pelaksanaan pencoblosan kertas suara.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Setelah sempat tertunda, karena proses yang membutuhkan kajian,, akhirnya Senin (4/11/2019), Gubernur Propinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey menandatangani Naskah Hibah Perjanjian Daerah (NPHD) Anggaran  untuk Pilkada Sulawesi Utara tahun 2020.

Terkait penandatanganan NPHD anggaran Pilkada tersebut, Ketua KPU Sulut, DR Ardiles Mewoh mengatakan, tidak ada lagi hambatan terhadap pelaksanaan tahapan Pemilukada di Sulawesi Utata.“Penggunakan anggaran nantinya akan dilaksanakan secara efisien dan efektif serta terbuka dalam pengelolaannya,”jelas Mewoh. Juga kata dia, dengan anggaran yang telah disiapkan tersebut, pihaknya optimis Pilkada Sulut tahun 2020 dapat berlangsung dengan kualitas yang baik.

Foto : Ketua KPU Sulut saat menerima NPHD dari Gubernur

Juga dikatakan Komisioner KPU Sulut Meidy Tinanongon menyatakan penandatanganan NPHD, akan menjadi acuan untuk pelaksanaan program dalam rangka suksesnya Pemilukada.“Kepada semua pihak yang terkait baik Pemerintah Provinsi, DPRD juga termasuk TAPD Sulawesi Utara yang sudah menyetujui Rencana Kebutuhan Anggaran untuk dana hibah Pemilukada patut diberikan apresiasi,”ungkap Tinangon.

Foto : Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda saat menerima NPHD dari Gubernur

Penandatanganan NPHD sendiri dihadiri oleh jajaran KPU Sulut, Ardiles Mewoh, Meidy Tinangon, Lanny Oeinto, dan Sekretaris KPU Pujiastuti. Dan dari Bawaslu Sulut dihadiri Ketua Herwyn Malonda dan Supriyadi Pangelu serta jajarannya

Sebagaimana diketahui, untuk Pemilukada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut mendapatakan anggaran sebesar Rp220 miliar dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Rp110 miliar. Sedangkan untuk anggaran pengamanan Rp30 miliar.(/Josh Tinungki)

Foto : Ketua KPU DR Ardiles Mewoh saat membuka acara Rapat Kerja Evaluasi tahapan Pemilu 2019

Manado, Sulutnews.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi (Rekorev) tahapan Pemilu 2019. Pada kegiatan yang dibuka pelaksanaanya oleh Ketua KPU Sulut DR Ardiles Mewoh bertempat di Grand Kawanua Convention Center mulai Senin - Rabu (26-28/8/2019) ini sebagai tahap akhir dari pelaksanaan Pemilu legislatif 2019.

Foto :  KPU Kabupaten Kota se Sulut pada acara Rapat Koordinasi evaluasi Pelaksanaan Oemilu 2019

"Pemilu memiliki tahapan  dan evaluasi merupakan akhir dari satu siklus untuk kemudian memulai tahapan baru untuk sebuah oroses pesta demokrasi yang lain," ungkap Mewoh dalam sambutannya pada acara pembukaan. 

Juga dikatakan Ketua KPU, tahapan Pemilu 2019 sudah dimulai sejak 2017, dan semua tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan oleh semua jajaran penyelenggara.

"Saat ini kita telah menetapkan calon terpilih dan telah mengajukan usulan untuk pelantikan. Jika ada persoalan pasca penetapan calon terpilih dan pengusulan pelantikan maka itu bukan lagi menjadi tanggungjawab KPU lagi," ungkap Mewoh.

Atas sukses pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun 2019, Mewoh mengapresiasi kinerja seluruh divisi KPU karena telah bekerja maksimal termasuk menyiapkan data pemilih, tahapan Pencalonan hingga pemungutan suara dapat terlaksana sesuai tahapan."Partisipasi pemilih se Sulut melampaui target 77.5 % dimana mencapai 83, 4% untuk Pileg dan 84% untuk Pilpres. Logistik di seluruh TPS terlayani dan Sengketa hukum hingga sengketa hasil di MK mampu dituntaskan jajaran KPU."kata Mewoh.

Turut hadir dalam pembukaan,  mewakili Gubernur Sulut Kaban Kesbangpol dan Linmas,  Drs Mecky Onibala,  MSI sekaligus menyampaikan sambutan Gubernur yang memberikan penghargaan kepada jajaran KPU baik Propinsi sampai Kabupaten Kota sebagai penyelenggara yang sukses melaksankan tugas, sehingga Pemilu dapat berjalan dengan aman dan tertib. (/Josh Tinungki)