Manado,  Sulutnews.com - Setelah menunggu lebih dari setahun proses Pergantian Antar Waktu legislator PAN Boby Daud, akhirnya Sjarifudin Taha resmi menjadi anggota DPRD Kota Manado.

Pelantikan tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) diberikan kepada Sjarifuddin Taha AMd. SK Gubernur Nomor 243 Tahun 2017 tentang pemberhentian Boby Daud dan pengresmian/pengangkatan PAW Sjarifuddin Taha AMd ditandatangani Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Sjarifuddin Taha sebagai PAW anggota DPRD Kota Manado dilakukan Ketua DPRD Manado Nortje Henny Van Bone, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Manado dalam pengambilan sumpah/janji PAW anggota DPRD Kota Manado, di ruang paripurna DPRD Manado, Senin (07/08) siang tadi. 

Rapat yang dihadiri Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan, para Wakil Ketua DPRD Manado masing-masing Danny RWF Sondakh dan Richard Sualang serta sejumlah anggota DPRD Manado itu, berlangsung khidmat. 

Sjarifuddin Taha sendiri didampingi isteri dan anak, sedangkan Boby Daud tidak terlihat di ruang paripurna. Usai dilantik dan diambil sumpah serta menandatangani berita acara, politisi PAN tersebut langsung menduduki kursi anggota legislative dan secara resmi menjadi bagian dari DPRD Manado.  

GSVL menyambut baik masuknya Sjarifuddin Taha sebagai anggota DPRD Manado yang baru. Orang nomor satu di Manado itu berharap, Taha mampu memperat kemitraan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado serta ikut bersama membangun Kota Manado. 

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan selamat kepada anggota dewan yang terhormat Bapak Sjarifuddin Taha, yang telah resmi menjadi bagian dari DPRD Manado. Selamat melaksanakan tugas sebagai anggota legislatif dengan harapan bisa menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah Kota Manado dalam melaksanakan Undang-Undang dan mengemban amanat rakyat,” ujar GSVL. Kepada Boby Daud, Wali Kota terbaik se-Indonesia itu menyatakan terima kasih atas kerjasama dalam membangun kemitraan dengan Pemkot Manado selama menjadi anggota DPRD Manado. “Terima kasih kepada Bapak Boby Daud yang selama menjadi anggota DPRD Manado, telah ikut membangun sinergitas dengan pemerintah Kota Manado,” tandas GSVL. 

Seperti diketahui, PAW terhadap Boby Daud dan digantikan Sjarifuddin Taha dilaksanakan, setelah secara resmi Boda, sapaan akrab Boby Daud, mengundurkan diri dari anggota DPRD Manado untuk ikut mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Manado berpasangan dengan Jimmy Rimba Rogi dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado lalu.(YL)

Manado, Sulutnews.com - Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak Partai Demokrat se-Sulut akan digelar tanggal 1-2 Agustus 2017  di Hotel Four Point Manado. Sejumlah nama mencuat bakal duduk di kursi DPC. Misalnya saja di Manado ada Noortje Van Bone, di Minahasa Denny Tombeng, Tomohon Joudy Moningka.

Di Minsel, politikus muda Billy Lombok dikabarkan jadi salah satu kandidat. Sekretaris Demokrat Sulut Marthen Manopo mengatakan, pihaknya telah selesai melakukan verifikasi siapa yang punya hak suara. Besok , maraton dilakukan pemilihan,” Tegasnya.

Di sisi lain dalam acara pembukaan tadi malam, Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menegaskan para kader Demokrat haruslah militan. "Musuh kita adalah orang yang beda partai. Jangan ada kader saya digunakan partai lain. Akan ku sikat dan hilangkan dari Demokrat," tegasnya.

Menurut dia, kader tidak cukup hanya loyal. Kader harus militan. Apapun berikan ke partai. "Andai aku mendapati, mohon maaf. Silahkan ajukan pengunduran diri dan saya tanda tangan dan silahkan pergi (dari Demokrat)," tandasnya.

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Demokrat Sulut GS Vicky Lumentut GSVL mengatakan, semua DPC sudah siap melaksanakan pesta demokrasi, mengevaluasi kegiatan selama lima tahun yang sudah dilewati, serta merencanakan agenda  lima tahun ke depan. Dia berharap, setelah proses Muscab, semua kader tetap bersatu sebagai keluarga besar Demokrat Sulut. "Jangan setelah acara ini, kita tercerai-berai dan melemahkan kita sendiri," terangnya.

Tondano, Sulutnews.com - Heboh. Ketua PDI-P Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) siap mundur. Jika tak memenuhi syarat survei internal PDI-P. JWS tidak akan mengikuti pencalonan bupati. Hal ini diungkapkan JWS, di depan seluruh kader partai berlambang moncong putih, saat rapat koordinasi di sekretariat DPC PDI-P Minahasa, Selasa (1/8).

 “Jika keinginan masyarakat Minahasa tidak lebih dari 33 persen sesuai demgan keputusan partai, maka saya sangat siap untuk tidak berkompetisi di Pilkada Minahasa 2018. Dan kalaupun surveynya hanya mencapai 35 persen saja, saya masih harus mempertimbangakan, ikut atau tidak, karena kalau pembangunan di Minahasa sudah sedemikian rupa tapi hanya 35 persen masyarakat yang setuju untuk jadi Bupati lagi, buat apa..?” tandas JWS.

Sementara, terkait kepemimpinannya, Bulan Maret 2018 nanti JWS akan mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Minahasa. Menurutnya, dirinya dengan segala keterbatasan sudah berupaya membangun walau dengan segala keterbatasan. Stigma Tondano “Kota Mati” dan “Kota Preman”, menurutnya pula menjadi pekerjaan berat yang harus dihilangkan, tapi perlahan ternyata bisa.

“Kini walau perlahan Kota Tondano sudah mulai berubah dengan hadirnya Taman God Bless Minahasa dan Benteng Moraya, sekarang ini Pemerintah sedang melakukan penataan Kota, setelah sebelumnya membenahi luar Kota Tondano, dengan melakukan pembangunan Trotoar model Jepang yang akan menghiasi Kota Tondano,” tukasnya.

“Di Minahasa, secara keseluruhan infrastruktur jalan, pelebaran pelebaran jalan dan didalamnya penataan Kota Langowan, Kawangkoan, Kakas dan lain-lain, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan dan pelayanan lainnya, telah diupayakanbdan dilakukan pemerintah saat ini. Kini di sekitaran Taman Kota God Bless Minahasa juga sedang di bangun restoran KFC. Stigma “Kota Mati” sudah hilang dengan adanya ini dan ini memberi pertanda bahwa Kota Tondano sudah aman,” ujarnya lagi.

Namun dari kesemuanya itu, ungkap JWS, ketika pembangunan di Minahasa hampir selesai, diakuinya ternyata masa jabatannya juga akan berakhir dan masih ada pekerjaan-pekerjaan yang masih tersisa belum di kerjakan. Diantaranya, meyelesaikan pembangunan Trotoar Kota Tondano dan Langowan, pembangunan Bahtera Noah di Pulau Likri, yang didalamnya restoran, Memorial Park di Remboken menghadap Danau Tondano, dimana isinya cerita tentang para martir Kristen ditambah Museum, pembangunan Pasar Modern Tombariri dan pengembangan Pariwisata Danau dan Pantai.

“Soal Eceng Gondok di Danau Tondano, mulai September mendatang akan di ‘keroyok’ oleh Pemkab Minahasa dan Pemprov Sulut, dimana ada tiga unit Exavator, tiga unit Ponton dan satu Tongkang ditambah alat pembersih Eceng gondok buatan Jepang dari Provinsi yang akan segera beroperasi di Danau Tondano,” terang JWS.

“Saya berharap dan memohon doa rakyat Minahasa, jika masih diijinkan untuk Melanjutkan dan Menuntaskan pekerjaan untuk rakyat yang belum terselesaikan ini, saya akan melanjutkan. Dan memang harapan ini juga harus di uji melalui proses politik yang di lakukan oleh partai dan Sikap politik saya. Tuhan Memberkati Rakyat Minahasa. ‘Baku baku bae, baku baku sayang, baku baku inga kong sudahjo baku baku hujat, karena Torang Samua basudara Torang samua ciptaan Tuhan,” tegas JWS.(BS)