Pendidikan

Pendidikan (144)

Manado, Sulutnews.com - Ujian Akhir Sekolah (UAS) disejumlah  SMA  di Kota Manado dilalukan dengan Prokes ketat untuk menghindari terkena Covid 19. UAS dilakukan sejak Senin (4/4) hinga Rabu (13/4).

Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang ditemui Sulutnews.com Senin (4/4) hinga Selasa(4/4) mengatakan pelaksanaan UAS lancar. Bagi siswa yang sakit akan ikut UAS susulan."Jadi kami lakukan Prokes ketat .Artinya siswa harus pakai masker dan cuci tangan serta jaga jarak dalam UAS dengan pengawasan ketat, " Kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias SPd.

Menurutnya siswa yang ikut UAS sebanyak 584.Setiap kelas 20 siswa dengan jarak satu meter. Sekolah siapkan masker dan Hand Sanitizer bagi siswa yang    tidak membawa. Kepsek optimis akan lancari hinga Rabu (13/4) nanti. Dengan 15 mata pelajaran SMA Negeri I akan berhasil dengan nilai yang baik. Karena meski pandemi SMA Negeri I tetap melakukan pembelajaran yang baik. Apalagi sebagian besar siswa dan guru sudah di Vaksin termasuk Bosster.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Kepsek SMA Negeri 7 Manado Marlon Rompas SPd. Menurut Marlon siswa yang ikut UAS 471. Dengan prokes ketat dan hanyak  18 hinga 20 siswa setiap kelas." Jadi sangat ketat Prokesnya ." Kata Marlon yang juga selaku Ketua Panitia UAS .

Kalau ada siswa yang ijin sakit akan ikut UAS susulan. 15 mata pelajaran Marson optimis bisa diikuti dengan baik. Dan Marson optimis hasil UAS disekolahnta berjalan baik.

Sementara SMA Rexmundy Manado dengan jumlah siswa 232 melakukan UAS dengan prokes ketat. Menurut Hanny bagian humas  sekokahnya melakukan UAS dengan mengunakan aplikasi digital. Artinya selama UAS dengan 15  matapelajaran Siswa mengunakan Henphon dan Leptop. Tidak pakai kertas dan sekolah yang menyiapkan jaringan Wifi.

Khusus SMA Negeri 8 Manado UAS hanya dilakukan hinga Jumat (8/4) karena dari 15 mata pelajaran setiap hari tiga mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Menurut Wakil Kepsek bidang Kurikukum Lanny Sualang SPd sekitar 300 siswa yang ikut UAS dengan mengunkan aplikasi digital. Artinya siswa mengerjakan soal dengan mengunakan Henphon dan WIfi sekolah yang siapkan." Sebagai sekolah pengerak jadi kamu siapkan semua" kata Lanny Sualang. Dalam UAS prokes ketat tetap dilakukan . Wakil Kepsek optimis hinga akhir UAS bisa berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendikan Sulut dr Greace Punuh MKs melakukan pengawasan disekolah sekokah hinga hari kedua. Kadis optimis akan sukses dan lancar ujian tahun ini.(Fanny)

Manado Sulutnews.com - Sejumlah sekolah baik SD,  SMA dan  SMK di Kota Manado sudah lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen dengan Prokes ketat. Hal itu dikatakan Kepala Sekolah ( Kepsek) SMA Negeri 2 Manado Berti Dondokambey SPd dan Kepsek SMK Negeri 9 Manado Noldy Pangemanan SPD serta Kepsek SD Negeri 78   Manado Nortje Tumbel SPd MPd kepada Sulutnews.com Selasa ( 8/3).

Menurut mereka  PTM 50 persen yang mereka lakukan itu sudah  baik dan dengan prokes ketat." Jadi kita lakukan PTM 50 persen karena sudah ada ijin dari atasan yakni Dinas Pendidikan" kata Noldy Pangemanan.

“Dalam PTM 50 persen dilakukan secara bergantian. Jadi kalau 50 siswa ikut PTM maka yang lain ikut lewat daring dari rumah yang tidak ikut PTM. Untuk kelas 12 di SMK Negeri 9 menurut Kepsek sudah mulai ulangan akhir dan akan praktek, Jadi PTM itu penting” ujar Noldy.

Hal yang sama juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey. PTM 50 persen dilakukan secara bergantian. Semua siswa tetap ikut belajar namun 50 persen ikut PTM dan 50 persen ikut lewat daring pada hari yang sama. Dan tidak ada masalah tetap berjalan baik untuk kelas 12 yang sudah masuk ujian akhir nanti sudah siap untuk ikut ujian akhir. Tahapannya sudah ada sesuai kalender kurikulum dari Dinas Pendidikan dan Kementrian. Kepsek mengatakan semua siswa tetap ikut belajar mesti ada yang luring dan daring. Kecuali ada yang sakit harus ada ijin dokter.

Sementara Kepsek SD Negeri 78 di Jalan Pumorow Manado Nortje Tumbel mengatakan PTM 50 persen disekolahnya berjalan lancar dengan prokes ketat. Siswa secara bergantian yang masuk yakni 50 persen ikut PTM 50 lainnya lewat daring dari rumah pada jam yang sama. "Tidak ada masalah karena semua siswa tetap ikut belajar." Kata Kepsek.

Sementara untuk SMP Negeri 2 Perkamil Manado baru kelas 9 yang akan ujian akhir yang ikut PTM dengan prokes ketat.Sementara kelas 7 dan kelas 8 belajar daring dari rumah." Kami belum bisa lakukan PTM 50 persen. Baru kelas 9 yang masuk dengan jumlah terbatas disetiap ruang kelas." Kata Kepsek Meiske Wongkar SPd secara terpisah. Menurut Kepsek disekolahnya ada siswa hasil pemeriksaan sari tim Puskesmas Ranomuut ada yang positif. Namun saat ini sudah normal tapi PTM 50 persen belum bisa dilakukan.

Untuk Vaksinasi baik untuk SMA Negeri 2 SMK Negeri 9 dan SD Negeri 78 dan SMP Negeri 2 sudah sebagian besar guru guru dan siswa yang di Vaksin baik tahap pertama kedua dan ketiga. Kecuali ada sakit yang harus ada keterangan dokter. (Fanny)

Di Usia 10 Tahun SMK Yadika Tingkatkan Kualitas Bukan Kwantitas

Manado Sulutnews.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Abdy Karya (Yadika) yang terletak di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara terus tingkatkan kualitas bukan kwantitas. Baik kualitas para siswa yang lulus maupun kualitas guru guru sarana dan prasarana di sekolah termasuk jaringan internet diera digitalisasi.

Hal itu dikatakan Kepala Sekolah (kepsek) SMK Yadika Vanda Wuwung Ak Senin ( 14/2)  kepada Sulunews.com disela sela acara HUT ke- 10 SMK Yadika dan HUT  Yayasan Yadika ke- 46 . Acara dilaksanakan secara sederhana dengan Prokes ketat karena Covid 19 masih ada.

Menurut Kepsek para lulusan SMK baik angkatan pertama banyak yang sudah bekerja dan tidak kalah bersaing. Jadi sudah teruji lulusan SMK Yadika. " Saya optimis ditahun-tahun mendatang akan lebih baik" katanya.

Dengan tema HUT saat ini yaitu " Yadika Pamor Bertumbuh dan Berkarya Untuk Generasi Yang Ungul" maka SMK Yadika bisa ungul kedepan. Karena itu peningkatan kualitas guru guru penting dan sarana disekolah kita perbaiki agar lebih baik. Karena SMK itu banyak praktek jadi sarana praktek itu harus berkualitas. "Kita butuh kualitas bukan kwantitas". Karena kalau kualitas baik kita akan ungul kedepan. SMK Yadika maju juga karena kompak dan bersatu semua guru guru dan staf bersama siswa dan orang tua untuk majukan SMK Yadika. Tanpa dukungan semua pihak Yadika tidak maju termasuk dukungan Dinas Pendidikan Sulut dan Cabang Dinas serta Mantap Kepsek perta Drs David Legi.

Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditengah Covid 19 SMK Yadika ikut aturan yakni PTM dengan Prokes ketat. Saat ini sekitarb 600 siswa di SMK Yadika. Karena sistim asrama maka sebagian yang masuk.

SMK Yadika adalah milik Yayasan Yadika berkedudukan di Jakarta dan tersebar diberbagai daerah Sekolah Yadika termasuk di Sulut.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) 100 persen disejumlah sekolah SD dan SMP di Kota Manado berjalan lancar dengan Prokes ketat sehinga tidak ditemukan siswa dan guru  terkena Virus Covid 19.Sementara para siswa senang PTM 100 persen.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SD dan SMP di Kota Manado Rabu (26/1) kepada Sulutnews.com. Kepsek yang ditemui yakni Kepsek SD Negeri 125 Ny Hanifa Onggi SPd, Kepsek SD Negeri 34 Ny Olga Rori SPd dan Kepsek SD Negeri 30 Ny Agustin Pengan SPd. Sementara SMP yakni Plh Kepsek SMP Negeri 2 Manado Ny Meiske Wongkar SPd, Plh Kepsek SMP Negeri 1 Salmon Hosang SPd dan Kepsek SMP Negeri 4 Dr Alwin Palit SPd MPd. Kepsek mengatakan PTM 100 persen sangat didambakan semua siswa terutama orang tua murid .Karena sudah hampir dua tahun hanya blajar daring yang sering siswa tidak bisa ikut dengan baik karena ganguan jaringan internet dan faktor lain."Jadi PTM 100 akan membantu siswa agar lebih baik dalam blajar" kata Kepsek Hanifa Onggi . Hal sama dikatakan Kepsek Olga Rori dan Kepsek Agustin Pengan. Untuk siswa SD apalagi kelas 1 dan 2 itu sangat penting PTM 100 persen ." Jadi kami senang sudah diijinkan oleh Satgas Covid dan Pemerintah Kota Manado, " Kapsek Olga Rori. Dalam PTM 100 persen tidak ditemukan siswa terkena Covid 19 karena Prokes ketat." Kita bersyukur tidak  ada siswa disekolahnya terkena Covid 19 termasuk guru guru karena sudah Vaksin" kata Kepsek Agustin Pengan.

Dua Sesi

Sementara itu menurut Plh Kepsek SMP Negeri 2 Ny Meiske Wongkar pihaknya menerapkan prokes ketat dalam PTM 100 persen dengan siswa sekitar 900 lebih."Kami lakukan PTM 100 secara ketat Prokesnya dan yang sakit belajar dari rumah" katanya. Guru guru dan siswa sebagian besar sudah Vaksi sehinga lancar PTM 100 persen.Hal sama dikatakan Plh Kepsek SMP Negeri 1 Salmon Hosang. Dengan siswa sekitar 2.000 lebih pihaknya terapkan PTM 100 persen dua sesi. Sesi pertama siswa masuk 7.30 wita hinga 10.30 wita dan sesi kedua siswa masuk jam 11.00 hinga jam 14 .00 wita" Dengan cara begini  lancar PTM 100 persen.Siswa dan guru sudah divaksin sebagian besar.

Hal lain dikatakan Kepsek SMP Negeri 4 Ny Alwi Palit. Pihak hanya satu sesi masuk jam 7.30 selesai jam 12.00 wita. Dalam PTM tetap prokes ketat dan siswa membawa makan dari rumah. Ada beberapa siswa yang belum vaksin karena orang tua belum ijinkan waktu tahun lalu saat ini sudah divaksin. Siswa siswa umumnya sangat senang  PTM 100 karena sangat membantu siswa dalam belajar.." Siswa sudah bosan dirumah sehing mereka senang ikut PTM 100 persen," Alwi Palit.

Sejumlah siswa SD dan SMP yang ditemui Sulutnews.com menyatakan senang drngan PTM 100 persen karena lebih cepat mengerti dalam belajar."Saya senang saat ini karena kalau daring banyak ganguan , kata sisw yang engan menyebutkan namanya.

Pantauan Sulutnews sejumlah SD dan SMP semuanya ada tempat cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Ketua Ikatan Alumni Smantoe'96 Manado Natalia Lengkong didampingi Sekretaris Edmon Maikel Rompas dan Ketua panitia 25 tahun Alumni Smantoe'96 Manado Denly Kumaseh beserta pengurus lainnya, mendatangi SMA Negeri 7 Manado merealisasikan program bantuan. Menyalurkan/memberikan bantuan bagi sekolah tempat mereka menimbah ilmu dahulu yang sempat tertunda lalu karena pandemic.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka 25 tahun Alumni Smantoe'96 Manado yang bertajuk Silver Reunion Smantoe'96, di samping itu terdapat program-program lainnya yang semuanya bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan sesama Alumni Smantoe'96 Manado” kata Natali.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Manado Marlina Katihokang didampingi Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Manado Urusan Kesiswaan Lisye Manumpil dan beberapa guru yang ada mengatakan sangat bersyukur atas kepedulian dari Ikatan Alumni Smantoe'96 Manado terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Sejumlah item barang yang mereka terima dari Ikatan Alumni Smantoe'96 Manado tersebut akan sangat membantu dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 7 Manado karena memang item-item barang seperti itu yang mereka butuhkan saat ini” ungkap Katihokang

Pada kesempatan itu juga pengurus dan anggota Ikatan Alumni Smantoe'96 Manado langsung bernostalgia dengan kompleks sekolah mereka dulu dan beberapa guru yang masih ada di zaman mereka sekolah dulu.(/Merson)

Manado Sulutnews.com - Ibarat mencari intan permata, Tim Sosialisasi SMA Pradita Dirgantara dari Lanud Sam Ratulangi konsen menjaring siswa siswi terbaik Sulut. Dua tim sosialisasi penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/ 2023 bergerak di Minahasa Utara tepatnya di SMP Negeri 1 Airmadidi, serta SMP Negeri 2 Airmadidi, Senin (10/01/2022).

Tim pertama dikomandoi Danlanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI M. Satriyo Utomo, SH., bersama Ketua Cabang Yasarini Lanud Sam Ratulangi Ibu Reni Satriyo Utomo. Tim kedua dipimpin Kepala Dinas Personel Lanud Sam Ratulangi Kolonel Adm Darwis Akmal.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Airmadidi memberikan kesempatan kepada salah satu guru untuk memberikan sambutannya. “Pihak sekolah mendorong siswa-siswi untuk memiliki niat mendaftar. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk dapat bersekolah di SMA Pradita Dirgantara”, ujar Hengky Poluan, MAP., yang juga Instruktur Nasional bidang studi PPKN.

Siangnya, tim 1 melanjutkan kegiatan ke SMP Negeri 1 Dimembe yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Margaretha Rumagit, S.Pd., M.Pd. Seratusan pelajar menyimak dengan antusias pemutaran videoklip profil SMA Pradita Dirgantara.

Sekolah ini bersumber dari seluruh provinsi. Sekolah Menengah Atas ini menerapkan moving class dan tinggal di asrama. Moving Class mirip perkuliahan mahasiswa di kampus. Dimana, pengajar sudah siap di kelas sesuai dengan mata pelajaran yang ditentukan. Saat pergantian pelajaran, siswa yang datang ke kelas pengajar. SMA Pradita Dirgantara dirancang dengan visi mencetak pemimpin Indonesia di masa depan.

Selanjutnya, info dapat diperoleh melalui medsos @smapraditadirgantara dan mendatangi Lanud Sam Ratulangi Manado. Atau kontak person Letda Adm Zailado Adhi Permana 08562742193.(*/Merson)

Manado Sulutnews.com - Sejumlah sekolah di Sulut siap laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dengan Prokes yang ketat mulai Senin (10/1).

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang diwawancarai Sulutnews.com secara terpisah Rabu (5/1). Menurut Kepsek SMK Negeri 4 Manado Drs Moudy Lumintang MPd sekolahnya sudah siap laksanakan PTM  100 persen dengan Prokes ketat untuk menghindari Virus Covid 19 terutama Varian Omigron. "Saya sudah siapkan tempat cuci tangan dan siswa harus pakai masker dengan jam belajar dua hinga empat jam" katanya.

Begitu juga dikatakan Kepsek SMK Negeri I Manado Drs Reiner Rumerung mengatakan “dengan siswa yang begitu banyak maka untuk PTM 100 persen kita awasi ketat sejak siswa masuk sekolah dengan Prokes jetat. Kemudian siswa sebagian besar sudah vaksin dan guru guru juga sudah dan staf."Saya optimis akan berjalan lancar" kata Rumerung.

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Medy Tungkagi MPd mengatakan dengan 2069 siswa den 246 guru dan puluhan staf lainya memang sulit  melaksanakan PTM. Namun kita berupaya mengikuti aturan dengan Prokes ketat dan pengawasan ketat. Untuk jam belajar kita  tambah dari dua jam menjadi empat jam. Untuk siswa dan guru menurut Kepsek sudah vaksin sebagian besar kecuali ada sakit bawaan. Siswa dan guru yang sakit tidak diijinkan masuk

Sementata Kepsek SMK Negerin1 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Drs Viky Onibala mengatakan untuk sekolahkan akan melalukan PTM dengan ikut aturan dari atasan dan Satgas Covid. Sekolahnya kemungkinan belum 100 persen PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulut dr Greace Punuh MKes secara terpisah kepada Sulutnews.com mengatakan untuk PTM bagi SMA dan SMK Sederajat ada yang 100 persen ada yang 50 persen. Kita akan sesuaikan dengan Level Kota dan Kabupaten yang ditetapkan Satgas Covid dan Pemerintah. "Jadi kita akan sesuaikan dengan Level,1 ,2 atau 3. Kemudian jumlah siswa yang sudah divaksin termasuk guru guru dan orang tua siswa. Kadis berharap semua sekolah harus ikut Prokes ketat dalam PTM apakah 100 persn  atau masih 50 persen. (Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Dasar Negeri 06 Manado adalah salah satu sekolah favorid orangtua di Kota Manado karena terletak bersebelahan dengan dua SDN di Jalan Kartini Manado.

Sekolah mengalami lonjakan penambahan jumlah siswa secara signifikan dan terus berinovasi menambah sarana dan prasarana ruang belajar guna terpenuhinya sekolah merdeka belajar yang berprestasi..

SDN 06 Manado yang dipimpin Kepsek Yulien Lontoh, Spd saat ini sedang dikabarkan termasuk satu dari sekolah dengan lingkungan terbersih se Kota Manado versi Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Manado.

Dihubungi media Kepsek Yulien Lontoh, S.Pd tak menapik SDN 06 memang termasuk sekolah yang paling bersih dan indah se Kota Manado.

"Sudah sejak dulu sudah hijau dan nyaman, lihat saja di luar maupun di dalam ruang sekolah SDN selalu bersolek," kata Kepsek Yulien Lontoh, ditemui usai menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dr Dahlan Walangita di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kepaek bahkan menambahkan sekolah paling nyaman sehingga pejabat Dinas bisa betah berlama-lama. "Pak Kadis selalu merasa lebih nyaman kalau di SDN. Ia suka datang duduk di ruang kerja saya," ujar Kepsek Yulien sambil menujuk ke ruang kerjanya yang didesain dengan selera minimalis kursi sofa berwarna coklat buram.

Dalam memimpin SDN 06 Kepsek Yulien Lontoh mengaku melakukan berbagai renovasi sarana dan prasarana ruangan kelas, ruang isolasi terutama dalam menyukseskan Program pemerintah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang sudah dimulai pada tanggal 1 Oktober 2021.

Toilet sudah dipasang air dan lancar mengalir, fasilitas perpustakaan, halaman sekolah disolek semakin indah sehingga baik guru maupun siswa dalam melaksanakan fungsi belajar mengajar berjalan lancar, selanjutkan fungsi pelayanan bagi dunia pendidikan di Kota Manado juga ikut tak terabaikan.

"Di bagian depan sekolah sudah dilengkapi dengan taman hijau dan ruang tunggu tamu. Sementara di ruang guru dan kepala sekolah sudah dilengkali berbagai tanaman hias. Semua sudah ditata agar sekolah tetap asrik, katanya. (*/yuk).

Manado Sulutnews.com - Sejumlah sekolah di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa sejak Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) dimulai akhir September hinga pertengahan November berlangsung tetap lakukan protokol kesehatan (Prokes) ketat Karena itu hinga saat ini tidak ditemukan siswa atau guru dan staf disekolah terkena Virus Covid 19.

Hal itu dikatakan sejumlah Kepala Sekolah   (Kepsek) antara lain Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meydi Tungangi SPd dan Kepsek SMA Negeri 2 Manado Berti Dondokambey SPd serta Kepsek SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulingi SPd MPd dan Kepsek SMK Negeri Tombariri Kabupaten Minahasa Vanny Motto SPd. Begitu juga Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu SPd dan SMP Negeri 8 Manado Ronald Nayoan SPd MPd.

Menurut sejumlah Kepsek yang ditemui pekan lalu secara terpisah. Karena ketatnya Prokes dalam PTM yang sudah berjalan   dua bulan lebih tidak ditemukan siswa atau guru dan staf terkena covid 19."Kita bersyukur tidak ditemukan siswa dan guru terkena covid 19 disekolahnya" kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meydi Tungangi yang siswanya hampir 2.000. Begitu juga dikatakan Berti Dondokambey Kepsek SMA Negeri 2 Manado dan Kepsek SMK Negeri 3 Manado Ashura Hulingi. Mereka melakukan prokes ketat dengan pengawasan ketat dari satgas Covid di sekolah. Dengan PTM yang hanya 25 persen siswa setiap hari maka kita beryukur tidak ada terkena covid.

Bahkan menurut Berti Dondokambey untuk SMA Negeri 2 sudah bisa 50 persen siswa yang ikut PTM. Sementara Kepsek SMK Negeri Tombariri di Kabupaten Minahasa dengan 50 persen siswa yang ikut PTM belum ada terkena Covid. "Kami lakukan prokes ketat. Kalau ada siswa sakit flu atau demam dan pilek kami tidak ijinkan ikut PTM. Merekan belajar lewat daring."Katanya. Para Kepsek menambahkan sebagian besar siswa dan guru guru sudah difaksin. Kecuali yang ada sakit itu harus ada ijin dokter batu bisa ikut PTM. Untuk SMA Negeri 2 menurut Kepsek pihaknya memberikan masker bagi siswa yang tidak pakai masker atau sudah rusak masker yang dipakai.

Berikan Vitamin C

Untuk SMP Negeri di Kota Manado menurut Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu dan Kepsek SMP Negeri 8 Manado Ronald Nayoan meskipun belum semua divaksin siswanya karena masih ada yang umur dibawah 12 tahun PTM tetap berjalan lancar dan tidak ada siswa yang terkena covid 19. Bahkan untuk SMP Negeri 8 Manado menurut Kepsek pihaknya memberikan XonCe 500 Mg  dan Biskuit kepada 150 siswa yang ikut PTM setiap hari secara bergantian. Tujuannya agar imun para siswa tetap ada dan kuat. Bahkan mereka yang tidak ada masker kami berikan "Jadi kami ingin siswa tetap ikut PTM dengan prokes ketat dan imun yang kuat" kata Kepsek.

PTM tetap masih 25 persen, secara umum menurut sejumlah Kepsek baik SMA Negeri, SMK Negeri dan SMP Negeri PTM berjalan lancar dan semua siswa tetap ikut belajar baik PTM atau luring maupun daring. "Kalau ada masalah langsung diselesaikan,"Kata Kepsek SMP Negeri 8 Manado. (fani)

Minahasa,Sulutnews.com   - Universitas Negeri Manado (Unima) mengelar acara Peresmian dan Penandatanganan BA Serah Terima Kelola Gedung Kuliah Training Center UNIMA yang adalah satu-satunya Gedung Trining Center di Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (10/11)

Kegiatan tersebut diawali dengan Doa oleh panitia kemudian dilangsungkan dengan pemotongan pita oleh Direktur prasarana srategis Bapak Iwan Suprijanto, ST, MT, menyusul laporan kegiatan pembangunan gedung kuliah Unima oleh Kasatker BPPW Sulut Alfrits S.W Makalew ST, M.Si.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd pada kegiatan ini yang diwakili oleh Pembantu Rektor III (PR III) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs Jim Ronny Tuna, saat diwawancarai mengatakan bahwa mudah-mudahan Gedung Kuliah Training Center UNIMA yang telah diresmikan ini bisa bermanfaat sesuai peruntukan.

"Karena yang paling utama bagaimana kita bisa memanfaatkan, mengingat biaya maintenance atau pemeliharaan bisa berkurang," ujar Tuna.

"Semoga dengan peresmian gedung ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa bahkan dosen yang kegiatanya bersifat khusus pemusatan," jelasnya.

"Kalau dulu kita masi menggunakan tempat atau gedung lain untuk pemusatan, tapi sekarang kita sudah ada dan layak digunakan," pungkasnya.

Hadir dalam peresmian mewakili Direktur Sumber Daya Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi Bapak Naviron Musfianuddin serta para Dekan se-Fakultas Unima, Karo Umum dan PPK Unima.(Adrian)