Tomohon, Sulutnews.com - Bedasarkan informasi yang ada sebagaimna  enam calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Sulawesi Utara bersaing keras  memperebutkan satu kursi dari empat utusan Sulut, Kamis 25/4/2019.

Dengan persaingan yang sangat ketat memperebutkan hanya 1 kursi DPD RI  yakni Maya Rumantir, Djafar Alkatiri, Stefanus BAN Liow, Cheris Herita, Ramoy Markus Luntungan dan Lexi Mantiri. Raihan suara keenamnya terbilang tipis.

Dari berbagai data Djafar Alkatiri menguasai Manado dan Bolmut, Ceris Herita mendominasi suara di Bolmong dan Kotamobagu. Maya Rumantir suaranya  merata disemua kabupaten dan kota tetapi suara signifikan di Manado. Sedangkan SBANL merata di 7 Kabupaten Kota di Tanah Minahasa dengan raihan suara cukup signifikan di Minsel, Minahasa dan Tomohon.

SBANL sebagai petahana yang sejak awal diprediksi banyak kalangan bakal meraih suara terbanyak diantara para calon, namun belakangan membagi banyak suara dengan Pdt HWB Sumakul, Mantan Ketua BPMS GMIM.

Ketika melalui dikonfirmasi, Ir Stefanus BAN Liow  mengatakan proses perhitungan suara sementara berlangsung. SBANL mengajak untuk terus berdoa dan mengawal bersama supaya tidak ada kecurangan dalam perhitungan suara.

”Kita doakan supaya penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu sampai dijajaran terdepan yakni PPS, bahkan para saksi, TNI/Polri, Linmas dan semua pihak termasuk wartawan diberikan kekuatan, kesehatan, kejujuran, ketulusan hati dalam mengawal pesta demokrasi,”kata SBNL

Doa-doa syafaat kata dia  perlu dinaikan untuk mereka semua. “Saya menyapaikan turut berdukacita bagi pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugas negara pelaksanaan Pemilu 2019,”tukas SBNL(/Prise)

Poluan : Hanya di 50 TPS Tersebar di 13 Kabupaten Kota

Manado, Sulutnews.Com - Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Sulawesi Utara terkait pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di 13 Kabupaten Kota kecuali Kabupaten Minahasa Tenggara  dan Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur, disebabkan karena telah terjadi pelanggaran saat pelalsanaan Pemilu 17 April 2019. Terkait hal ini Komisioner Bawaslu Sulut Kenli Poluan mengatakan pelanggaran mendasar sehingga Bawaslu merekomendasikan gelar PSU yakni soal ketentuan wajib pilih yang tidak memenuhi persyaratan tapi diberikan hak untuk memilih.

"Hampir disemua TPS laporan yang mendominasi yakni soal pelanggaran wajib pilih yang tidak memenuhi persyaratan dan ini adalah kesalahan yang tidak bisa ditoleril," ungkap Poluan. Juga kata dia, PSU di Sulut dilakuan agar tidak menimbulkan gejolakada yang merasa dirugikan sebab pelanggaran yang terjadi tidak menjadi celah bagi pihak tertentu untuk melakukan gugatan yang pada intinya dapat mengganggu jalannya proses perhitungan suara yang sedang berlangsung."Rekomendasi PSU diterbitkan karena ada pelanggaran, sehingga wajib dilaksanakan," tegas Poluan.

Pemilihan Suara Ulang (PSU) akan digelar pada Sabtu (27/4/2019) di 50 TPS bermasalah yang tersebar di 13 Kabupaten Kota kecuali Kabupaten Minahasa Trnggara dan Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur yang tidak melaksanakan PSU jarena tidak ditemukan pelanggaran. (/Josh Tinungki)

Ketua KPU Sulut : Semua Pihak Diminta Menghargai Proses Perhitungan Suara Manual

Manado, Sulutnews.Com - Menjawab banyaknya klaim  Partai Politik dan juga calon Anggota Legislatif disemua tingkatan, yang menyatakan perolehan suara sudah mencapai quota dan masuk sebagai calon jadi, Ketua KPU Propinsi Sulawesi Utara Ardiles Mewoh berharap agar semua pihak termasuk calon dan pendukung untuk menghargai proses perhitungan suara manual yang sementara berlangsung. Menurutnya mekanisme oentahapan yang dilakukan harus dihargai, sebab dengan melakukan klaim secara sepihak, bisa menimbulkan gejolak sebab yang diinformasuhkan bukan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum, sebagai pihak yang berkewenangan mensahkan perolehan suara hasil Pemilu.

"Proses rekapitulasi perolehan suara secara berjenjang masih berlangsung, sehingga diharapkan semua pihak dapat menghormati dengan cara untuk tidak mengklaim perolehan suara,dan menyebar luaskan, " tegas Mewoh. Juga kata Dia,, dengan beredarnya klaim yang dilakukan oleh caleg dan juga Parpol ini bisa berdampak kurang baik dan bisa memicu gejolak, jika hasil perhitungan KPU secara manual berbeda." Diharapkan semua pihak dapat bersabar dan menunggu hasil rekapitulasi yang sementara dilakukan oleh KPU yang nantinya akan diumumkan secara terbuka," kata Mewoh.

Sebagaimana diketahui saat ini ada banyak sekali informasi beredar yang menyatakan soal klaim suara, padahal KPU sendiri belum mengumumkan secara resmi hasil perolehan suara yang didapat oleh calon Anggota Legislatif." Secara konstitusional belum ada calon anggota legislatif jadi di Sulut," pungkas Mewoh. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akan mengawal dan mengawasi ketat rekapitulasi suara yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam kaitan tersebut seluruh kader dan pengurus bahkan masyarakat hingga Partai-partai Politik (Parpol) untuk melakukan hal yang sama di setiap tingkatan Pemilu Legislatif di Sulawesi Utara.

Koordinator Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai Nasdem Sulut, Felly Estelita Runtuwene (FER) menegaskan bahwa satu suara adalah kepercayaan rakyat yang harus dijaga. Jangan sampai dicuri dan dicurangi.

“Ingat, satu suara itu kepercayaan rakyat. Kepercayaan adalah harga diri partai yang harus dijaga. Bukan untuk mencampuri urusan Parpol lain, tapi suara yang diberikan rakyat harus dijaga dan dipertahankan,” tegas Runtuwene.

Ia mengatakan sistem dan tahapan perhitungan suara Pemilu 2019 yang tak sama dengan Pemilu sebelumnya memiliki cela suara-suara yang diperoleh calon anggota legislatif (Caleg) ataupun Parpol menjadi tak jelas. Saat ini, pleno rekapitulasi suara telah berada di tingkat kecamatan, yang kemudian akan dilanjutkan ke tingkat Kabupaten/kota dan ke Propinsi.

“Partai Nasdem mengawasi ketat seluruh perhitungan suara di segala tingkatan. Tentu kami kawal. Karena jika ada kecurangan-kecurangan, kami punya bukti-bukti untuk mempertahankan suara kami,” tambah legislator DPRD Sulut yang dikenal kritis ini.

Partai Nasdem sendiri menargetkan dua kursi di DPR RI, satu fraksi utuh dan kursi Pimpinan DPRD Sulut serta fraksi utuh di 9 DPRD Kabupaten/kota. Namun berdasarkan data, Nasdem telah melampaui target fraksi utuh di 11 kabupaten/kota

“Kami optimis dua kursi di DPR RI kami rebut, karena data perolehan dan perhitungan suara kami sangat memungkinkan Nasdem mencapai target tersebut. Kami yakin tidak ada satu parpol yang bisa meraih empat kursi,” tegas Runtuwene

“Ini akan kawal ketat. Kami menginginkan Pemilu ini adalah pesta demokrasi yang jujur dan adil,” kunci politisi berjulukan Wanita Besi yang sukses menghantarkan Partai Nasdem masuk dalam tiga besar partai terbesar di Sulut pada Pemilu 2019 ini. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan secara umum Pilpres dan Pileg Rabu 17 April berjalan aman dan lancar."Saya berterima kasih kepada masyarakat Sulut karena Pilpres dan Pileg berjalam aman dan lancar."Kata Gubernur Kamis 18 April di Manado kepada wartawan.

Laporan dari 15 Kabupaten dan Kota tidak ada masalah yang terjadi.Semua aman, ini menunjukan masyarakat sudah tertib dan dewasa dalam berdemokrasi. Kita memang beda pilihan namun kita tetap harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa dan daerah Sulut.

Pantauan Sulutnews saat hari pencoblosan Rabu 17 April nampak antusias warga mendatangi TPS-TPS, seperti TPS 022 Kelurahan Malalayang Satu Timur dan beberapa TPS lainnya, sejumlah warga mengatakan mereka datang pukul 07 .00 wita dan tidak ada hambatan lancar saja. "Kata ny.Lanny kepada Sulutnews. Hal yang sama dikatakam sejumlah warga yang engan menyebutkan namanya.

PDIP Ungul Sementara

Sementara dari beberapa lembaga survey yang terpercaya memperlihatkan hitung cepat untuk Pilpres pasabgan Jokowi-Amin ungul sementara baik masional maupun dukungan di Sulut. Sementara untuk Sulut dari 16 Parpol PDI Perjuangan ungul sementata dari hasil hitungan cepat beberapa Lembaga survey.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey berharap kita harus kawal hasil Pemilu hinga perhitungan dari KPU bulan 22 Mei nanti. Ia berterima kasih atas dukungan masyarakat terhadap PDIP, Ini kepercayaan kepada kami" Saya banga atas dukungan ini."Katanya.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Perhitungan suara di Tempat-tempat Pemungutan Suara (TPS) di Provinsi Sulawesi Utara, menjadi sorotan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Pasalnya, selain Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum melakukan real count, formulir C1 yang menjadi pegangan Partai Politik (Parpol) diragukan keabsahannya karena hanya berupa copy-an saja.

Untuk itu, Komando Pemenangan Wilayah (Kompewil) Partai Nasdem Sulut, Felly Estelita Runtuwene (FER) angkat bicara. Ia mempertanyakan formulir C1 berhologram tidak diberikan kepada saksi Parpol.

“Jika C1 yang ada di saksi Parpol hanya copy-an saja, bagamaina keabsahan dan kekuatannya jika ada masalah di kemudian hari? Mengapa hanya penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu saja yang C1-nya berhologram? Ini harus ada penjelasannya,” kata FER, Jumat (19/4/2019).

Karena itu, ia pun meminta semua pihak, termasuk parpol-parpol untuk mengawal rekapitulasi suara oleh KPU, yang sesuai tahapan berlangsung 18 April 2019 hingga 22 Mei 2019 nanti.

“Satu suara itu harga diri Parpol. Harus dikawal dan diawasi. Jangan sampai hilang di daftar karena ada pengaruh dari warna tertentu,” imbau FER.

Partai Nasdem sendiri, tambah legislator DPRD Sulut itu terus mengawal perolehan suara partainya di segala tingkatan.

“Kami kawal dan awasi. Seluruh bukti-bukti kami simpan agar jika ada penyelewengan, kami sudah siap,” tegas politisi yang beberapa kali dianugerahi sebagai wakil rakyat terkritis itu.

Dengan perolehan suara yang sangat signifikan, Partai Nasdem optimis pada Pemilu Legislatif 2019 ini akan meraih dua kursi di DPR RI, kursi pimpinan di DPRD Sulut dan fraksi utuh di 9 kabupaten/kota.(/Josh Tinungki)

JAKARTA, Sulutnews.com -- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari menegaskan, sebenarnya sebelum perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. 

Untuk itu Atal mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk bersabar dan tidak memperkeruh suasana yang menjadikan persatuan Indonesia jadi rentan.

Kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 21 April 2019, Atal yang juga merupakan pemimpin redaksi Suara Karya mengimbau tim sukses  kedua paslon mengawasi jalannya rekapitulasi perhitungan suara mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), Desa/Kulurahan, Kecamatan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan KPU Pusat.

"Kami juga mengimbau media mengawasi perhitungan suara, pengawalan kertas suara, dan proses pembuatan berita acara," kata Atal.  Yang lebih penting dari semua itu, menurut Atal, media massa sebaiknya menahan diri dalam pemberitaan sensasional. “Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa,” kata Atal.

Atal menyayangkan polemik seputar tudingan sekelompok orang bahwa kelompok lain tidak konstitusional (inkonstitusional) karena mendasarkan pada perhitungan data yang mereka lakukan sendiri. Padahal, kata Atal, perhitungan cepat pun pada dasarnya tak bisa dikatakan sebagai pilihan konstitusional.

“Yang benar-benar konstitusional itu tentu saja perhitungan riil (real count) yang dilakukan KPU. Jadi, sebaiknya memang semua pihak bersabar dan menahan diri sampai KPU selesai menghitung dan mengumumkan hasil riil Pilpres dan Pileg. Dan, KPU sendiri juga harus lebih cepat mengentri data. Masak sudah hari kelima yang dientri baru di bawah 10 persen,” kata dia.  

Senada dengan Atal, Ketua Dewan Pakar Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu-PWI) Bapak Titan mengimbau masyarakat dan organisasi pemantau pemilu terus mengawasi semua tahapan rekapitulasi perhitungan suara, baik Pilpres maupun Pileg.

"Kami juga meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) proaktif mengawasi kinerja penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat pusat sampai KPPS," kata Titan. Tidak hanya itu, Mappilu yang memiliki pemantau di 17 provinsi  dan hampir 200 kabupaten/kota, menemukan beberapa kecurangan di berbagai tingkat. Karena itu Mappilu meminta DKPP bersikap tegas dengan memberikan sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Imbauan tersebut dikemukakan menyusul situasi yang memanas seiring perhitungan suara. Hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis televisi memenangkan pasangan calon nomor satu. Di sisi lain, pasangan calon nomor dua melakukan perhitungan sendiri berbasis real count. (/PWI)

FER: Mustahil Satu Partai Rebut Empat Kursi

Manado, Sulutnews.com - Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Utara, Felly Estelita Runtuwene (FER) kian optimis dengan hasil akhir perolehan suara partainya pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Kepada wartawan, FER yakin partainya akan meraih dua kursi untuk DPR RI. Apalagi dengan kondisi politik di daerah kabupaten/kota. Dimana Nasdem memiliki lima kepala daerah, yakni Minut, Bitung, Manado, Bolmong dan KK, plus satu daerah, Kabupaten Talaud yang sedang menunggu pelantikkan.

“Sebagai politisi, menyikapi kondisi yang ada, tak ada satu partai pun yang dapat meraih empat kursi. Sehebat apapun partai itu, tak akan mampu meraih kursi sebanyak itu. Tapi kami optimis, Partai Nasdem akan bisa meraih dua kursi,” tambah dia.

Ia mengatakan, bahwa partai-partai lain di luar partai besar juga akan meraih suara. Seperti Demokrat, Partai Hanura, PKPI, PKB, PPP, PKS dan PBB. Pun dengan partai-partai baru, seperti Perindo, PSI, Berkarya dan Garuda.

“Pasti partai-partai di luar partai-partai besar atau partai yang akan meraih suara terbanyak, juga akan meraih puluhan ribu suara. Jadi kalau nanti ada partai yang mengklaim empat kursi, itu sangat tidak mungkin,” tanda FER.

Menurut dia, pihaknya siapapun bisa meng-klaim, tapi harus ada dasar yang kuat. Karena kata FER, akan sangat mudah bagi siapapun untuk menghitung perolehan suara dan kursi untuk DPR RI.

FER juga mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Saya bangga kepada masyarakat Sulut yang sangat antusias datang ke TPS untuk memilih. Ini tandanya masyarakat kita menginginkan perubahan terjadi untuk negeri ini,” kata FER, seraya menambahkan agar masyarakat ikut mengawal hasil Pemiluagar Pemilu ini benar-benar bersih dan sesuai dengan aturan yang ada.

Partai Nasdem sendiri, kata FER sangat all out dalam melakukan pengawasan dengan menyertakan saksi-saksi di setiap TPS.

“Kami ingin mengawal Pemilu legislatif dan presiden, agar berlangsung aman dan damai serta bersih. Semua kami pantau, agar tidak ada kecurangan saat perhitungan suara plano C1,” tegas dia lagi.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Puluhan ribu masa pendukung PDI Perjuangan menghadiri kampanye terkakhir PDIP dilangan Koni Sario Manado Sabtu 13 April 2019.  Hadir Semua Pengurus PDIP dan Caleg baik DPR RI DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dan Kota.

Dalam orasi politik Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey mengatakan optimis Capres Jokowi-Amin akan menang termasuk PDIP."Kami optimis akan menang di Sukut karena kader dan massa yang hadir cukup banyak saat ini."Kata Olly yang juga menjabat Gubernur Sulut itu.

Ia mengajak  semua kader agar jangan salah pilih, Jokowi telah banyak memperhatikan daerah ini, seperti proyek jalan tol Manado-Bitung Waduk Kuwil serta proyek lainnya. Bahkan kedepan akan dibangun jalon Tol Manado ke Amurang.

“Kalau salah pilih maka yang rugi kita”, Tegas Olly yang juga Bendahara Umum DPP PDIP.

Ia menambahkan PDI Perjuangan di Sulut yang juga kadernya menjadi Walikota Bupati dan saya sebagai Gubernur telah banyak program untuk kesejahtraan rakyat. Jadi Jokowi Amin menang dan PDIP menang akan maju daerah ini. Tangal 17 April  itu sangat penting karena itu jangan lupa ke TPS jangan golput .

Hal yang lain juga dikatakan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandow yang juga menjabat Wakil Gubernur Sulut."Kandow mengajak semua kader dan simpatisan agar dukung pasangan Jokowi Amin.

Karena keberhasilan pembangunan daerah dan bangsa sangat terasa saat ini. PDIP di Sulut menurut Kandow sangat solit karena itu semua Di Kabupaten dan Kota harus memenangkan PDIP dalam Pemilu nanti.

Sejumlah Kepala Daerah dari PDI P dan caleg DPR RI diberikan kesempatan memberikan orasi. Massa PDIP yang datang telah mengakibatjan beberapa ruas jalan macet total selama beberapa jam. Olly minta maaf kepada masyarakat atas kemacetan tersebut. (/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Ketua DPD Partai Amanat Nasional Sulut yang juga adalah Bupati Bolaang Mangondow Timur

Drs Sehan Landjar optimis PAN akan memenangkan pemilu  apabila segenap Pendukung Partai dan Caleg memilih pasangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden untuk Indonesia sejahtera.

"PAN harus bersatu kalau ingin memperoleh banyak kursi di DPRD kabupaten kota dan di pusat Jakarta. PAN memang sudah sejak dulu komitmen membangun Sulut sejahtera jika Pak Prabowo dan Sandi Uno terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden," demikian kata Bupati Sehan Landjar dalam ajakannya saat berKampanye di depan massa PAN  di Lapangan Ternate Wawonasa, Kamis lalu (11/4).

Pria yang akrap dipanggil eyang ini tampil memukau massa bersama para Caleg PAN diantaranya Drs Nasruddin, Boby Daud, Lucky dan putri kesayangannya Amalia Landjar. Gadis cantik berusia 28 tahun ini maju sebagai Anggota DPR RI Nomor urut 6 mengikuti jejak sang ayah yang menjadi politisi.

Lebih dalam Sehan Landjar menilai Indonesia masih membutuhkan pemimpin yang kuat, baik hati, sabar dan dermawan yang sudah terbukti sifat itu ada pada Prabowp. Beliau ampu membawa amanat rakyat untuk Indonesia makmur dan sejahtera, katanya.

"Kalau kita ingin semakin makmur sekarang kita  sejahtera, tapi masih banyak orang miskin yang hidup makin sengsara. Indonesia masih memiliki 2,9 persen penduduk miskin dari 280 juta jiwa di antara mereka hidup di Sulawesi Utara, kalau PAN menang mendapat banyak suara di DPRD kabupaten kota hingga DPRD maka pasti kemiskinan akan habis, tegas Landjar.

Kemiskinan terjadi disebabkan kurangnya perhatian pemerintah pusat dan di daerah pada pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan dan pemberian bantuan sosial seperti rumah gratis dan tanah tempat berkebun gratis. Hingga akhirnya banyak warga jadi tamu di negaranya sendiri dan tinggal menumpang di rumah-rumah warga yang kaya, ujarnya.

Massa pendukung PAN Calon Presiden Prabowo-Sandi berkumpul di Lapangan Ternate untuk kemudian usai kampanye di Kampung Ternate massa  pergi berarakan menggunakan mobil dan motor berbendera PAN beralih ke Jalan raya dan Jembatan Soekarno. Aktivitas ini memukau dan ditonton warga masyarakat setempat dan di Tumimting terutama yang mendambakan Presiden Prabowo. (*/Yuk)