Golkar Manado Pastikan Menang Dalam Pemilu Pileg Dan Pilpres April 2019

Manado, Sulutnews.com - Dengan bergulirnya Koalisi Indonesia Partai Pendukung kemenangan Presiden Joko Widodo yang komit membangun Indonesia sejahtera dan bermartabat, tekat Partai  Golongan Karya semakin mantap berperan aktif bahkan memenangkan Pemilu Pileg dan Pilpres pada April 2019, yang pelaksanaannya sudah sangat dekat.

Berbagai strategi konon dilakukan partai berlambang pohon beringin ini mulai di tingkat kabupaten hingga kota diantaranya komitmen mematangkan kesiapan barisan kader dan figur Calegnya. Contohnya, jika pada Pileg lalu di DPRD Manado Golkar hanya memperoleh 4 kursi, namun tahun ini target optimis harus kembali 6  kursi. Meskipun juga sebelumnya ada banyak kader PG yang duduk di kursi DPRD, namun Golkar tetap harus bekerja keras memenangkan Pemilu 2019.

Ketua PG Kota Manado Drs Denny Sondakh Msi mengatakan di Manado, Selasa (29/1) komitmen lainnya yang akan diperjuangkan adalah Golkar bertekat meneruskan penyelenggaraan peningkatan kesejahteraan masyarakat mulai di tingkat bawah hingga atas pada pemerintahan baru nanti melalui berbagai bidang. Dimulai dengan bidang sosial dan bidang kesehatan keagamaan harus dibangun untuk masyarakat. Dapat dibayangkan bagaimana PG akan dicintai apabila tiga bidang ini sukses ditangani para figur Golkar yang sudah jadi di tubuh eksekutif dan legeslatif. Dengan program kerja serta komitmen untuk kesejahteraan akan membuat masyarakat mudah mencintai Golkar kembali sebagai partai pendukung Presiden Joko Widodo, katanya pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini.

Keseriusan Golkar membangun negeri kita tercinta juga dapat dilihat dengan seriusnya partai ini mempertahankan dan membangun idiologi negara bersama partai-partai besar lainnya yang ikut dalam percaturan pemilu seperti Demokrat dan PDIP bermuara pada falsafah hidup Bhineka Tunggal Ika. Tekat tidak akan berhenti meski sudah banyak kader-kadernya yang duduk di parlemen.

Ada satu hal yang menjadi dambaan dirinya pribadi adalah komitmen bidang kesehatan harus tetap diperjuangan kader PG di kursi parlemen nanti. "Terutama bagi penderita atau orang leukimia, yang belum menjadi bahasan atau masih sense of belong sejak lama di DPRD. Biasanya para penderita sudah berumur sangat tua, pintar-pintarlah memperjuangkan kesejahteraan mereka jangan hanya sampai di retorika," ujarnya sembari mendambakan jika bisa pemerintah yang baru nanti bersama kader PG di DPRD menganggarkan dana  untuk disalurkan ke panti werda, dimana orang leukimia ini berada dan tinggal.

Sementara itu mengenai thema umum kampanye PG masih tetap komitmen, suara rakyat suara Golkar. Untuk kampanye beras murah mungkin penyampaian dari DPP PG dan ke wilayah-wilayah. "Strategi kampanye beras murah itukan penanganan masalah  sosial, merupakan komitmen Golkar mensejahterakan," tambah dia.(*/Yuk)

Minut, Sulutnews.com - Popularitas Partai Golkar dalam mempersiapkan figur calon legeslatif (caleg) di Minahasa Utara menjelang Pemilu April 2019 sudah pasti tidak diragukan lagi.

Ini buktinya, figur Caleg senior Dra Mareyke Dengah, M.Si. selain terkenal sebagai politisi gender yang getol berjuang memberantas KKN ia juga komit bersama kader Golkar  membangun Minahasa Utara (Minut) sejahtera dan bermartabat untuk 2019-2023.

Kepada pers ia mengaku komit Golkar kembali bisa meraih suara terbanyak di Pileg 2019 dan memenangkan pertarungan untuk meraih 6 kursi di DPRD.

"Dengan dukungan warga Minut saya sangat optimis Golkar akan mampu meraih suara yang banyak apalagi dengan munculnya figur caleg teruji dan mampuni komit bekerja mensejahterakan rakyatnya," kata Dra Mareyke Dengah,M.Si, belum lama ini di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Mareyke Dengah pernah menjabat Kepala Inspektorat Minut, ia memilih terjun di dunia politik dan menjadi anggota legeslatif memperjuangkan Golkar bersih dari KKN sejak era tahun 2000-an. Ia menduduki kursi pimpinan DPRD Minut hasil dari perhitungan suara terbanyak KPU diwaktu itu. Saat sekarang, ia terpangil kembali bertarung dalam percaturan politik sebagai Calon legeslatif Golkar dengan tanda gambar no.3, dapil Kecamatan Kecamatan Kauditan Dan Kema.

"Saya akan kembali bekerja untuk Anda semua, untuk masyarakat Minut dan untuk Golkar" ujar wanita ini dengan senyum ramah. (*/Yuk)

Manado, SulutNews.Com - Puluhan perwakilan warga dari Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa yang menamakan diri warga Milenia Kamis (24/1/2019) bertandang ke kantor sekertariat DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, mereka menyampaikan dukungan kepada Ketua DPD Gerindra Sulut Wenny Lumentut SE sebagai cslon Anggota DPRD Sulut pada Pileg 2019.

Meski hanya mewakili ribuan pendukungnya, kedatangan perwakilan warga Milenial dari Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa tersebut mendapat apresiasi Ketua DPD Gerindra Sulut yang memberikan pencerahan soal tugas dan fungsi Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Namun yang menarik adalah ketika Lumentut menjelaskan soal calon anggota legislatif yang layak dipilih sebagai wakil rakyat. Ia mengajak para kaum milenial untuk melihat track record dan integritas sebelum memilih caleg.

“Semua partai politik baik, karena punya AD/ART yang harus dipatuhi. Tapi yang harus jadi perhatian rakyat adalah kapasitas, integritas dan loyalitas calegnya kepada rakyat,” kata dia lagi.

“Jadi pilihlah caleg yang terbaik untuk jadi wakil rakyat kita di legislatif,” tandas Lumentut.

Lumentut yang saat ini masih menjabat wakil Ketua DPRD Sulut adalah legislator yang selalu peduli dengan persoalan rakyat. Aspirasi yang disampaikan kepadanya, disuarakan dan diperjuangkan agar bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah. Di antaranya, harga cengkih dan kopra yang ia perjuangkan, serta pembangunan infrastruktur di daerah pemilihannya Minahasa-Tomohon."Kita adalah perpanjangan tangan masyarakat, sehingga wajib hukumnya bagi kita untuk selalu peduli dengan persoalan rakyat," kata Lumentut.

Masyarakat juga di minta untuk dapat mengawasi pemanfaatan dana desa, jika diketahui ada penyimpangan agar segera dilapor ke DPRD." Sekarang mengawasi semua anggaran yang masuk di desa juga menjadi kewajiban masyarakat, "pungkasnya. (/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Ribuan pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - Amin menggelar kegiatan Nonton Bareng (Noreng) debat putaran pertama pasangan capres dan Cawapres. Dalam kegiatan yang juga dihadiri perwakilan partai politik pendukung tersebut berhasil menyedot perhatian peserta yang hadir.

 Dalam sambutannya Ketua Tim Kampanye pemenangan capres Jokowi - Amin Adriana Dondokambey mengatakan jika acara Nonton Bareng debat Pilores putaran pertama oleh pendukung Jokowi - Amin di Sulut adalah instruksi tim kampanye Nasional, dimana Sulawesi Utara ditunjuk menjadi salah satu prooinsi penyelenggara.

 

"Kita patut berbangga karena sulut mendapat perhatian khusus dan dapat dioercayakan menjadi salah satu penyelenggara kegiatan," ungkap Dondokambey yang disambut riuh ribuan pendukung yang memadati aula kantor DPD PDIP Sulut.

 Juga Dondokambey berharap agar seluruh pendukung pasangn capres Ir Joko Widodo dan Cawapres Prof DR KH Maa'ruf Amin dapat lebih memahami visi misi Jokowi- Amin,"Menjalankan politik yang tidak marah marah, Gembira, tidak menjual ketakukan dan yang satu dalam berkesamaan meskipun berbeda dalam pilihan caleg, namun tetap satu pilihan untuk memenangkan pasangan nomor urut 1," tegas Dondokambey.

 

Pada acara debat juga hadir perwakilan partai pendukung, diantaranya PDIP, Golkar, Nasdem, Perindo, PSI, PKB, PKPI, PPP, Hanura. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Senator DPD-RI asal daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara Stefanus BAN Liow meminta pemerintah daerah untuk tanggap bencana, ini harus dilakukan mengingat hingga bulan Januari 2019 curah hujan di wilayah Sulut masih cukup tinggi. Menurutnya langkah antisipasi bencana  dengan menempatkan petugas siaga bencana di lokasi rawan bencana, adalah hal yang harus dilakukan.

"Jangan setelah peristiwa baru ada tindakan, tetapi alangkah bijaksananya jika langkah antisipasi sudah ditetapkan sebelum terjadi bencana," tegas Liow.

Juga kata Liow yang kembali maju dalam pencalonan Anggota DPD-RI Periode 2019-2024 ini menyampaikan, kebijakan tanggap bencana pemerintah melalui badan Penanggulangan Bencana jangan hanya sekedar hadir, tetapi bagaimana melakukan sosialisasi dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat soal kondisi cuaca terkini, agar masyarakat bisa mengetahui dengan cepat, sehingga dapat dilakukan antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."Mengantisipasi lebih baik dari pada kita hanya diam terpaku tanpa melakukan tindakan, padahal kita berkewajiban melakukannya." kata Liow.

Sebagaimana prakiraan, cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara cuaca hujan disertai angin kencang serta gelombang pasang masih akan terus terjadi di wilayah Sulawesi Utara, sehingga masyarakat diminta berhati - hati.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Prooinsi Sulawesi Utara, merilis untuk jumlah wajib pilih penyandang disabilitas yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2).

Sebagaimana data yang dirilis KPU Sulut melalui Komisioner bidang Hukum Meidi Tinangon, untuk jumlah pemilih yang masuk kategori disabilitas berjumlah 6.176 atau jika dipersentasekan hanya ada 0,32 persen dari total 1.907.841 pemilih yang terdaftar se Sulawesi Utara.

" KPU telah mendata wajib pilih dan jumlah yang tercatat sudah sesuai fakta lapangan," jelas Tinangon.

Juga dijelaskan dari total 6.176 itu, 33 persen di antaranya adalah tuna daksa. Tuna netra sebanyak 15 persen, 17 persen tuna rungu, tuna grahita sebanyak 19 persen, dan 16 persen sisanya adalah disabilitas lainnya.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Wakil Ketua  Dewan Pembina Pusat Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan target yang akan dicapai  pasangan calon Presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di Sulawesi Utara harus menang besar, ini cukup beralasan karena selain program yang akan dijalankan dapat menjadikan Indonesia semakin maju, tetapi juga keduanya adalah Putra asli Sulawesi.

"Komitmen Prabowo - Sandi tidak hanya untuk kelompok tertentu tetapi untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia," tegas Hashim disela acara pengresmian kantor pemenangan Prabowo- Hasyim di Manado.

Juga kata adik kandung Prabowo ini, Sulawesi Utara merupakan salah satu propinsi yang menjadi perhatian dari pasangan nomor 2 untuk  dimenangkan, dan akan menjadikan Sulut menjadi daerah yang akan dikunjingi saat kampanye. "Pak Prabowo dan Pak Sandy akan datang ke Sulut untuk menggelar kampanye nanti," ungkap Hashim.

Dalam kunjungan ke Sulut kali ini, Hashim Djojohadikusumo menghadiri Natal partai Gerindra di Tomohon, juga menyempatkan mengunjungi situs budaya Watu Pinabetengan dan menggekar dialog Kebangsaan bersama mahasiswa dan ribuan masyarakat Sulut di Manado Confention Centre. (/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara Herwyn Malonda menegaskan, saat ini pihaknya sementara melakukan kajian terkait laporan atas sejumlah Pejabat Pemprov yang terlibat aktif dalam kegiatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal ini ditegaskan Malonda disela pelaksanaan media getring bersama jurnalis Sabtu (22/12/2018) pekan lalu.

Menurutnya netralitas ASN jelang pelaksanaan Pemilu diatur oleh undang-undang, dan itu adalah kewajiban, dan kehadiran sejumlah pejabat yang hanya rutin menghadiri acara satu partai politik, ini patut dipertanyakan. " Kami masih akan melakukan kajian terkait laporan keterlibatan sejumlah pejabat Pemprov, dan jika terbukti melanggar pasti akan ada tindakan sangsi." tegas Malonda.

Sebagaimana diketahui, pada acara ibadah menyambut Natal Yesus Kristus yang dilaksanakan keluarga besar PDIP Sulut, terlihat sejumlah pejabat pemprov hadir."ASN ketika hadir dalam acara seremonial harus berlaku juga bagi Parpol lain, dan harus berimbang, jangan dipartai tertentu banyak sementara diparpol lain jumlahnya hanya satu orang," ungkap Malonda.

Nama pejabat Pemprov yang masuk daftar pantauan sudah ada, tinggal menunggu hasil investigasi." Penindakan atas keterlibatan ASN akan kami seriusi, agar menjadi pembelajaran, kalau ASN harus menjadi contoh, "pungkasnya.(/Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Komisi Pemilihan Umum Propinsi Sulut dalam upaya menciptakan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan Legislatif tahun 2019 di Sulawesi Utara, menghelar kegiatan Evaluasi sengketa proses Pemilu dan upaya pencegahan sengketa.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sintesa Paninsula Manado tersebut, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh saat membuka kegiatan menyampaikan tahapan strategis sudah diselesaikan meskipun terjadi beberapa sengketa seperti tahapan pencalonan. Menurutnya di Sulut dalam penetapan calon ada beberapa yang melalui proses sengketa, namun bisa selesai, " ini juga tidk lepas dari uoaya KPU selaku pihak penyelenggara Pemilu bagaimana menjamin keadilan bagi semua peserta pemilu, sebagaimana amanat undang- undang," ungkapnya.

Dalam proses tahapan hingga penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) di Sulut ada 22 sengketa yang meliputi 9 di tingkat Propinsi dan 13 kasus sengketa yang tersebar di Kabupaten Kota." Penyelesaian kasus sengketa Pemilu menggambarkan kesiapan KPU untuk menjadikan penyelenggaraan Pemilu yang berkwalitas," kata Ardiles.

Mempertahankan prpses pemilu yang baik dengan meminimalisir potensi sengketa yang diakibatkan pelanggaran adalah hal penting untuk dilakukan sehingga Pemilu dapat terlaksana sebagaimana tahapan. " Semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu kiranya dapat bekerja sama dengan melakukan koordinasi sehingga tercipta pemilu damai yang berlangsung tertib aman bebas dan rahasia," tegas Ardiles.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda saat membawakan materinya dengan topik Penanganan dan jenis pelanggaran dalam penyelenggaraan Pemilu mengungkapkan data temuan pelanggaran di sulut sebanyak 102 temuan dengan uraian  93 kasus pelanggaran administrasi tindak pidana pemilu 3 kasus dan netralitas PNS 12 kasus, KPU 36 GAKUMDU 3  termasuk sengketa pemilu Panwaslu 22,kasus juga terdapat materi gugatan lebih dari 9 kasus Ajudikasi 2 kasus tingkat Propinsi, Boltim 1 kasus, Minsel 1 kasus, Kota Kotamobagu 1 kasus, bitung 1, Minut 1, Minahasa 1 dan Kota Manado 1 kasus.

Hadir pada kegiatan tersebut Komisioner KPU Kabupaten Kota devisi hukum, juga para jurnalis yang mengawal proses tahapan Pemilu di Sulawesi Utara. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Perjuangannya dalam mempertahankan harmoninisasi antara kepentingan dan aspirasi rakyat dengan pemerintah sejak 2015 di DPRD Kota Manado, membawa langkah wanita ini sebagai legeslatif muda yang berhasil. Kini kembali ia dipercayakan Partai PDI-P sebagai Caleg untuk 2019-2023. Dialah Theresia Pingkan Nuah,SE. Kerja, kerja dan kerja untuk rakyat dan JOKOWI Presiden 2019-2023, adalah moto pengabdiannya untuk masyarakat Manado.

"Kerja kami belum tuntas maka pada kesempatan kedua ini jika rakyat berkeinginan maka saya siap meneruskan aspirasi," demikian kata Srikandi DPRD Kota Manado, Theresia Pingkan Nuah, SE kepada wartawan di Manado, berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai Caleg PDI-P nomor urut 2 itu.

Ditemui di Kafe miliknya di Winangun, wanita berambut sebahu ini menuturkan, dirinya terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai caleg DAPIL Wenang-Wenang. "Di sini saya berjuang untuk kalian semua," tambahnya.

Theresia Pingkan Nuah Lahir di Manado 48 tahun. Ia menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Fakultas Ekonomi UNSRAT dan menjadi Anggota Fraksi PDI-P DPRD Manado pada tahun 2015. Di fraksi ini selama 4 tahun Pingkan berjuang menyalurkan aspirasi rakyat dengan mengikuti jadwal sidang penetapan Bangar, UU serta PERDA, dan penyelesaian sengketa serta konflik demo yang padat. Ia terkenal vokal menyuarakan kepentingan serta peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Disamping itu ia menyuarakan kepentingan bangsa dan negaranya dan mengawal empat pilar Demokrasi, Pancasila, UUD,GBHN dan NKRI adalah harga mati.(*/yuk)