Pendidikan

Pendidikan (144)

Boltim, Sulutnews.com - Pendidikan memang sangat penting bagi setiap individu guna terus meningkatkan ilmu pengetahuan. Seperti halnya dilakukan oleh Bupati Sam Sachrul Mamonto.S.Sos.M.Si.

Diusia yang tak muda lagi ia kembali melanjutkan studi S3 atau Doktor.

Informasi yang diterima, orang nomor satu di Kabupaten Boltim ini mengambil program doktor atau S3 di Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar.

Sebelum itu mantan ketua DPRD Boltim ini baru saja meraih gelar strata dua (S2) Magister Sains, di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Kabar Bupati mengambil program doktor dibenarkan langsung oleh Bupati sendiri, mengatakan kemarin barusan ujian masuk program doktor di Universitas Hasanudin Makasar.

“Ya, kemarin saya barusan ujian mengambil program doktor di Unhas,“kata Bupati saat melepas Kafila MTQ Boltim di rumas dinas Modayag, Minggu 12 Mei 2022.

Kuliah S3 Menurut Bupati ia ambil sebagai motivasi bagi masyarakat dan anak-anak Bolaang Mongondow Timur, dimana walau bupati umurnya sudah tua namun masih mau belajar.

“Belajar itu tidak mengenal umur. Jadi jangan pernah malu atau berhenti untuk belajar,“ungkap bupati.(*/Mudrik)

Manado, Sulutnews.com - Kualitas lulusan SMK Negeri dan Swasta di Sulut terus meningkat dan siap bersaing dalam pekerjaan diera modern dengan kemajuan teknologi digitalisasi.

Hal itu dikatakan Kepsek SMK Negeri 6 Manado Drs Vicky Umboh MPd dan Kepsek SMK Swasta Pelayaran Niaga Purna Bahari Manado Dr G Manayang kepada Sulutnews.com secara terpisah Senin (6/6) di Manado.

Menurut Kepsek Vicky Umboh 461 Siswa SMK Negeri 6 yang baru lulus dan dilepas pekan kalu   dari berbagai jurusan tidak diragukan kualitasnya. Memang sempat dilanda Pandemi Covid 19 sekitar dua tahun sehinga belajar dari rumah dilakukan. Namun semua belajar daring berjalan baik. Bahkan untuk praktek sempat mengalami kesulitan karena SMK itu harus praktek. Tetapi itu tidak ada kendala dan semua siswa bisa lulus.

Hal lain juga dikatakan Kepsek SMK Pelayaran Niaga Purna Bahari Dr G Manayang. Memang tahun ini hanya 51 siswa yang ikut dan lulus semua. Tetapi kualitas cukup baik. Karena sudah siap kerja karena ada yang sudah ada sertifikat untuk bekerja dikapal dalam dan luar negeri. Bahkan kapal tengker juga bisa. Karena beberapa tahun lalu sudah terbukti banyak yang sukses bekerja dikapal asing.

Baik Vicky Umboh dan G Manayang menyatakan lulusan mereka siap bersaing dengan lulusan dari sekokah lain dipasar kerja pada era modern dengan teknologi digital yang maju pesat.

Vicky Umboh mengatakan pelepasan 461 Siswa SMK Negeri 6 sudah dilakukan pada Jumat 3 Mei pekan lalu dihadiri ratusan orang tua siswa dan undangan. Sementara SMK Pelayaran Niaga Purna Bahary akan dilakukan Jumat 10 Juni nanti. (Fanny)

Minahasa,Sulutnews.com - Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Minahasa meringankan calon Mahasiswa baru yang masuk kategori miskin namun ingin kuliah.

Hal tersebut dikatakan Rektor Unima Prof Dr Deitje Katuuk MPd lewat Wakil Rektor I Unima Prof Dr Urbanus Naharia MS kepada Sulutnews.com Selasa (31/5) di Kampus Unima di Tondano.

Menurut Prof Urbanus Mahasiswa yang masuk Unima tahun ini cukup banyak. Namun banyak juga orang tua calon Mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda-beda yang ekonomi paspasan atau kategori miskin mendatangi kami di Unima mengeluh meminta pengurangan uang kualiah. Pengurangan ada dari Rp 3 juta menjadi Rp 1 juta.

Terkecuali ada beasiswa Kartu Indonesia Pintar(KIP) itu jelas tingal Rp 100 ribu yang dibayar." Jadi kami tetap membantu Mahasiswa yang miskin" kata Urbanus.

Unima juga menurut Prof Urbanus sementara mengurus sekitar 9.000 Mahasiswa yang masuk program Pangakuan Pembelajaran Lampau (PPL). PPL ini adalah Mahasiwa yang sudah berhenti ketika sudah beberapa semester dan ada juga orang yang sibuk bekerja dan pejabat pemerintah atau swasta yang waktu kuliah jarang hadir. Semua kami perhatikan. Dan bisa kuliah hinga selesai nanti namun ada syaratnya."

Unima saat ini juga sudah ada komitmen tidak melakukan Pungutan liar (Pungli) kepada mahasiswa." Kami tegas bila ditemukan dan ada laporan akan ditindak sesuai aturan" katanya.

Kepada para Dosen sudah diingatkan untuk jangan meminta bayaran ketika ada konsultasi nilai." Jadi jangan ada Dosen yang meminta bayaran ketika ada konsultasi nilai" kata Urbanus. Kalau ada laporan maka Dosen sendiri yang bertangung jawab. Bukan institusi Unima. (*/Fanny)

Manado, Sulutnews.com -SMA Negeri I Manado dalam tahun ajaran 2022/2023 ini  hanya  akan menerima 500 siswa baru yang pendaftaran dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri I Manado Jemmy J Jeremias SPd kepada Sulutnews.com Rabu (25/5) disekolahnya usai pertemuan dengan Kadis Pendidikan Nasional Sulut dr Greace Punuh SKm. Menurutnya hanya 500 yang akan diterima karena daya tampung SMA Negeri I  hanya sedikit.

Animo masuk SMA Negeri I cukup banyak setiap tahun dan tahun ini diperkirakan akan meningkat. Namun kami hanya terima 500  dengan seleksi yang ketat agar yang lulus tes benar benar yang berkualitas."Lebih sedikit yang diterima tapi benar benar berkualitas dari pada banyak namun kualitas tidak ada" kata Kepsek.

Bila diterima 500 maka menjadi 1.500 karena kelas 10 dan 11 masing 500. Jumlah ini cukup memadai sesuai jumlah ruangan dan guru yang tersedia.

Kepsek menambahkan kualitas SMA Negeri I yang beberapa tahun kualitasnya baik dan sempat menurun. Saat ini kita akan tingkatkan kualitas dengan seleksi ketat dan perbaiki proses belajar mengajar dan disiplin serta perbaikan karakter. Bahkan para Ahlumni SMA Negeri I ( SMANSA) sudah menyatakan mendukung dan membantu agar SMA Negeri I Manado kualitas terus meningkat kedepan. Kepsek Jemmy Jeremias optimis kedepan akan lebih ungul sekolahnya karena itu terus dilakukan inovasi dan perbaikan sarana dan prasarana serta penambahan guru.

Sementara itu Kadis Pendidikan Nasional Sulut dr Greace Punuh MKs kepada Sulutnews.com mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera membuka pendaftaran siswa baru SMA dan SMK sederajat. Namun jumlah yang akan diterima atau Quota nya belum bisa disampaikan.

Kadis Diknas hanya mengatakan Quota akan ditententukan kondisi sekolah. " Kalian ( wartawan, red) tanya saja kepada Kepsek .(Fanny)

Manado, Sulutnews.com. Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Manado Drs Medy Tungkangi MSi mengatakan dari 689 siswa yang lulus tahun ini banyak yang siap melanjutkan studi di Perguruan Tinggi ( PT) ternama baik didalam negeri maupun luar negeri.

"Siswa siswa saya kualitasnya baik dan saya tidak meragukan mereka untuk masuk PT ternama didalam dan luar negeri" kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Medy Tungkangi MSi kepada Sulutnews.com Rabu (11/5) usai acara pelepasan kelulusan 689 siswa SMA Negeri 9 di Aula Unsrat Manado. 689 siswa dari jurusan Matematika dan IPA kemudian ada IPS dan Bahasa.

Hadir ribuan orang tua siswa dan undangan serta Wakil Kepsek dan guru guru serta Komite sekolah. Menurut Kepsek dari data yang ada saat ini sekitar puluhan siswa sudah lulus tanpa tes hanya lewat raport sudah lulus masuk PT ternama di dalam negeri dengan berbagai jurusan. PT antara lain di Universitas Indonesia sekitar 10 siswa . Begitu juga di Brawijaya, UGM, dan di Unsrat serta Unima. Itu yang tanpa tes. Bila penerimaan lewat tes dipastikan akan banyak juga yang lulus." Jadi kami optimis siswa siswa kami akan sukses" kata Kepsek.

Kepsek berharap 689 siswa harus study lanjut ke PT termasuk PT atau Akademi Kedinasan seperti IPDN atau Sekolah Akademi Kepolisian atau  sekolah TNI.

Menurut Kepsek , pihaknya tidak mau membangakan diri. Tapi telah terbukti hasil dari kerja keras semua pihak termasuk guru guru dan staf SMA Negeri 9 lulus 100 persen. Dan kualitas ahklak dan prilaku juga kami kedepankan.

Bahkan kata Kepsek sekolahnya mendapat penghargaan dari  Kemendiknas sebagai SMA dengan Akreditasi Ungulan . Karena itu banyak orang tau yang ingin anaknya masuk SMA Negeri 9. Ditambahkan setiap tahun sekitar 3.000 yang masuk mendaftar kendati qouta terbatas." Jadi kami jual kualitas intelektualnya termasuk ahklak dan kepribadian juga serta disiplin" katanya.

Proses belajar  di sekolahnya terus ditingkatkan setiap tahun karena kalau tidak akan tertingal.

Sejumlah siswa dan orang tua yang ditemui Sulutnews merasa banga dengan berhasil sekolah di SMA Negeri 9 Manado" Saya senang dan banga bisa lulus meskipun selama sekolah dilanda Pandemi Covid 19" kata salah satu siswa yang engan menyebutkan namanya.

Begitu juga dikatakan salah satu orang tua yang engan menyebutkan namanya. " Lulus dari SMA Negeri 9 anak  saya merupakan kebangaan kami" katanya. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kadis Diknas Kota Manado Dr Deasy Lumowa SPd MPd menilai sekarang ini banyak anak muda termasuk siswa siswa  yang sudah lupa budaya lokal. Anak muda sekarang justru lebih tau dan suka budaya barat, ini merupakan masalah yang harus kita atasi kedepan. Hal itu dikatakan Kadis Deasy Lumowa dalam acara Launching Sekolah Berbasis Lokal  di SMP Negeri 11 Manado di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting pada Rabu (11/5/2022).

Hadir dalam acara tersebut Kepsek SMP Negeri 11 Enock Saul SPd dan sejumlah Kepsek SMP Negeri dan Swasta di Manado dan Bitung serta tokoh budaya dan DPRD Manado serta ratusan siswa dan tim budaya. Acara ditandai dengan berbagai atraksi budaya lokal  baik tarian nyanyian dan cakalele kebasaran.

Menurut Lumowa Acara Launching Sekolah Berbasis budaya Lokal ini salah satu cara mengatasi." Jadi saya apresiasi acara ini" kata Lumowa.

“Budaya lokal kita hatus ingat terus dan  harus  pelihara terus untuk anak anak muda dan siswa, lewat sekolah sangat tepat dan cepat untuk memberikan pemahaman tentang pentinya budaya lokal. Kedepan semua sekolah harus lestarikan budaya lokal dan SMP Negeri 11 sudah lakukan ini menjadi contoh bagi sekolah yang lain”, kata Kadis Lumowa.

Kepsek SMP Negeri 11 Enock Sauk SPd mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan budaya lokal lewat sekolah. Sekolah sebagai tempat mendidik anak snak muda harus berbasus budaya. Disekolahnya sudah berbasis budaya lokal. Saat masuk sekolah dan salam Tabea saat ketemua seseorang.

"Jadi Sekolah berbasis lokal kita lakukan agar budaya lokal tidak dilupakan oleh anak anak muda" kata Saul.

Dalam acara yang akan berlangsung hinga Jumat 13 Mei  nanti ada pameran budaya lokal. Kadis Diknas dalam peinjauan menyatakan banga karena pameran budaya sangat penting. SMP Negeri 11 juga membuat museum. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Sekitar 580 lulusan SMA Negeri 1 Manado dipastikan ada diantaranya  yang bisa menjadi pemimpin baik didaerah maupun secara nasional. Asalkan jangan hanya mengandalkan kualitas IQ ( Kecerdasan Intelektual) melainkan kualitas ahklak yang baik yang dibutuhkan kedepan dan selalu mengandalkan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati orang tua.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sulut Dr Sry Pashiak SPd MPd pada acara pelepasan  580 siswa SMA Negeri 1 Manado yang baru Selasa (10/5) di Gedung MCC Sario Jalan Boulevard Manado.

Hadir Kepsek SMA Negeri I Manado Jemmy J Jeremias SPd, Wakil Kepsek dan Guru- guru serta ratusan orang tua murid dan undangan.

Menurut Kabid SMA Dr Sry Pashiak tantangan kedepan semakin berat. Ini perlu generasi muda terutama para lulusan SMA termasuk SMA Negeri 1 yang berkualitas dan beprilaku baik." Kalau IQ kan sudah pasti tetapi ahklak itu yang harus ada disetiap generasi muda" kata Sry.

Ia mengatakan lulusan SMA Negeri 1 sudah baik. Karena laporan dari Kepsek sudah baik ahklaknya dan juga kualitas lulusan. Kabid berharap para lulusan harus terus belajar dan kerja keras.Biar kita mungkin anak orang miskin kita jangan putus asa. Karena banyak orang miskin tapi sukses dalam pendidikan." Cotoh dirinya dari Kabupaten Talaud yang miskin tapi bisa sekolah S2 dan S3 hinga menjadi Kabid SMA, kata Dr Sry yang disambut tepuktangan para siswa dan orang tua.

Sementara Kepsek SMA Negeri I Manado Jemmy J Jeremias SPd dalam sambutannya optimis lulusan sekolahnya bisa melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi (PT) Negeri dan Swasta. " Saya minta melanjutkan ke Perguruan Tingi. Jangan dulu kawin. Tunda dulu rencana kawin, " kata Kepsek.

Lulusan SMA  berbeda dengan SMK itu bisa langsung kerja. Kalau SMA harus lanjut ke PT. Kepsek bersyukur dari data yang ada banyak yang sudah lulus masuk PT termasuk di beberapa PT diluar Sulut dan beberapa PT kedinasan seperti IPDN dan lainnya.

Kepsek optimis dari 580 siswa yang lulus pasti ada yang akan menjadi pemimpin bangsa dan daerah.Namun peningkatan kualitas harus dilakuan termasuk berprilaku baik atau ahklak. Kepsek mengatakan hanya 580 siswa yang lulus tahun ini. Empat lainnya tidak lulus karena tidak ikut. Jurusan yang ada Bahasa, Matematika/IPA dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Deo Saul Ketua OSIS SMA Negeri I Manado yang juga baru lulus dalam sambutanya mewakili para lulusan menyatakan terima kasih kepada guru guru yang sudah membimbing mereka sehinga bisa lulus. " Kami pilih SMA Negeri I karena Kepseknya dan guru gurunya berkualitas" kata Saul.(/Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah berbasis budaya akan segera dilaunching pada Selasa (10/05/2022) di SMP Negeri 11 Manado di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 11 Manado Enock Saul SPd kepada Sulutnews.com baru baru ini. Menurutnya dalam acara nanti direncanakan Walikota Manado Andre Angouw dan Kadis Pendidikan Kota Manado Dr Deasy Lumowa SPd .MPd serta para Kepsek dan jajaran pendidikan akan hadir karena bersamaan dengan acara puncak Hari Pendidikan Nasional ( Hadiknas) tingkat Kota Manado.

Lunching Sekolah berbasis budaya ini penting karena nantinya disekolah semua kita perlihatkan budaya lokal. Seperti di SMP Negeri 11. Menurut Kepsek dari Gerbang pintu masuk dikawasan sekolah sudah ditulis Selamat Datang dengan beberapa bahasa lokal daerah di Sulut.

Captiion : Ucapan Selamat Datang Pakai Bahasa Daerah Lokal Sulut di Gerbang Sekolah SMP Negeri 11 Manado.

Kemudian diruangan ruangan guru dan kelas ditulis nama nama kue lokal. Dan nama nama pulau. Dan ada musik kulintang serta perpustakaan dan musium kecil untuk dipajang pahlawan Nasional asal Sulut dan juga tokoh pendidikan.

Bahkan kata Kepsek filosifi pahlawan Nasionsl asal Sulut " Si Tou Timou Tu Mou Tou" yang artinya (Orang Yang Hidup Untuk Menghidupkan / Membantu Orang Lain) telah dipajang bersama gambar Dr Sam Ratulangi.

Dikatakan pada saat jam istirahat belajar ada instrumen lagu lagu daerah Sulut dengan setengah suara ." Jadi semua nuansa budaya lokal dari Minahasa, Bolmong Raya dan Sangihe dan Talaut serta Bantik dan lainnta kita tampilkan. Dan SMP Negeri  11 sudah sejak tahun lalu melakukan " kata Enock Saul.

Dengan akan di Lunching oleh Walikota Manado tetang sekolah berbasis budaya lokal maka diharapkan sekolah lain bisa berlakukan sekolah berbasis budaya local.

Kemudian untuk siswa dan guru juga dibiasakan saling menghormati bila ketemu dengan ucapan "Tabea". Kebiasaan itu sudah jalan dan sangat lancar.Dengan berbasis budaya lokal maka diharapkan semua siswa dan guru guru akan mengetahui tentang budaya lokal baik itu laku, kue atau makanan dan juga bahasa serta jenis budaya lainnya seperti alat musik dan potensi budaya lainnya. Dan ahklak para siswa juga diharapkan lebih baik dalam menghargai budaya lokal. Dalam acara juga akan ada pameran dan pertunjukan budaya lokal dari sekolah sekolah.(Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Manado merencanakan mulai tahun depan 2023 Ujian Sekolah (US) di 244 SD  sekitar 50 persen berbasis komputer.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Diknas Kota Manado Steven Tumiwa SPd MPd kepada Sulutnews.com Rabu (27/4) disela sela peninjauan US di SD Negeri 03 Singkil Manado.

Tumiwa disambut Kepsek SD Negeri 03 Jocke Lendo SPd MSi dan melakukan dialog dengan 71 siswa peserta US yang berbasis Komputer. Menurut Sekretaris Diknas dalam US tahun ini baru beberapa SD yang melakukan US berbasis komputer termasuk SD Negeri 03. Tahun depan bila dana memadai kami akan perjuangkan untuk US itu bisa 50 persen SD sudah bisa lakukan US berbasis komputer"Jadi kami akan berjuangan agar ada dana yang bisa membeli komputer" kata Tumiwa.

Khusus SD Negeri 03 Tumiwa banga sudah bisa lakukan US berbasis Komputer. Ini suatu kemajuan.Saat dialog dengan siswa Tumiwa sempat bertanya apakah adik adik siswa senang mengunakan komputer?  Senang dan lebih baik jawab siswa.

Kepsek SD Negeri 03 Jocke Lendo kepada Sulutnews.com mengatakan 71 siswa yang ikut US sudah pintar mengunakan komputer" Jadi tidak ada masalah. Karena lebih baik dan cepat" kata Kepsek. Tahun depan dipastikan juga US berbasis komputer. Para siswa sudah dilatih semua menjelang US.

Kepsek optimis akan berjalan baik hinga hari terakhir pada Kamis (28/4) US di sekolahnya.

Usal mengunjungi SD Negeri 03 Sekretaris Diknas mengunjungi sejumlah SD Negeri antara lain  SD Negeri 50 dan SD Negeri 29 dan SD Negeri 88 serta SD Negeri 87 yang berada di Kecamatan Singkil.

Pengawasan Ketat

Sekretaris Diknas Steven Tumiwa mengatakan hasil peninjauan disejumlah SD Negeri pelaksanaan US berjalan baik dan lancar. Meski pandemi Covid 19 masih ada para siswa siswa tetap sehat. Bahkan tidak ada ijin sakit selama US." Jadi ini yang menjadi kebangaan kami" kata Tumiwa.

Sejumlah Kepsek SD Negeri yakni SD Negeri 87 Olvi Oroh SPd, Kepsek SD Negeri 88 Nansi Pesik SPd danc Kepsek SD Negeri 29 Djeny Wakary SPd kepada Sulutnews.com mengatakan semua siswa masuk. Tidak asa ijin sakit atau halangan apapun .Para Kepsek optimis hinga hari terakhir US Kamis (28/4) akan berjalan lancar." Kami optimis akan lancar dan lulus semua siswanya" kata Olvi Oroh Kepsek SD Negeri 87.

Memang kelulusan ditentuoan oleh sekolah, namun pengawasan US tetap ketat dan obyektif" Artinya semua siswa harus ikut dengan baik US," kata Djeny Wakari SD Negeri 29. 

Begitu juga di SD Negeri 50, menurut Kepsek Frike Mananeke SPd pengawasan ketat dilakukan dengan dua pengawas setiap kelas. Di SD Negeri 88 menurut Kepsek Nansi Pesik pengawasan ketat dua pengawas disetiap klas dilakukan maka tidak ada siswa yang nyontek atau bertanya kepada teman teman.Jadi hasil US pasti obyektif.(Fanny)

Manado Sulutnews.com.Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri dan Swasta di Kota Manado merasa banga karena semua siswa ikut Ujian Sekolah (US). Belum ada yang ijin sakit karena Covid 19 atau karena ada acara lain.Semua siswa sesuai dapodik ikut semua, ini yang kami syukuri apalagi dalam US dilakukan tatap muka 100 persen.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SD Negeri dan Swasta kepada Sulutnews.com secara terpisah Selasa (26/4) terkait  pelaksanaan US SD yang sudah dimulai Senin (25/4) dan akan berakhir Kamis (28/4).

Menurut Jemmy Kamu SPd Kepsek SD Negeri 53 Ranomut   sekitar semua 40 siswa ikut US. Tidak ada ijin sakit karena Covid 19 atau sakit lain.   Ini yang membangakan, karena sebelumnya ada rasa kekawatiran banyak siswa tidak bisa ikut US karena suasana Pandami Covid 19.

"Jadi dengan hadir 100 persen dalam US maka tidak ada masalah dan tentunya tidak ada susulan" kata Jemmy Kamu.

Hal yang sama juga dikatakan Kepsek SD Negeri Kilu Ny Jultje Raturandang SPd. MPd  Semua 59 siswa ikut US tidak ada yang minta ijin. Ini masih pandemi Covid 19 tapi semua siswa tetap ikut semua" Ini yang kami syukuri karena siswa siswa dan guru guru tetap sehat" kata Kepsek.

Sementara Kepsek  SD Negeri 03 Paniki Bawa Maissye Watania SPd 63 siswa sesuai dapodik hadir semua belum ada yang ijin hinga hari kedua. Semua siswa siswa sehat dan dipastikan akan lulus samua. Hal lain juga dikatakan Kepsek SD Inpres Mapanget Barat Royke Liuw SPd. Menurutnya semua 67 siswa ikut US dan tidak ada ijin sakit atau halangan lainya.Memang masih ada Pandemi Covid 19 yang sudah mulai menurun. Namun siswa tetap harus pakai masker dan cuci tangan.

Sementata Kepsek SD GMIM 54 Mapanget Djony Manangka SPd NM mengatakan 85 siswa yang ikut US hinga hari kedua tetap sehat dan kuat. Belum ada yang ijin sakit hinga hari kedua.Ini karena sudah diberikan penjelasan agar harus sehat " Saya optimis hinga hari terakhir US tetap sehat semua siswa* katanya. Dalam US setiap kelas hanya 20 siswa dengan jaga jarak yang ketat.

Dalam US tetap dilakukan pengawasan ketat. Menurut Manangka guru guru dan siswa sudah Vaksin sebagian besar. Sehinga kita bisa terhindar dari Covid 19.

Sementara Kadis Pendidikan Nasional Kota Manado Dt Deasy  Lumowa MPd dalam peninjauan dibeberapa sekolah dasar Senin (25/4)  hinga Selasa (26/4) menilai sudah baik pelaksanaan US.(/Fanny)