Pendidikan

Pendidikan (144)

Manado, SulutNews.Com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau dahulu dikenal dengan Ospek telah menjadi kegiatan wajib bagi semua siswa baru selama tiga hari berturut-turut, tak terkecuali di SMA Negeri 2 Manado. Ratusan siswa baru mendapat ilmu mengenali lingkungan sekolahnya yang baru dari seniornya

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey,SPd, mengatakan, proses MPLS ini berlangsung sejak Tahun Ajaran baru dimulai tanggal 11 Juli 2022, dan selanjutnya proses belajar mengajar dimulai 100 persen tatap muka dengan prokes anti Covid19.

"Pada tahun ini kami membuka 20  rombel tetapi yang terisi hanya 18 rombel dengan jumlah keseluruhan yang diterima ada 248 siswa" kata Berty Dondokambey, SPd ditemui di ruang kerjanya usai memberi pengarahan bagi guru dan siswa yang akan melakulan proses belajar mengajar baru-baru ini.

Sebenarnya kita kekurangan siswa tahun ini, tambah Kepsek Berty Dondokambey. Namun jika dihitung mundur pada UN baru lalu yang lulus 220 siswa, yang masuk seleksi 248 siswa, jadi sebenarnya siswa baru bertambah 28.

"Jumlah ini masih seimbang karena tahun lalu sekolah ini pun terdaftar memiliki 18 rombel gtkelas 10. Yakni 1 rombel terisi 32 siswa, sehingga tahun ini tidak ada siswa belajar di luar kelas, tambahnya.

Pelaksanaan belajar mengajar nanti akan dilakukan dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Kalau prosesnya daring kita gunakan daring. Sedangkan pada kelas 11 dan 12 masih dengan menggunakan Kurikulum 13, pungkas Kepsek Berty Dondokambey. (*/Yayuk)

Manado, SulutNews.Com - Tujuh pelajar dari SMA Negeri 2 Manado di Profinsi Sulawesi Utara maju ke ajang Kompetisi Sains Nasional OSN  tingkat Profinsi yang direncankan  sudah digelar bulan Juli atau Agustus 2022.

Ketujuh pelajar ini merupakan peserta didik kelas 11 saat pelaksanaan digelar masih duduk di kelas 10 SMAN 2 Manado.

"Tujuh pelajar ini masih merupakan peserta didik kelas 10 waktu pelaksanaan diadakan," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey kepada media secara singķat di Manado, Selasa (19/7).

Ia mengatakan, mereka lulus secara tak terduga ketika mengikuti seleksi di tingkat sekolah dan maju pada Kompetisi Sains Nasional OSN tingkat profinsi. Mereka merupakan pelajar yang memiliki bakat tinggi pada ilmu Fisika, Biologi dan Ekonomi, tambah Berty Dondokambey.

Sebelum maju pihak sekolah telah memberi pengayaan masing-masing bidang study oleh guru senior. Jadi nanti  mereka dibina lebih pandai sebagai juara, ujarnya.

Berikut nama ketujuh pelajar SMA Negeri 2 Manado yang maju di KSN atau OSN tingkat profinsi.

1. Daniel Yoel, P-Fisika.
2. Edward Beneďict, P-Fisika.
3. Joshua Wongkar, P-Fisika.
4. Mutiara S Maramis,P-Ekonomi.
5. Verenita Masya Rewur, P-Ekonomi.
6. Wynne Thio, P-Biologi.
7. Triana Yulia Kosim, P-Ekonomi.

(yuk).

Manado, Sulutnews.com - Kepala Bidang ( Kabid) SMP Dinas Pendidikan Nasional  Kota Manado Greace Sondakh SPd.MPd mengatakan  95 SMP Negeri dan Swasta di Kota Manado belum semua pakai kurikulum Merdeka  belajar dalam tahun ajaran baru bagi siswa di kelas tujuh.

Hal tersebut dikatakan  Greace Sondakh SPd.MPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7) dikantornya. Menurutnya dari laporan yang ada sebagian SMP pakai kurikulum 13  yang lain juga pakai Kurikulum Merdeka." Ini tidak ada masalah. Bagi yang sudah siap memakai kurikulum Merdeka  Belajar silakan lakukan. Dan yang belum siap silakan pakai Kurikulum 13." Kata Sondakh.

Menurutnya tidak ada masalah kalau belum pakai kurikulum Merdeka Belajar bagi siswa kelas tujuh. Karena tahun ini masih  permulaan. Kalau tahun ini belum bisa dilakukan tahun depan.

Ia menambahkan peoses belajar mengajar yang sudah dimulai hari ini Senin 18 Juli berjalan baik dan lancar di semua 95 SMP Negeri dan swasta di Kota Manado.

Sementara itu Kepsek SMP Negeri 8 di Malalayang Manado Ronald Nayoan SPd MPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7)  mengatakan pihaknya pakai kurikulum 13 dan Merdeka Belajar dalam proses belajar mengajar bagi siswa baru kelas tujuh. "Jadi 489 siswa baru kelas 7 ada belajar dengan kurikulum 13 ada kurikulum merdeka belajar" kata Nayoan. Kepsek menilai tidak ada masalah dalam prosea belajar mengajar. Untuk kelas delapan dan sembilan masih pakai kurikulum 13 semuanya. Kepsek optimis akan berjalan lancar proses belajar mengajar disekolahnya.

SMA Negeri 1

Sementara itu untuk  SMA menurut Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias SPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7) mengatakan pihaknya memakai kurikulum Merdeka belajar untuk semua siswa baru kelas 10. Sementara siswa kelas 11 dan Kelas 12 pakai kurikulum 13.

Ia mengatakan kesiapan sekolahnya untuk memakai kurikulum Merdeka belajar sudah disiapkan sejak lama. Seperti guru guru sudah siap dengan program Merdeka belajar. "Jadi tidak ada masalah dengan Merdeka Belajar di SMA Negeri 1 Manado”, katanya.

Pihaknya akan terus berjuang menjadikan SMA Negeri 1 ungul dan kualitas lebih meningkat kedepan. Pihaknya menerima siswa baru tahun ini 400 lebih. Pantauan Sulutnews.com Senin (18/7) di beberapa sekolah baik SMP dan SMA  dikota Manado proses belajar mengajar hari pertama berjalan lancar, seperti di SMA Negeri 1 Manado. Dan SMP Negeri 8 Manado. (Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Pelaksanaan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)   bagi siswa baru sejak hari pertama Senin (11/7)   hinga Selasa (12/7) hari kedua  disejumlah sekolah baik SMP, SMA dan SMK di Kota Manado berjalan lancar. Bahkan hinga hari terakhir Rabu (13/7) dipastikan tetap lancar terus  MPLS sebelum masuk proses belajar mengajar..

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP, SMA dan SMK yang ditemui Sulutnews.com Selasa (12/7) disela- sela pelaksanaan MPLS bagi siswa baru. 

Kepsek yang ditemui antara lain Kepsek SMP Negeri 7 di Teling Manado Syenny Waworuntu SPd, Kepsek SMP Negeri 4 di Karombasan Manado Dr Alwin Palit SPd.MPd dan Kepsek SMA Negeri 9 di Kleak Drs Meidy Tungkagi MSi, Kepsek SMK Negeri 6 di Pakowa Vicky Umboh SPd MPd dan Kepsek SMK Negeri 9 di Taas Manado Noldie Pangemanan SPd.

Menurut para Kepsek hinga hari kedua Selasa (12/7) pelaksanan MPLS bagi siswa baru berjalan lancar. Bahkan mereka optimis hinga hari ketiga atau hari terakhir pada Rabu (13/7) pelaksanaan MPLS tetap berjalan lancar sejak pagi hinga siang hari.

Menurut Kepsek SMP Negeri 7 Syenny Waworuntu dan Kepsek SMP Negeri 4 Alwil Palit tidak ada kekerasan dalam MPLS. Mereka memperkenalkan kondisi sekolah dan juga memperkenalkan proses belajar disekolah mereka." Jadi lancar lancar saja MPLS bagi 300 lebih siswa barunya, kata Waworuntu. Begitu juga dikatakan Alwin Palit sekitar 280 lebih siswa baru yang ikut MPLS tidak ada masalah. Bahkan kami juga memperkenalkan proses belajar digital disekolahnya yang menjadi " Percontohan" bagi sekolah lain.

Pengawasan Ketat

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meidy Tungkagi mengatakan MPLS yang diikuti sekitar ratusan siswa baru dilakukan pada tiga tempat didalam sekolah. Meskipun banyak tetap berjalan lancar tanpa kekerasan." Kami mengawasi ketat bahkan saat masuk sekolah pagi hari hinga pelaksanaan MPLS kami awasi hinga selesai pada siang hari" katanya.

Untuk SMK menurut Kepsek SMK Negeri 6 Vicky Umboh sekitar 391 siswa baru semua ikut MPLS. Karena MPLS penting agar siswa sebelum ikut proses belajar mengajar sudah tau kondisi sekolah termasuk mengenal guru guru dan kurikulum. Begitu juga dengan SMK Negeri 9. Menurut Kepsek Noldie Pangemanan meski 6hanya 75 siswa baru tetap ikut MPLS sebelum proses blajar mengajar.

Sejumlah siswa baru kepada Sulutnews.com mengatakan banga bisa ikut MPLS. Karena dengan ikut MPLS bisa mengetahui kondisi sekolah dan saling mengenal sesama siswa" Jadi saya banga sekali" kata salah satu siswa baru di SMA Negeri 9 Manado namun engan menyebutkan namanya. Begitu juga dikatakan Siswa di SMP Negeri 7 Manado." Saya banyak teman dan sudah mengetahui kondisi sekolah dan guru guru" kata sisw baru namun engan menyebutkan namanya.( Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Animo masuk SMK Negeri 3 Manado tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut dikatakan Plt Kepsek SMK Negeri 3 Manado Dra Selvie Mpd kepada Sulutnews.com Senin (11/7) disekolahnya.

Menurut Kepsek Selvie siswa yang baru lulus sekitar 400 lebih tahun ini yang diterima sekitar 544 siswa baru. Ini berarti banyak orang tua siswa yang ingin anaknya mela jutkan studi di SMK Negeri 3 karena memang ada beberapa jurusan yang banyak disukai. Seperti tata boga, TKJ, Parawisata dan juga  Kecantikan. Menurut Kepsek jurusan yang ada ini terus banyak peminatnya. SMK Negeri 3 di Jalan TNI Tikala Ares Manado juga ada Restoran dan rencana kedepan bangun hotel. Karena untuk lokasi praktek. Begitu juga Salon Kecantikan yang  akan dikembangkan lebih besar dan bisa melayani masyaramat umum. Untuk restoran saat ini dibuka untuk umum sehinga siswa siswa sudah terlatih dengan baik.

Terkait kualitas menurut Kepsek tidak ada masalah. Karena SMK Negeri 3 guru gurunya berkualitas dan juga didukung sarana yang memadai.

Jurusan Otomotif

Sementara itu secara terpisah Kepsek SMK Negeri 2 di Jalan Pumorow, Robin Kolowai SPd MPd kepada Sulutnews.com mengatakan untuk SMK Negeri 2 tahun ini siswa yang masuk belum sesuai qouta. Pihaknya berharap sama dengan jumlah siswa yang lulus baru baru ini 431 siswa. Namun yang terdaftar baru 300 lebih. "Saya optimis bisa bertambah lagi hinga waktu pembelajaran karena sering ada pindahan" katanya.

Menurut Kepsek tingal  beberapa beberapa jurusan saja yang banyak peminat. Seperti otomitif dan listrik. Yang lainnya sangat sedikit. Kepsek berharap kedepan SMK Negeri 2 bisa menjadi SMK Negeri yang bisa membuka jurusan lain seperti keperawatan dan jurusan lainnya.

Mengenai kualitas guru dan sarana pendukung sangat baik.Bahkan kedepan ada perbaikan beberapa bagunan praktek.

Pantauan Sulutnews.com Senin (11/7) pagi di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 3 proses belajar mengajar sudah mulai termasuk siswa siswa baru sehinga cukup ramai. Sejumlah siswa baru namun engan menyebutian namanya mengatakan senang masuk SMK Negeri 3 jurusan tata boga." Ini pilihan saya" kata sejumlah siswa kepada Sulutnews.com.

Hal lain dikatakan Siswa baru SMK Negeri 2. Menurut salah satu siswa mereka memilih jurusan Otomotif karena sudah lama diinginkan" Jadi saya pilih jurusan Otomotif" kata salah satu siswa yang engan menyebutkan namanya.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Siswa SD,SMP dan SMA/ Sederajat Senin 11 Juli 2022 mulai masuk sekolah 100 persen tatap muka untuk tahun ajaran baru 2022/2023.

Hal tersebut dikatakan sejumkah Kepala Sekolah ( Kepsek) SD, SMP dan SMA yang ditemui Sulutnews.com Kamis (7/7) secara terpisah.

Menurut Kepsek SD Negeri 02 Joke Lendo SPd MSi sekolahnya di Kelurahan Tikala Ares sudah aiap untuk melakukan pembelajaran mulai Senin 11 Juli pekan depan.Hal yang sama dikatakan Kepsek SD Negeri 125 Hanifa Ongi SPd MPd. Menurut Lendo dan Ongi pembenahan disekolah sudah dilakukan usai liburan sekolah.

"Jadi kami sudah lakukan perbaikan pengecetan dan membersihkan dari bagian depan halaman dan ruang kelas" kata Joke Lendo dan Hanifa Ongi.
Untuk guru guru sudah disiapkan.Bahkan menurut Lendo SD 02 yang baru dimerger bersama SDN 120 nenjadi SDN 02.Jadi ada banyak pembenahan. Namun sudah siap dengan siswa baru sudah 100 lebih.

Hanifa Ongi juga mengatakan SDN 125 dimerger bersama SDN 34 menjadi SDN 125.Kita juga lakukan pembenahan karena juga sudah menjadi sekolah pengerak.SDN 125 sekitar 70 siswa baru saat ini.

Sementara Kepsek SMPN I Drs Salmon Hosang MPd dan Kepsek SMPN 8 Ronald Nayoan SPd MPd serta Kepsek SMPN 2 Meitha Wongkar SPd dan Kepsek SMP Negeri 16 Dolfie Singal SPd MPd di Kecamatan Singkil mengatakan mereka sudah siap untuk pembelajaran tatap muka tahun ajaran baru 2022/2023.

Menurut Hosang SMP Negeri 1 diatas 400 lebih siswa baru sudah siap belajar dengan guru guru yang berkualitas.Begitu juga dikatakan Ronald Nayoan.Untuk SMP 8 sekitar 400 siswa yang mendaftar..Kesiapan guru guru juga sudah siap. Hal yang sama dikatakan Kepsek Meitha Wongkar. SMP Negeri 2 di Perkamil sudah sekitar 300 yang mendaftar. " Kami sudah siap melakukan pembelajaran pekan depan" kata Wongkar.
SMP Negeri 16 Baru

Sementara Kepsek SMP Negeri 16 Manado yang merupakan sekolah baru didirikan beberapa bulan lalu di Kecamatan Singkil menurut Kepsek Dolfie Singal sekitar 200 siswa yang akan diterina tahun ajaran baru ini. Sekolahnya meski baru sudah siap dengan guru guru.
SMA Negeri Siap.

Sementara Kepsek SMA Negeri 7 di Teling Manado Marlina Katihokang SPd MPd mengatakan siap untuk pembelajaran. Begitu juga Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meydi Tungkagi MSi. Kepsek mengatakan sekitar 400 lebih siswa yang akan diterima.Mengenai kualitas guru guru baik Marlina dan Meydi mengatakan tidak diragukan lagi.

Pantauan Sulutnews.com hinga Kamis 7 Juli masih banyak orang tua siswa yang mendatangi sekolah sekolah untuk mengurus admistrasi dan seragam sekolah. ( Fanny )

Manado, Sulutnews.com - SMA Negeri 9 Manado yang merupakan SMA Negeri dengan Akreditasi A " Ungul" di Sulut hanya akan menerima 448 Siswa sesuau jumlah ruang belajar (Rumbel) yang tersedia 14 dengan jumlah 32 Siswa setiap Rumbel. Sementara siswa yang mendaftar sudah ribuan." Kami benar benar menghadapi masalah karena qouta dari Dinas Pendidikan Nasional Sulut hanyak 448. Jadi ada yang tidak diterima" kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meidi Tungkagi MSi kepada Sulutnews.com pekan lalu di Sekolahnya.

Kepsek mengatakan pihaknya tidak melakukan promosi banyak tentang sekolahnya. Namun kami kaget yang mendaftar  untuk studi disekolahnya sudah cukup banyak." Saya tetap pakai zonasi dan tetap seleksi ketat siswa yang akan masuk " kata Kepsek Tungkagi.

Menjawab yang lain Kepsek mengatakan kemungkinan penambahan Rumbel atau ruang belajar karena cukup banyak yang mendaftar. Kepsek hanya mengatakan tergantung pimpinan Dinas Pendidikan Nasional sebagai atasan kami. "Kalau menambah rumbel itu tergantung Diknas Provinsi" kata Kepsek.

Kepsek membantah banyaknya lulusan SMP mau masuk kesekolahnya karena keberhasilan sekolahnya. Semua sekolah sama saja, sebagai Kepsek hanyak kerja kerja saja. Tahun ini dari 668 siswa yang lulus memang sangat berkualitas. dan banyak lulus ikut kuliah dibeberapa Perguruan Tinggi ( PT) terkemuka di Indonesia dan luar negeri.

Pihaknya memang terus tingkatkan kualitas guru untuk mengajar agar para siswa berkualitas. Kemudian disiplin dan karakter siswa harus kita tingkatkan.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Untuk meningkatkan mutu pendidikan kedepan perlu ada kolaborasi dan kerjasama yang baik antara Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek bersama Pemda Provinsi dan semua Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia.

Tanpa adanya kolaborasi dan kerjasama yang baik maka akan sulit mutu pendidikan itu akan maju untuk bersaing diera digitalisasi yang maju modern dengan kemajuan Iptek yang cukup cepat.

Hal tersebut dikatakan Jumeri S.TP.MSi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini( PAUD) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek  Rabu (22/6) di Hotel Swisbel pada acara" Perencanaan Penatausahaan dan Pelaporan Sekolah Mengunakan  Platform SDS, Platform Raport Pendidikan dan Platform Merdeka Belajar".

Hadir dalam pembukaan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Sulut Febrie Dien ST  yang juga pelaksana acara, Kadis Pendidikan  Nasional Sulut dr Greace Punuh SKm dan perwakilan Sekda serta Asisten dari Pemda Kabupaten dan Kota se Sulut serta Kadis Diknas dan Kepala Sekolah serta PGRI Sulut.

Menurut Dirjen PAUD Dikdasmen Jumeri S.TP kondisi mutu pendidikan kita dari data yang ada belum begitu baik. Dan sangat berat untuk bersaing diera saat ini dan kedepan. Ini tantangan kita semua termsuk di Provinsi Sulut.Untuk mengatasi itu perlu kolaborasi dan kerjasama yang baik. Agar mutu pendidikan meningkat. Apa yang dilakukan BPMP Sulut yang merupakan perwakilan Kementrian Pendidikan Nasional Ristek didaerah yang terus melakukan kerja sama yang baik dengan Pemda di Sulut itu baik dan harus terus dilakukan.

Terobosan

Dirjen mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai terobosan untuk  peningkatan mutu pendidikan  dengan perbaikan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas guru dan distribusi guru kedaerah daerah baik di Paud dan SD serta SMP. Bahkan kami sudah tawarkan program Merdeka Belajar dan Sekolah Pengerak serta Guru Pengerak. Program ini sudah mulai berjalan.

Untuk sekolah pengerak ini harus didukung semua pihak karena dengan sekolah pengerak diharapkan kedepan akan meningkat mutu pendidikan.

Kepala BPMP Sulut Febri Dien ST dalam laporannya mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dan kerjasama dengan Pemda Sulut dan 15 Kabupaten dan Kota di Sulut. Tujuannya agar sektor pendidikan menjadi perhatian semua pihak.BPMP juga melakukan peningkatan mutu guru guru. Dien optimis Sulut akan menibgkat mutu pendidikannya.

Sementara itu Drs Arthur Tumipa Asisten III Kabupaten Minsel dalam testimoni didepan Dirjen dan  peserta mengatakan Pemkab Minsel mendukung 100 persen Program Merdeka belajar dan Sekolah Pengerak.Saat ini ada 36 sekolah yang akan ikut seleksi Sekolah Pengerak.Dukungan yang sama dikatakan Pemkab Bolmut. Boltim dan Kota Mobagu yang disampaikan oleh perwakilan Pemkab dan Kota. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kadis Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Manado 7, Dr Deasy Lumowa M.Pd.,  minta semua Kepala Sekolah ( Kepsek) SD harus berhubungan baik dengan guru guru siswa dan orang tua.

"Kepsek jangan berkelahi atau bermusuhan dengan guru guru. Tidak akan berhasil dalam tugas kalau berkelahi dan bermusuhan" Hal tersebut dikatakan Dr Deasy Lumowa M.Pd Rabu (22/6) di Aula SD Negeri 11 Jln Sarapung  Manado saat memberikan pengarahan pada acara serah terima sekitar 69 Kepsek SD Negeri dari Kepsek yang lama kepada yang baru termasuk sekolah sekolah yang merjer.

Menurut Lumowa sebagai Kepsek harus mengayomi guru guru dan jangan sombong arogan.Kita harus tetap harmonis. Karena dengan berhubungan baik maka tugas kepsek itu akan berhasil.

Penandatanganan brita acara serah terimah jabatan Kepsek

Dalam bagian lain Kadis Diknas mengatakan Kepsek jangan mengeluh kalau kalau menjadi Kepsek pada sekolah yan sedikit murid." Kita harus tetap bekerja meski sedikit siswanya. Kepsek jangan   hanya memilih sekolah yang banyak siswa" kata  Lumowa. Kepsek yang baru diserahterimahkan harus bersyukur masih ada jabatan. Karena dari 114 Sekolah ada 14 Kepsek yang dimerjer tidak mendapat jabatan . Diharapkan tetap terus tingkatkan kualitas pendidikan disemua SD baik swasta maupun Negeri.

Kepsek jangan hanya membawah Cap tapi tidak kerja baik.Kedepan kualitas pendidikan di SD kita akan tingkatkan terus diera digitalisasi.

Kepsek yang baru maupun kita akan evaluasi tiga bulan kedepan. Pantauan Sulutnews.com banyak Kepsek yang banga masih diberikan kepercayaan menjadi Kepsek." Saya banga masih diberikan jabatan lagi sebagai Kepsek" kata Olga Rori S.Pd. Hal lain juga dikatakan Royke Liuw S.Pd  yang tetap menjadi Kepsek disekolah lain.(/Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Sulut dr Greace Punuh MKs mengatakan semua  SMA dan SMK di Sulut sudah buka pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2022/2023.

Hal tersebut dikatakan  Kadiknas Sulut dr Greace Punuh MKs kepada Sulutnews.com Selasa (21/6) usai mengunjungi SMA Negeri 7 di Teling Manado.Kadiknas yang didampingi Kepsek SMA Negeri 7 Marlina Katihokang SPd MPd memantau juga proses pendaftaran siswa baru di Aula SMA Negeri 7. Pendaftaran ada lewat online dan langsung kesekolah.

Menurut Kadiknas Greace Punuh proses pendaftaran akan berlangsung beberapa hari kedepan.Dan harus sesuai ketentuan dengan mengunakan sistim zonasi. Setiap sekolah sudah ada qouta masing masing.

Sementara Kepsek SMA Negeri 7 Marlina Katihokang mengatakan pihanyak membuka pendaftaran secara online dan ada juga datang kesekolah untuk melengkapi berkas. Ia mengatakan gouta disekolahnya 315 siswa yang akan diterima sesuai jumlah ruang kelas yakni 9 dengan 35 siswa setiap ruangan. Kalau yang mendaftar cukup banyak pihaknya tetap tidak akan menambah menambah. Kecuali ada ijin dari Diknas." Jadi kita ikut aturan saja" katanya.

Sementara Wakil Kepsek SMA Negeri 8 di Politeknik Manado Dra Caroline J Paulus kepada Sulutnews.com Selasa (21/6) disela sela acara pelepasan 353 siswa yang baru lulus mengatakan,  sekolahnya hanyak tersedia delapan ruangan kelas dengan jumlah siswa 35. Dengan demikian hanya 280 siswa yang akan diterimah tahun ini. Kemungkinan akan ditambah tergantung atasan. Pendaftaran lewat online.

Sementara terkait acara pelepasan 353 siswa yang lulus tahun jni Wakil Kepsek Caroline Paulus mengatakan semua 100 persen lulus sesuai dapodik. Mengenai kualitas lulusan tidak perlu diragukan.Karena selama studi di SMA Negeri 8 baik belajar daring maupun luring tetap berjalan baik.

Siswa Mulai Mendaftar.

Dari pantauan Sulutnews.Selasa (21/6) banyak orang tua siswa mendatangi SMA Negeri 7, SMA Negeri 1 Dan SMA Negeri 8 untuk mendaftarkan anak anak mereka. Ada yang sudah mendaftar lewat online namun karena sering ganguan jaringan orang tua datang kesekolah. Sejumlah orang tua siswa yang engan menyebutkan namanya kepada Sulutnews.com mengatakan anak anak mereka ingin masuk sekolah favorit seperti SMA Negeri 1 dan 7 serta 8.(Fanny)